bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Flight Crew, Melawan Gunung Berapi!

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 11 September 2021

Film kali ini datang dari negara Rusia yang bergenre action, disaster. Menjadi film ke 3 yang saya suka setelah film bencana Rusia lainnya berjudul Metro dan The Wave. Ceritanya sendiri cukup seru; memiliki setting di atas pesawat komersial, para kru kabin atau pilot dan pramugari harus sama-sama berjuang membawa sejumlah penumpang untuk evakuasi.

Evakuasi kali ini bukan karena pembajakan seperti film-film yang mengusung tema pesawat pada umumnya; kita akan mengikuti petualangan para kru kabin dalam melawan bencana gunung berapi yang mengepung pesawat mereka ketika proses evakuasi dimulai. Waduh! Pokoknya rame deh, terus ikuti sinopsis dan ulasan film ini ya kalau mau tahu keseruannya.

Sinopsis

The Flight Crew_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 2012
  • Genre: Action, Disaster
  • Produksi: Three T Productions, Russia-1
  • Sutradara: Nikolai Lebedev
  • Pemain: Vladimir Mashkov, Danila Koslovsky, Agnė Grudytė

Alexey Gushchin (Dania Koslovsky) adalah pilot militer muda berbakat yang rebel sekali. Ia selalu bertindak atas keinginannya sendiri dan tidak mau menerima perintah. Meski demikian, ia selalu mementingkan tujuan pertamanya bekerja bukan kepentingan lainnya.

Suatu kali Gushchin mendapat misi untuk mengirimkan kargo perbekalan untuk amal, tetapi pesawat itu juga diisi dengan mobil untuk seorang jenderal yang putri temannya akan menikah. 

Gushchin awalnya sempat menolak karena pesawat itu akan limbung karena kelebihan beban, namun si jenderal satu ini ngeyel sehingga masuklah dua buah hadiah mobil BMW bawaan si jenderal. Alhasil ketika sudah mengudara dan pesawat masuk dalam awan badai, pesawat jadi sulit dikendalikan karena terlalu berat.

Sang jenderal malah meminta kargo perbekalan untuk amal itu dibuang saja karena mobil miliknya lebih penting. Jengkel, Gushchin yang diminta membuang kargo malah membuang 1 mobil milik jenderal itu dari pesawat.

Atas tindakannya, ia dicegah menerbangkan pesawat militer lagi dan meskipun demikian, Gushchin mendapat bantuan dari Ayahnya, Igor (Sergey Shakurov) yang adalah insinyur pesawat terkenal.

Berkat Ayahnya, Gushchin bisa kembali untuk menerbangkan pesawat. Dia melamar ke maskapai penumpang dengan pengawasan dari pilot senior bernama Leonid Zinchenko (Vladimir Mashkov).

Selama ujian penerimaan, Gushchin menunjukkan keterampilan terbang yang mengesankan, tetapi gagal dalam tes ketika dia tidak dapat mencegah pesawat menabrak gedung saat mendarat. 

Tes itu diberikan oleh Leonid padahal rekan-rekannya sendiri mengatakan tes yang diberikan pada Gushchin merupakan tes yang terlalu berat dan yakin Leonid pun tidak bisa melakukannya.

Merasa diremehkan, ia mencoba dan sesuai perkiraan, ia gagal karena memang tes itu terlalu berat. Ini membuat tes terakhir ditiadakan dan Gushchin berhasil bergabung ke dalam maskapai sebagai pilot percobaan. 

Tugas pertama Gushchin adalah terbang dengan pesawat jenis Tupolev TU-204SM dari maskapai Pegasus Air sebagai co-pilot. Ia bergabung bersama kru kabin lainnya seperti Andrey (Sergey Kempo) dan kepala pramugari, Vika (Katerina Shpitsa). Memulai penerbangan pertamanya, Gushchin melakukan atraksi yang membuat penumpang panik.

Leonid mengerti hal itu karena Gushchin merupakan pilot pesawat militer sebelumnya, namun tetap tidak mentolerir hingga Gushchin ditegur untuk tidak mengulanginya. Leonid tegas saat berhadapan dengan para anak buahnya namun ketika di rumah, ia tidak bisa mengendalikan anaknya, Valera (Sergey Romanovich) yang sama keras kepala dengan dia.

Di sisi lain, hubungan baik terjadi pada Gushchin dan pilot muda wanita bernama Alexandra Kuzmina (Agnė Grudytė). Mereka mulai dekat dari saat Gushchin sedang melakukan tes di bandara, ia tidak tahu bahwa Alexa adalah pilot juga. Berangkat dari sana lah, hubungan Gushchin dan Alex mulai terjalin. 

Setelah menempuh perjalanan yang cukup banyak dengan jam terbang yang lumayan padat, sampailah mereka pada salah satu penerbangan untuk mengevakuasi para turis atau orang asing dari negara Afrika karena adanya kudeta sehingga mau tidak mau warga negara lain harus pergi dari negeri itu.

Serentetan tembakan menemani proses boarding membuat semua penumpang ketakutan. Gushchin yang melihat itu ingin membantu tapi ia kaget ketika Leonid tidak mengizinkannya membantu penduduk lokal untuk ikut naik karena itu adalah urusan negara.

Apabila ikut campur, kita akan mendapatkan masalah sehingga Gushchin mengurungkan niatnya sekaligus kesal dengan Leonid.

Rasa marah Gushchin menjadi berkali lipat setelah berurusan dengan penumpang VIP di dalam pesawat yang menolak untuk mematuhi peraturan keselamatan di satu penerbangannya. Akhirnya, ini menyebabkan perkelahian di pesawat, dan Gushchin dipecat. Beruntung Leonid membela Gushchin sehingga ia bisa kembali mengudara.

Jadwal mereka saat itu adalah menerbangkan pesawat untuk ke kota lain dalam keadaan kosong karena hanya membawa kru kabin saja. Leonid juga mengajak serta anaknya Valera untuk terbang bersamanya. Namun saat mengudara, Leonid mendapat laporan untuk membantu evakuasi banyak orang di pulau Kanwoo yang sedang ada bencana gunung api.

Leonid setuju untuk melakukan evakuasi karena kebetulan pesawatnya kosong, saat sampai di Kanwoo dan mulai proses evakuasi, gempa besar terjadi dan gunung api meledak membuat jalur runway putus dan runway lainnya terbakar oleh lahar.

Ditambah lagi ada beberapa orang di Kanwoo yang terjebak longsor sehingga Gushchin menawarkan diri untuk menjemput dan membantu proses evakuasi.

Leonid yang tinggal bersama Alexa di bandara menyiapkan proses evakuasi lanjutan. Leonid melihat ada pesawat lain jenis kargo dan memutuskan untuk memecah penumpang. Leonid terpaksa berangkat lebih dulu karena lahar semakin dekat, ia meninggalkan pesawat sebelumnya untuk dinaiki oleh Gushchin, Andrey dan penumpang lainnya.

Gushchin yang berhasil membawa penumpang lain yang terjebak di dalam longsor mengerti kenapa Leonid meninggalkan mereka lebih dulu dan meninggalkan pesawat yang sebelumnya ia bawa.

Dengan segera, Gushchin pun memasukan penumpang dan dengan tak tik hebat ia bisa keluar dari pulau Kanwoo dan selamat meski di tengah perjalanan banyak sekali aksi yang harus dilakukan.

Awal Cerita yang Molor

The Flight Crew_Slow Plot (Copy)

Film yang menawarkan cerita seru mengenai bencana ini, saya harapkan sudah memulai klimaksnya pada, yaaa… kira-kira mendekati pertengahan film sehingga membuat saya sebagai penonton bisa merasakan ketegangan yang diberikan. Namun nyatanya film The Flight Crew ini lambat sekali.

Mulai dari awal hingga melewati pertengahan film, kita cuma akan dibawa berputar dengan perkenalan tokoh, keluarga mereka, kisah cinta, kisah pekerjaan, melihat pesawat mereka mondar-mandir terbang di angkasa, berurusan dengan penumpang. Ini membuatnya menjadi agak sedikit boring dan juga membuat cerita klimaksnya menjadi sebentar.

Klimaks

The Flight Crew_Klimaks (Copy)

Cerita klimaks yang diberikan dalam film ini cukup seru dan menegangkan meski sebagian ceritanya agak tidak masuk akal menurut saya. Adegan yang bikin saya panik itu ketika gunung api di pulau Kanwoo mulai meledak dan membuat bandara hancur berantakan sehingga menjebak banyak orang di sana, ditambah pesawat hanya tinggal 2 dari banyak pesawat yang hancur karena gempa.

Ditambah lagi ketika Gushchin mencoba menerbangkan pesawatnya beberapa detik sebelum lahar melumat habis isi bandara bersama seluruh runway yang ada. Waduh! Pilot hebat memang si Gushchin satu ini.

Satu adegan klimaks yang menurut saya agak tidak waras adalah melakukan transfer penumpang dari 1 pesawat ke pesawat lainnya di angkasa! I was like… What the…

Pesawat yang Kuat

Pesawat yang dipakai Gushchin dan Leonid menyelamatkan penumpang yang tersisa adalah pesawat dari maskapai mereka sendiri yaitu Pegasus Airlines, sudah di informasikan bukan kalau jenis pesawat yang dibawa adalah Tupolev TU-204SM; yang jadi pertanyaan saya, selama di film pesawat ini seperti tidak bisa dilumpuhkan.

Maksud saya dilumpuhkan adalah, pesawat dua mesin ini kokoh sekali. Ia mampu melewati lahar, melewati hujan abu api, disangkutkan pada pesawat kargo, hingga saat adegan terakhir, bisa mendarat super mulus dengan keadaan satu roda pesawat tidak berfungsi, sayap patah dan kedua jet lepas tanpa ledakan! Pesawat ini kuat sekali!

Overall, saya senang dan cukup puas untuk menonton film The Flight Crew ini, selain ceritanya yang juga cukup bagus, kehadiran si cantik Katerina Shpitsa membuat saya juga jadi demen menyaksikan seluruh ceritanya. Bacaterus memberi rating 3.5/5 untuk film ini. Semoga kalian juga suka dengan filmnya ya!

The Flight Crew
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram