bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Tuxedo, Jackie Chan Kembali Berulah

Kalau kalian mendengar nama Jackie Chan, sudah pasti ya semua filmnya bisa dibilang konyol dan sukses bikin para penontonnya terpingkal-pingkal terlepas jalan ceritanya mau seserius apa, Jackie Chan tetap membawakannya dengan komedi ringan yang bikin kita tidak pernah bosan untuk terus menyaksikan tingkahnya yang ada saja. 

Kali ini pun kita akan dibuat duduk manis menonton dari awal sampai akhir film yang dibintangi si aktor asal Hongkong ini. Chan Kong-San atau yang dikenal Jackie Chan kembali membintangi tokoh utama untuk film berjudul The Tuxedo yang tayang pada tahun 2002 silam; ia beradu akting dengan si cantik Jennifer Love Hewitt dengan prima dan maksimal.

Sinopsis

The Tuxedo_Poster (Copy)

James "Jimmy" Tong (Jackie Chan) adalah seorang sopir taksi terkenal di New York. Kelihaiannya dalam berkendara membuat ia banyak dikagumi oleh orang kantoran yang memang butuh waktu super cepat. Reputasinya tersebut membuatnya diberi pekerjaan sebagai supir pribadi seorang pria kaya raya bernama Clark Devlin (Jason Isaacs) yang misterius.

Dibayar dengan gaji yang fantastis, Jimmy tidak benar-benar tahu apa pekerjaan bos barunya tersebut, yang ia tahu hanya bagaimana bisa membuat majikannya itu puas dengan kinerjanya sebagai supir pribadi. Namun demikian akibat sifat Clark yang ramah padanya membuat mereka jadi teman dekat. Jimmy kerap mendapat saran dari Clark begitu juga sebaliknya.

Ketidaktahuan Jimmy tentang apa sebenarnya pekerjaan Clark adalah, Clark merupakan  seorang mata-mata rahasia dan agen pemerintah yang menyamar. Ia sedang menangani sebuah kasus besar yang membuat dirinya jadi terancam. Satu kali, seseorang mencoba membunuh Clark menggunakan bom sehingga membuat Clark mengalami koma di rumah sakit.

Sebelum ia pingsan, Clark menitipkan sebuah catatan kasus yang sedang ia tangani juga memberi Jimmy sebuah jam tangan yang bisa mengatur tuksedo miliknya. Tuksedo itu sendiri merupakan sebuah perangkat yang mampu memberikan kemampuan khusus pemakainya (termasuk kecepatan, kemampuan bela diri dan berbagai akrobat).

Alasan kenapa Clark menyerahkan jam itu supaya Tuksedo miliknya bisa digunakan oleh Jimmy untuk menghentikan organisasi kriminal yang bertanggung jawab atas percobaan pembunuhan Clark. 

Organisasi kriminal tersebut adalah organisasi teroris yang menyamar sebagai perusahaan air minum bernama Banning Corporation dan dipimpin oleh Dietrich Banning (Ritchie Coster) yang terkenal kejam dan sadis. Tujuan utama mereka adalah alih pasokan air minum global, dimulai dengan meracuni penampungan air bersih utama AS dengan menggunakan serangga water strider atau anggang-anggang yang dimodifikasi secara genetik. 

Serangga tersebut memiliki bakteri yang dapat menyebar dari orang ke orang dan mengakibatkan dehidrasi yang tidak terkontrol hingga bisa meninggal. Secara kebetulan, Jimmy bertemu dengan seorang ilmuwan jenius bernama Delilah Blaine (Jennifer Love Hewitt) yang lebih dikenal dengan nama Del.

Del sendiri merupakan anggota baru yang ditempatkan di lapangan dan semangat sekali untuk bertemu dengan Clark. Namun ia bingung bukan main ketika yang ia temui adalah Jimmy yang meniru gaya Clark; mengandalkan kemampuan khusus dari tuksedo yang ia pakai untuk mengimbangi kurangnya keterampilannya untuk bela diri di lapangan.

Pertemuan pertama kali membuat Del jengkel sekali dengan Jimmy yang dianggap aneh. Setelah diselidiki dan Del tahu bahwa Jimmy bukanlah Clark bahkan memakai tuksedo yang bukan miliknya, Del segera menyita tuksedo tersebut. Lalu ia berencana untuk menghentikan Dietrich Banning yang jahat sendirian dengan berpura-pura ingin menjadi pengkhianat untuk Banning Corporation. 

Jimmy yang sudah tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya siap untuk kembali ke profesi sebelumnya yakni supir taksi. Namun saat akan membereskan seluruh barangnya sebelum keluar dari kediaman Clark, Jimmy menemukan tuksedo lain yang ternyata adalah Clark pesan untuk Jimmy juga. Clark percaya Jimmy mampu untuk mengalahkan penjahat.

Jimmy akhirnya kembali bersatu dengan Del setelah menjelaskan semuanya. Mereka berdua menyusup ke pesta yang Banning adakan dengan misi untuk mencari tahu apa yang terjadi dan menggagalkan rencana Banning untuk menginfeksi penyimpanan air di AS. Sayangnya rencana Del dan Jimmy ketahuan membuat mereka harus bertarung dengan anak buah dan Banning sendiri. 

Pertarungan sengit terjadi, beruntung Jimmy bisa membela diri berkat tuksedo yang ia pakai meski sebenarnya Del dan Jimmy sudah kalah jumlah. Namun melawan Banning bukanlah perkara mudah, saat hampir menyerah; Jimmy menggunakan trik terakhir membuat Banning yang menggunakan tuksedo serupa otomatis merespon dan membuat Banning terdistraksi. Memanfaatkan hal tersebut Jimmy segera menyerang balik Banning.

Saat menyerang, anggang-anggang yang diyakini sebagai ratu lepas akibat sangkarnya pecah, ini membuat ribuan anggang-anggang lain ikut melepaskan diri. Sadar akan bahaya yang timbul akibat lepasnya si ratu anggang-anggang, Jimmy pun lantas mencari akal. Ia segera menangkap ratu anggang-anggang itu dan menaruhnya di dalam gelas lantas melempar gelas itu ke mulut Banning. 

Banning pun kemudian terinfeksi bakteri dari ratu anggang-anggang tersebut disusul masuknya para anggang lain yang ikut masuk ke mulut Banning hingga dia kemudian mati seketika. Misi pun selesai dan Del mulai menaruh rasa hormat pada rekan barunya tersebut. Seluruh organisasi bahkan mau membantu Jimmy untuk menyelesaikan misi lain, yakni bertemu dengan gadis impiannya. 

Jimmy yang gugup malah membuat operasi yang melibatkan banyak anggota organisasi gagal seketika karena Jimmy bertingkah aneh membuat gadis yang ingin ia jumpai merasa terancam. Jimmy akhirnya pergi dengan sedih namun Del menghiburnya.

Del lantas cerita dan mengaku sedih karena belum ada satu pun pria yang pernah mencoba melakukan untuknya apa yang baru saja dilakukan Jimmy. Mendengar itu, Jimmy memberi tahu saran untuk Del bahwa dia harus berubah jika ingin punya pacar. Merasa tertarik satu sama lain, mereka berjalan pergi untuk membeli kopi bersama.

Menghibur

The Tuxedo_Funny (Copy)

Kalau diikuti secara seksama, film ini pasti mengingatkan kalian dengan film yang menceritakan agen 007 alias James Bond, dimana semua yang ia pakai merupakan alat super canggih yang bisa dipakai untuk membela diri dan mengelabui atau mengalahkan para musuhnya.

Begitu Clark muncul sebagai ‘agen’ tersebut, alat bantunya yakni tukseo… Terdengar agak aneh ya, mengingat gadget yang biasa agen-agen lain pakai berupa jam bius, pena mata-mata atau lainnya.

Clark yang misterius dan super cool, cocok sekali untuk memerankan peran sebagai ‘agen’ dengan cerita yang serius, namun begitu Clark terluka dan menyerahkan seluruh tanggung jawabnya pada Jimmy si supir pribadi konyol tak karuan dan tidak tahu menahu sama sekali tentang apa yang harus ia lakukan, semua ceritanya jadi super kocak dan juga menghibur.

Baca Juga: Deretan Film Jackie Chan yang Harus Kamu Tahu!

Jackie Chan Who Never Dies

The Tuxedo_Jackie Chan (Copy)

Dari ratusan filmnya, saya pribadi belum pernah menemukan banyak film Jackie Chan yang tidak menarik untuk diikuti. Meski ada beberapa film yang kurang menarik, namun kebanyakan Jackie Chan berhasil membuat film yang ia lakoni jadi asyik. Tingkahnya yang jenaka dan bisa membuat adegan super keren jadi memiliki komedi ringan, berhasil menghantarkan Jackie Chan sebagai salah satu aktor kelas dunia yang diperhitungkan.

Dalam film The Tuxedo ini pun, aktingnya tetap bagus meski dalam wawancara yang dilakukan oleh beberapa media, Jackie Chan mengaku masih sulit untuk melafalkan Bahasa Inggris; yang bisa kalian buktikan dengan menonton bloopers film The Tuxedo di beberapa kanal media hiburan di Youtube. Beruntung meski begitu, ia berhasil beradu akting dengan lawan mainnya yakni Jennifer Love Hewitt dengan baik

Produksi Super Seru

The Tuxedo_Production (Copy)

Apakah kalian tahu kalau dalam setiap film yang Jackie Chan lakoni, ia tidak memerlukan seorang pemeran pengganti? Dalam produksi film ini, Jackie Chan pun melakukan hal yang sama, meski awalnya ia tidak yakin apakah film ini bisa berjalan dengan baik karena pihak produksi terus mendesak Jackie untuk tetap menggunakan stunts mengingat banyak adegan berbahaya.

Ini disebabkan pada hari pertama Jackie Chan dan Jennifer Love Hewitt mulai beradu akting untuk berkelahi dengan para penjahat, Jennifer mengalami patah tulang ruas jari setelah tidak sengaja terbentur dengan para penjahat dalam adegan berkelahi. Jackie Chan yang melihat hal tersebut lantas mengatakan dengan gamblang kalau film Amerika itu sangat berbeda dan aku merasa nervous dibuatnya. 

The Tuxedo
Rating: 
3.2/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram