Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review Film Gone Girl, Kisah Istri yang Psikopat

Sinopsis & Review Film Gone Girl, Kisah Istri yang Psikopat

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Film yang satu ini dibintangi oleh Ben Affleck serta Rosamund Pike yang berperan sebagai sepasang suami istri, Nick Dunne dan Amy Elliot Dunne. Gone Girl sendiri merupakan film yang diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama karya Gillian Flynn. Di film ini juga, sang penulis novel tersebut ikut terlibat dalam menggarap skenarionya agar sesuai dengan cerita yang ditulis di bukunya.

Di berbagai ajang penghargaan yang bergengsi, Gone Girl menempatkan Rosamund Pike masuk ke dalam nominasi Best Actress di Academy Award, BAFTA Award, Golden Globe Award dan Screen Actors Guild Award. Tak ketinggalan, sang sutradara David Fincher pun meraih nominasi Best Director di ajang yang sama dengan Rosamund Pike, yakni di Golden Globe Award.

Sinopsis

Gone Girl

*https://www.washingtontimes.com/news/2014/oct/2/movie-review-gone-girl/

  • Tahun rilis: 2014
  • Genre: Psychological thriller
  • Rumah produksi: Regency Enterprises dan TSG Entertainment
  • Sutradara: David Fincher
  • Pemeran Utama: Ben Affleck, Rosamund Pike, Neil Patrick Harris, dan Tyler Perry

Nick Dunne adalah seorang mantan wartawan yang kini kehilangan pekerjaannya. Ia bersama istrinya, Amy Dunne, memutuskan pindah ke kampung halamannya di sebuah kota yang lebih tenang di Missouri. Sementara itu, Amy sebenarnya lebih menyukai tinggal di kediaman mereka yang lama di Kota New York.

Pada hari ulang tahun pernikahan kelima mereka, Amy tiba-tiba menghilang secara misterius tanpa ada jejak sedikit pun. Nick yang kebingungan melaporkan kejadian itu ke polisi untuk dilakukan sebuah investigasi. Detektif Rhonda yang memimpin investigasi tersebut menemukan sebuah noda darah dan mencurigai Nick telah membunuh sang istri.

Selain itu juga, Detektif Rhonda mempunyai banyak bukti yang menunjukan bahwa kehidupan rumah tangga Nick dan Amy tengah berada dalam keretakan akibat masalah keuangan. Ia menetapkan Nick sebagai tersangka sementara setelah bukti-bukti dan hasil investigasi tertuju kepadanya.

Masalah hilangnya Amy mendapatkan perhatian publik dan menjadi berita panas di berbagai macam media massa. Amy sendiri pernah menjadi sebuah karakter dalam seri buku anak-anak yang bernama The Amazing Amy, dan buku tersebut ditulis oleh orangtuanya yang mengakibatkan dirinya begitu dikenal di masyarakat luas.

Di satu sisi, Amy memang merencanakan untuk menghilang secara misterius, dan ia juga memalsukan kabar kematiannya. Hal itu ia lakukan karena ingin membalas dendam kepada suaminya yang sudah berselingkuh dengan seorang perempuan bernama Andie Fitzgerald. Amy kini bersembunyi di sebuah tempat yang jauh dari rumahnya, dan ia pun mengubah penampilannya menjadi berbeda.

Sementara itu, Nick kemudian menemui saudaranya, Margo, dan menjelaskan jika ia tidak membunuh Amy. Nick juga menyewa seorang pengacara, Tanner Bolt, untuk membantunya melalui proses hukum.

Ia selanjutnya menemui juga mantan pacar istrinya yang bernama Desi Collings, dan memintanya untuk memberitahu jika ada informasi tentang keberadaan Amy. Akan tetapi, Desi menolak karena ia tidak mengetahui apa-apa.

Nick bersama selingkuhannya, Andie, melakukan jumpa pers untuk mengakui perselingkuhan mereka di depan media massa yang hadir. Ia kemudian muncul di sebuah acara talk show, meminta maaf karena gagal menjadi seorang suami. Di acara tersebut juga, ia meyakinkan bahwa dirinya bukanlah seorang pembunuh.

Di sisi yang lain, Amy ternyata menemui Desi Collings untuk meminta bantuannya. Desi kemudian membawanya untuk tinggal sementara di kediamannya. Di tempat itu, Amy tak sengaja menonton acara talk show yang memperlihatkan suaminya yang sedang meminta maaf. Ia lalu merubah rencananya dan merasa iba terhadap Nick.

Amy lalu memanfaatkan Desi agar mantannya itu terlihat sebagai orang yang memang menculik serta memperkosanya. Ia merayunya untuk berhubungan intim, dan kemudian membunuhnya di atas kasur.

Setelah rencana itu berhasil, Amy pulang kembali ke rumahnya dengan berlumuran darah di sekujur tubuh untuk menemui sang suami. Kedatangannya membuat heboh semua wartawan yang sedang berada di kediaman Nick. Akibat hal tersebut, Nick tidak dicurigai lagi sebagai tersangka, dan ia lepas dari tuduhan sebagai pembunuh.

Akan tetapi, Amy memberi tahu kepada Nick yang sebenarnya bahwa ia telah membunuh Desi. Amy menginginkan Nick tetap menjadi suaminya setelah melihat dirinya meminta maaf di acara televisi. Meski Nick ingin berpisah, ia mengajak sang suami untuk melakukan jumpa pers, dan mengumumkan kepada publik bahwa dirinya sedang hamil, dan tengah mengharapkan seorang anak.

Penuh dengan Kejutan yang Tak Terduga

Penuh dengan Kejutan yang Tak Terduga

*https://www.indiewire.com/2014/10/gone-girl-dp-jeff-cronenweth-on-digital-vs-film-and-working-with-david-fincher-69438/

Gone Girl bukan hanya sebuah film sederhana yang mengisahkan tentang seorang suami yang kehilangan istrinya saja. Namun, lebih dari itu film ini mencoba mengungkapkan rahasia di balik sang istri yang ternyata memang sengaja menghilang untuk alasan tertentu. Ketika alasan tersebut terungkap, kita dapat meyakini bahwa Gone Girl menawarkan twist yang mengejutkan lewat unsur psikologi thrillernya.

Sebelum masuk ke dalam hal-hal yang tak terduga, di awal film ini kita akan sekilas melihat bahwa Nick dan Amy sedang membangun sebuah pernikahan yang diimpikan. Seiring menit demi menit berlalu, kita dihadapkan pada kenyataan jika rumah tangga mereka tidak seindah yang dilihat. Tensi pun menjadi semakin menarik ketika Amy diduga dibunuh oleh suaminya sendiri.

Cerita selanjutnya kemudian berjalan flashback lewat alur maju mundur dengan mengutamakan perspektif antara Nick dan Amy. Setidaknya ada tiga sudut pandang yang berusaha dibangun sepanjang film ini.

Pertama, kita akan melihat sudut pandang dari Nick dalam usahanya menemukan sang istri. Lalu, ada perspektif dari Amy melalui catatan buku hariannya, serta motif yang mendasarinya kenapa menghilang dan melakukan pembunuhan. Sudut pandang ketiga terjadi secara bersamaan ketika Nick dan Amy pada akhirnya bertemu kembali untuk berusaha menyelesaikan masalah yang sudah terjadi.

Meski dihadirkan lewat sajian seperti itu, kita yang menontonnya tidak akan kebingungan dan masih bisa menikmati alur ceritanya secara jelas. Hal yang menarik ketika adegan flashback tersebut adalah adanya narator yang dinarasikan oleh Amy sendiri. Pendekatan tersebut membuat kita yang menontonnya seolah diajak untuk masuk ke dalam pikiran Amy lewat tingkah lakunya yang manipulatif.

Selain itu, suara Rosamund Pike sebagai Amy tentunya menciptakan dialog yang sangat memikat, dan nampak terdengar seperti seorang pendongeng yang baik. Intonasi yang ia ucapkan pun terkesan menggoda di telinga, namun begitu intimidatif di sisi yang lainnya. Narasi tersebut seolah seperti suara seseorang yang sedang mengancam tapi dengan nada yang lembut.

Karakternya Utamanya Tampil Memuaskan

Karakternya Utamanya Tampil Memuaskan

*http://zozeevoosays.blogspot.com/2015/01/movie-review-where-is-amazing-amy-gone.html

Gone Girl sedari awal memang mempunyai premis cerita yang sangat menarik untuk dinikmati. Setiap permasalahan yang dihadirkan di film ini dibentuk penuh twist, dan menciptakan sebuah tontonan yang tidak mengecewakan.

Film ini nampaknya berusaha menyuguhkan sebuah makna tentang pernikahan yang dirangkai dengan unsur kejiwaan yang dialami oleh Nick dan Amy. Jika elemen psikologis dan thriller bukanlah tema besar yang diangkat dalam Gone Girl, maka film ini hanya akan menjadi drama rumah tangga biasa saja yang dipertontonkan ke publik.

Maka, terpujilah kepada David Fincher dan Gillian Flynn yang mampu secara apik mengeksplorasi elemen psikologis thriller sepanjang film ini berjalan. Selain keduanya, jangan lupakan juga Rosamund Pike dan Ben Affleck lewat perannya sebagai Amy serta Nick. Mereka mampu menampilkan kepiawaian aktingnya secara solid dan memuaskan.

Rosamund menggambarkan karakter Amy yang begitu manipulatif lewat kelakuannya yang berbahaya. Ia cantik, cerdas, dan penuh rencana-rencana ‘gila’ untuk mengendalikan sang suami agar masuk dalam kendalinya. Amy sendiri terlihat begitu anggun dan menawan lewat parasnya, namun karakternya sangat bertolak belakang dengan apa yang ditampilkannya.

Ia memang mencuri perhatian dalam film ini, dan tak heran juga jika dirinya meraih banyak nominasi Aktris Terbaik di berbagai ajang penghargaan bergengsi. Gone Girl bisa dibilang menjadi salah satu film terbaik yang pernah ia bintangi selama berkarir di industri perfilman.

Sementara itu, Ben Affleck pun cukup mumpuni dalam memainkan karakternya sebagai Nick Dunne yang narsistik. Meski tidak terlalu menonjol seperti Rosamund, namun ia berhasil menggambarkan sosok Nick yang tukang selingkuh. Di sisi lainnya juga, ia memperlihatkan Nick sebagai pria yang pemalas karena sudah tidak bekerja, dan seolah-olah terlihat naif padahal tidak seperti itu sebenarnya.

Lewat pendekatan karakter yang bermasalah dengan kejiwaannya hingga twist yang tak terduga, Gone Girl menjadi sebuah tontonan yang sangat puas untuk dinikmati. Dengan menawarkan durasi lebih dari dua jam, menonton film ini dijamin tidak akan sia-sia

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *