Sinopsis & Review Drama Thailand, Good Old Days (2022)

Ditulis oleh Suci Maharani R
Good Old Days
4
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Bahkan saat mendapatkan kesuksesan pun, impian Tong bisa sirna karena ulah seseorang yang tidak bertanggung jawab. Namun saya lebih kasihan pada Gyb, pasalnya gadis ini harus mengerjakan apa yang tidak ia sukai.

Melepaskan impiannya menjadi penyanyi demi membantu biaya pengobatan ibunya adalah tindakan mulia. Namun hal ini juga membuat Gyb tidak bisa merasakan kebahagiaan yang diinginkannya. Bahkan, Gyb terlihat seperti pasrah dengan takdir hidupnya dan hanya mengikuti hidupnya saja.

Episode ini menunjukkan apa sih yang harus kamu lakukan saat dewasa. Di waktu ini, kamu harus bisa mengambil keputusan untuk setiap hal yang ingin kamu lakukan.

Di sisi lain, kamu juga harus bertanggung jawab dengan menjalani konsekuensi dari keputusan ini.  Meski menyebalkan, kamu harus bisa melewatinya jika ingin mendapatkan hasil terbaiknya. 

Akting Bright Vachirawit yang Semakin Menjanjikan

Akting Bright Vachirawit yang Semakin Menjanjikan

Setelah menonton episode tujuh dan delapan Good Old Days (2022) saya ingin memuji penampilan akting dari Bright Vachirawit. Membandingkan dengan penampilannya di F4 Thailand: Boys Before Flowers (2021), aktingnya di sini jauh lebih memuaskan.

Saya bisa merasakan, bahwa Bright berusaha keras untuk menunjukkan penjiwaan karakter terbaiknya di sini. Bermain dalam melodrama, Bright terlihat lebih bisa mengendalikan emosinya. Ia bisa mengendalikan dan menjiwai karakternya dengan sangat baik.

Makanya, penonton bisa merasakan bahwa sosok Tong ini adalah pria yang berusaha bangkit dari kesepian. Ia berusaha mengejar impiannya hanya untuk membuktikan kepada Gyb, bahwa impiannya itu bukan sebuah kesalahan.

Akting yang diberikan oleh Bright Vachirawit juga terlihat sangat-sangat enjoyable. Saya jarang sekali melihat Bright off character, ekspresi wajahnya yang terkesan murung membuat sosok Tong semakin menyentuh hati.

Kali ini, saya sangat terkesan dengan penampilan Bright Vachirawit sebagai Tong, karena terasa cukup perfect dan worth to watch.

Siapkah Kamu untuk Menikah?

Siapkah Kamu Untuk Menikah

Banyak berpikir kalau menikah itu hanya soal cinta dan pasangan saja. Tapi dari episode berjudul “Love Wins” kita bisa melihat, ternyata ada jalan panjang untuk menikah.

Salah satunya adalah soal kepercayaan yang sudah dianggap biasa oleh banyak pasangan. Ternyata, kepercayaan bisa jadi penyebab terjadinya penyatuan dan perpisahan dua insan.

Dalam Good Old Days (2022) episode sembilan dan sepuluh ini, penonton diperlihatkan bagaimana kompleksnya kisah cinta itu.

Ada kok pasangan yang siap secara finansial tapi tetap saja gagal untuk menuju pernikahan, hanya gara-gara kurangnya kepercayaan. Semua ini berawal dari perselisihan orang tua, hingga ketidak terbukaan dari masing-masing pasangan.

Episode ini mungkin bisa jadi gambaran bagi kamu yang berpikir kalau menikah hanya soal cinta saja. Seperti yang ditanyakan ibu Maew, apakah kamu yakin pasangan yang sekarang ini adalah pasangan terakhir mu?

Untuk menjawab hal ini, cinta saja tidaklah cukup. Pasalnya, selain cinta pondasi dari sebuah hubungan adalah kepercayaan dan komunikasi yang baik.

Akting Ciamik dari Pasangan Win dan Pat Chayanit

Akting Ciamik dari Pasangan Win dan Pat Chayanit

Tidak bisa dipungkiri, kalau kemistri antara Win Metawin dan Pat Chayanit terlihat sangat luar biasa. Pada awalnya, keduanya diperlihatkan seperti pasangan remaja yang sangat labil Tapi di episode Sembilan dan sepuluh, kedewasaan mereka diperlihatkan dengan sangat baik.

Perbedaan dari masing-masing karakter, membuat penonton semakin jatuh hati dengan pasangan ini. Untuk Win Metawin, karakter seperti Maew sepertinya bukanlah hal yang aneh lagi baginya. Karena kalau di pikir-pikir, karakter ini sangat mirip dengan karakternya di Devil Sister (2022).

Hanya saja, dalam drama ini Maew terlihat lebih pendiam dan sosok pria yang sangat tenang. Ia tidak pernah terburu-buru mengambil keputusan dan terkesan pasrah dengan keadaan.

Sementara untuk Pat Chayanit, saya menyukai pembawaan karakternya sebagai Mew. Sosok satu ini yang paling terlihat jelas perubahan karakternya.

Mew yang terlahir dari keluarga kaya, sebenarnya gadis yang sangat tulus. Tapi sikap childish dan emosionalnya memang terasa melelahkan. Penjiwaan karakter yang diberikan oleh Pat Chayanit memang bikin penonton gemas pada Mew.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram