Sinopsis & Review Film The Unholy, Penyamaran Sosok Iblis

Ditulis oleh Gerryaldo
The Unholy
3.5
/5

Setelah film The Conjuring yang bikin saya capek nontonnya, datang lagi film lainnya yang sama-sama menceritakan tentang penistaan iblis atas iman orang beragama; adalah The Unholy. Cerita yang disuguhkan lumayan bikin stress meski tidak terlalu banyak jumpscare layaknya film-film horor lainnya.

The Unholy menceritakan tentang seorang gadis yang mendapat ‘mukjizat’ dari Perawan Maria. Namun saat semua terbongkar, barulah semua orang tahu Perawan Maria yang selama ini mereka suci kan bukanlah Perawan Maria yang sebenarnya, melainkan iblis yang menyerupai dan menipu banyak jiwa. 

Sinopsis

The Unholy_Poster (Copy)

Alice (Cricket Brown) merupakan seorang gadis muda yang sudah yatim piatu. Selain yatim piatu, ia memiliki masalah lain; yaitu pendengarannya berikut tidak bisa berbicara alias tuna rungu dan tuna wicara. Ini membuat Alice tidak banyak bergaul, ia menghabiskan dirinya untuk mengurus pamannya yang seorang pendeta bernama Hagan (William Sandler).

Suatu kali, ada seorang jurnalis bernama Gerry (Jeffrey Dean Morgan) yang sedang mencari berita picisan yang bisa menguntungkan baginya. Kebetulan ia melewati sebuah peternakan dimana sapi-sapi ada yang selalu menerobos pekarangan gereja yang dipimpin oleh Pendeta Hagan. Tidak tahu mau mencari berita apa, Gerry akhirnya memutuskan untuk membahas mengenai jimat peternakan.

Gerry yang menemukan sebuah boneka porselen usang di sebuah pohon tua lantas menginjaknya; dan meminta seorang peternak berfoto dengan boneka itu. Ia ingin membuat berita soal ‘tanpa jimat pun peternakan bisa berjalan lancar’ sembari memperlihatkan boneka porselen rusak yang Gerry anggap ‘jimat peternakan’.

Saat akan kembali ke kota di malam hari, Gerry hampir celaka akibat ia banting setir setelah melihat seorang gadis menghalangi jalannya. Ketika ditelusuri, Gerry melihat gadis yang hampir ditabrak tadi sedang berlutut seperti menyembah sebuah pohon tua yang ia temui siang hari.

Saat ditegur, gadis itu malah pingsan dan akhirnya dibawa ke dalam pastori gereja. Gadis itu adalah Alice. Setelah siuman, Gerry pun kembali pulang atas bantuan kenalannya, Natalie (Katie Aselton).

Kini ia mulai berpikir lagi kalau berita soal ‘jimat peternakan’ tidak akan terlalu laku. Ia akhirnya mengarang cerita lagi dengan mengatakan seorang gadis tuna rungu dan tuna wicara bisa pulih secara tiba-tiba. Ia pikir berita itu lebih menjual. Ternyata yang dikarang oleh Gerry benar-benar terjadi. Alice memang pulih 100%. Ia bisa bicara dan mendengar tiba-tiba.

Mengetahui karangannya menjadi nyata, otomatis Gerry langsung mengejar berita tersebut. Orang-orang yang mendengar kabar Alice sembuh langsung berbondong-bondong ke gereja tempat Alice berada karena ingin melihat Mukjizat yang terjadi. Pendeta Hagan meminta semua orang untuk tidak berharap apapun, ia pun mengatakan bahwa Alice tidak bisa ditemui. 

Belum lama berbicara seperti itu, Alice keluar dan menuju ke pohon tua. Ia mengatakan bahwa Perawan Maria berbicara padanya dan ia akan menunjukan mukjizat lainnya. Diantara orang-orang yang datang ada seorang anak kecil yang lumpuh.

Ia langsung mendekati anak kecil tersebut dan mengatakan apakah ia percaya bahwa Maria akan menyembuhkannya? Setelah mengucapkan ia percaya, anak kecil tersebut langsung bisa berjalan membuat semua orang terperangah dan semakin percaya bahwa Maria benar-benar menunjukan mukjizat.

Video Alice menyembuhkan lantas viral, kini semakin banyak yang ingin bertemu dengan Alice. Mereka semua menganggap bahwa Alice adalah alat komunikasi dengan Perawan Maria. Alice menjadi sangat terkenal. Semua orang dari banyak tempat lantas mendatangi gereja di bawah pimpinan Pendeta Hagan.

Gerry senang bukan main, kini banyak yang ingin memakai jasanya sebagai jurnalis. Namun setiap Gerry menulis soal Mukijzat Perawan Maria, ada sesuatu yang menghantuinya terus menerus. Seperti makhluk besar bertudung dan Gerry bisa merasakan ada hawa jahat yang dibawa makhluk tersebut. Gerry menjadi penasaran ada apa sebenarnya. 

Alice pun hanya mau berbicara dengan Gerry membuat Gerry semakin curiga; dan dia senang apabila ia ditanya mengenai sosok Maria ini. Bukan hanya Gerry saja yang curiga, Pendeta Hagan pun dibuat bertanya-tanya; Alice tidak mau diam di dalam gereja, ia terus membuat hal-hal ajaib dan khotbah di pohon tua yang ada di pekarangan gereja.

Betapa terkejutnya Pendeta Hagan saat melihat ada sebuah boneka porselen yang pecah di bawah pohon itu. Pendeta Hagan lantas ingat mengenai cerita zaman dulu di mana ada seorang penyihir jahat yang menyembah iblis dibunuh dan arwahnya ditaruh di dalam sebuah boneka.

Meski sudah mengetahui hal itu, Pendeta Hagan masih agak ragu menyimpulkan dengan cepat sampai akhirnya ia mengetahui kebenarannya dan akhirnya harus mati oleh iblis itu. Iblis ini pun bergerak cepat melalui Alice. Ia meminta Alice untuk melakukan ‘ibadah’ untuk mengumpulkan banyak jiwa.

Dan siapapun yang percaya pada Alice, ia percaya juga pada si iblis. Dengan begitu, maka akan banyak jiwa yang bisa disesatkan. Gerry yang melakukan penyelidikan akhirnya menemukan hal yang sebenarnya juga di tempat dimana Pendeta Hagan meninggal.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram