bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Seri Umizaru: The Last Messages

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 10 Juli 2021

Siapa yang kangen sama duo Senzaki dan Tetsuya? Yak, setelah film sebelumnya yang super seru yang berjudul Umizaru: Limit of Love, kini Senzaki & Tetsuya kembali sebagai regu penyelamat Penjaga Pantai Jepang atau yang dikenal dengan JCG. Apabila dalam film sebelumnya, Senzaki dan Tetsuya harus berhadapan dengan kapal karam, kini tantangannya menjadi lebih sulit lagi.

Mereka berdua harus menyelamatkan tiga orang pekerja yang tersisa di sebuah kilang minyak bernama Regalia di laut lepas. Bukan hanya kilang minyak yang terbakar hebat saja kendalanya, namun badai besar juga bikin regu Sea Monkeys jadi semaput. Penasaran apa yang terjadi selanjutnya? Bacaterus kasih spoiler nih! Disimak ya!

Sinopsis

Umizaru: The Last Messages_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 2010
  • Genre: Action, Survival
  • Produksi: TOHO Co., Ltd.O
  • Sutradara: Eiichiro Hasumi
  • Pemain: Hideaki Ito, Ai Kato, Ryuta Sato

Badai topan kategori 5 menyerang wilayah lautan zona eksklusif ekonomi antara negara Korea dan Jepang. Di wilayah tersebut terdapat satu kilang minyak besar hasil kerjasama pihak Jepang dan Korea bernama Regalia. Regalia sendiri bukan hanya menghasilkan ratusan ribu kubikmeter minyak, mereka juga menghasilkan gas alam dalam jumlah besar.

Regalia saat ini di dalam bahaya, akibat badai besar, sebuah kapal penyalur minyak berbadan besar menyangkut dan menabrak kilang minyak Regalia menimbulkan kerusakan yang lumayan parah.

Hal ini lantas langsung menjadi perhatian kedua belah negara baik Korea dan Jepang. Mereka lantas setuju untuk mengaktifkan mode tidur untuk kilang Regalia supaya sistem pompa minyak mati sebentar dan tidak ada aktivitas di sana.

Tim JCG langsung menerjunkan ratusan personel mereka untuk melakukan evakuasi terhadap ratusan pekerja di Regalia. Salah satunya adalah Senzakai dan Tetsuya.

Mereka ditugaskan untuk mengawal salah satu petinggi Regalia bernama Sakuragi (Masaya Kato) untuk datang ke kilang guna mengaktifkan mode ‘tidur’ Regalia. Delegasi dari Korea pun ikut datang bersamaan.

Saat sampai di Regalia, proses evakuasi sudah dilakukan dalam skala besar. Beberapa kapal dari JCG, kapal dari Regalia sendiri hingga helikopter terus berdatangan sebelum badai yang lebih besar datang dalam 20 menit. Senzaki dan Tetsuya sendiri disuruh menunggu karena delegasi Korea dan Sakuragi harus masuk ke dalam ruang terbatas di Regalia.

Saat sedang menunggu Sakuragi yang mengaktifkan mode tidur Regalia, Senzaki dan Tetsuya mendengar permintaan bantuan dari seorang pekerja dari bawah dek timur. Akhirnya Senzaki dan Tetsuya pun langsung menghampiri pekerja tersebut.

Di bawah dek, ada dua pekerja yang sedang membantu salah satu pekerja lainnya yang terluka. Mereka enggan dievakuasi karena rekan mereka terluka dan tidak mau meninggalkannya sendirian.

Ketiga orang tersebut terdiri dari seorang dokter klinik Regalia bernama Natsu Nishizawa (Kazue Fukiishi), teknisi bernama Hisayoneo Kizima (Gaku Hamada) dan pekerja lain yang terluka bernama Kuroda. Senzaki dan Tetsuya lantas dengan segera membantu dan membawa mereka ke tempat yang lebih aman.

Kondisi Regalia menjadi semakin mengkhawatirkan; akibat gelombang tinggi, kapal penyalur minyak yang menyangkut di bagian timur Regalia membuat gesekan dan mulai merusak jaringan utama Regalia sehingga keadaan di sana tidak bisa dipantau oleh tim darat. Ledakan kecil mulai terjadi dan membahayakan semua yang masih ada di dalam Regalia.

Sakuragi yang mengetahui ada api, langsung menutup katup semua jalur saluran minyak. Naas, ketika Sakuragi ada di ruang kontrol bersama Senzaki dan Hattori; pintu api tertutup secara otomatis membuat mereka berdua terjebak. Ditambah lagi, Nishizawa dan Kizima yang sedang menuju helideck ikut terperangkap juga. 

Saat menunggu bantuan di kafetaria, Sakuragi lantas mengatakan sebenarnya pintu api ditutup karenanya. Ia mau melindungi Regalia karena kilang minyak tersebut merupakan aset nasional gabungan kerjasama beberapa negara. Pengakuan tersebut lantas membuat semua yang terjebak di Regalia ngamuk bukan main karena Sakuragi dianggap sangat egois.

Badai makin kencang dan membuat kapal penyalur minyak yang menyangkut di bawah kilang mengalami malfungsi, ratusan barel minyak mentah yang ada di dalam kapal menyembur keluar dari menara kapal membasahi hampir setengah dari Regalia. Senzaki, Hattori, Sakuragi, Nishizawa dan Kizima kuyup dengan cairan minyak. 

Keadaan juga diperparah dengan hancurnya beberapa jalan utama menuju ke dek atas akibat pipa-pipa dan jembatan besi yang amblas terguyur minyak yang tumpah dalam jumlah banyak sekaligus. Ini membuat Senzaki putar otak supaya ia bisa menyelamatkan semua orang yang ada dengannya termasuk Hattori yang ketakutan bukan main karena baru pertama kali bertugas.

Kanna yang tahu akan hal tersebut di media sedih bukan main, ia tidak bisa istirahat, tidak bisa tenang memikirkan suaminya yang masih terjebak di Regalia. Kanna terus mencoba menghubungi Senzaki tapi tidak bisa ditambah anak mereka, Taiyo demam. Hal ini membuat Kanna semakin tidak bisa berpikir panjang dan hanya bisa bersedih.

Kembali ke Regali, Senzaki dan Hattori sepakat untuk mencari jalan keluar namun tidak membawa serta Sakuragi, Nishizawa dan Kizima. Mereka berdua terpontang-panting, bahkan harus menghadapi banyak ledakan yang terjadi dimana-mana.

Keadaan Regalia benar-benar kacau. Senzaki kebingungan, karena selain harus cepat keluar dari sana bersama para korban, disisi lain, Senzaki tahu bahwa helikopter bantuan tidak bisa datang secepatnya akibat badai.

Baru kali itu Senzaki merasa takut. Ia takut tidak bisa menyelamatkan dirinya dan orang-orang yang tertinggal di Regalia, ia juga takut tidak bisa kembali bertemu Kanna dan Taiyo, anaknya.

Namun Senzaki mengingat bahwa keluarganya akan tetap menunggu sehingga ketakutan Senzaki berangsur menghilang. Belum sempat beristirahat setelah mencari jalan keluar, Regalia meledak.

Untuk memadamkan api dan membuat semuanya baik-baik saja, pihak Regalia dan tim darat JCG setuju untuk menenggelamkan Regalia.

Dengan begitu, ketika Regalia tenggelam ke laut, semua orang bisa terjun ke laut tanpa jatuh terlalu tinggi ke atas kapal yang ada di bawah Regalia. Rencana berjalan sesuai rencana namun malah menjebak Senzaki yang terjepit di Regalia yang tenggelam.

Setelah Sakuragi, Nishizawa dan Kizima berhasil selamat, Hattori kembali menyelam lagi ke dasar laut untuk menemukan Senzaki. Awalnya Hattori takut bukan main tapi disemangati oleh semua rekannya di darat sehingga ia berani untuk menyelam diikuti puluhan rekan Senzaki dan Hattori lainnya. Senzaki pun selamat dan kembali pada Kanna dan anaknya Taiyo.

Cerita yang Alot

Umizaru: The Last Messages_Plot (Copy)

Film kali ini memiliki jalan cerita yang kurang menggigit. Klimaksnya sudah berada di depan sehingga kita sudah tahu jalan ceritanya akan seperti apa. Kejadian-kejadian yang terjadi di TKP pun hanya ledakan demi ledakan. Tidak ada hal baru yang bikin para penontonnya menjadi super tegang dan ikut ketakutan.

Begitu klimaksnya muncul, sisa ceritanya kemudian hanyalah diam menunggu caranya keluar dari Regalia. Pergi mencari jalan keluar, buntu, menunggu lagi, terus seperti itu.

Ini yang membuat jalan cerita filmnya terkesan lama untuk dialog yang menurut saya tidak terlalu penting. Terlebih lagi ketika mengetahui Hattori yang ketakutan dan sempat ‘kabur’. I was like… wait, what?

Rasa Haru yang Kurang

Umizaru: The Last Messages_Sad Scene (Copy)

Berbeda dengan film Umizaru: Limit of Love, film Umizaru: The Last Messages kali ini tidak memiliki rasa haru yang benar-benar membuat saya ikut terharu juga. Entah kenapa, bagian selebrasi ketika Senzaki diselamatkan tidak begitu seheboh di film Umizaru: Limit of Love, sehingga berkesan ya biasa saja.

Belum lagi lagu instrumen yang dipakai dalam film Umizaru kali ini terhitung biasa juga. Tidak membuat rasa tegang begitu pun rasa sedih yang kuat. Semoga di film Umizaru berikutnya yang berjudul Brave Hearts, dari segi cerita, musik pengiring dan kejadian yang ditawarkan lebih oke dari ini ya!

Keluarga Kecil Senzaki

Umizaru: The Last Messages_Senzaki Family (Copy)

Mungkin karena Senzaki baru memiliki anak lelaki bernama Taiyo, sehingga isi cerita selalu disisipkan dengan cerita Senzaki yang kangen anak, cerita Kanna ketakutan kalau suaminya itu tidak kembali, cerita keluarga Senzaki deh pokoknya. Tidak masalah sih selama filmnya masih fokus pada misi penyelamatan Senzaki.

Itu dia sinopsis dan ulasan mengenai film Umizaru: The Last Messages. Semoga kalian terhibur ya! Apabila kalian ingin mengetahui film ini lebih lengkap, jangan lupa menonton filmnya juga ya. Film ini sudah tersedia di situs layanan film streaming; sehingga meskipun film lama, kalian masih bisa menikmati filmnya. Bacaterus memberi rating 6/10 untuk film ini.

Umizaru 3: The Last Messages
6 / 10 Bacaterus.com
Rating

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram