Sinopsis & Review Film White House Down (2013)

Ditulis oleh Aditya Putra
White House Down
3.3
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Pemimpin negara punya kediaman tersendiri yang disediakan agar bisa bekerja dengan baik. Di tempat tersebut, Presiden atau Perdana Menteri akan menyelenggarakan rapat atau bertemu dengan tokoh-tokoh tertentu. Selain itu, ada juga ruangan-ruangan untuk beristirahat dan melakukan kegiatan sehari-hari lainnya.

Di Amerika Serikat, White House atau Gedung Putih merupakan kediaman Sang Presiden. Dilengkapi dengan keamanan kelas satu menjadikan Gedung Putih tempat yang sulit dimasuki oleh sembarang orang. Di film White House Down, Gedung Putih diserang oleh sekelompok teroris. Apa motifnya? Mari kita simak sinopsis dan review film White House Down sama-sama.

Sinopsis

Sinopsis
  •  Tahun Rilis: 2013
  • Genre: Action
  • Produksi: Columbia Pictures, Centropolis Entertainment, Mythology Entertainment
  • Sutradara: Roland Emmerich
  • Pemain: Channing Tatum, Jamie Foxx, Maggie Gyllenhaal, Jason Clarke, Richard Jenkins

John Cale adalah mantan anggota militer yang pernah ditugaskan di Afganistan. Sekembalinya ke Amerika, dia diangkat sebagai pengawal Juru Bicara Presiden, Eli Raphelson. Pengangkatannya itu bukan tanpa alasan, Cale menyelamatkan keponakan dari Raphelson ketika masih menjadi anggota militer.

Keberhasilan mendapat pekerjaan nggak sejalan dengan kehidupan pribadi Cale. Pernikahannya dengan Melanie harus berakhir dengan perceraian. Walau begitu, Cale mencoba untuk tetap menjaga hubungan dengan anaknya, Emily. Sesekali Melanie memberi Cale kesempatan untuk menghabiskan waktu dengan Emily. Suatu hari, Cale mengajak Emily untuk mengikuti tur di Gedung Putih.

Di hari yang sama, dia akan menjalani wawancara pekerjaan untuk menjadi Pengawal Presiden. Dia berniat membuat sang anak terkesan dengan pencapaiannya. Carol Finnerty, Kepala Agen Spesial menjadi orang yang mewawancarai Cale. Walau sebelumnya sudah saling mengenal, Finnerty memutuskan bahwa Cale bukanlah orang yang kompeten untuk diterima.

Sekelompok teroris masuk ke dalam Gedung Putih dan meledakkan sebuah bom. Untuk mengantisipasi anggota teroris melarikan diri, status lockdown diberlakukan di Washington DC. Anggota keamanan gedung bisa ditaklukan dengan mudah oleh teroris. Staf Kepresidenan dan para turis terjebak di dalam Gedung Putih dan dijadikan sandera oleh mereka.

Penyerangan Gedung Putih itu dilaksanakan oleh mantan anggota Delta Force, Emil Stenz. Para turis dimasukkan ke dalam sebuah ruangan. Cale yang berada di sana berhasil meloloskan diri. Dia kemudian mencari Emily yang terpisah dari kelompok. Emily yang sedang berada di toilet ketika serangan terjadi, merekam kejadian lewat ponselnya dan mengunggahnya ke YouTube.

Presiden Amerika, James Sawyer, diselamatkan oleh mantan agen rahasia, Martin Walker. Walker membawa Sawyer ke dalam bunker rahasia. Tapi, Walker malah menghabisi satu per satu pengawal Sawyer. Dia pun menyatakan sebagai dalang dari serangan teroris tersebut. Dia ingin membalas dendam karena sang anak meninggal dalam sebuah misi militer yang nggak diperhitungkan dengan baik di Iran.

Cale yang menguping pembicaraan Walker dan Sawyer berhasil menerobos masuk. Dia membunuh pengawal Walker kemudian membawa lari Sawyer. Walker mendapat bantuan dari anggota NSA, Skip Tyler, untuk meretas sistem keamanan.

Dia hendak memanfaatkan pemicu nuklir yang hanya bisa diakses oleh presiden. Carl Killick, anah buah Walker, berhasil menangkap Emily dan menjadikannya sandera. Cale dan Sawyer berhasil menghubungi keamanan di Pentagon sedangkan Finnerty menggunakan video yang direkam Emily untuk mengidentifikasi pelaku serangan.

Cale dan Sawyer berhasil masuk ke dalam limosin yang akan mereka gunakan untuk keluar Gedung Putih. Sayangnya, upaya mereka ketahuan oleh Stenz yang langsung mengejar serta meledakkan mobil.

Cale dan Sawyer berhasil meloloskan diri dari maut. Walker menyatakan bahwa sang Presiden sudah meninggal. Hal itu berakibat pada tampuk pimpinan negara berpindah pada Wakil Presiden, Alvin Hammond. Hammond langsung mengerahkan pasukan militer untuk mengambil alih Gedung Putih.

Upaya itu selalu gagal karena anak buah Walker berhasil meretas sistem keamanan dan menghancurkan bantuan militer yang datang. Sawyer memilih untuk menyerahkan diri pada Walker demi membebaskan Emily.

Walker meminta Sawyer mengaktifkan pemicu nuklir agar meledakkan beberapa kota di Iran. Hal itu bertentangan dengan keinginan Sawyer yang ingin memperbaiki hubungan dengan negara-negara di Timur Tengah. Bisakah Cale menyelamatkan negaranya agar nggak jadi pemicu Perang Dunia ketiga?

Chemistry Channing Tatum dan Jamie Foxx

Chemistry Channing Tatum dan Jamie Foxx

Nyawa dari White House Down adalah dua pemeran utamanya yaitu Channing Tatum yang berperan sebagai John Cale dan Jamie Foxx yang berperan sebagai Presiden Sawyer. Tatum bisa memerankan karakter Cale, seorang mantan anggota militer yang terlatih. Begitu pun Foxx yang bisa menjadi semacam versi lain dari Barrack Obama.

Kalau Cale harus banyak melakoni adegan laga, maka Foxx berhasil menjadi sosok fiktif dari presiden Amerika yang diidam-idamkan. Bijaksana, nggak egois dan juga mau mengambil resiko demi kepentingan yang lebih besar.

Dari banyaknya film yang membahas sosok Presiden negara adidaya itu, hanya sosok Sawyer yang digambarkan punya kebijakan menarik mundur pasukan militer di Timur Tengah.

Tatum dan Foxx bukan hanya harus melakoni berbagai adegan menyelamatkan diri tapi juga berinteraksi layaknya dua orang dengan kesamaan nasib. Untuk urusan tersebut, kedua aktor itu berhasil menampilkannya dengan sempurna. Terutama Foxx yang keluar dari stereotip bahwa sosok Presiden merupakan sosok yang kaku. Hal itu membuat chemistry­-nya dengan Tatum begitu cair.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram