Bacaterus / Review Film Asia / Sinopsis dan Review Film The Tower, Neraka di Atas Gedung

Sinopsis dan Review Film The Tower, Neraka di Atas Gedung

Ditulis oleh - Diperbaharui 24 November 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sudah mulai beberapa tahun ini, para sineas Korea mulai menunjukan kemampuannya dalam meramu sebuah film; baik film dengan genre romansa, komedi, horor, aksi hingga thriller. Seperti film yang akan diulas kali ini, The Tower. Film yang tayang di tahun 2012 dengan genre thriller tersebut, mampu menarik animo masyarakat Korea bahkan dunia dengan plot super tegang yang diberikan oleh Kim Ji Hoon. 

Menceritakan tentang kejadian kebakaran hebat di menara tertinggi di Seoul, Korea Selatan bernama Tower Sky. Aksi penyelamatan yang dilakukan menjadi inti dari cerita ini; bagaimana seseorang harus berkorban dan saling bantu untuk tetap selamat dari bencana tersebut. Simak keseruan filmnya dalam ulasan berikut ini.

Sinopsis

The Tower_Poster (Copy)

*Source: HanCinema

  • Tahun rilis: 2012
  • Genre: Action, Thriller
  • Sutradara: Kim Ji Hoon
  • Pemain: Sol Kyung Gu, Kim Sang Kyung, Son Ye Jin
  • Produksi: The Tower Pictures

Tower Sky, menara kembar megah kebanggaan warga kota Seoul, Korea Selatan ini terletak di wilayah pusat bisnis Yeouido, terdiri dari 2 menara; City View (Menghadap langsung ke jantung kota Seoul) dan River View (Menghadap ke sungai Han). Menara ini juga memiliki 108 lantai dengan okupansi sebanyak 30.000 jiwa yang terbagi atas penghuni, para tenant di perkantoran juga pusat perbelanjaan.

Saat tanggal 24 Desember, pihak manajemen gedung di bawah pemerintah pemilik Tower Sky yaitu Mr.Jo (Cha In Pyo), mengadakan pesta dengan tema White Christmas untuk seluruh residen Tower Sky. Mengingat penghuni disini berasal dari golongan miliuner, selebriti, pejabat dan tokoh penting lainnya, maka pesta dibuat semewah mungkin dan juga berkelas.

Sayang, salju diperkirakan tidak turun di tanggal 24-25 Desember, sehingga pemilik Tower Sky menyewa 9 helikopter untuk menebarkan salju asli dari atas menara, supaya pesta White Christmas tetap bisa diadakan. Hal ini menjadi perhatian seluruh pegawai di Tower Sky termasuk manajer umum Tower Sky, Lee Dae-ho (Kim Sang-kyung) dan Seo Yoon-hee (Son Ye-jin), seorang manajer restoran di Tower Sky.

Saat persiapan hampir selesai, ada insiden kecil terjadi di dapur restoran Tower Sky. Kebakaran terjadi namun bisa dikendalikan dengan cepat, Dae Ho yang menangani kasus ini bingung mengapa water sprinkler tidak responsif menyala saat api membumbung, usut punya usut, saluran air di Menara River View membeku akibat suhu dingin.

Otomatis hal ini disampaikan kepada pihak manajemen, namun karena waktu pesta yang mepet, mereka menolak untuk menginvestigasi lebih jauh. Pesta pun dimulai, sekitar ribuan tamu berada di ballroom ketika helikopter yang menabur salju mengalami malfungsi akibat tertiup angin dan menabrak lantai 64, menyebarkan api ke seluruh lantai.

Mengingat water sprinkler beku, air pemadam tidak menyala membuat api dengan leluasa membakar lantai di atasnya. Padahal ballroom ada di lantai 70. Satuan pemadam kebakaran kota Seoul yang dipimpin oleh sang pemadam legendaris Kang Young-ki (Sol Kyung-gu) merespon dengan cepat kejadian kebakaran tersebut.

Usaha mereka memadamkan api di lantai 64 mengalami kendala berat. Tangga tidak cukup panjang untuk meraih titik api, sehingga mereka harus transit dan naik sendiri ke sumber api.

Dae Ho yang mengetahui kebakaran itu membuat Yoo Hae dan anak perempuannya Ha-na (Jo Min-ah) terjebak di lantai atas langsung berlari menyusul mereka di lantai 70. Perjalanan menuju para penyintas berlindung di restoran yang dikelola Yoon Hae tidak mudah, sepanjang perjalanan Dae Ho harus menyaksikan banyak rekannya yang sekarat.

Kebakaran di Tower Sky menjadi mimpi buruk bagi semua tamu yang hadir dalam pesta natal yang seharusnya meriah. Kini seluruh tamu saling berebut untuk menyeberang ke menara B (City View) untuk menyelamatkan diri karena akses turun ke lantai dasar di menara A sudah tidak bisa dipakai karena api yang berkobar hebat 6 lantai di bawah mereka semua.

Aksi sang pemadam legendaris Young Ki dan Dae Ho dalam menyelamatkan diri juga upaya menyelamatkan penyintas lainnya sukses membuat para penonton tidak beranjak dari kursi karena saking tegangnya. Belum lagi drama-drama yang menyelingi misi penyelamatan bikin plot jadi semakin seru buat terus diikuti.

Bikin Gereget

The Tower_Act (Copy)

*Source: HanCinema

Banyak banget hal gereget yang tayang selama film ini diputar. Pertama, saya pribadi sudah kesel sama atasan Dae Ho, manager Jung (Lee Chang Jo). Bapak satu ini yang meminta semua prosedur inspeksi saluran air dihentikan mengingat semua harus fokus pada pesta. Nah kejadian kan pas kebakaran? Tower Sky mewah itu akhirnya ludes dilalap si jago merah

Kedua, saat kebakaran terjadi ada beberapa grup tamu yang ngeyel luar biasa untuk tetap menaiki elevator yang jelas TIDAK boleh dipakai ketika kebakaran. Mengabaikan perintah, seorang sekuriti malah meminta semua orang naik elevator bersamanya.

Bisa ketebak kan bagaimana akhirnya? Mereka semua yang berjejal di dalam elevator harus terpanggang hidup-hidup ketika elevator yang mereka tumpangi macet di tengah-tengah kobaran api membuat boks besi itu menjadi oven raksasa

Ketiga yaitu anak dari Dae Ho, si Ha Na. Saat para penyintas harus menyeberang jembatan kaca yang menghubungkan menara A dan menara B, Ha Na malah menangis dan diam di tengah-tengah jembatan padahal kaca memuai dan rentan retak. Saya tahu dia takut, tapi mbok ya lari gitu loh bukannya malah diem cantik di tengah kaca rapuh. Heran

To be honest, masih banyak hal-hal gemes lainnya yang kerap muncul di beberapa adegan, tapi sudah pasti gak akan saya taruh di sini semua, biar teman-teman sendiri yang melihatnya karena saya gak mau gemes dan kesel sendiri lihatnya.

Kisah Nyata

The Tower_Real life (Copy)

*Source: USA Today

Kejadian dalam film The Tower ini menjadi kenyataan di dunia sebenarnya. Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2017 silam; hunian tertinggi di Dubai bernama Torch Tower terbakar pada malam hari. Api berasal dari rokok yang masih menyala dan ditinggalkan begitu saja di lantai 9, hingga akhirnya api membesar membakar habis 15 lantai diatasnya sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran setempat

Beruntung kejadian kebakaran di Torch Tower tidak menimbulkan korban jiwa karena pihak manajemen gedung dengan cepat mengevakuasi lebih dari 500 orang yang tinggal di area hunian Torch Tower, dan meski membakar habis 15 lantai, namun area yang habis dilalap api hanya bagian barat menara saja.

Tayangan yang Memanjakan Mata

The Tower_Set (Copy)

*Source: HanCinema

CGI yang dipakai untuk membuat film ini saya bilang keren sekali. Mulai dari tampilan gedung rekayasa Tower Sky yang nyaris terlihat asli, setting yang juga totalitas sekali ditambah properti yang tidak asal-asalan. Bayangkan saja, desain produksi film ini sampai membuat replika patung Terracotta lengkap dengan kuda perang mereka untuk ditaruh di restoran tempat Yoon Hae bekerja demi mengedepankan kesan megah dan mewah.

Sky Bridge yang jadi ikon Tower Sky ini juga tidak kalah kerennya. Sang visual art director, Jae Chon Choi mengatakan untuk membuat jembatan langit ini, mereka menggunakan efek CG yang sangat berat sekali. Namun kerja mereka sukses besar, saat kalian menonton film ini, jembatan kaca yang menghubungkan kedua menara terlihat sangat asli.

Hasil kerja keras para tim membuahkan hasil manis. Film The Tower memenangkan penghargaan di ajang 50th Grand Bell Awards untuk kategori Visual Effect dan masuk menjadi nominasi di ajang 49th Baeksang Art Awards, Mnet 20’s Choice Awards juga 22nd Buil Film Awards.

Film Imajinasi

The Tower_Image (Copy)

*Source: HanCinema

Film The Tower ini sendiri dibuat oleh sang sutradara, Kim Ji Hoon yang juga menjadi sutradara untuk film box office Korea lainnya yaitu Sector 7 dan May 18. Inspirasi awal Kim Jo Hoon dalam membuat film ini adalah pengalaman masa kecil Kim yang selalu membayangkan bagaimana rasanya terjebak di dalam gedung tertinggi Korea, 63 Building, dan juga film bernuansa sejenis yang tayang tahun 1974 berjudul The Towering Inferno.

Intinya, semua tayangan yang ada di dalam film ini layak mendapatkan dua jempol. Bayangkan saja, saat film ini tayang di tanggal 25 Desember 2012, setengah juta warga Korea langsung menyerbu bioskop menjadikan film ini merupakan film dengan penjualan tercepat dalam sejarah perfilman Korea dan dalam satu minggu penayangan, The Tower berhasil menjual dua juta tiket!

Kalian yang memang belum menonton film The Tower ini saya sarankan nonton! Apalagi untuk kalian yang memang doyan film Korea yang sekali tuntas, bukan drama Korea yang berjilid. Saya rasa juga seluruh genre ada dalam film ini, mulai dari romansa, komedi, aksi dan tegang. Semuanya komplit menjadi 1 paket film yang keren sekali.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *