bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Star Wars Episode II - Attack of the Clones

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 19 September 2021

Episode kedua dari Star Wars ini mengambil latar waktu 10 tahun setelah kejadian yang terjadi di The Phantom Menace. Di sini, Anakin Skywalker (Hayden Christensen) tumbuh menjadi remaja, dan dilatih sebagai Jedi oleh gurunya Master Obi-Wan Kenobi (Ewan McGregor).

Selain itu, Anakin juga memulai hubungan rahasia dengan Padme Amidala (Natalie Portman), meski usia keduanya terpaut lumayah jauh. Dalam Attack of the Clones, sebagian planet diceritakan memisahkan diri dari Republik Galactic, dan bergabung dengan Konfederasi Sistem Independen, yang dibentuk oleh seorang mantan Jedi Master bernama Count Dooku.

Galaksi pun di ambang perang saudara, Obi-Wan lalu mengungkap tentara tiruan yang melayani Republik, serta menyelidiki upaya pembunuhan misterius terhadap Padme Amidala.

Untuk yang belum menonton Star Wars Episode II - Attack of the Clones, simak dulu yuk review dan sinopsisnya berikut ini!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2002
  • Genre: Epic space-opera
  • Rumah produksi: Lucasfilm Ltd.
  • Sutradara: George Lucas
  • Pemeran utama: Ewan McGregor, Natalie Portman, Hayden Christensen, Ian McDiarmid, Samuel L. Jackson,Christopher Lee

Selepas pertempuran di Planet Naboo, Republik Galactic terancam akan adanya gerakan separatis, yang dibentuk oleh Count Dooku, seorang mantan Jedi Master. Senator Padme Amidala lalu berada di Coruscant untuk membentuk pasukan guna membantu para Jedi melawan ancaman tersebut.

Agar menghindari upaya pembunuhan, Padme saat ini berada di bawah perlindungan Obi-Wan Kenobi, dan muridnya Anakin Skywalker. Dewan Jedi kemudian menginstruksikan kepada Obi-Wan untuk menemukan para bounty hunter, sedangkan Anakin ditugaskan melindungi Padmé, dan mengantarnya kembali ke Naboo.

Di planet tersebut, keduanya saling jatuh cinta, meskipun ada kode etik Jedi yang melarang untuk memiliki ikatan. Pencarian Obi-Wan membawanya ke planet samudera misterius Kamino, di mana ia menemukan pasukan klon yang diproduksi untuk Republik dengan nama Sifo Dyas, seorang Jedi Master yang sudah meninggal.

Selain itu, ia juga menemukan seorang pemburu bayaran, Jango Fett, yang berperan sebagai templat genetik dalam menciptakan para pasukan klon. Jango mengatakan kepada Obi-Wan bahwa klon tersebut adalah ide dari seorang pria bernama Tyranus.

Dia kemudian mengikuti Jango dan putra tirinya, Boba, ke planet Geonosis. Sementara itu, Anakin merasa cemas dengan ibunya, Shmi Skywalker, yang ada di Planet Tatooine. Ia bersama Padme lalu berangkat ke sana untuk menyelamatkannya.

Sesampainya di sana, Watto mengungkapkan bahwa dia menjual Shmi ke seorang petani bernama Cliegg Lars, yang kemudian menikahinya. Cliegg memberi tahu Anakin bahwa dia telah diculik oleh Tusken Raiders. Anakin berkelana jauh, dan menemukannya di perkemahan Tusken. Sang ibu kemudian meninggal dalam pelukannya, Anakin yang marah selanjutnya membantai suku tersebut.

Setelah kejadian itu, Anakin menyatakan kepada Padmé bahwa dia akan selalu menemukan cara untuk mencegah kematian orang yang dia cintai. Pada saat itu, sisi gelap dari the force dalam dirinya mulai tumbuh, dan berkembang perlahan-lahan.

Dua Karakter Utama Terasa Kurang Solid

Dua Karakter Utama Terasa Kurang Solid

Natalie Portman kembali lagi memerankan karakter Padme Amidala, yang kini menjadi seorang senator. Di episode kedua Star Wars ini, dirinya masih tetap anggun berperan sebagai Padme. Meski aktingnya di film ini tidak terlalu istimewa, namun ia cukup baik memberikan sisi kharismatik dan mempesona dari karakter yang ia mainkan tersebut.

Selain itu, Hayden Christensen merupakan aktor yang telah dipilih untuk memerankan Anakin Skywalker dewasa. Di pundaknya ada beban tinggi untuk menunjukkan kompleksitas moral milik Anakin, dimana Jedi yang diramalkan sebagai “the chosen one” ini malah beralih ke sisi gelap dari the force. Peran awalnya sebagai Anakin dirasa kurang memuaskan karena eskpersi wajahnya dalam memainkan karakter tersebut terlalu sederhana.

Keduanya memang dikisahkan memiliki hubungan asmara, dan saling jatuh cinta. Akan tetapi, ikatan yang diperlihatkan oleh Christensen dan Portman sedikit terlalu kikuk. Beberapa dialog yang mereka ucapkan masih terdengar canggung, dan seperti kurang nyaman satu sama lain.

Meskipun begitu, kedua karakter ini adalah sosok yang sangat penting, dan menjadi cikal bakal dalam perjalanan saga Skywalker di dunia Star Wars. Walaupun terlihat sedikit canggung, momen kebersamaan diantara keduanya pun bukan berarti tidak menarik untuk diikuti.

Kedekatan Anakin dengan Padme, yang terhalang oleh kode etik Jedi, menjadi salah satu pemicu munculnya dark side di dalam dirinya. Karena hal itu, ia harus menyembunyikan hubungan asmaranya dengan Padme di depan para ksatria Jedi lainnya, bahkan dengan gurunya sekalipun, Obi-Wan.   

Dark Side Lebih Mengancam

Dark Side Lebih Mengancam

Star Wars: Episode II – Attack of the Clones merupakan salah satu film megah yang memiliki durasi panjang sekitar 2 jam 23 menit. Walaupun terbilang cukup panjang, film ini nampaknya benar-benar terasa hidup dan seru saat menuju babak terakhir. Secara khusus, kegembiraan dimulai dengan adanya pertarungan besar diantara Count Dooku melawan Jedi Master Yoda, yang cukup berkesan untuk ditonton.

Count Dooku, yang merupakan seorang pemberontak dan mantan Jedi, diperankan oleh aktor Christopher Lee. Karakter jahatnya itu hampir mirip fungsinya dengan sosok penyihir Saruman, yang ia perankan di film The Lord of the Rings, dimana ia terlihat penuh dengan tipu muslihat lewat sisi gelap yang menguasai dirinya.

Adegan pertarungannya bersama Yoda (Frank Oz) mirip seperti konfrontasi dengan Gandalf pada film tersebut Pada episode kali ini, Count Dooku alias Darth Tyranus adalah sosok yang cukup mengancam di Galaksi lewat aksi pemberontakan, dan perang saudara yang ia rencanakan.

Namun, ia tidak bergerak sendirian karena rencana jahanya itu selalu didukung oleh seorang Sith Lord yang berbahaya, dan ia merupakan Kaisar Tertinggi Palpatine, atau yang kita kenal dengan nama Darth Sidious. Selanjutnya, selama film ini berjalan kita bakal menemukan dua alur cerita yang terpisah, namun saling berhubungan satu sama lain, dan tetap menarik untuk diikuti.

Pertama, plot cerita berpusat pada upaya pembunuhan terhadap Padme, dan Anakin harus berada di sisinya untuk melindunginya. Di bagian lain, Obi-Wan pergi menyelidiki pasukan klon, dan bounty hunter bernama Jango Fett.

Sedikit Lebih Baik dari Episode Pertama

Sedikit Lebih Baik dari Episode Pertama

Film ini mengalami peningkatan yang cukup apik dari The Phantom Menace, dimana kita bisa melihat sajian visual sinematografi yang disuguhkan lebih baik jika dibandingkan dengan film pertama tersebut. Penggambaran ruang angkasa dengan suguhan kota-kota futuristik imajinatif masih tetap diperlihatkan sesuai dengan kapasitas teknologi CGI pada zamannya.

Selain itu, karakter Anakin Skywalker di sini pun telah menjadi dewasa, dan mengalami konflik batin yang cukup mendalam. Kita pun pada akhirnya bisa sedikit memahami hal-hal yang menjadi pemicu kenapa dirinya beralih ke dark side, dan menjadi seorang Darth Vader.

Di sisi lain, kekuatan dark side semakin kuat di galaksi dengan munculnya Kaisar Palpatine/Darth Sidious di Coruscant. Kehadirannya yang misterius membuat episode kedua ini jadi semakin menantang, sekaligus mengancam bagi kelangsungan eksistensi para Jedi, yang di dalamnya ada Obi-Wan Kenobi, Yoda, Mace Windu (Samuel L. Jackson), serta Jedi yang lainnya.

Meski bukan menjadi salah satu film Star Wars yang terbaik, Attack of the Clones masih merupakan angsuran yang tidak boleh terlupakan begitu saja. Attack of the Clones pun kemudian akhirnya menjadi sumber inspirasi dalam pembuatan serial animasi Star Wars: The Clone Wars, yang memiliki latar waktu diantara film ini, dan Star Wars Episode 3: Revenge of the Sith (2005).

Star Wars Episode II - Attack of the Clones
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram