bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Raise Your Voice, Kembalinya Suara Manis

Setelah sukses membintangi beberapa film laris seperti film Cadet Kelly, The Cheaper By The Dozen, Agent Cody Banks dan A Cinderella Story, kinin si cantik Hilary Duff kembali hadir dalam film Raise Your Voice. Film yang disutradarai oleh Sean McNamara ini tayang di tahun 2004 silam. Keuntungan yang diperoleh dari seluruh penayangannya di bioskop sekitar $14,8 juta.

Film Raise Your Voice sendiri menceritakan tentang perjalanan seorang gadis SMA yang ingin sekali melanjutkan pendidikannya di bidang musik namun ditentang oleh sang Ayah. Meski demikian, gadis ini tidak patah semangat. Meski banyak kejadian buruk menimpa hidupnya, ia berusaha bangkit dan akhirnya sukses berkarya dalam musik.

Sinopsis

Raise Your Voice_Poster (Copy)

Teresa Fletcher (Hilary Duff) atau yang dikenal dengan Terry adalah gadis remaja yang suka sekali dengan musik. Ia bahkan mengikuti banyak kegiatan musik seperti paduan suara di gereja bahkan di sekolahnya sekalipun. Intinya, hidup dia adalah musik. Namun passionnya ini tidak didukung penuh oleh Ayahnya yang strict, Simon (David Keith). 

Orang-orang yang mendukung Terry adalah Ibunya, Francis (Rita Wilson), bibinya, Nina (Rebecca De Mornay) dan kakak lelakinya Paul (Jason Ritter). Paul sangat mensupport adiknya itu. Ia sangat sayang sekali dengan Terry.

Suatu kali, setelah libur panjang sekolah dan kelulusan Paul, keluarganya mengadakan pesta namun berakhir buruk karena Paul mengetahui kalau Ayahnya itu melarang Terry pergi untuk ikut program musik di sekolah musik Bristol-Hillman.

Paul tidak suka dengan keputusan Ayahnya yang menahan semua orang untuk tetap tinggal bersamanya, itu tindakan egois. Itu kenapa Paul ingin sekali adiknya, Terry, bisa untuk pergi ke program musik musim panas di Bristol-Hillman. Akhirnya Paul mengirimkan application yang berisi video kompilasi Terry menyanyi untuk ikut bergabung di sekolah musik tersebut.

Malam harinya, Terry mengucapkan selamat atas kelulusan Paul dan memberikannya hadiah tiket konser band Three Days Grace yang sangat mereka berdua sukai. Namun akibat perang dengan Ayah mereka sebelumnya, Paul dihukum tidak bisa keluar, namun setelah bernegosiasi dengan Terry akhirnya Paul mau untuk diajak mengendap-endap untuk kabur ke konser.

Terry dan Paul menghabiskan malam bersama. Mereka bernyanyi sepuasnya di konser. Belum lagi Paul memberikan pengalaman menyenangkan dimana Terry bisa bersalaman dan diarak oleh semua penonton konser layaknya penyanyi. Saat hendak pulang, rasa bahagia Terry musnah. Mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan hingga merenggut nyawa Paul.

Hari-hari setelah kematian Paul jadi makin kelabu. Keadaan di rumah jadi makin sepi dan tidak ada komunikasi baik antara semua keluarga. Simon dan Francis sedih bukan main. Hal ini membuat Simon semakin menjaga anaknya yang tinggal satu-satunya, Terry, untuk tetap aman tidak kemana-mana alias dikurung total di kota.

Terry merasa bersalah atas mendiang kakaknya. Terry terpukul, ia bahkan ingin berhenti bernyanyi. Surat balasan penerimaan mahasiswa dari Bristol-Hillman pun ia acuhkan sama sekali. Terry hanya ingin berhenti melakukan apa yang ia suka. Namun Ibunya dan Bibinya tak berpendapat sama, mereka ingin Terry maju terus melakukan apa yang ia suka.

Akhirnya Ibu dan Bibinya juga Terry sendiri merancang satu hal besar tanpa diketahui oleh Simon. Mereka berdua mengirim Terry ke Los Angeles untuk pergi ke program musik, namun Ibu dan Bibi Terry mengatakan bahwa Terry akan bersama dengan Bibinya selama bulan Agustus. Waktu yang sama untuk masuk program musik di Los Angeles.

Pergilah Terry ke Los Angeles, sesampainya disana ia langsung melakukan telekonferensi dengan Bibinya supaya Ayahnya percaya kalau Terry bersama adiknya itu di Palm Desert.

Keesokan paginya, penyambutan mahasiswa baru dimulai. Terry bertemu dengan seorang pria bernama Jay (Oliver James) dan teman sekamarnya yang semalam Terry ganggu karena datang ke kamar malam sekali bernama Denise (Dana Davis).

Selama di sekolah musik, suara Terry tidak bisa keluar sepenuhnya. Hal ini lantas ditanyakan oleh Mr. Torvald (John Corbett), guru musik Terry, mengapa Terry berbeda dengan gadis yang ia lihat di dalam DVD.

Terry bingung apa maksudnya, lantas Mr. Torvald memperlihatkan DVD yang dikirim oleh Paul sebelumnya. Melihat itu, Terry histeris bukan main, ia menjadi merasa bersalah lagi dan ingin pulang saja namun Jay mencoba membujuk dan menghiburnya. 

Jay berhasil melakukannya dan membuat Terry bertahan. Ia bahkan mulai mencuri perhatian banyak orang, khususnya si gadis jahat bernama Robin (Lauren C. Mayhew) yang doyan sekali bikin hari-hari Terry jadi badmood.

Bukan hanya bisa mengalahkan Robin saja, Terry juga berhasil membuat circle pertemanan baru yang tidak toxic. Selain Jay, Terry juga berkenalan dengan Sloane (Kat Dennings) dan Kiwi (Johnny Lewis).

Satu hari Simon nekat menyusul ke Palm Desert untuk bertemu dengan anaknya. Bibi Terry lantas menelepon Terry untuk bisa datang ke kediamannya. Terry panik bukan main. Ia khawatir Ayahnya akan tahu dan semuanya selesai sia-sia.

Beruntung Terry bisa datang tepat waktu bersamaan dengan Ayahnya di Palm Desert sehingga semuanya terkendali dan Terry bisa kembali ke Los Angeles juga untuk hang out bersama semua teman-temannya.

Hubungan Terry dan Jay semakin dekat, namun satu malam, saat Terry dan Jay akan pentas di sebuah klub, trauma Terry kembali; ia selalu takut melihat lampu sorot karena teringat akan kecelakaan yang merenggut nyawa kakaknya.

Terry jadi kesal karena dirinya tidak bisa menjadi Terry yang dulu. Ditambah tugas menyanyi Solo-nya yang semakin menambah beban pikiran Terry. Tak berhenti sampai disitu, Robin bikin ulah dengan mencium Jay yang akhirnya buat Terry salah paham.

Masalah akhirnya meredam. Terry mendapatkan penjelasan dari Jay dan mereka berdamai dan semua hal menjadi lebih baik. Mereka meneruskan lagu yang mereka buat untuk ditampilkan di pertunjukan akhir.

Sialnya, begitu dirasa masalah selesai, Simon mengetahui kenyataan mengenai Terry yang pergi ke Los Angeles untuk sekolah musik. Simon kecewa berat dengan istrinya dan Nina, adiknya. Ia akhirnya pergi menjemput Terry di Los Angeles.

Hal itu bertepatan dengan tampilnya Terry di pertunjukan akhir program musik. Awalnya Simon ingin langsung menyeret Terry, namun begitu melihat anaknya di atas panggung dan bahagia, hati Simon luluh.

Alih-alih marah, Simon malah mendukung apa yang dilakukan anak gadisnya itu. Meski Terry tidak dapat beasiswa karena dikalahkan oleh Denise yang lebih membutuhkan, Terry sudah cukup bahagia, dia bisa bermain musik yang akhirnya didukung oleh Ayahnya.

Hilary Duff

Raise Your Voice_Hilary Duff (Copy)

Rasanya semua film Hilary Duff di rentang tahun 2000-an tidak pernah ada yang failed ya? Semuanya bagus dan sarat pesan. Dalam film Raise Your Voice juga, Hilary sukses memerankan tokoh Terry yang bergelut dalam rasa bersalah sekaligus maju untuk bangkit dari keterpurukannya setelah meninggalnya sang kakak yang ia sayang.

Belum lagi peran Terry dalam film rasanya menggambarkan masalah yang kerap dihadapi oleh kebanyakan teenagers di usianya. Namun demikian, karakter Hilary yang selalu saja jadi gadis SMA membuat Hilary jadi stuck tidak cocok memerankan karakter lain.

Padahal Hilary aktingnya bagus dan mumpuni memerankan banyak peran. Sayang sekali kalau Hilary selalu memerankan peran gadis SMA terus menerus.

Ending yang Cilché

Raise Your Voice_Ending (copy)

Satu hal yang membuat film ini agak anjlok yaitu endingnya yang mudah sekali ditebak. Kebohongan Terry terbongkar, Ayahnya ngamuk dan menyalahkan siapapun yang ada dibelakang Terry lantas ingin menyeret Terry namun hatinya terketuk saat melihat anaknya kembali bersinar. Plot yang cliché kan?

Belum lagi ditambah pemenang dari beasiswa Bristol-Hillman jatuh kepada teman Terry yang memang dari awal membutuhkannya. Padahal plot cerita yang disajikan dari awal hingga pertengahan sudah lumayan seru dan asyik untuk diikuti. Namun begitu masuk ending, hmmm… Entah kenapa rasanya ada yang kurang. 

Soundtrack Laris Manis

Raise Your Voice_Soundtrack (Copy)

Selain melahirkan cerita yang lumayan bagus, film ini juga membuat banyak lagu soundtracknya jadi cukup terkenal meski kebanyakan yang menyanyi, ya si Hilary Duff sendiri. Sebut saja “Fly”, “Jericho” dan  “Someone’s Watching Over Me”.

Komposer musik film ini juga pas sekali menaruh lagu-lagu tersebut di dalam beberapa scene yang ngena banget. Salah satunya saat Terry yang gugup dan masih ingat trauma masa lalunya kembali berani menyanyi lagu "Someone’s Watching Over Me" karena ia tahu kakaknya akan terus 'ada' untuk terus mendukungnya.

Pastikan kalian juga menonton film-film dari Hilary Duff yang lainnya juga dan mendengarkan soundtrack yang Hillary nyanyikan di setiap film yang ia mainkan. Dijamin bakal suka deh! Bacaterus memberi skor 2,8 untuk film Hilary Duff kali ini. Buat kalian yang juga sudah menonton film ini apakah akan memberikan skor yang sama untuk Raise Your Voice?

Raise Your Voice
Rating: 
2.8/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram