bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis & Review Thor 3: Ragnarok, Film Thor Paling Seru!

Sinopsis & Review Thor 3: Ragnarok, Film Thor Paling Seru!

Ditulis oleh Syuri - Diperbaharui 10 Juni 2021

Thor: Ragnarok adalah film ke-3 dari serial Thor, sekaligus film ke-17 dari Marvel Cinematic Universe (MCU). Film Thor 1 disutradarai oleh Kenneth Branagh, Thor 2 oleh Alan Taylor, sedangkan Thor 3 oleh Taika Waititi. Film Thor yang ketiga ini tentu masih dimeriahkan oleh aktor yang sama, seperti Chris Hemsworth, Tom Hiddleston, Anthony Hopkins, dan Idris Elba.

Tapi, ada juga deretan aktor dan aktris baru seperti Cate Blanchett, Jeff Goldblum, Tessa Thompson, Karl Urban, dan Mark Ruffalo. Dalam pertengahan film ini, Thor bakal bertarung dengan Hulk, loh. Tapi, bukan cuma itu saja masalahnya karena problem inti dari film ini adalah munculnya Hela, kakak kandung Thor, yang berniat menguasai dunia.

Film Thor: Ragnarok ditayangkan perdana pada Oktober 2017 dan dirilis dalam 3D, IMAX, juga IMAX 3D. Mungkin kamu juga pernah mendengar, kalau film ini mendapat banyak ulasan positif. Baik dari sisi penyutradaraan, akting pemain, punchline humor, hingga background music dan soundtrack-nya.

Film ini pun meraup lebih dari $816 juta, menjadikan Thor: Ragnarok film paling laku dari seri Thor dan film terlaris tertinggi ke-8 sepanjang tahun 2017. Ingin tahu seperti apa sinopsis dan review Thor: Ragnarok dari Bacaterus? Simak selengkapnya di bawah ini.

Sinopsis

Film Thor 3 ini memiliki latar waktu setelah film The Avengers: Age of Ultron. Lebih tepatnya 2 tahun setelah the battle of Sokovia. Film dibuka dengan narasi Thor yang tengah dipenjara oleh iblis api, Surtur. Iblis ini memiliki 'destiny' untuk menghancurkan Asgard, barulah setelah itu ia bisa mati. Hari itu adalah Ragnarök, hari kejatuhan Asgard.

Sang iblis api memberi tahu Thor tentang Ragnarök. Ketika Surtur dapat menyatukan mahkotanya dengan Api Abadi yang tersimpan secara aman di Asgard, maka ia pun dapat menghancurkan Asgard.

Dalam percakapan santai tersebut, Surtur juga memberi tahu kalau Odin tidak ada lagi di Asgard. Dan, dengan absensinya Thor, maka tidak ada lagi yang menjaga Asgard, yang menjadi poin kemenangan untuk Surtur.

Thor pun melawan iblis raksasa itu, memenangkan pertarungan tersebut, dan membawa mahkota Surtur untuk disimpan di brankas Asgard. Ia berpikir dengan semua itu maka ia telah mencegah Ragnarök. Kemudian, Thor kembali ke Asgard setelah 2 tahun lamanya dan menemukan kejanggalan.

Ada patung Loki yang sangat besar di pintu masuk istana, lalu orang-orang menonton plays (pementasan drama) tentang cerita kematian Loki di film sebelumnya, Thor: The Dark World. Thor langsung sadar kalau ada yang tidak benar. Ia pun menghampiri 'ayah'nya yang sedang bersantai menonton plays sambil ditemani dayang-dayang.

Thor pun mengancam akan menghajarnya dengan Mjolnir (palu Thor) dan akhirnya ilusi Loki pun ia lepaskan. Ya, 'Odin' di sana adalah Loki. Thor pun meminta Loki untuk membawa ayah mereka kembali ke Asgard. Ternyata, selama ini Thor menyembunyikan ayah mereka di Midgard (Bumi), lebih tepatnya di panti jompo yang tengah dihancurkan ketika mereka tiba di sana.

Kedatangan makhluk luar Bumi membuat Doctor Stephen Strange terusik. Ia pun menawarkan untuk membantu Thor dan Loki menemukan Odin asalkan mereka semua segera angkat kaki dari Bumi.

Tapi, alih-alih berada di New York City, ternyata Odin ada di Norwegia, mengasingkan dirinya sendiri setelah terlepas dari sihir Loki. Setelah kedatangan dua putranya, Odin menjelaskan bahwa waktunya di dunia tinggal sebentar lagi. Dan, bahwa Ragnarök sudah dekat meskipun Thor berusaha untuk mencegahnya.

Ada dua informasi baru untuk Thor dan Loki, yaitu mereka mempunyai seorang kakak perempuan bernama Hela. Ia adalah anak pertama dari Odin yang memiliki titel Goddest of Death. Nyawa Odin adalah segel pengunci penjara tempat Hela dikurung, sehingga kematian Odin akan membuat Hela bebas.

Setelah Odin meninggal dengan indahnya, Hela muncul dan tanpa kesulitan yang berarti, dapat menghancurkan Mjolnir (palu Thor).

Loki menyadari kalau ia dan Thor tidak akan mampu melawan Hela pun memanggil Skurge untuk membuka Jembatan Bifröst. Itu adalah hal bodoh karena baru saja Odin memberi tahu kalau kekuatan Hela akan pulih seutuhnya jika ia sampai di Asgard.

Dan, benar saja, saat Thor dan Loki berada di Bifröst, Hela mengikuti mereka dan menghajar mereka semua. Loki terpental terlebih dahulu setelah itu Thor ikut keluar jalur juga. Keberadaan Loki entah ada di mana karena ia jatuh terlebih dulu, sedangkan Loki mendarat di sebuah planet penuh barang-barang rongsokan.

Sementara Hela tentu tiba di Asgard dengan selamat sentosa. Melihat dua orang prajurit Asgard sebagai penjaga Bifröst, Hela langsung membunuh mereka. Itu teman-teman Thor! Selain dua prajurit Asgard, ada juga Skurge yang sekarang jadi pegawai bersih-bersih. Hela langsung mendaulat pria simpel itu menjadi kaki tangannya.

Tak membuang banyak waktu, Hela langsung terjun ke brankas Asgard dan membangkitkan ancient dead (orang mati kuno) yang pernah bertarung dengannya di masa lalu, termasuk serigala raksasa miliknya yang bernama Fenris.

Hela berencana menggunakan jalur Bifröst untuk memperluas kerajaan Asgard di bawah kekuasaannya, tetapi Heimdall telah menyelinap masuk dan mengambil pedang yang mengendalikan Bifröst.

Selama ini, setelah Bifröst 'dijaga' Skurge atas perintah Loki, Heimdall memang kabur karena akan diadili dengan alasan tidak jelas. Setelah mengetahui kembalinya Hela, Heimdall pun mengambil pedang dan mengajak warga sipil Asgard untuk bersembunyi di gua di balik tebing.

Sementara itu, Thor ternyata mendarat di Sakaar, sebuah planet pembuangan sampah, dan juga manusia. Ia bertemu dengan seorang pedagang budak yang dijuluki Scrapper 142.

Thor pun dibuat tak sadarkan diri lalu dijual sebagai gladiator kepada penguasa Sakaar, sang Grandmaster. Ternyata di sana ada Loki juga, tapi ia tidak dijual sebagai budak maupun sebagai gladiator, justru ia menjadi teman baik Grandmaster. Mungkin karena sifat mereka yang mirip, ya.

Setelah melihat tato Scrapper 142, Thor menyadari kalau wanita itu adalah seorang Valkyrie, Pasukan Wanita Khusus di Asgard yang legendaris yang semuanya terbunuh saat melawan Hela ribuan tahun lalu. Di Sakaar, Thor terpaksa harus bertarung di Grandmaster's Contest of Champions, menghadapi monster pembunuh yang ternyata teman lamanya di Bumi, Hulk.

Grandmaster memerintahkan Scrapper 142 dan Loki untuk mencari Thor dan Hulk. Akan tetapi, pada akhirnya mereka berdua malah jadi bekerja sama untuk membantu Thor. Sesampainya di Asgard, terjadi pertarungan sengit antara Hela dan Thor, juga para pejuang Asgard dan prajurit Hela.

Lalu, Loki tiba dengan para gladiator Sakaar dengan pesawat super besar yang kebetulan sangat berguna pada saat itu untuk mengevakuasi warga. Sadar tak ada yang bisa mengalahkan Hela, Thor pun menyuruh Loki sengaja memicu Ragnarök. Loki pun mempertemukan mahkota Surtur dengan Api Abadi dan terjadilah kehancuran Asgard, beserta Hela.

Thor pun diangkat menjadi raja Asgard, lalu dengan pesawat induk tersebut mereka berniat mengungsi ke Bumi. Akan tetapi, di tengah perjalanan, ada masalah besar yang menghadang mereka.. (Tonton mid-credit).

Dialognya, Adegan-adegannya, Jalan Ceritanya, Dewa!

Lucu, satu kata yang langsung terpintas sejak awal film diputar. Kamu pasti langsung tertawa cengengesan. Walau film dibuka dengan pertempuran Thor dan Surtur, tapi dialog antara mereka, juga monolog Thor, sangatlah kocak.

Adegan ketika Thor berputar di gantungan besi terlihat seperti tidak menghargai Surtur, berani banget! Terus, dialog dan monolog Thor saat itu menambah nilai kelucuan adegan.

Ketika Surtur mengatakan "Kau mengambil keputusan yang salah, Odinson.", lalu Thor menjawab "Aku membuat keputusan yang salah sepanjang waktu.", itu tuh Thor banget. Jawabannya khas Thor dan karakter-karakter yang ada di sekitar Thor sebenarnya, memang pada sarkas semua, I like that.

Perombakan Karakter Thor

Saya pikir karakterisasi Thor dirombak lumayan besar-besaran di film ini. Pertama-tama, dengan tidak adanya love interest, baik Jane Foster maupun Sif (prajurit Asgard, teman Thor), di dalam film ini. Jadi penonton fokus pada Thor sebagai superhero saja.

Lalu, ini yang paling menarik. Diceritakan di awal film bahwa Thor kehilangan Mjolnir (sekaligus identitasnya sebagai God of Thunder) karena palunya dihancurkan oleh Hela. Thor selama ini beranggapan kalau ia tidak bisa apa-apa tanpa Mjolnir.

Nah, justru dengan pengasingan tidak sengaja Thor ke Sakaar membuatnya sadar kalau ia adalah God of Thunder, bukan God of Hammer.

Jadi, ia tak butuh palu, karena ia sendiri bisa memanfaatkan kekuatan petir tanpa alat apapun. Thor: Ragnarok benar-benar sukses mengubah image-nya. Tak hanya karakter, penampilan Thor juga diubah. Lihat potongan rambutnya yang baru, lebih fresh, kan?

Kameo Doctor Strange

Saya sangat menyukai adegan di mana Thor (dan Loki) bertemu dengan Doctor Stephen Strange. Berarti latar waktu Thor: Ragnarok setelah film Doctor Strange, ya? Karena diceritakan Strange sudah menguasai Mystic Arts (Seni Mistis) dan bertugas melindungi bumi.

Kedatangan Loki dan Thor tentu diketahui olehnya. Itulah yang membuatnya memerangkap Loki dan mengundang Thor ke Sanctum Sanctorum.

Strange berniat memberi tahu keberadaan Odin asalkan semua yang berhubungan dengan Asgard pergi dari Bumi. Sebenarnya Strange sudah lama ingin memberi tahu Thor tapi Odin sendiri yang meminta tetap diasingkan. Adegan ini singkat, namun memorable.

Ada Tokoh Baru untuk Film Ini

Pengamat film Thor dan Marvel Cinematic Universe pasti menyadari ada beberapa karakter yang tak biasanya ada di film Thor. Seperti Hulk dan Doctor Strange, misalnya. Keberadaan Doctor Strange hanya sebagai kameo saja, walau perannya cukup membantu alur cerita. Sedangkan Hulk memang berperan penting dalam film ini.

Terus, ada pula Hela, kakak kandung Thor. Hela adalah Dewi Kematian. Ia sangat kuat, sehingga Odin 'memanfaatkan' Hela sebagai algojo untuk menyatukan beberapa alam di bawah kekuasaan Odin.

Akan tetapi, setelah berhasil menguasai 9 Realms, Odin melihat jika ambisi Hela jadi terlalu tinggi. Odin memutuskan untuk menyudahi peperangan dan mengurung Hela.

Odin juga menghapus Hela dari sejarah Asgard, sehingga tak ada satu orang pun yang tahu tentangnya, bahkan Thor dan Loki. Sayang sekali super villain yang satu ini hanya muncul di satu film ini saja karena ia mati di akhir film. Padahal kalau jadi musuh bebuyutan macam Thanos kayaknya seru, tuh.

Selain Hela, ada juga Scrapper 142 yang merupakan seorang Valkyrie (Pasukan Elit Wanita di Asgard). Di film ia tidak pernah memperkenalkan nama aslinya, sehingga Thor, Banner, dan Loki memanggilnya Valkyrie saja. Pada awalnya ia enggan membantu Thor melawan Hela, tapi karena jiwa Valkyrie-nya masih sangat kuat, ia pun akhirnya bergabung dengan tim Thor.

Adanya Hulk di film Thor ke-3 ini cukup membuat kita kenal lebih dekat dengan sosok Bruce Banner. Ia layaknya orang bipolar, tapi alter ego-nya itu ya si Hulk.

Biasanya Banner bisa mengontrol kapan Hulk harus surface kapan dirinya sendiri yang muncul. Tapi, setelah pertempuran Sokovia (tonton Avengers: Age of Ultron), Banner terkubur dalam dan yang surface hanya Hulk saja. Banner seperti tertidur selama 2 tahun lamanya.

Hulk merasa ia tidak memiliki teman, dan orang-orang Bumi membencinya. Sedangkan di Sakaar, orang-orang memujanya, membuat topeng, disayangi pemimpin Sakaar.

Hulk seperti anak kecil dengan tubuh dan kekuatan monster saja sebenarnya. Sangat polos, sangat simpel. Thor mencoba menjadi teman Hulk juga, tak hanya teman Banner saja karena ia tahu, Hulk membutuhkannya.

Oh, ya ini adalah kali pertama Hulk digambarkan bisa berbicara! Selama ini Hulk hanya mengamuk dan menggeram saja, kan?

Tapi, di film ini ia dapat berbicara dalam bahasa Inggris yang simpel, ia juga tidak bisa mengontrol amarahnya dengan baik, layaknya anak-anak. Sayang kita belum mendapatkan film tentang Hulk sendiri (kecuali yang tidak berhubungan dengan cerita Avenger).

Karakter yang agak underestimated adalah Skurge. Awalnya ia ditugaskan untuk mengganti Heimdall menjaga Bifrost oleh Loki, kemudian diangkat oleh Hela menjadi kaki tangannya. Tapi, di akhir film ia tobat menjadi baik lagi, kok. Mungkin karena awalnya ia merupakan bagian dari tentara Asgard kali, ya, karena ia pernah bertarung bersama Thor di Vaneheim.

Di akhir film, Skurge membuang kapak dari Hela dan menggunakan "Des" dan "Troy", senjata apinya yang ia dapatkan dari Texas, Bumi. Skurge pun mati di tangan Hela saat membantu Asgardian. Ada pula Grandmaster, pemimpin Sakaar. Grandmaster adalah tokoh yang unik dan nyeleneh. Tapi, sepertinya penampilannya juga hanya satu kali di film Thor 3 saja.

Sebaliknya, Korg dan Miek adalah karakter yang bertahan (bersama dengan Valkyrie). Maksudnya, di film MCU selanjutnya, mereka masih eksis, gitu. Korg adalah makhluk raksasa batu yang berteman dengan Thor.

Korg dipaksa oleh Grandmaster untuk menjadi gladiator di acara pertarungan di Sakaar. Lalu, ada teman Korg yaitu Miek, seorang gladiator lainnya yang bisa beraktivitas layaknya manusia tapi tidak bisa berbicara seperti Miek. Di film Avengers: Endgame, kita bisa melihat Thor jadi sangat dekat dengan Korg dan Miek.

Ke Mana Jane Foster?

Thor & Jane Foster

Jika tadi ada karakter tambahan, ada pula karakter yang menghilang, yaitu Jane Foster and the genks. Di film Thor 1 & 2, kehidupan Thor selalu berhubungan dengan mereka.

Tetapi, tiba-tiba saja di film Thor yang ke-3 ini tidak diceritakan sama sekali. Hanya ada scene yang sangat sebentar ketika Thor dan Loki baru tiba di Bumi untuk menjemput ayah mereka. Lalu ada dua gadis yang meminta selfie dengan Thor.

Salah satu gadis itu mengucapkan "Sayang sekali kau putus dengan Jane.". Wajahnya tidak terlihat jelas, tapi mirip dengan Darcy Lewis. Lagipula, siapa lagi yang tahu hubungan Thor dengan Jane selain Darcy?

Tapi, scene itu sangat singkat bahkan Thor seakan-akan tidak ingat dengan Darcy. Ia tidak bertanya "Hey, Darcy, bagaimana kabar Jane?" tapi hanya mengiyakan ajakan selfie saja.

Dari adegan yang singkat itu penonton diberi tahu kalau hubungan Thor dan Jane sudah kandas. Padahal sudah seribet itu, loh, mereka agar bisa bersama.

Tiba-tiba kita mendapatkan kabar sudah putusnya saja. Kalau mengacu pada komik, memang ceritanya mereka putus tapi alasannya lebih logical daripada cuma "We dumped each other." seperti yang dikatakan Thor.

Akhirnya, Thor & Loki Akur

Di film ini, akhirnya Loki dan Thor mencapai kesepakatan tentang pandangan mereka satu sama lain. Loki selama ini terlihat iri pada Thor dan menginginkan tahta. Tapi, saya pikir itu semua dipicu oleh kebohongan yang ia terima sewaktu kecil dari orang tua angkatnya.

Kita bisa menyimpulkannya dari kalimat Loki "Jadi, kamu sudah tahu rasanya dibohongi seumur hidupmu?" (ketika Odin menyembunyikan fakta tentang Hela). Thor pun jadi mengerti tentang Loki dan tentang dirinya. Akan tetapi, Thor tetaplah Thor dan Loki tetaplah Loki, sehingga Thor menyarankan untuk mereka tidak pernah bertemu lagi setelah ini.

Dan ketika akhirnya Thor setuju untuk mereka berpisah selamanya, Loki terlihat sedih. "Jadi, kamu memang menganggapku serendah itu?", kata Loki tak percaya.

Percakapan Thor dan Loki di lift ketika mereka akan kabur dari Sakaar tersebut sepertinya membuat Loki sadar kalau ia ingin berjuang di jalan kebaikan bersama kakaknya, walau tetap dengan style dirinya sendiri. You know, God of Mischief.

Makna Ragnarok

Apa arti Ragnarok? Etimologi Ragnarok dapat ditelusuri kembali ke mitologi Nordik kuno, di mana kata Ragnarok berarti 'nasib para dewa'. Cerita Thor yang diangkat MCU kan memang berdasarkan mitologi Nordik, ya.

Film Thor: Ragnarok ini menceritakan hancurnya Asgard. Tapi, "Asgard bukanlah tempat, Asgard adalah tempat di mana warga (Asgardian) berada.", kata Odin.

Ingat waktu Odin ternyata berada di Norwegia, bukannya di New York? Ia mengatakan "Ingatlah tempat ini, rumah." Sepertinya ini berhubungan dengan film Avengers: Endgame ketika Asgardian tidak memiliki tempat tinggal lagi. Mereka pun tinggal di Bumi, kan? Saya kira itu adalah Norwegia, the new Asgard, di mana Odin menyebut tempat itu rumah.

Film ini tak hanya tentang komedi, tapi menceritakan apa arti kematian dan kelahiran kembali. Bahwa kita selalu punya harapan dan jalan keluar dari masalah.

Overall, Thor: Ragnarok adalah angsuran film Thor yang paling seru diantara semuanya. Bahkan, mungkin film MCU yang paling seru juga. Walaupun ada beberapa karakter yang mati dan banyak adegan peperangan sejak awal hingga akhir film, banyak komedi terselip di mana-mana sehingga film ini tidak mencekam.

Karena semua itu, Bacaterus memutuskan untuk memberi rating Thor: Ragnarok 9! Bagaimana menurut kamu tentang film ini? Psst, jangan lupa tonton mid-credit dan post-credit, ya!

Thor: Ragnarok
9 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram