Sinopsis & Review Drama Thailand, Good Old Days (2022)

Ditulis oleh Suci Maharani R
Good Old Days
4
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Pernahkah kamu berpikir, bahwa setiap barang memiliki kisah yang berarti bagi seseorang? Ternyata tidak semua barang loak adalah barang usang yang tidak berharga.

Good Old Days (2022) menunjukkan, bahwa setiap barang di sebuah toko barang antik memiliki kisah yang bernilai. Bahkan nilainya bukan sekedar uang, tapi sesuatu yang berharga dan memiliki arti bagi hidup seseorang.

Good Old Days (2022) bisa dikatakan sebagai kuda hitam yang bisa melibas drama Thailand populer lainnya. Drama besutan Ploy Pattaraporn Werasakwong ini bukan sekedar tontonan yang menghibur, tapi memberikan makna mendalam kepada para penontonnya.

Enam kisah yang ada dalam drama ini, juga disampaikan oleh jajaran selebriti ternama di bawah naungan GMMTV.

Lalu kisah seperti apa dibalik sebuah barang usang yang ada di toko barang antik tersebut? Biar nggak penasaran lagi, kamu bisa mencari tahu sinopsis dan ulasan dramanya hanya di Bacaterus.

Sinopsis

Good Old Days (2022)

Good Old Days (2022) adalah drama antologi yang terdiri dari enam kisah hidup yang mengharukan untuk ditonton. Bagi yang penasaran dengan alur ceritanya, kamu bisa membaca sinopsis dan ulasan singkatnya di bawah ini.

Episode 1-2: Bond and Relationship

Episode 1-2: Bond and Relationship

Kisah ini dibuka dengan pertengkaran antara Mew (Pat Chayanit) dan Maew (Win Metawin). Inilah yang membawa Mew masuk ke sebuah toko barang antik di seberang jalan.

Mew terkesima melihat berbagai barang lama yang ada dalam toko tersebut. Tiba-tiba saja seorang pria masuk dan memberitahukannya soal harga sebuah bola yang dipegangnya.

Mew terkejut, saat mengetahui bahwa bola tersebut berharga 5000 baht. Sang pemilik toko antik mengatakan, bahwa ia tidak menghargai barang dari fungsi atau kondisinya.

Tapi setiap barang yang ada di toko ini, dihargai sesuai dengan kisah dan manfaatnya bagi seseorang. Ia juga menuturkan, bagi Mew bola usang ini mungkin tidak ada artinya, tapi bagi orang lain bola ini sangat berharga.  

Episode 1-2

Kembali ke tahun 1998 saat Thailand menjadi tuan rumah Asian Games. Seorang anak sedang asik menonton televisi, ia adalah Phu kecil yang baru pulang dari sekolah. Siang itu ibu Phu memberikan hadiah sebuah bola dan anjing untuk putranya. Bersama dengan Ryu, Phu memahami arti dari “ikatan” yang sesungguhnya. 

Lalu kisah beralih ke tahun 2019, ketika seorang pria sedang sibuk di sebuah ruang meeting. Inilah Phu dewasa (Lee Thanat), yang terlihat kurang bersemangat saat tahu hari ini adalah hari ulang tahunnya.

Malam itu, Phu menghabiskan malam di sebuah bar. Tapi hal tidak terduga terjadi, saat seorang gadis memintanya mengaku sebagai kekasih barunya.

Good Old Days 1

Gadis yang memiliki banyak sekali keluhan soal hidup, pekerjaan hingga hubungan asmara ini terus saja marancu. Anehnya, Phu merasa sangat nyaman saat mendengarkan celotehan Mint (Fah Yongwaree).

Mint memang sangat menarik dan to do point, bahkan gadis ini tidak segan untuk mengajak Phu melakukan hubungan satu malam.

Tak ingin memiliki hubungan yang terlalu jauh, Phu langsung memutuskan kontak dengan Mint. Sialnya, malam itu Mint datang bertepatan dengan ibunya yang sedang berkunjung rumahnya.

Terjepit situasi, Phu terpaksa menerima tawaran kencan yang diinginkan oleh Mint. Setidaknya malam ini ia tidak perlu berpura-pura memiliki kekasih di hadapan ibunya.

Good Old Days 2

Tapi setelah segala upaya dilakukan oleh Mint, akhirnya ia tahu apa yang membuat Phu tidak bisa membuka hatinya. Siapa sangka ikatan antara tuan dan anjing peliharaannya ini, bisa mempengaruhi Phu sampai sedemikian rupa.

Rasa bersalahnya karena sudah menyebabkan Ryu tewas, membuat Phu tidak ingin mencintai apapun karena tidak ingin tersakiti lagi.

Namun Phu tidak sadar, bahwa batasan yang ditunjukkannya kepada Mint dan sang ibu telah menyakiti mereka. Namun segalanya berubah perlahan-lahan, saat Phu mengetahui bahwa ibunya tengah mengidap kanker.

Phu berubah menjadi anak yang berbakti, tentu dengan dukungan dari Mint meski mereka berada di tempat yang berbeda.

Good Old Days 3

Tapi lagi dan lagi, saat Phu akan mengutarakan isi hatinya kepada Mint. Ternyata semua ini sudah sangat terlambat karena Mint telah kembali dengan mantan pacarnya. Mint benar, bahwa ia tidak seharusnya menanti seseorang yang tidak bisa memberikannya kejelasan.

Hidup Phu memang seperti bola, naik turun secara bergantian tapi ia tidak bisa lari dari kenyataan terus menerus. Tapi bisakah Phu bertahan dari rasa sakit hati yang terus saja mendatanginya? 

Episode 3-4: Memory of Happiness

Episode 3-4 Memory of Happiness_

Seorang gadis tiba-tiba datang ke toko barang antik milik Hey (Krist Perawat). Ia mencari sebuah barang yang akan dibelinya dengan harga berapapun.

Gadis itu bernama Piang (Aye Sarunchana) yang datang untuk membeli sekotak roll film usang. Memang, film-film ini bukan miliknya tapi barang ini adalah salah satu bagian terpenting dalam hidupnya.  

Kembali ke dua tahun lalu, Piang baru saja lulus dari universitas dan menganggur selama dua bulan. Saat itulah, Piang kembali ke kampung halaman untuk membantu toko foto milik ayahnya.

Namun dua bulan yang dilewatinya, terasa seperti ribuan tahun yang dipenuhi dengan siksaan. Mungkin kisah Piang akan terasa simpel jika kita menyebutnya sebagai game hidup Piang.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram