Bacaterus / Review Film Asia / Sinopsis & Review Film The Captain (2019), Maut di Atas Langit

Sinopsis & Review Film The Captain (2019), Maut di Atas Langit

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Film ini menceritakan tentang pengalaman penumpang pesawat Airbus A319 milik maskapai Sichuan Airlines yang harus mendarat darurat akibat insiden mengerikan yang terjadi beribu-ribu meter di atas langit; membuat ratusan penumpang yang ada di dalam pesawat panik bukan main.

Sang kapten harus berjuang supaya semua pesawat bisa landau turun dan tidak menimbulkan korban jiwa. Saking bagusnya, dalam penayangan perdananya, film The Captain berhasil mengumpulkan keuntungan sebanyak 263 juta yuan dalam satu hari!

Total keuntungan yang diperoleh atas penayangannya di seluruh dunia mencakup 411 juta dolar. Keuntungan sebesar ini sudah bisa dipastikan berasal dari film bagus kan? Maka dari itu, kalian yang belum nonton film ini buruan deh buat jadi salah satu penontonnya!

Sinopsis

The Captain 2019 (Copy)

  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Drama, Thriller
  • Produksi: Bona Film Group Limited
  • Pemain: Hanyu Zhang, Hao Ou, Du Jiang
  • Sutradara: Andrew Lau

14 Maret 2018 menjadi hari yang paling dinantikan oleh seluruh 119 penumpang pesawat Sichuan Airlines dengan nomor penerbangan 8633 tujuan Chongqing menuju Lhasa. Banyak dari mereka merupakan anggota tur yang sudah lama sekali ingin ke Lhasa, ada juga yang pergi untuk mengunjungi sanak saudara, ingin berziarah dan lainnya.

Hari itu pun hari yang paling ditunggu oleh pilot junior bernama  Xu Yichen (Hao Ou) karena akhirnya dirinya bisa bekerjasama dengan pilot legendaris senior bernama Liu Changjian (Hanyu Zhang).

Kapten Liu dikenal dingin dan tidak ada yang berani padanya, namun Xu positif bisa dekat dengan pilot legend tersebut. Aksinya ini didukung oleh awak kru lain, mereka berharap penerbangan itu bisa membuat mereka lebih dekat satu dengan yang lain.

Apa yang mereka harapkan benar-benar terjadi meski harus melewati masa-masa sulit. Pesawat Sichuan Airlines yang belum lama lepas landas mengalami kejadian mengerikan dimana kaca jendela kokpit sebelah kanan tiba-tiba retak sesaat setelah pesawat dalam level cruising atau sekitar 32.000 kaki di atas pegunungan Tibet.

Retakan tersebut otomatis membuat Kapten Liu dan Xu bingung. Baru saja melaporkan ke ATC, kaca tersebut meledak dan pecah menghisap Xu setengah badan keluar dari pesawat.

Isi kokpit amburadul dihembus angin, dekompresi terjadi dan membuat seluruh isi kokpit terhisap keluar dari pesawat. Sichuan Airlines 8633 mulai mengalami turbulensi; awalnya pelan namun lama kelamaan menjadi sangat keras. Pilot ketiga yang berada di dalam kabin  beserta para pramugari mulai curiga karena turbulensi yang mereka rasakan jauh berbeda dengan turbulensi pada umumnya.

Pramugari senior lantas lalu mencoba mengetuk kokpit, namun nihil. Pintu kokpit tidak terbuka; sesaat kemudian pintu kokpit tiba-tiba terbuka dan isi kabin ikut terhisap membuat semua orang, barang, troli f&b terlempar ke seluruh sudut pesawat. Para penumpang tahu kalau mereka sedang dalam keadaan bahaya. Oksigen mulai menipis dan udara dingin mulai menyerang.

Kapten Liu berusaha sebisa mungkin untuk menerbangkan pesawat dengan satu tangan dalam kondisi manual, sedangkan tangan satunya menahan Xu supaya tidak terhisap keluar. Pilot ketiga yang berhasil masuk lantas membantu Xu untuk kembali masuk pesawat ketika burung besi itu mampu dikendalikan ke level lebih rendah. Kapten Liu lantas meminta bantuan ATC untuk mendarat.

Seperti jatuh tertimpa tangga, Kapten Liu tidak bisa mendarat karena mereka benar-benar di wilayah pegunungan, tidak ada daratan landai yang mampu menjadi jalur pendaratan darurat.

Belum lagi pesawat diminta untuk cruising di sekitar 3500 meter untuk tetap ‘selamat’, namun sayang pegunungan Tibet memiliki tinggi seribu meter lebih tinggi sehingga pesawat pun harus cari celah untuk tetap berada di ketinggian maksimum.

Setelah penuh drama penumpang yang ketakutan, salah satu pramugari pingsan, melewati badai, tersiram hujan es dan kejadian-kejadian mengerikan lainnya; pesawat Sichuan Airlines yang sempat hilang dari radar mampu mendarat darurat di Bandara Internasional Shuangliu, Chengdu. Baik awak kru dan penumpang selamat tanpa cidera yang sangat parah.

Diangkat dari Cerita Nyata

The Captain_Real_Event (Copy)

Cerita dalam film The Captain ini merupakan kejadian nyata yang dialami oleh pesawat Sichuan Airlines dengan nomor penerbangan 3U8633. Menurut keterangan sang pilot, ketika pesawat lepas landas, tidak selang berapa lama; kaca sebelah kanan bagian depan ruang pilot tiba-tiba retak dan pecah membuat pesawat kehilangan kesimbangan karena adanya perbedaan tekanan.

Kepiawaian sang pilot Sichuan Airlines yang bernama Liu Chuanjian dalam membawa pesawat dan menyelamatkan seluruh awak dan penumpang benar-benar jadi berita besar di seluruh dunia khususnya di China. Sebagai penghargaan, Liu Chuanjian menerima reward sebanyak lima juta yuan atau sekitar sebelas miliar apabila dirupiahkan. Liu juga mendapat gelar ‘Pahlawan Penerbangan Sipil China’.

Kejadian yang Jarang Terjadi

The Captain_Incident (Copy)

Saat saya menonton film The Captain, jujjur, saya jadi agak khawatir apabila nanti pesawat saya juga mengalami kejadian serupa. Saya sampai mencari tahu bagaimana dan apa penyebab pecahnya kaca jendela pesawat di beberapa situs dan akhrinya saya tahu kalau masalah tersebut adalah one of many freights in flying.

Retaknya kaca jendela pesawat sebenarnya hal yang paling dikhawatirkan dan menjadi perhatian para pilot dan teknisi. Kejadian ini bisa terjadi pada maskapai mana pun. Hal tersebut diakibatkan kelembaban dari layar kaca jendela pesawat. Perbedaan suhu yang ekstrem membuat kaca yang terlalu lembab mengalami tekanan berlebih dan akhirnya retak.

Hal di atas menjadi hal yang paling jarang terjadi kecuali jendela tertabrak burung atau tersambar petir. Ini disampaikan oleh Otoritas Penerbangan Sipil China (CAAC).

Meski demikian, pihak dari Airbus atau Boeing diminta untuk terus memperketat pemeriksaan kondisi pesawat sebelum produk mereka diluncurkan kepada maskapai. Pihak masakapi pun diminta untuk rutin memeriksa kondisi pesawat.

Karakter Hebat

The Captain_Liu (Copy)

Kalau ditanya siapa karakter hebat dalam film ini, sudah pasti saya akan mengatakan semua orang di dalam film tersebut merupakan karakter hebat.

Para penumpang yang saling mengingatkan penumpang lainnya yang ketakutan, para paramugari yang siap siaga bekerja menurut SOP meski dirinya terluka parah, Pilot dan para kru pilot lainnya yang tetap mencoba pesawat bisa terus terbang supaya seluruh penumpang bisa mendarat dengan selamat.

Namun kalau saya harus memilih satu saja, ya saya akan menjawab Kapten Liu. Mengapa? Karena dalam film, ia benar-benar berupaya supaya pesawat yang ia bawa tetap di bawah kendalinya, meski sempat ingin menyerah, Kapten Liu tetap pada prinsipnya untuk kembali pada keluarga yang menunggunya dan menyelamatkan nyawa 119 penumpangnya.

Quote Bagus

The Captain_Liu (Copy)

Banyak quote bagus yang ada dalam film ini. Salah satunya saat pramugari senior bernama Bi Nan (Yuan Quan) saat menenangkan seluruh penumpang yang ketakutan saat pesawat mulai hilang kendali.

Ladies and gentlemen, from pilot to flight attendant; each of us has been training day after day to ensure your safety, that’s why we are on the plane.

Please trust us. We’re professionally trained.

We will go home together.

Quote bagus lainnya juga saya dengar sesaat ketika mereka hendak boarding ke dalam pesawat. Salah satu pramugari menanyakan kepada pramugari senior mengapa beliau betah berlama-lama bekerja sebagai pramugari, dan Bi Nan mengatakan hal ini;

This job is to carry the safety of many people.

Sungguh, film tentang pesawat ini sangat bagus! Saya menontonnya berkali-kali karena selain hiburan dan perasaan tegang yang di dapat, banyak sekali pelajaran-pelajaran yang bisa diambil dari keseluruhan film The Captain.

Dijamin deh kalian engga kan menyesal dibawa ‘terbang’ oleh kapten Liu dalam pesawat Sichuan Airlines 8633! Untuk kalian yang sudah menonton, berapa besar skor yang layak untuk film ini? Tulis di kolom komentar ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *