Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review Rango (2011), Animasi Cowboy Seru!

Sinopsis dan Review Rango (2011), Animasi Cowboy Seru!

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Rango adalah seekor bunglon peliharaan yang terdampar di sebuah kota bernama Dirt karena sebuah kecelakaan di jalan raya, dimana dia menjadi sheriff dan berhasil membongkar konspirasi licik dari sang walikota.

Johnny Depp kembali bekerja sama dengan sutradara Gore Verbinski setelah kesuksesan Pirates of the Caribbean dalam film peraih Oscar di kategori Best Animated Film ini.

Rango berhasil memutus dominasi Pixar sebagai juara langganan di kategori film animasi, setelah sebelumnya pernah juga dilakukan oleh Happy Feet di tahun 2006.

Sebagai film animasi yang biasanya ramah untuk anak kecil, Rango sedikit berbeda karena mengusung tema yang sedikit kelam dan jalan cerita yang cukup membuat otak harus berpikir lumayan keras.

Tapi meski begitu, ternyata film ini disukai oleh semua kalangan, baik anak kecil dan orang tuanya yang dibuktikan dengan raihan box-office sebesar $123 juta di Amerika saja.

Lalu apa saja yang menjadi kelebihan film ini dan keunikan yang membedakannya dengan film animasi lainnya? Simak ulasan kami tentang film yang sekarang sudah bisa disimak di layar Netflix ini.

Sinopsis

Review Rango (2011)

  • Tahun: 2011
  • Genre: Adventure / Animation / Comedy / Family / Western
  • Produksi: Nickelodeon Movies, Blind Wink Productions, GK Films, Industrial Light & Magic
  • Sutradara: Gore Verbinski
  • Pemeran: Johnny Depp, Isla Fisher, Abigail Breslin

Seekor bunglon bernama Rango (Johnny Depp) yang hidup di sebuah akuarium terlempar keluar dari mobil yang dikendarai oleh pemiliknya dan terdampar di tengah gurun Mojave di Nevada yang panas.

Setelah dia menemukan penyebab kecelakaan itu, seekor armadillo yang hendak menyeberang jalan, Rango kemudian menuju sebuah kota yang ditunjuk oleh armadillo tersebut.

Dalam perjalanan, dia hampir saja jadi mangsa seekor elang sebelum akhirnya bertemu dengan Beans (Isla Fisher), seekor iguana gurun yang berusaha mencari air untuk kotanya yang kekeringan. Beans membawa Rango ke Dirt, sebuah kota dengan gaya Old West yang dihuni oleh hewan-hewan dengan hidup ala cowboy.

Rango memperkenalkan diri sebagai petualang yang tangguh yang kemudian ditantang adu tembak. Lawan yang dihadapinya mendadak kabur karena kedatangan elang yang sedang mencari mangsa.

Rango langsung menjadi buruannya dan tidak sengaja membunuh elang tersebut karena menembak tali pengikat menara air kering yang kemudian menimpa elang tersebut.

Warga kota mengelu-elukannya dan kemudian dia diangkat menjadi sheriff baru oleh walikota. Tetapi, dengan kematian elang, warga khawatir Rattlesnake Jake, ular yang jago menembak, akan muncul kembali.

Kota yang dalam kemarau panjang dan kekurangan air, menjadi perhatian tersendiri baginya, terutama karena permintaan Beans dan janjinya kepada Priscilla (Abigail Breslin), sang tikus kaktus.

Ketika sedang menyelidiki, Rango tidak sengaja memberi jalan bagi sekelompok perampok bank yang akan mencuri persediaan air. Keesokannya warga heboh karena botol air raksasa di bank telah dicuri.

Rango segera membentuk tim pencari, dan menemukan mayat pemilik bank yang tewas karena tenggelam. Keanehan semakin memuncak dan pencarian mereka sampai kepada markas kelompok perampok itu.

Mereka berusaha untuk mengambil kembali botol air dan menangkap kawanan perampok itu, meski mereka harus bertempur terlebih dahulu. Ternyata, botol air itu kosong dan ditemukan oleh kawanan perampok itu dalam keadaan kosong. Meski begitu, Rango dan timnya tetap membawa kawanan perampok ke kota untuk dihukum.

Rango menaruh curiga kepada walikota dan berusaha untuk mendapat pernyataan darinya. Walikota yang merasa terancam, mengundang Rattlesnake Jake untuk menghabiskan Rango.

Tetapi Rattlesnake Jake malah membuka kedok Rango yang telah berbohong kepada warga. Rango akhirnya memilih pergi dari Dirt dan kembali menuju jalan raya dimana dia bertemu dengan Spirit of the West.

Ternyata dia adalah Man with No Name yang dengan bijaknya menasehati Rango untuk kembali ke Dirt dan menolong warganya dari kesusahan yang menimpa mereka dan menuntaskan misinya untuk menemukan konspirasi pencurian air.

Dengan bantuan petunjuk sekelompok yucca, Rango menemukan bukti manipulasi walikota dalam kekeringan yang menimpa kotanya demi kepentingan pribadinya.

Rango berhadapan lagi dengan Jake sebagai pengalihan agar kawanan yucca bisa membuka jalan air menuju kota. Air berhasil dialirkan ke kota dengan sangat deras.

Walikota menyekap Beans dan Rango ke dalam botol air besar yang terisi air sedikit demi sedikit. Lalu walikota bermaksud membunuh Jake karena dianggap cara hidupnya tidak sesuai lagi dengan zaman ini.

Tapi sayang, pistol yang hendak ditembakkan, pelurunya sudah diambil Rango dan digunakan untuk memecahkan botol air besar yang mengurungnya. Jake memberikan penghormatan kepada Rango atas kemampuannya dan membawa pergi walikota bersamanya. Warga kota bergembira dengan adanya air kembali dan menjadikan Rango sebagai pahlawan.

Animasi yang Unik

Animasi yang Unik

Bagi sebuah film animasi, gambar yang menarik dan karakter yang disukai oleh anak kecil adalah kunci bagi sebuah kesuksesan. Tetapi berbeda sedikit dengan Rango.

Secara kualitas, tidak ada yang meragukan animasi yang halus dan rapih karya ILM (Industrial Light & Magic) ini, yang membedakan adalah para karakternya tidak ada yang enak untuk dipandang, terutama bagi anak kecil, meski tetap lucu.

Bahkan ada karakter yang bisa membuat anak kecil ketakutan, yaitu Rattlesnake Jake yang memang sangat seram, ganas dan licik. Bagaimana kita bisa tahu sifat para karakter ini? Perlu diketahui, kehandalan tim animasi ILM mampu menampilkan ekspresi yang tergambar dengan sangat baik pada mimik wajah dan gestur tubuh para karakternya.

Tampaknya ILM bisa menjadi pesaing baru bagi Pixar dalam kedigjayaannya di dunia animasi, setelah sebelumnya ada DreamWorks dan Blue Sky Studios.

Persaingan untuk merebut hati penonton anak-anak semakin sengit saja, apalagi dengan hadirnya studio animasi lainnya yang juga mengusung tema dan animasi yang menarik. Tapi sejauh ini, Pixar tetaplah masih yang paling teratas.

Tema Film yang Membutuhkan Banyak Referensi

Tema Film yang Membutuhkan Banyak Referensi

Rango yang mengusung tema western dan cowboy memang akan mengembalikan nostalgia tentang kejayaan film-film bergenre western tersebut. Mengingat sudah sangat jarang film western yang diproduksi belakangan ini, tentu saja yang dijadikan referensi adalah film-film di era keemasan cowboy, seperti Dollars Trilogy yang dibintangi oleh Clint Eastwood.

Uniknya, karakter Man with No Name dihadirkan dalam sebuah adegan. Hanya saja pengisi suaranya bukanlah Clint Eastwood, melainkan Timothy Olyphant yang meniru aksen karakter cowboy populer itu.

Mungkin bagi anak kecil yang menonton Rango, mereka tidak paham siapa karakter itu dan referensi dari film apa saja yang ditampilkan, tapi pasti bisa membuat para orang tuanya tersenyum senang.

Animasi Kualitas Oscar

Animasi Kualitas Oscar

Rango berhasil membuktikan kualitasnya di berbagai ajang penghargaan film bergengsi. Berhasil meraih predikat sebagai Best Animated Film di Academy Awards dan BAFTA, hanya saja gagal di Golden Globe dan hanya duduk sebagai nominator.

Selain itu, secara pendapatan, film ini berhasil masuk jajaran box-office dengan $245 juta untuk peredaran secara global dari bujet sebesar $135 juta. Meski berhasil meraih penghargaan, penghasilan tinggi, dan review positif dari para kritikus film, tetap saja ada komentar negatif tentang kesuksesan film ini.

Salah satunya adalah karena di tahun 2011 persaingan film animasi tidak ketat dengan Pixar dan DreamWorks hanya melanjutkan proyek sequel mereka saja, yaitu Cars dan Kung Fu Panda, tanpa memberikan gebrakan sebuah film baru.

Selain itu, karena ada beberapa adegan merokok di dalam film ini, beberapa organisasi anti-rokok mengajukan petisi agar rating film ini diubah dari PG menjadi R kepada Motion Picture Association of America.

Pada akhirnya, tidak ada yang berubah karena petisi itu. Adegan merokok tetap ada dan rating film tetap pada PG yang aman untuk ditonton oleh seluruh anggota keluarga.

Pada akhirnya, Rango adalah sebuah film dengan cerita yang cerdas, animasi yang sangat baik (perhatikan gambar padang pasir dan air yang tampak terlihat nyata), dan kehandalan para pengisi suaranya dalam menghidupkan karakter mereka, terutama bagi Johnny Depp sebagai Rango yang awalnya “halu” dan berakhir sebagai hero.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *