Sinopsis & Review Film The Nun II, Akhir Dari Valak’s Era?

Ditulis oleh Gerryaldo
The Nun II
3.9
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Apabila kalian penggemar The Conjuring Universe, maka film satu ini tidak akan kalian lewatkan. Pasalnya kisah suster Irene kembali hadir dengan kasus baru yang digadang tidak kalah mengerikan dari kasus yang ia tangani di dalam film Nun pertama yang rilis di tahun 2018 silam. Semenakutkan itukah?

Baca Juga: Sinopsis & Review The Nun, Asal Usul Kisah Valak?

Jawabannya harus kalian lihat sendiri dengan menyaksikan film The Nun II, namun Bacaterus berbaik hati nih! Soalnya kita akan ulas filmnya berikut sinopsis yang bisa kalian baca lebih dulu sebagai guide kalian nanti. Siap bertemu dengan Valak lagi dan mengikuti kisah seru dari suster Irene? Here we go!

Sinopsis

The Nun II_Poster (Copy)

Beberapa tahun setelah suster Irene (Taissa Farmiga) berhasil mengusir Valak dari biara St. Cartha, ia kini kembali bertugas menjadi biarawati. Hidupnya kembali damai. Di tempat yang baru, ia berteman dengan seorang suster lainnya bernama Debra (Storm Reid). Ia dikenal badung dan menyusahkan pimpinan biara.

Satu waktu, seorang pendeta di sebuah gereja di Prancis terbunuh dengan cara mengerikan. Ia terbakar hidup-hidup tepat setelah memimpin misa sebelumnya. Anak altar, Jacques (Maxime Elias-Menet) menyaksikan hal tersebut hingga ketakutan. Berita ini dengan cepat menyebar. Pihak Vatikan pun turun tangan.

Mereka meminta suster Irene kembali menyelidiki apa yang terjadi dengan gereja dan pendeta tersebut. Suster Irene awalnya menolak, karena kejadian sebelumnya saja sudah cukup membuatnya trauma. Namun tidak ada siapapun yang masih hidup bisa mengalahkan Valak selain suster Irene. Permintaan Vatikan pun diterima.

Suster Irene berangkat ke Prancis, tanpa ia tahu, suster Debra ternyata turut serta dengannya tanpa sepengetahuan pihak biara tempat ia bertugas. Suster Debra yang ingin melihat mukjizat dan percaya kembali pada imannya, mau mengikuti suster Irene dalam melenyapkan roh jahat. Dengan begitu ia bisa kembali percaya.

Di tempat lain di Prancis, sebuah asrama wanita berdiri. Seorang siswi, Sophie (Katelyn Rose Downey) kerap dirundung namun selalu dibantu oleh teman baiknya, seorang tukang bernama Maurice (Jonas Bloquet). Maurice sendiri adalah orang yang pernah membantu suster Irene dalam kasus biara St. Cartha.

Satu waktu, teman-teman Sophie yang merundungnya mengajak Sophie bermain ‘menantang iblis’. Ia diminta untuk melihat ke sebuah kaca patri dimana ada gambar kambing di bagian tengahnya. Begitu sinar matahari menyorot siang hari, sinar itu menembus mata kambing dan merubah mata itu menjadi merah.

Saat itulah iblis akan datang dan Sophie diminta tidak menengok. Rasa takut mulai menggelayut, Sophie tidak tahan dan akan kabur, namun begitu kabur, bayangan Valak menghantuinya. Sophie juga jadi sering melihat ada yang aneh pada Maurice. Maurice selalu tiba-tiba mematung dan menggeram.

Valak ternyata masih bersarang dan merasuki tubuh Maurice. Ia merupakan dalang dari pembunuhan beberapa tokoh penting gereja dan selalu berpindah-pindah. Saat ini giliran asrama wanita yang ia datangi. Valak ternyata mengincar sesuatu dari tempat itu menggunakan tubuh Maurice yang sudah seperti puppet.

Kembali pada suster Irene. Ia kini telah tiba di Prancis, dan langsung mengunjungi gereja tempat pendeta terbunuh. Di sana suster Irene dan suster Debra mulai mencari petunjuk. Feeling suster Irene berubah menjadi sangat buruk. Ia tahu bahwa kini ia harus berhadapan dengan sesuatu yang sama besar dengan kasus sebelumnya.

Saat hendak check-in hotel, suster Irene berpapasan dengan Jacques dan segera menanyakan apa yang terjadi pada malam dimana pendeta terbunuh. Namun Jacques enggan membahasnya, begitu dikejar, suster Irene malah bertemu dengan Valak dan mendapatkan petunjuk tentang apa yang dicari Valak.

Begitu siuman dari pingsannya, suster Debra memberikan sebuah rosario dari sang pendeta yang terbunuh. Rosario itu diberikan oleh Jacques. Dalam Rosario itu pun ternyata ada petunjuk awal yang besar. Segera, keduanya bertolak pergi ke rumah arsip Katolik untuk mencari tahu makna simbol yang terdapat di rosario itu.

Kepala arsip mengatakan bahwa simbol itu merupakan simbol keluarga dari Saint Lucy. Dia tewas dibunuh, namun sebelum dibunuh, kedua matanya dicongkel. Kedua mata Saint Lucy inilah yang diincar oleh Valak supaya ia bisa mendapatkan kekuatan lebih. Begitu mendengar hal tersebut Suster Irene bergidik.

Ia segera mengunjungi asrama wanita yang disebut sebagai tempat dimana kedua mata Saint Lucy disimpan. Asrama tersebut merupakan asrama yang sama dimana Sophie dan Maurice berada. Begitu sampai disana, Irene bertemu dengan Sophie bersama guru kesayangannya Ibu Kate (Anna Popplewell) sudah terengah-engah bersama Maurice.

Mereka berlarian setelah mengalami hadirnya entitas jahat. Suster Irene lantas meminta Sophie dan Ibu Kate menjauh dari Maurice, karena penyebab semua kejadian mengerikan itu adalah Maurice yang dirasuki Valak. Begitu diminta menjauh, Maurice pun berubah menjadi jahat, ia segera menuju tempat dimana mata Saint Lucy berada.

Suster Irene dan suster Debra pun segera menghentikan Maurice dengan membuatnya pingsan. Begitu selesai mengikat Maurice, mereka berdua bersama Sophie dan Ibu Kate mendatangi kapel dan mulai mencari keberadaan kedua mata St. Lucy. Sophie pun teringat akan mata kambing yang bersinar.

Begitu mencoba menyinari mata kambing itu, sinarnya lantas menunjukan tempat dimana benda suci itu berada. Mengetahui suster Irene berhasil menemukan kedua mata St. Lucy, Maurice bangun dan mulai mengejar semua orang. Valak bahkan melepaskan setan lain berwujud kambing untuk menghabisi para penyintas.

Suster Irene bersama suster Debra habis-habisan melawan Valak yang merasuki Maurice. Sophie pun turut membantu, bahkan Ibu Kate harus menyelamatkan anak-anak asrama lainnya yang diincar iblis. Sampai akhirnya kedua mata itu berhasil di dapatkan oleh Valak. Kekuatannya bertambah dan mengalahkan suster Irene.

Namun suster Irene mengajak suster Irene berdoa bersama, mengubah anggur yang ada di Kapel menjadi simbol darah Kristus dimana hal itu menjadi senjata kuat mengalahkan Valak. Valak pun hilang dan Maurice kembali sembuh, kehidupan mereka kembali seperti semula, namun suster Irene masih merasakan sesuatu yang mengganggunya.

Dua Cerita

The Nun II_Two Side Stories (Copy)

Apabila kalian punya kapasitas berpikir yang baik, maka kalian tidak akan merasa bosan dengan film ini. Ini karena film The Nun II punya dua jalan cerita; yang pertama adalah cerita dari sisi suster Irene dan suster Debra. Sedangkan di sisi lain merupakan cerita dari sisi Sophie dan Maurice yang berada di asrama.

Di sela-sela film, kalian pasti akan merasa lelah dan sedikitnya bosan mengikuti kisah Sophie, namun begitu masuk ke cerita suster Irene, para penonton akan sangat bersemangat. Kita dibawa menarik benang merah dari jalan cerita The Nun II, hingga pada akhirnya kedua cerita itu bergabung menjadi sebuah plot super keren.

Detektif Irene

The Nun II_Irene (Copy)

Alih-alih menjadi suster, Irene malah terlihat seperti detektif; atau Benjamin Franklin dalam film National Treasure (2004). Ia menggunakan kepintarannya untuk mencari petunjuk apa yang diinginkan oleh Valak. Meski harus mengalami hal supernatural yang mengerikan, suster Irene pantang mundur dan berani menghadapinya.

Salah satu scene yang seru adalah ketika Sophie memberitahu soal mata kambing yang bersinar dan menjadi petunjuk dimana keberadaan kedua mata Saint Lucy berada. Persis sekali cerita-cerita detektif! Sang penulis naskah, Akela Cooper pintar sekali dalam meramu cerita ditambah kemampuan akting Taissa yang keren.

Ciri Khas

The Nun II_Signature (Copy)

Saya rasa film-film yang terlibat dalam The Conjuring Universe memiliki tone, setting, suasana, pemilihan suara dan timing untuk mengeluarkan jumpscare yang serupa. Bahkan bisa dibilang, vibes dari film The Nun yang pertama, sama persis dengan film The Nun II yang sedang kita ulas saat ini. Tak percaya? Tonton filmnya!

Hal ini bukanlah sesuatu yang negatif, malah menurut saya pribadi, semua hal yang disebutkan diatas bisa menjadi signature atau ciri khas dari film The Conjuring Universe. Sebagai catatan, film The Nun II ini merupakan film ketiga dalam garis waktu Conjuring dan kalian harus menonton film The Nun pertama sebelum menonton film ini.

Sebagai penutup, film The Nun kedua ini punya kualitas yang cukup bagus dari film pertamanya. Baik dari segi cerita, penempatan jumpscare dan lainnya. Usaha dari sang sutradara, Michael Chaves, untuk membuat kisah suster Irene jadi lebih kece berhasil! Bacaterus memberi skor 3.9/5 untuk The Nun II.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram