bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Godzilla vs. Kong, Pertemuan Dua Monster

Godzilla bangkit dan menyerang fasilitas teknologi milik Apex di Pensacola. CEO Apex meminta bantuan seorang ilmuwan untuk mencari sumber tenaga di Hollow Earth yang misterius dan membawa Kong serta. Ternyata Apex menyimpan rahasia yang membuat Godzilla murka dan Kong merintangi jalannya.

Godzilla vs. Kong adalah film action yang menampilkan dua monster legendaris dan paling terkenal di muka bumi saat ini, yaitu Godzilla dan Kong.

Film yang disutradarai oleh Adam Wingard ini merupakan sequel langsung dari film Kong: Skull Island (2017) dan Godzilla: King of the Monsters (2019) yang menjadi film keempat dari franchise MonsterVerse yang dimulai sejak film Godzilla (2014).

Jejak rekam Godzilla dan Kong di dunia film sudah sangat panjang sekali dan dua monster ini sudah termasuk ke dalam icon legendaris.

Bagi Godzilla, monster asal Jepang, film ini adalah film ke-36 yang dimulai sejak film Godzilla (1954), sedangkan bagi Kong, monster primata asal Hollywood, film ini menjadi film ke-12 sejak film pertamanya King Kong (1933).

Tentunya, film yang dirilis oleh Warner Bros. Pictures pada 31 Maret 2021 di bioskop dan HBO Max ini akan menyuguhkan pertarungan seru antara dua monster yang sudah pasti akan membuat kota tempat bertarungnya porak-poranda. Sudah siap menyaksikan mereka beradu kekuatan? Simak dulu review berikut sebelum menontonnya.

Sinopsis

sinopsis_
  • Tahun: 2021
  • Genre: Action, Sci-Fi, Thriller
  • Produksi: Legendary Entertainment, Warner Bros. Pictures
  • Sutradara: Adam Wingard
  • Pemeran: Alexander Skarsgard, Millie Bobby Brown, Rebecca Hall

Lima tahun setelah Godzilla mengalahkan King Ghidorah, monster dari laut itu terdeteksi muncul kembali dan meluluhlantakkan fasilitas teknologi milik perusahaan Apex di Pensacola.

Bernie, salah satu karyawan Apex, menemukan perangkat besar di basement paling bawah ketika Godzilla menghancurkan tempat itu. Sebagai salah satu artis podcast, Bernie menceritakan semua kejadian di kanal podcast-nya.

Sementara itu, Kong bangun tidur dalam kondisi marah dan melempar sebuah batang pohon ke langit yang ternyata adalah sebuah kubah terselubung.

Jia, bocah cilik yang dekat dengannya, mengabarkan kepada Dr. Ilene tentang kondisi Kong. Di tempat lain, Dr. Lind disambangi oleh Walter, CEO Apex, untuk diminta bantuannya menemukan sumber tenaga di Hollow Earth.

Lind mengunjungi Ilene dengan mengajukan ide untuk membawa Kong menemukan jalan menuju Hollow Earth. Dalam perjalanan laut, mereka tiba-tiba diserang oleh Godzilla.

Terjadi pertarungan di laut yang banyak menelan korban jiwa dan hancurnya banyak kapal laut. Dengan mematikan mesin kapal, mereka berhasil mengelabui Godzilla untuk pergi dari tempat itu.

Sementara itu di Pensacola, Madison Russell dan Josh berhasil membujuk Bernie untuk membawa mereka ke reruntuhan fasilitas teknologi Apex untuk menemukan perangkat besar yang pernah dilihatnya. Tidak menemukan perangkat itu, mereka justru terbawa di dalam kargo yang dikirim ke Hong Kong melalui lorong rahasia.

Tidak berdaya setelah bertarung dengan Godzilla, Kong dibawa ke Antartika dengan menggunakan puluhan helikopter. Sesampainya disana, Jia berhasil meyakinkan Kong untuk masuk ke dalam lorong menuju Hollow Earth yang kemudian diikuti oleh mereka dengan mengendarai HEAV.

Mereka takjub dengan pemandangan Hollow Earth yang tampak seperti lipatan kertas dimana posisi atas sama dengan bawahnya dan minim akan daya gravitasi.

Di sana Kong menemukan sisa kaumnya dan mengambil sebuah kapak yang terbuat dari salah satu sirip punggung Godzilla. Kapak itu bereaksi dan membuat Godzilla yang berada di Hong Kong menembakkan sinar dari mulutnya.

Efek sinar itu adalah sebuah lubang raksasa yang tembus hingga ke Hollow Earth. Kong segera keluar dari Hollow Earth menyambut tantangan Godzilla.

Maia mengambil sampel sumber tenaga yang langsung dikirim secara daring ke pusat fasilitas teknologi Apex Hong Kong yang sedang mengaktifkan Mechagodzilla, robot Godzilla berukuran raksasa.

Ketika mendapat tenaga itu, Mechagodzilla lepas kontrol dari kendali Ren Serizawa dan mulai melakukan pengrusakan di Hong Kong.

Tentu saja aksinya ini langsung disambut oleh Godzilla. Apakah akan terjadi pertarungan segitiga antara mereka? Atau justru Godzilla dan Kong bersekutu? Tonton sampai selesai filmnya untuk mengetahui semua jawaban dari pertanyaan tadi.

Keseruan Pertarungan Dua Monster

keseruan pertarungan_

Sesuai judulnya, kita pastinya mengharapkan pertarungan yang sengit antara dua monster yang diakui sebagai rajanya para monster ini. Pertemuan mereka akan menasbihkan salah satu dari mereka sebagai raja yang sesungguhnya. Akankah kita menemukan jawabannya di film ini?

Dari tiga film sebelumnya, kita sudah tahu bahwa mereka bukanlah sosok antagonis, meski kehadiran mereka mendatangkan malapetaka dahsyat bagi warga kota sebagai lokasi pertarungan.

Walau tidak menyatakan diri sebagai sosok protagonis dan membela umat manusia, Godzilla selalu berada di sisi manusia dalam menghadapi para monster yang berusaha merusak kehidupan di bumi.

Pada dasarnya, niat Godzilla bukanlah membela manusia, jika bisa dibilang egois, dia hanya menegaskan kepada penduduk bumi bahwa dia adalah rajanya para monster, seperti yang bisa kita saksikan di akhir film Godzilla: King of the Monsters.

Dia adalah alpha-nya para monster. Lalu di mana posisi Kong yang juga dianggap rajanya monster dengan julukan “King” di depan namanya?

Sejatinya mereka berdua memang belum pernah bersua. Baru kali inilah mereka berhadapan head-to-head dan saling mengukur kekuatan.

Kong sendiri di awal film diceritakan terkurung dalam kubah observasi dan baru dibawa keluar pulau sebagai penunjuk jalan menuju Hollow Earth. Sialnya, dalam perjalanan laut, Godzilla muncul dan terjadi pertandingan ronde pertama.

Pertarungan dahsyat tidak terhindarkan dan merusak banyak kapal laut milik militer Amerika Serikat. Ronde pertama dimenangkan oleh Godzilla.

Setelah Kong menemukan kekuatan di Hollow Earth, mereka bertarung lagi di kota Hong Kong yang kemudian disela dengan kehadiran Mechagodzilla. Terjadi dilema di titik ini, siapa yang harus jadi lawan utama mereka?

Special Effect, Sinematografi dan Editing Kelas Wahid

special effect_

Kehandalan utama film Godzilla vs. Kong adalah tampilan special effect yang sangat bagus, detil dan rapi. Kita akan dibuat takjub dengan betapa detailnya tubuh Godzilla ditampilkan lengkap dengan sisik dan kerutan kulitnya, ditambah lagi dengan ekspresi garang ketika kamera fokus kepada wajahnya.

Begitu pun dengan tampilan Kong dengan bulu-bulu yang terlihat sangat nyata, terutama ketika terkena air hujan, benar-benar sangat apik sekali.

Pertarungan mereka juga sangat terlihat realistis dan penuh koreografi perkelahian yang sangat bagus. Kehancuran banyak bangunan adalah efek dari perkelahian mereka yang sayangnya tidak diperlihatkan dampaknya kepada penduduk sekitar.

Kecanggihan special effect ini kemudian dibantu dengan kecermatan sinematografi dan editing yang tidak kalah apik. Keindahan Hollow Earth yang tampak sangat fantastis adalah hasil terbaik tim sinematografi dibawah pimpinan Ben Seresin ini.

Kita akan terperangah saat melihatnya, terutama dengan penggambaran gunung-gunung yang saling terbalik atas-bawah dan juga para makhluk di dalamnya.

Dan dengan editing yang rapi, mata kita tidak terasa lelah saat melihat seluruh pertarungan para monster, serta tensi film tetap terjaga. Rasanya, memang aspek teknis film berdurasi 1 jam 53 menit ini nyaris sempurna dan akan sulit ditandingi oleh film lain untuk beberapa tahun ke depan.

Jalan Cerita Sederhana yang Kurang Makna

jalan cerita_

Tapi film yang syutingnya sudah selesai sejak April 2019 ini sedikit lemah di sisi cerita. Yang paling terasa adalah kehadiran para karakter manusia yang hanya berada pada satu dimensi saja, tidak ada pengembangan yang lebih untuk bisa mendukung sisi drama umat manusia di tengah pertarungan para monster ini.

Bahkan kita dibuat tidak peduli dengan banyaknya korban jiwa karena aksi para monster. Dua kubu manusia pembela monster masing-masing, ditambah satu kubu antagonis, beraksi terpisah dan tidak terasa peran mereka dalam mendukung jagoan masing-masing.

Seolah-olah mereka hanya mengiringi dan menyerahkan seluruhnya kepada monster untuk menentukan pilihannya dan mereka hanya menjadi penonton saja.

Hanya ada satu karakter yang bisa mencuri hati kita, yaitu Jia, bocah suku Iwi terakhir. Dia mampu menyentuh dan menggerakkan hati Kong yang bisa berkomunikasi dengannya menggunakan bahasa isyarat.

Secara keseluruhan, memang tokoh utama film ini hanyalah Godzilla dan Kong saja, karakter manusia lainnya hanya sebagai pelengkap saja. Godzilla vs. Kong tampil lebih baik dari tiga film sebelumnya, terutama dari sisi teknis.

Meski lemah secara cerita, setidaknya banyak celah kisah yang muncul sekilas dan masih menyimpan misteri yang kita percaya kelak akan dipaparkan lewat beberapa film berikutnya dari franchise MonsterVerse ini. Kembali menghadirkan para pemeran film-film sebelumnya, membuat alur cerita film tetap terjaga.

Aroma Marvel Cinematic Universe sangat terasa di semesta monster ini, terutama dari sisi aksi, sosok antagonis berupa organisasi rahasia layaknya H.Y.D.R.A dan S.H.I.E.L.D, dan tentu saja adegan sekilas di antara credit title.

Tidak hanya dari MCU saja referensi yang dihadirkan dalam film ini, tapi juga banyak referensi dari film populer lainnya, seperti E.T. the Extra-Terrestrial (1982) untuk adegan pertemuan jari.

Menduduki puncak box-office di masa pandemi serta menjadi top streaming di platform HBO Max sudah cukup membuktikan bahwa film ini layak masuk daftar wajib tonton kita.

Bagi yang belum menontonnya, jangan ketinggalan untuk segera menyimaknya dan menjadi saksi mata akan kedahsyatan pertarungan dua monster digdaya ini. Siapa yang akan menang? Tapi yang pasti, One will fall!

Godzilla vs. Kong
Rating: 
3.3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram