bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Komedi Romantis Good on Paper

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 10 September 2021

Menjadi seorang komedian tunggal yang cukup sukses, Andrea menjalani hari yang dia rasa kurang memuaskan. Suatu hari dia bertemu seorang pria bernama Dennis yang berhasil meyakinkannya untuk membangun sebuah hubungan. Siapa sangka Dennis yang terlihat baik-baik saja, ternyata punya rahasia.

Lalu apa yang dia sembunyikan dari Andrea? Alur cerita Good on Paper (2021) bisa Anda saksikan saat menonton filmnya nanti, tapi sebelum itu mari simak sinopsis dan ulasannya di bawah ini!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: Juni 2021
  • Genre: Comedy, Romance
  • Produksi: Burn Later Productions, Meridian Content, Universal Pictures
  • Sutradara: Kimmy Garewood
  • Pemeran: Iliza Shlesinger, Ryan Hansen, Margaret Cho, Rebecca Rittenhouse

Andrea Singer (Iliza Shlesinger) sedang tampil dengan membawakan materi lawakan tentangnya peralihan pada otak wanita yang sulit dijelaskan. Menurutnya wanita kerap berpikir kebalikan, misalnya ketika seorang lelaki selalu mengganggu, otak wanita mengartikannya sebagai bentuk cinta. Andrea seorang stand up comedy-an yang tenar. Untuk setiap show-nya, penonton terlihat selalu memenuhi lokasi.

Andrea coba mengikuti audisi untuk acara televisi, tapi sepertinya gagal. Begitu ke luar dari ruangan casting dia bertemu dengan Serena Halstead (Rebecca Rittenhouse), teman lama yang pindah ke LA di waktu bersamaan. Ketika Andrea memulai hidup sebagai komedian tunggal, Serena mulai berakting dengan mengikuti semua casting yang dibuka.

Andrea tak menyukai gaya bicara Serena, maksudnya tak menyukai gadis itu. Mereka saling menghakimi walau di depan tetap memperlihatkan wajah manis. Setelah mengikuti casting yang menyebalkan Andrea bergegas pulang. Saat di bandara, seorang pria berkacamata menemukan boarding pass miliknya yang terjatuh lalu menyerahkannya.

Rupanya pria tersebut berada satu pesawat dan duduk di sebelah Andrea. Dengan canggung, pria itu memperkenalkan diri. Dia adalah Dennis Kelly (Ryan Hansen), seorang hedge fund atau pengelola investasi global yang ternyata mengenal Andrea sebagai komedian tunggal yang sukses. Pembicaraan antara keduanya mengalir. Andrea juga bertanya mengenai pekerjaan pria itu.

Andrea yang tak bisa berbicara dengan orang asing di dalam pesawat membuat pengecualian. Tak lama ponsel pria itu berdering. Dennis mendapat telepon dari kekasihnya, Casandra, seorang model. Malam harinya Andrea kembali tampil dan berhasil membuat penontonnya tertawa. Sambil menunggu jadwal berikutnya, Andrea mampir ke bar milik Margot (Margaret Cho).

Margot mengingatkan agar Andrea tak ketus terhadap semua hal yang menghampirinya. Wanita yang terlihat lebih tua beberapa tahun dari Andrea itu mengatakan bahwa dirinya kagum karena Andrea tak terobsesi pada pernikahan. Walau belum mencapai semua tujuan di usia ke 35, semua tak masalah, asal jangan ketus.

Selesai dengan pertunjukan malam itu, Andrea tiba-tiba dikagetkan oleh Dennis yang menepuk pundaknya dari belakang. Andrea lalu membawa Dennis ke bar milik Margot. Ketiganya lalu bercengkrama. Dari sana Andrea menganggap Dennis cukup menawan karena sombong dan rendah hati di saat bersamaan.

Mereka berdua menjadi lebih sering ngobrol dan bertemu. Andrea senang karena selain Margot dirinya kini punya teman baru. Sebagai komedian yang jadwalnya tak menentu, sulit menemukan seseorang yang bisa menyesuaikan dan sabar. Dennis bisa melakukan itu.

Semakin lama Andrea menghabiskan waktu bersamanya, wanita itu merasa senang. Andrea mulai memikirkan pendapat Margot beberapa waktu lalu yang mengatakan dia harus mengubah sikap. Walau badannya tak bagus, Andrea tak masalah dan merasa menyukai pria itu apa adanya, tetap sebagai teman.

Dannis membantu Andrea mempersiapkan casting untuk sebuah pertunjukan. Jika lolos, Andrea akan pindah ke Vancouverselama lima bulan untuk syuting. Wanita ini tampak begitu berharap dapat lolos, karena menganggap kesempatan tersebut dapat mengubah hidupnya. Mendengar Andrea akan pergi ke Vancouver, ekspresi wajah Dennis berubah seperti tak menyukainya.

Cerita berlanjut saat Dennis kembali menonton pertunjukan Andrea, bersama Margot dan satu orang lainnya. Dalam perjalanan pulang dan saat hendak berpisah, Andrea dan Margot harus berhadapan dengan pria mabuk yang bicara sembarangan. Dennis mencoba menengahi walau jasnya harus disiram minuman. Keributan antara mereka pun berhasil dipisahkan.

Dennis dan Andrea selesai makan di sebuah restoran dan tiba-tiba Dennis meminta komedian itu menjadi kekasihnya. Pria tersebut sangat percaya diri dan merasa sempurna untuk Andrea. Belum ada jawaban apa pun, Dennis sudah membuat sebuah kesepakatan sepihak. Dia bahkan membuat daftar pro dan kontra yang ditulis di sebuah kertas.

Lelaki itu terus merasa lebih baik dan sempurna, termasuk dari teman kencan Andrea yang terakhir. Dengan menggebu-gebu Dennis memuji Andrea sebagai wanita yang bisa melakukan segala sesuatu sendiri. Hal tersebut tidak disadari sudah menjadi daya tariknya. Dennis mengatakan jika dia melakukan sedikit hal untuknya, dia akan merasa jadi bagian hidup Andrea.

Cerita berlanjut saat Andrea mendapat telepon dari agennya yang mengabarkan bahwa dia mendapatkan peran yang diidam-idamkan. Akhirnya setelah sembilan tahun mengikuti audisi per audisi, usahanya kali ini berhasil. Andrea tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Dia terus berteriak sambil memeluk Margot.

Saat tengah sibuk berbahagia, Dennis menelepon dan Andrea pun mengabarkan hal tersebut padanya. Dari sini terlihat Andrea mulai tak nyaman dan ingin menghindari pria itu. Andrea kemudian terlihat nongkrong dan bersama seorang pria tampan. Mereka mendapat ‘traktiran’ minuman, entah dari siapa. Sejurus kemudian Dennis kembali menelepon Andrea.

Lelaki itu menangis karena mendapat kabar sang ibu terkena kanker. Andrea coba menenangkannya dan berhasil. Dennis yang tahu Andrea ada kencan merasa tak enak dan berniat pergi tapi wanita itu melarang. Andrea mengingat betapa Dennis selalu ada untuknya dalam keadaan apa pun.

Andrea lalu mengajak Dennis pergi ke sebuah klub malam setelah sebelumnya sama-sama menenggak alkohol dan mengonsumsi sedikit jamur. Di sana mereka berciuman dan berakhir dengan tidur bersama. Pagi harinya saat terbangun, Andrea secara mengejutkan bersedia jadi kekasih Dennis. Kejutan apa lagi yang akan terjadi antara keduanya?

 Terjebak dalam Hubungan Penuh Kebohongan

Terjebak dalam Hubungan Penuh Kebohongan

Premis Good on Paper (2021) akan related untuk banyak orang yang menjalani sebuah hubungan penuh kebohongan. Alurnya menceritakan bagaimana seorang Andrea, stand up comedy-an yang cukup sukses, terlibat dalam hubungan bersama seorang lelaki yang mengaku sebagai hedge fund lulusan universitas bergengsi.

Andrea yang semula merasa tak nyaman, berhasil diyakinkan hingga akhirnya mau menjalin hubungan dengan Dennis; seorang pria yang baik dan selalu ada saat dibutuhkan. Beruntung dia punya sahabat yang peka dan merasa yang aneh dengan Dennis. Namun, itu pun tak segera disadarinya; Andrea sempat menyangkal sebelum akhirnya menyesal.

Lelaki Insecure yang Manipulatif

Lelaki Insecure yang Manipulatif

Selama kurang lebih 1 jam 30 menit, karakter Andrea menjadi pusat utama film ini. Kesibukannya manggung dan bersosialisasi diperlihatkan, tapi Dennis tidak. Dari bagian ini, Anda sebenarnya sudah bisa ikut merasakan ada sesuatu yang aneh dengan karakter Dennis.

Dibawakan dengan meyakinkan oleh aktor sekaligus komedian Ryan Hansen, Dennis berhasil memanipulasi Andrea sejak pertama mereka bertemu. Karakternya bisa ditemukan di mana pun, mungkin sempat bersinggungan dengan Anda, yaitu lelaki insecure yang merasa dihakimi lalu menghukum orang lain, menyalahkan orang lain dengan kebohongan atas hal tersebut.

Untuk yang punya trauma tersendiri pada karakter-karakter lelaki seperti Dennis, Anda mungkin bisa merasa mual dan kurang nyaman. Apalagi beberapa scene memperlihatkan hal-hal yang bisa membuat wanita turn off seperti ketiak basah, sikap yang pasif agresif, hingga percaya diri berlebihan.

Sedikit Tak Tertebak tapi Kurang Memuaskan

Sedikit Tak Tertebak tapi Kurang Memuaskan

Alur Good on Paper (2021) terasa sangat cepat. Dari mulai kecurigaan Margot hingga akhirnya Andrea mengetahui bahwa Dennis berbohong, tidak dibuat berbelit-belit. Penyelesaian di akhir ceritanya pun terhitung tak tertebak dan akan membuat Anda kaget. Sayangnya, dalam balutan sinematografi yang juga tidak istimewa, bagian-bagian tersebut kurang memuaskan.

Tidak ada penggambilan gambar yang memorable atau ikonik yang bisa menunjukkan emosi kekesalan dan kekecewaan yang dirasakan Andrea. Pengembangan konfliknya terasa hambar, tidak terasa lucu atau dramatis sama sekali, mengingat ini film romantis komedi. Selain itu akting para pemain pendukung juga terasa sekali dibuat-buat.  

Secara keseluruhan, Good on Paper (2021) dibuat seperti asal jadi. Beruntung film ini punya naskah yang cukup baik sehingga kekurangan di bagian itu bisa teralihkan, walau tak sepenuhnya bisa menutupi. Penasaran dengan cerita keseluruhannya? Anda bisa menonton film arahan debut Kimmi Gatewood sebagai sutradara ini di Netflix!

Good on Paper
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram