bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Resident Evil: The Final Chapter (2016)

Ditulis oleh Jihan Fauziah - Diperbaharui 11 September 2021

Film Resident Evil: The Final Chapter adalah seri keenam dari rentetan film yang terinspirasi dari game berjudul sama. Film ini merupakan sekuel dari Resident Evil: Retribution yang tayang di tahun 2012 silam.

Kali ini, Paul W.S Anderson kembali menggandeng sang istri, Milla Jovovich untuk menjadi bintang utama dalam filmnya. Aktris Ali Larter dan aktor Shawn Roberts pun kembali muncul di film Resident Evil: The Final Chapter.

Dan pada pembahasan kali ini, Bacaterus akan mengajakmu untuk mengetahui perjuangan dari Alice yang masih belum selesai. Kira-kira, seperti apa filmnya? Yuk, simak langsung saja sinopsis dan review Resident Evil The Final Chapter di sini!

Sinopsis

review resident evil the final chapter 4
  • Tahun rilis: 2016
  • Genre: Action, Horror, Sci-Fi
  • Produksi: Screen Gems, Davis Films, Constantin Film
  • Sutradara: Paul W.S Anderson
  • Pemeran: Milla Jovovich, Ali Larter, Iain Glen, Shawn Roberts, Eoin Macken

Alice (Milla Jovovich) menyadari bahwa dirinya telah dikhianati oleh kloningan Albert Wesker (Shawn Roberts). Dari Washington DC, ia kemudian pergi menuju ke The Hive yang berada di Raccoon City. Sebelumnya, Alice telah diberitahu oleh The Red Queen (Ever Gabo Anderson), bahwa Umbrella Corporation sudah berhasil membuat anti-virus yang dapat menyebar melalui udara.

Anti-virus tersebut tentu saja bisa menyelamatkan nyawa manusia yang tersisa. Ia bekerja dengan cara membunuh semua zombie dan makhluk lainnya yang sudah terinfeksi T-Virus.

Sebelumnya, dalam film ini diceritakan pula bahwa T-Virus diciptakan oleh Dr. James Marcus (Mark Simpson), ayah dari seorang anak yang bernama Alicia Marcus. Di sini, dikisahkan bahwa T-Virus diciptakan Marcus untuk menyembuhkan penyakit progeria yang diidap sang putri.

Virus itu berhasil mengobati Alicia, namun malah membawa bencana bagi banyak orang di seluruh dunia. Virusnya mampu mengubah manusia menjadi zombie yang ganas.

Atas arahan dari Red Queen, Alice pergi menuju Raccoon City sendirian. Dalam perjalanannya, ia dicegat oleh pasukan dari Umbrella Corporation yang dikepalai kloningan Dr. Alexander Isaacs (Iain Glen). Isaacs sendiri adalah rekan dari Dr. James Marcus. Ia menghabisi nyawa Marcus dan berencana menghancurkan dunia dengan T-Virus, untuk membuat tatanan dunia yang baru.

Alice tentu saja berhasil kabur dari Isaacs dan pasukannya. Ia melarikan diri menuju Raccoon City dengan menggunakan motor milik Umbrella Corporation. Di sana, Alice bertemu dengan beberapa penyintas, di antaranya Doc (Eoin Macken), Abigail (Ruby Rose), Cobalt (Rola), Razor (Fraser James), Christian (William Levy), serta Claire Redfield (Ali Larter).

Mereka semua bekerjasama untuk melawan Isaacs yang membawa dua kendaraan lapis baja serta pasukan zombie yang sangat banyak. Setelah sempat kecolongan dan menyebabkan tempat persembunyian mereka dipenuhi zombie, Alice dan rekan-rekannya sempat berhasil menghalau Isaacs dan para zombie yang dibawanya.

Namun, hal tersebut hanya sementara. Masih banyak zombie yang harus mereka habisi. Sayangnya, amunisi dan persenjataan yang mereka buat sendiri sudah habis.

Waktu Alice untuk menuju ke The Hive semakin pun semakin menipis. Semua rekannya akhirnya mengikuti wanita ini menuju ke sarang Umbrella Corporation karena mereka tak punya pilihan lain.

Tentu, perjalanan mereka menuju The Hive tidaklah mudah. Bahkan, di tengah perjalanan, Alice dan para penyintas ini dihadang dan diserang oleh zombie dog alias cerberus yang dikerahkan Wesker.

Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke The Hive setelah Christian tewas diserang cerberus. Namun, ujian untuk Alice dan rekan-rekannya masih belum selesai juga. Bahkan, satu persatu dari rekan Alice meregang nyawa.

Belum cukup sampai di situ, Red Queen memberitahu Alice bahwa ada penyusup yang ditugaskan Umbrella Corporation di dalam kelompoknya. Kira-kira, apa yang akan terjadi pada mereka selanjutnya? Dan berhasilkah Alice menyelamatkan dunia dari kehancuran dengan merebut anti-virus? Saksikan kelanjutan kisahnya di Resident Evil: The Final Chapter.

Kesan Horor yang Terasa

review resident evil the final chapter 5

Tanpa kami duga, film ini mampu menimbulkan kesan horor dan menakutkan. Bisa dibilang, dalam hal ini, Resident Evil: The Final Chapter membuat kami ketakutan dengan beberapa jumpscare-nya.

Belum lagi, ada beberapa scene yang menampilkan Alice berjalan sendirian di tengah kegelapan. Tentu, scene-scene tersebut membuat kami ngeri dan kaget bukan kepalang saat melihat zombie yang muncul secara tiba-tiba.

Saat melihat scene seperti ini, kami menjadi teringat pada kesan horor yang ditinggalkan game Resident Evil terdahulu, seperti Resident Evil 3: Nemesis dan Resident Evil 2 yang terkenal menyeramkan.

Dalam film ini, ada beberapa scene yang berdarah-darah pula. Contohnya, ketika Alice memotong tangan Isaacs dengan sengaja, kemudian saat badan Abigail teriris oleh turbin yang memutar. Memang, gore yang ditampilkan di sini tak seganas di film lainnya. Meski begitu, adegan-adegan tersebut tetap bisa dibilang menyeramkan.

Penampilan zombie-zombie yang ada di film ini juga luar biasa. Khusus untuk zombie manusia, make-up-nya sudah lebih baik ketimbang di film Resident Evil: Retribution yang malah terkesan lucu. Zombie-zombie yang ada di sini tampak menyeramkan layaknya zombie yang ada dalam game Resident Evil.

Putri Jovovich-Anderson Ikut Berperan Dalam Film

review resident evil the final chapter 3

Seperti yang kita ketahui, Milla Jovovich dan sang sutradara, Paul W.S Anderson adalah pasangan suami-istri. Dalam film di lini keenam dari serial film Resident Evil ini, Anderson melibatkan putrinya, Ever Gabo Anderson untuk ikut berperan.

Ya, Ever Gabo Anderson memerankan dua tokoh sekaligus dalam film Resident Evil: The Final Chapter. Yang pertama, ia berperan sebagai The Red Queen, artificial intelligence berupa anak perempuan yang diciptakan Umbrella Corporation. Kedua, Ever Gabo Anderson memerankan tokoh Alicia Marcus yang tak lain dan tak bukan adalah putri dari Dr. James Marcus.

Kontradiktif dengan Cerita Film Sebelumnya

review resident evil the final chapter 1

Tahukah kamu, di film Resident Evil: The Final Chapter, kita akan mendengar Alice mengisahkan bahwa T-Virus yang membuat semua orang di dunia berubah menjadi zombie ganas, merupakan virus ciptaan Dr. James Marcus yang digunakan untuk menyelamatkan putrinya serta banyak orang lainnya yang terkena penyakit.

Tetapi ternyata, apa yang dikisahkan Alice di menit-menit awal film ini sangat kontradiktif dengan cerita sebelumnya yang pernah disampaikan di film Resident Evil: Apocalypse (2004). Dalam film tersebut, diceritakan bahwa T-Virus diciptakan oleh Dr. Ashford untuk sang putri, Angie Ashford.

Terjadi Kecelakaan Saat Proses Produksi Film

Sinopsis & Review Resident Evil: The Final Chapter (2016) 5

Tak disangka, ternyata proses produksi film ini menyebabkan salah seorang stuntwoman-nya cedera. Ya, perempuan tersebut bernama Olivia Jackson. Olivia cedera ketika sedang melakukan adegan naik motor dengan kecepatan tinggi. Jackson menabrak crane kamera saat itu.

Kecelakaan tersebut membuat tulang dan wajah Jackson hancur. Selain itu, ia juga harus rela kehilangan tangannya yang menjadi lumpuh. Ia juga mengalami cedera parah di beberapa bagian tubuh lainnya.

Meski bukan menjadi film Resident Evil yang terbaik, Resident Evil: The Final Chapter mampu meraih box office hingga 312 juta dolar. Film ini menggeser posisi Resident Evil: Afterlife yang sebelumnya menjadi film Resident Evil dengan box office tertinggi, yakni sekitar 300 juta dolar.

Lalu, apakah film ini layak untuk dijadikan tontonan? Jawabannya, tergantung. Jika kamu memang menyukai serial film Resident Evil yang digarap Anderson, maka kamu tak boleh melewatkan film ini.

Sampai di sini pembahasan kami tentang sinopsis dan review Resident Evil: The Final Chapter. Kalau kamu sudah menonton filmnya, yuk bagikan pendapatmu dengan pembaca lainnya di kolom komentar yang ada di bawah!

Resident Evil: The Final Chapter
Rating: 
3.3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram