bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film The Dark Knight (2008)

Batman merupakan karakter superhero yang berasal dari komik. Ada banyak musuhnya yang muncul di dalam komik tapi sulit untuk ditransformasikan ke dalam film berbentuk live action. Walau begitu, ada nama musuh yang begitu menarik perhatian penggemar Manusia Kelelawar yaitu Joker yang dianggap sebagai musuh abadi.

Petunjuk mengenai keberadaan Joker ditampilkan di akhir film Batman Begins dengan adanya sebuah kartu ketika Batman bertemu dengan Gordon.

Kehadiran penjahat dengan penampilan seperti badut di komik itu bukan yang pertama di film Batman. Tapi Joker versi di The Dark Knight-lah yang dianggap paling menghadirkan cerita seru. Simak review dan sinopsisnya yuk!

Baca juga: Review & Sinopsis Batman v Superman (2016), Konflik Dua Pahlawan

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2008
  • Genre: Superhero, Psychological Thriller
  • Produksi: Warner Bros. Pictures, Legendary Pictures, DC Comics, Syncopy
  • Sutradara: Christopher Nolan
  • Pemain: Christian Bale, Michael Caine, Heath Ledger, Gary Oldman, Aaron Eckhart

Sebuah bank di Gotham City dirampok oleh sekelompok kriminal. Joker memanipulasi dengan menyuruh mereka saling membunuh satu sama lain agar mendapatkan bagian yang lebih besar.

Para perampok itu pun saling membunuh satu sama lain dan hanya menyisakan Joker seorang yang selamat. Dia pun melarikan diri dengan mengambil uang.

Batman bersama Jaksa Wilayah, Harvey Dent dan Letnan Jim Gordon setuju untuk menyingkirkan penjahat di jalanan Gotham dengan jalur hukum. Bruce terkesan dengan kinerja Dent yang begitu kuat idealismenya dalam menegakkan keadilan.

Dia juga merasa Dent bisa menjadi andalan Gotham sebagaimana dia mulai berpikir untuk berhenti menjadi Batman dan menjalin hubungan dengan Rachel. Padahal, Rachel dan Dent sedang berpacaran.

Sal Maroni, seorang bos kriminal bersama dua anak buahnya mengadakan videoconference dengan seorang akuntan, Lau. Lau ditugaskan untuk menyembunyikan uang milik kelompok kriminal Maroni ke Hong Kong.

Agar nggak dicurigai, Lau sendiri yang pergi ke Hong Kong. Joker menemui Maroni dan mengatakan bahwa dia bisa melindungi Maroni dari Batman asalkan harta milik Maroni dibagi dua.

Joker menghabisi anak buah Maroni sampai setuju bahwa dia akan memberi Joker separuh hartanya. Bruce Wayne pergi ke Hong Kong bersama Lucius untuk menemukan Lau.

Setelah berhasil menangkap Lau, Bruce menyerahkannya pada Dent. Dengan begitu, Lau ditekan agar bersaksi melawan Maroni. Hal itu membuat anggota kelompok kriminal Maroni berhasil diungkap satu per satu dan ditangkap.

Joker mengancam akan membunuh dua polisi kalau Batman nggak memberi tahu identitas aslinya. Dia juga menargetkan akan membunuh walikota tapi Gordon menyerahkan diri sebagai jaminan.

Kemudian dia juga menargetkan Rachel. Bruce memutuskan untuk mengungkap jati dirinya tapi Dent mencegahnya. Alih-alih Dent-lah yang mengaku bahwa dia adalah Batman.

Dent diambil dalam pengawasan ketat dan Joker berusaha menghabisi Dent. Gordon berhasil melepaskan diri setelah berpura-pura meninggal.

Dia kemudian bekerja sama dengan Batman untuk menggagalkan upaya Joker menangkap Dent. Sayangnya, Dent dan Rachel telah berhasil diculik oleh Joker. Mereka ditempatkan di dua tempat berbeda dan keduanya sudah dipasangi peledak.

Joker memberi Batman pilihan untuk menyelamatkan salah satu dari Rachel atau Dent. Batman memutuskan untuk menyelamatkan Rachel sedangkan Gordon menyelamatkan Dent.

Batman menyadari bahwa dia sudah nggak mungkin menyelamatkan Rachel, dia pun mencoba menyelamatkan Dent. Kedua tempat itu meledak dan menewaskan Rachel. Sedangkan Dent berhasil diselamatkan tapi separuh wajahnya hancur.

Coleman Reese, akuntan Wayne Enterprises berniat membocorkan informasi bahwa Bruce adalah Batman ke publik. Joker yang nggak mau rencananya gagal, menghabisi Reece.

Dia juga memprovokasi Dent untuk membalas dendam atas kematian Rachel pada semua orang yang terlibat. Dent pun menghabisi seluruh isi rumah sakit yang kemudian diledakkan Joker.

Joker mengumumkan bahwa Gotham akan tunduk pada aturan yang dibuatnya. Dia memasang dua bom di dua kapal feri yang berisi penduduk dan tahanan.

Masing-masing harus meledakkan diri terlebih dahulu untuk menyelamatkan diri. Sementara Dent sudah menjadi Two-Face dan menculik keluarga Gordon. Apa yang harus dilakukan Batman untuk menyelamatkan Gotham?

Mempertahankan Nuansa Kelam

Mempertahankan Nuansa Kelam

Sebagaimana dalam Batman Begins, di The Dark Knight pun Christopher Nolan mempertahankan nuansa kelam dari Gotham. Secara sinematografi, nuansa kelam itu berhasil ditangkap dengan mempertontonkan berbagai kekacauan karena tingkah laku Joker.

Dibanding film sebelumnya, Dark Knight memang nggak menampilkan visual yang sama kelamnya, namun dari cerita jauh lebih kelam. Sebagaimana yang dikatakan Alfred pada Bruce bahwa ada orang yang ingin melihat dunia hancur dan orang itu adalah Joker.

Ketika Joker menginginkan kekacauan, Bruce menginginkan keteraturan berdasarkan hukum. Oleh karena itu juga dia mendorong Batman untuk sampai ke batas antara menjadi seorang pahlawan atau vigilante.

Unsur paling kelam dalam The Dark Knight adalah bagaimana tindakan Joker membuat penonton mempertanyakan kemanusiaan. Dia ingin menghabisi Batman dan membuat Gotham berantakan.

Adegan bom di kapal feri berhasil dikemas begitu menegangkan sebagaimana salah satu kapal yang berisi ratusan orang bisa saja meledak dan menewaskan seluruh penumpang.

Cerita Solid

Cerita Solid

The Dark Knight menyajikan cerita yang solid dari awal sampai akhir. Berbeda dengan film sebelumnya, kali ini tempo terasa jauh lebih intens dengan adegan laga yang lebih banyak.

Hebatnya, adegan-adegan laga itu bukan hanya menjadi komoditas utama, melainkan punya porsi sama pentingnya dengan cerita yang mendukung. Cerita yang solid itu dilengkapi dengan penggambaran karakter yang mendalam.

Setiap karakter termasuk pendukung diberikan porsi untuk terlibat dalam plot utama. Bahkan karakter macam Alfred memberikan masukan pada Bruce tentang masa lalunya di Burma untuk diaplikasikan dalam membaca karakter Joker.

Ada juga Lucius yang membantu Batman dalam mengeksploitasi kemampuan sonar ponsel di seluruh Gotham ketika Joker menanam bom di dua kapal feri.

Selain cerita solid, film ini pun berhasil menyajikan kejutan yang bisa diprediksi tapi tetap mengemasnya dengan apik dan terasa realistis. Perubahan karakter Dent menjadi Two-Face pun terasa realistis dengan motif penggeraknya.

Pun dengan karakter Batman yang tetap dibuat manusiawi walau berkostum canggih dan harus berhadapan dengan musuh abadinya ditambah Two-Face.

Penampilan Sempurna Heath Ledger

Penampilan Sempurna Heath Ledger

Christian Bale bisa tampil menjadi Batman yang lebih gelap dan sedikit sadis tapi sorotan utama dari The Dark Knight layak ditujukan pada Heath Ledger. Ledger yang berperan sebagai Joker berhasil menampilkan penampilan yang sempurna. Joker yang gila, cerdik, manipulatif dan sadis berhasil dimanifestasikan oleh aktor asal Perth, Australia itu.

Puncak kegemilannya ada pada adegan interogasi Joker bersama Batman. Ekspresi dan nada bicaranya menunjukkan betapa dia bisa mengendalikan Batman. Cara Ledger berbicara, gestur, menjilati mulut sampai gerak-geriknya membuat kita percaya bahwa dia adalah Joker yang sadis. Bahasa tubuh dan dialognya sangat serasi.

Sebagaimana kehebatan Nolan dalam menciptakan pendalaman karakter, Joker di sini bukan hanya terasa sebagai penjahat, dia terasa seperti orang yang berhasil membawa Batman ke area abu-abu.

Dia membuat Batman terjebak antara mengikuti permainan dirinya atau akan muncul korban yang lain. Keseruan film ini mampu bertahan dalam durasi cukup panjang, yaitu 152 menit.

Dengan cerita yang solid dan adegan yang seru, dijamin film ini nggak akan terasa lama sama sekali. Terlebih apabila kita memperhatikan bagaimana penampilan terakhir Heath Ledger sebagai aktor.

Penggemar berat Batman pun pasti setuju bahwa inilah salah satu film Batman dan Joker terbaik. Apa kamu setuju juga? Bagikan pendapatmu di kolom komentar, yuk!

The Dark Knight
Rating: 
4.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram