bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis & Revies Film Hidden Figures, Perjuangan Minoritas

Sinopsis & Revies Film Hidden Figures, Perjuangan Minoritas

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 20 Mei 2021

Mendengar kata NASA, kita akan langsung terbayang dengan perjalanan manusia ke luar angkasa dengan roket canggih. Kita tahu betul bahwa Neil Armstrong disebut sebagai manusia pertama yang menginjakkan kakinya di bulan. Kita juga tahu kalau John Glenn disebut-sebut sebagai orang pertama yang mengelilingi orbit bumi. Mereka adalah nama-nama yang akan terus dikenang sepanjang masa. 

Di balik perjalanan luar biasa Armstrong dan Glenn ke luar angkasa, tentu melibatkan banyak orang yang bekerja sama. Orang-orang itulah yang perannya disorot dalam film Hidden Figures. Dengan latar tahun 60-an, mereka bukan hanya harus mengerjakan pekerjaan mereka dengan baik tapi juga menghadapi masalah karena rasnya. Seperti apa kisah lengkapnya? Mari kita kupas lebih dalam di sini.

Sinopsis

Review Film Hidden Figures _sinopsis
  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Drama
  • Perusahaan Produksi: Fox 2000 Pictures, Chernin Entertainment, Levantine Films
  • Sutradara: Theodore Melfi
  • Pemain: Taraji P. Henson, Octavia Spencer, Janelle Monae, Kevin Costner

Katherine Johnson adalah seorang single parent dengan tiga orang anak dan bekerja di Langley Research Center. Dia bekerja dengan dua sahabatnya, Mary Jackson dan supervisor yang berstatus kontrak bernama Dorothy Vaughan. Mereka bertiga adalah orang Afrika-Amerika dan bekerja secara terpisah dari rekan-rekannya berdasarkan ras dan gender.

Vivian Mitchell, seorang supervisor di NASA merekrut Katherine untuk terlibat dalam proyek penerbangan manusia ke luar angkasa bernama Space Task Group. Dia mendapat tugas untuk menghitung lintasan terbaik yang kelak akan dilalui roket. Dia pun menjadi wanita Afrika-Amerika pertama yang menjadi anggota proyek tersebut. 

Kehadirannya Katherine nggak langsung diterima terutama oleh Paul Stafford, salah satu petinggi di proyek tersebut yang meremehkan kemampuan Katherine. Sementara itu, Mary yang merupakan anggota heat shield team mencoba untuk melamar untuk posisi engineer. Akan tetapi usahanya mendapat hambatan dari atasannya, Karl Zielinski. 

Karl bilang kemampuan matematika Mary yang luar biasa nggak cukup untuk mendapat posisi tersebut, ada kualifikasi lain yang harus dipenuhi. Dia pun berniat untuk masuk Hampton High School yang ketika itu hanya menerima orang kulit putih. Nggak tanggung-tanggung, dia yang kesulitan diterima membawa kasus ke pengadilan dan berhasil menang.

Para astronot yang tergabung dalam tim Mercury 7 mengunjungi Langley. Salah satu anggotanya adalah John Glenn yang menyempatkan diri untuk menemui para pekerja wanita. Katherine memecahkan rumus matematika yang rumit tentang penerbangan manusia ke luar angkasa. Hal itu memukau kepala Space Task Group, Al Harrison.

Kecemerlangan Katherine nggak serta-merta membuat dia diterima. Dia masih nggak dilibatkan dalam rapat. Harrison yang merasa Katherine merupakan salah satu anggota timnya, membuat gebrakan dengan berani mengikutsertakannya. Tapi Stafford nggak diam begitu saja, dia menghapus nama Katherine dari daftar tim dan membuatnya kesulitan mengakses data penting.

Dorothy mendapat informasi tentang mesin baru bernama IBM 7090 yang membuat pekerjaannya terancam apalagi statusnya masih kontrak. Dia berniat mempelajari mesin tersebut dan mengunjungi perpustakaan khusus kulit putih. Dia mendapat penolakan tapi nggak berhenti begitu saja kemudian mencuri buku. 

Katherine akan memegang peran penting dalam penerbangan John Glenn ke luar angkasa. Mary berjuang untuk menjadi engineer Afrika-Amerika pertama di Nasa sedangkan Dorothy mengincar posisi supervisor di bagian Programming Department. Berhasilkah usaha mereka dengan banyaknya tantangan?

Diangkat dari Buku

Review Film Hidden Figures_Diangkat dari Buku

Film Hidden Figures diadaptasi dari sebuah buku karangan Margot Lee Shetterly yang berjudul Hidden Figures: The American Dream and the Untold Story of the Black Women Who Helped Win the Space Race. Buku tersebut secara gamblang mengungkap tiga tokoh utama di film Hidden Figures. Selain itu, ia juga dinilai mempunyai sisi historis yang akurat.

Bukan hal mudah untuk mengadaptasi film dari buku yang mempunyai dampak besar sebagai bukti sejarah. Hebatnya, versi filmnya bisa menangkap semua elemen kunci yang disampaikan dalam buku. Tepuk tangan untuk dua penulis skenario, Allison Schroeder dan Theodore Melfi. Bahkan Film ini sempat masuk nominasi Best Adapted Screenplay di ajang Academy Awards.

Film Biografi yang Inspiratif

Review Film Hidden Figures_Film Biografi yang Inspiratif

Hidden Figures menyoroti bagaimana perjuangan tiga wanita Afrika-Amerika yang inspiratif. Yang membuat lebih spesial adalah perjuangan mereka mengambil latar ketika perempuan dan ras tertentu mengalami perlakuan diskriminatif. Walau begitu, nggak ada kesan berlebihan di dalam ceritanya. Hidden Figures memberi porsi penggambaran tiga karakter utamanya yang dibuat merata. 

Katherine yang berusaha untuk mendapat kesetaraan dalam menjalankan pekerjaannya. Mary yang mengupayakan jenjang karir dan menjadi pelopor wanita Arika-Amerika yang sekolah di tempat orang kulit putih, serta Dorothy yang berusaha mengubah statusnya sebagai pegawai kontrak menjadi pegawai tetap.

Ada kesan bahwa film ini akan berat untuk diterima. Hitung-hitungan matematika, NASA, sekolah dan pengadilan jangan serta-merta memberi prasangka bahwa ini adalah film yang terlalu serius. Film ini juga menyajikan romansa khas film drama yang cukup memberi kesegaran dan membuat film lebih berwarna.

Penampilan Apik Taraji P. Henson

Revies Film Hidden Figures_Penampilan Apik Taraji P. Henson

Taraji P. Henson sudah malang-melintang membintangi banyak film Hollywood. Tapi bisa dibilang perannya sebagai Katherine di Hidden Figures menunjukkan bahwa kemampuannya layak diacungi jempol. Perannya sebagai Katherine Goble Johnson sangatlah apik. Sebagai single parent, dia harus mengurusi tiga anaknya, bekerja, serta menghadapi berbagai masalah rumit.

Salah satu adegan menyentuh yang melibatkan Katherine adalah ketika ada rapat Space Task Group. Semua yang ada di ruangan adalah lelaki. Al Harrison sebagai pemimpin berani melibatkan Katherine dan memberinya sebatang kapur sebagai tanda bahwa dia diterima di ruangan dan mempunyai kesempatan yang sama.  

Mengangkat Isu Segregasi

Revies Film Hidden Figures_Mengangkat Isu Segregasi

Film Hidden Figures mengangkat latar pada tahun 1961. Ketika itu warna kulit menjadi penentu untuk banyak hal. Dari mulai tingkat pendidikan, jenis pekerjaan sampai jenjang karir. Warga berketurunan Afrika-Amerika dianggap sebagai ras kelas dua yang akhirnya menyebabkan segregasi. Mereka dipisahkan dari orang kulit putih dan sering mendapat perlakuan yang berbeda.

Wanita-wanita Afrika-Amerika diberi ruangan khusus yang terpisah dari wanita berkulit putih. Bahkan ketika Katherine masuk Space Task Group, dia sempat mengungkapkan kekesalannya pada Harrison. Pasalnya, dia harus berjalan sejauh ratusan meter untuk bisa buang air karena gender dan rasnya, sesuatu yang bukan merupakan pilihannya.

Kesuksesan dalam mencapai tujuan, menjadikan tokoh utama sebagai sosok sentral secara absolut. Padahal, di balik itu semua ada orang-orang yang ikut memainkan peran yang nggak kalah pentingnya. Sayangnya, mereka seringkali luput dari perhatian bahkan nggak sedikit juga yang terlupakan jasanya walau dampak yang diberikannya cukup signifikan.

Hidden Figures memberikan banyak pesan positif tentang kinerja orang-orang di balik layar. Terlebih perjuangan mereka sebagai orang Afrika-Amerika yang ketika itu masih dianggap sebagai minoritas. Ditambah lagi dengan gender mereka yaitu perempuan yang kemampuannya belum begitu diperhitungkan. Apa kesan pertama kamu terhadap film ini? Bagikan di kolom komentar yuk!

Hidden Figures
8 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram