bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Harry Potter and The Chamber of Secrets

Ditulis oleh Suci Maharani R - Diperbaharui 25 Juni 2021

Mendapatkan kesuksesan dengan film pertamanya, ditahun 2002 Harry Potter and The Chamber of Secrets akhirnya di rilis. Film yang masuk dalam daftar film terlaris di tahun 2002 ini memang berada di bawah The Lord of The Ring: The Two Towers (2002). Namun film ini berhasil membius banyak orang dengan rating 82% di Rotten Tomatoes dan masuk di tiga nominasi untuk BAFTA Awards.

Sekuel kedua ini bercerita mengenai dibukanya kamar rahasia yang 50 tahun sebelumnya sempat menggemparkan Hogwarts. Para siswa diserang oleh mahluk yang tidak diketahui bentuknya dan setiap orang yang melihat matanya akan mati. Hal ini membuat Harry, Ron dan Hermione harus kembali berhadapan dengan berbagai bahaya yang melibatkan bangkitnya Voldemort.

Masih disutradarai oleh Chris Columbus, kira-kira seperti apa sih petualangan Harry dan kawan-kawannya di Harry Potter and The Chamber of Secrets ini? cari jawabannya di bawah ini.

Sinopsis

  • Tahun Rilis: 3 November 2002
  • Genre: Fantasi, Fiction, Mystery
  • Produksi: Warner Bros. Pictures, Heyday Films, 1492 Pictures
  • Sutradara: Chris Columbus
  • Pemain: Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson

Menghabiskan musim panas bersama keluarga pamannya, Harry Potter tiba-tiba didatangi oleh seorang peri rumah bersama Dobby. Peri itu datang untuk memperingatkan Harry agar tidak kembali ke Hogwarts. Dobby sengaja mengambil semua surat dari teman-teman Harry dan menyabotase acara makan malam penting keluarga Dursley yang berakhir menjadi bencana.

Paman Harry yang marah akhirnya mengurung Harry, namun bantuan datang saat Ron, Fred dan George Weasley datang. Harry akhirnya bisa kabur dari pamannya dan tinggal di kediaman Weasley sebelum mereka kembali ke sekolah. Harry, Hermione dan seluruh keluarga Weasley pergi ke Diagon Alley dan mendatangi peluncuran buku Gilderoy Lockhart.

Saat itulah mereka tidak sengaja bertemu Lucius dan Draco Malfoy, saat itulah Harry melihat Lucius diam-diam menyelipkan buku ke barang Ginny. Sekolah pun dimulai, Harry kembali menjadi Seeker dan kini berhadapan dengan Draco yang juga menjadi Seeker. Harry berhasil membawa kemenangan bagi Griffindor tapi harus terluka karena Bludger yang dimantrai untuk mengejarnya.

Malam itu Dobby tiba-tiba kembali datang, ia mengatakan bahwa ia telah menyabotase peron 9 ¾ dan membuat Bludger mengejarnya. Namun saat itu Harry mendengar para profesor dan perawat membawa seseorang yang membeku dan mengatakan penyerangan. Sejak kembali ke sekolah Harry memang kerap kali mendengar suara-suara aneh dari dinding.

Dalam kelas duel, Draco mengucapkan mantra yang mengeluarkan ular dan Harry terlihat berbicara dengan ular tersebut. Sejak itulah orang-orang percaya bahwa Harry adalah keturunan Slytherine dan mungkin saja ia yang membuka kamar rahasia. Penasaran Ron, Harry dan Hermione membuat ramuan perubah wujud untuk mencari tahu kebenarannya dari mulut Draco sendiri.

Saat mereka tahu bahwa bukan Draco yang membuka kamar rahasia, mereka di kagetkan dengan Hermione yang membeku. Sementara itu Harry menemukan buku harian milik Tom Riddle, buku itulah membawa Harry pada kejadian 50 tahun lalu. Dimana Riddle menuduh Hagrid yang sudah membuka ruang rahasia dan menyembunyikan monster itu.

Karena serangan yang terus terjadi Dumbledore di paksa mundur dari jabatannya dan Hagrid akan di adili. Setelah mencari fakta, Ron dan Harry dikejutkan dengan berita Ginny yang diculik dan dibawa ke kamar rahasia. Keduanya bekerjasama untuk menemukan pintu masuk Chamber bersama profesor Lockhart, namun Lockhart kehilangan memorinya setelah memakai tongkat rusak Ron.

Di sana lah mereka menemukan kulit ular yang besar, Ron dan Lockhart terjebak di sisi lain karena bebatuan yang runtuh. Harry terus maju hingga akhirnya menemukan Ginny, tak hanya itu Tom Riddle juga tiba-tiba muncul dihadapannya. Ternyata Tom lah yang merencanakan semua ini dan memanipulasi Ginny untuk berada dibawah pengaruhnya.

Tom membeberkan bahwa ia adalah Voldemort dan akan kembali hidup setelah menyerap semua energi kehidupan Ginny. Harry sempat bertarung dengan ular Basilisk dan berkat bantuan burung Fawks, ia berhasil mengalahkan ular itu. Mengetahu bahwa Tom menyimpan sebagian dirinya dalam buku, Harry sengaja menusukkan taring Basilisk ke buku tersebut untuk membunuh Tom. Setelah itu Harry, Ron, Ginny dan Lockhart kembali dengan selamat ke Griffindors dengan batuan Fawks.

Penampilan Richard John Harris sebagai Albus Dumbledore

Richard John Harris, pria kelahiran 1 oktober 1930 berperan sebagai Albus Dumbledore di dua sekuel Harry Potter. Bukan hanya seorang aktor, ternyata Richard Harris dikenal juga sebagai seorang penyanyi. Richard bahkan pernah masuk nominasi Academy Awards untuk Best Actor dalam perannya sebagai King Arthur di film Camelot (1967).

Meski film Harry Potter and The Chamber of Secrets ini sukses berat, ternyata para pemain Harry Potter harus berduka. Pasalnya saat itu masyarakat dikagetkan dengan berita Richard harus dilarikan kerumah sakit karena mengalami pneumonia. Ternyata di tahun 2002, tepat di tahun yang sama film Harry Potter and The Chamber of Secrets dirilis ia di diagnosis menderita penyakit Hodgkin.

Dikutip dari Wikipedia, penyakit Hodgkin ini adalah jenis limfoma dimana kanker berasal dari sel darah putih tertentu yang disebut limfosit. Sebenarnya Richard Harris ini sudah mengikuti beberapa perawatan, bahkan pengobatan tersebut berjalan baik. Richard juga sudah sempat pulang ke rumah dan ia juga direncanakan akan kembali untuk membintangi sekuel ketiga Harry Potter.

Hebatnya, meski sedang sakit Richard Harris tidak pernah mengeluh akan sakit yang ia derita. Ia bahkan tetap bekerja dan dengan semangat terus memerankan Dumbledore. Dikutip dari The Tings, David Heyman yang menjadi produser mengatakan bahwa Harris sempat memohon padanya. Harris memintanya untuk tidak menggantikan perannya hingga ia benar-benar jelas tidak mampu lagi.

Richard John Harris akhirnya wafat di University Collage Hospital Bloomsbury pada 25 Oktober 2002, di usia 72 tahun. Dimana hanya satu minggu sebelum film Harry Potter and The Chamber of Secrets ditayangkan di Odeon Leicester Square. Richard menghembuskan nafas terakhirnya dihadapan ketiga anaknya dan setelah koma selama tiga hari.

Kegelapan dari Tom Riddle dan Cerita yang Bertele-Tele

Jika saya ditanyakan apakah Harry Potter and The Chamber of Secrets ini sepadan dengan Harry Potter and The Philospher’s Stone? Maka saya akan menjawab keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Di Harry Potter and The Philospoher’s Stone membuat kita mengenal seperti apa rasanya menjadi penyihir. Sementara di Harry Potter and The Chamber of Secrets ini mulai terasa sisi gelap dari kehidupan Harry.

Pasalnya sejak awal, kita selalu di suguhkan mengenai kisah kedua orang tua Harry yang dibunuh oleh Voldemort. Di sekuel keduanya saya sangat menyukai bagaimana kita akhirnya bisa mengenal sosok Tom Marvolo Riddle atau Voldemort muda. Saya menyukai bagaimana lintasan kehidupan masa lalu Riddle ditampilkan dengan gaya yang serupa namun di akali dengan tema hitam-putih.

Dari sini kita bisa tahu bahwa Tom muda adalah seorang anak yang sangat pandai dan mempesona. Jadi wajar kenapa banyak orang yang bisa percaya dan menjadi pengikutnya karena ia charming. Dibanding karakter Harry Potter yang diperankan Daniel Radcliffe, saya lebih tertarik pada Tom muda. Bukan karena ia tampan, tapi pembawaannya yang anggun membuat saya terenyuh pada karakternya.

Tom Marvolo Riddle yang diperankan Christian Coulson membuat kita sempat bertanya siapakah dia. Apakah ia akan memberikan jawaban mengenai siapa yang membuka ruang rahasia atau ialah yang akan memecahkan masalah ini. Kenyataannya ini adalah plot twist dimana anak yang terlihat lugu ini ternyata keturunan Stlyterin dan memiliki niat jahat terstruktur sejak usia muda.

Saya sempat berpikir bagaimana Christian Coulson memerankan Tom muda, terlihat lugu, polos tapi pandangannya selalu memberikan ribuan arti. Saya merasa tatapan dari Tom memiliki arti tertentu yang sulit untuk dibaca oleh orang lain. Christian Coulson berhasil membius banyak wanita muda yang menonton film untuk tidak bisa menolak karisma yang ia tampilkan.

Di sisi lain saya juga menyoroti bagaimana cerita dalam sekuel kedua ini terasa begitu bertele-tele. Saya merasa ceritanya menjadi begitu sangat panjang, sehingga saya sempat bosan di tengah-tengah. Saya baru mulai merasa exited saat Harry, Ron, Hermione mengetahui bahwa bukan malfoy yang membuka chamber itu.

Harry Potter and The Chamber of Secrets: Laris dengan Kualitas Terbaik

Setelah kesuksesannya dengan Harry Potter and The Philsopher’s Stone, ternyata sekuel kedua dari Harry Potter ini tidak kalah larisnya. Pasalnya Harry Potter and The Chamber of Secrets ini berhasil memcahkan banyak rekor saat premies. Dikutip dari Wikipedia, ini bertahan selama dua pekan sebagai film nomor satu di Amerika dan Kanada.

Harry Potter and The Chamber of Secrets bertengger di nomor dua sebagai film terlaris di tahun 2002. Saat itu film Harry Potter tidak bisa mengalahkan The Lord Of The Rings: The Two Towers (2002). Tapi di Amerika Harry Potter and The Chamber of Secrets berada di nomor satu yang diikuti oleh The Lord of The Rings: The Two Towers.

Mendapatkan penghasilan besar $878,979,634 dari penayangan seluruh dunia, film ini memang digarap dengan sangat serius. Masih di garap dibawah arahan sutradara Chris Columbus, film ini ditata musiknya oleh John Williams. Pasalnya saat itu ia baru saja menyelesaikan skoring Star Wars Episode II: Attack of the Clones (2002) dan Minority Report.

Efek visualnya juga di buat selama sembilan bulan, setidaknya hingga 9 Oktober 2002. Kerjasama antara Industrial Light & Magic, Mill Film, The Moving Picture Company (MPC), Cinesite dan Framestore CFC. Dibawah pengawasan Jim Mitchell dan Nick Davis untuk menangani 950 objek bidikan visual di film ini. Tentu film ini tidak lengkap tanpa Stuart Craigh, yang merancang berbagai elemen untuk melengkapi film ini.

Pendapat Para Kritikus tentang Harry Potter and The Chamber Of Secrets

Seperti yang kita tahu Film Harry Potter and The Chamber of Secrets ini memang sangat laris di dunia. Rotten Tomatoes memberikan rating 82% dari 239 review yang telah diberikan, dengan rating 7.21/10. Seperti Entertainment Weekly mengatakan bahwa film sekuel keduanya terasa lebih baik dan lebih gelap dari sebelumnya.

Richard Roeper juga mengatakan bahwa ia sangat menghargai dan memuji bagaimana Columbus bisa setia membuat film berdasarkan bukunya. Dikutip dari Wikipedia, ia mengatakan "Chris Columbus, sutradara, melakukan pekerjaan yang sangat bagus dengan setia pada cerita tetapi juga membawanya ke era sinematik".

Tentu saja meski film ini rata-rata mendapatkan respon positif atas perkembangan cerita yang lebih gelap dan menarik. Tapi tetap saja ada beberapa kritikus film yang merasa bahwa film Harry Potter and The Chamber of Secret ini kurang kreatifitas. Seperti yang dikatakan oleh Peter Travers dari Rolling Stone, ia mengatakan bahwa film ini terlalu panjang dan setia pada bukunya.

Baginya Columbus mengambil pendekatan hat-in-hand dengan penulis bukunya yaitu J.K. Rowling. Sehingga hal ini membuat Columbus tidak bisa berkembang untuk lebih kreatif lagi di film ini. Kennerth Turam dari Los Angeles Times bahkan mengatakan bahwa film ini sangatlah klise dan terasa déjà vu.

Saya sendiri sebenarnya setuju bahwa film kedua ini memang terasa lebih berisi dan memiliki fokus yang jelas. Ceritanya terlihat lebih gelap, sehingga para penonton dapat merasakan hawa merinding saat menontonnya. Apalagi saat Harry kerap mendengarkan suara ular Basilisk yang membuat bulu kuduk merinding.

Tapi di sisi lain saya juga merasa bahwa di Harry Potter and The Chamber of Secrets ini terlalu bertele-tele. Pasalnya disini saya tidak merasa sedang mencoba mengenal seperti apa sih dunia para penyihir seperti di Harry Potter and The Philosopher’s Stone. Tapi di film ini saya sebenarnya sangat penasaran dengan kehidupan muda dari Tom Marvolo Riddle (Voldemort).

Overall saya mengatakan bahwa film Harry Potter and The Chamber of Secrets ini wajib sekali kamu tonton. Meski rilis di tahun 2002, film ini tidak kalah serunya dengan film-film jaman sekarang yang memiliki efek-efek canggih.

Harry Potter and The Chamber of Secrets
7.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram