bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Night School, Film Komedi Kevin Hart

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 1 Juni 2021

Night School merupakan film komedi yang dibintangi oleh Kevin Hart yang dikenal sebagai seorang stand-up comedian dan aktor. Di sini, ia berperan sebagai pria dewasa bernama Teddy Walker yang mengikuti sekolah malam untuk mendapatkan ijazah SMA. Selain memerankan karakter Teddy, Ia juga diketahui turut memproduseri film yang satu ini.

Pada review aggregator Rotten Tomatoes, film ini meraih rating 26% berdasarkan dari 134 ulasan, dan mendapatkan nilai 4.32 / 10. Di sisi pendapatan filmnya, Night School meraup lebih dari 103 juta dollar di seluruh dunia dari anggaran produksi sebanyak 28 juta dollar.

Sinopsis

Night School
  • Tahun rilis: 2018
  • Genre: Komedi
  • Rumah produksi: HartBeat Productions dan Will Packer Productions
  • Sutradara: Malcolm D. Lee
  • Pemeran Utama: Kevin Hart, Tiffany Haddish, Rob Riggle, Taran Killam, dan Romany Malco

Saat berada di masa-masa SMA, Teddy Walker adalah seorang siswa yang pemalas, dan bodoh di semua mata pelajaran. Ia pun pada akhirnya mesti keluar dari sekolahnya karena gagal berkonsentrasi ketika menghadapi ujian.

Beberapa tahun kemudian ketika ia dewasa, Teddy sukses menjadi seorang sales dengan menjual alat pemanggang barbekyu. Ia memiliki kehidupan yang layak dengan mempunyai mobil mewah, serta mempunyai pacar cantik, dan kaya raya bernama Lisa.

Suatu hari, manajernya mewariskan toko pemanggang barbekyu kepadanya karena reputasinya sebagai seorang sales yang sukses. Karena hal itu, Teddy pun mengajak Lisa makan malam di toko tempatnya bekerja, dan ingin melamar kekasihnya itu di tempat tersebut.

Saat Tedy ingin membuka sampanye, tutup botol minumannya itu malah terlempar mengenai regulator tabung gas. Alhasil, Toko pun meledak seketika dan membuat Teddy terhempas keluar dan mengenai kaca mobil. Akibat kejadian itu Teddy dipecat dari pekerjaannya dan berusaha untuk memulai hidup yang baru.

Namun sialnya, ia tidak memiliki ijazah SMA karena tidak lulus sekolah, dan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Sahabatnya, Marvin, lalu menyarankan kepada Teddy untuk mengambil sekolah malam dan mengikuti Tes Pengembangan Pendidikan Umum (GED) agar bisa mendapatkan ijazah.

Teddy pun pergi ke sekolah lamanya dan yakin bahwa ia bisa lulus untuk kali ini. Namun, ia kaget melihat kepala sekolah yang baru ternyata adalah Stewart, teman sekolahnya dulu yang sering ia ejek. Ia kemudian bertemu dengan guru yang akan mengajarnya, yakni seorang perempuan tegas bernama Carrie.

Di dalam kelas malam tersebut, Teddy bertemu dengan Mackenzie, Jaylen, Theresa, Luis, dan Mila yang sama-sama ingin mendapatkan ijazah SMA. Mereka kemudian nantinya menjadi teman kelas dari Teddy, dan saling membantu dalam menyelesaikan ujian.

Selain itu, Teddy juga berbohong kepada Lisa bahwa dirinya telah mendapatkan pekerjaan yang baru. Padahal, ia mengikuti kelas malam sembari bekerja di sebuah restoran cepat saji untuk tetap bisa mendapatkan uang.

Ketika waktu ujian akan dilaksanakan, Teddy malah mengajak teman-temannya untuk mencuri jawaban ujian tersebut. Mereka pun ketahuan, dan Teddy dikeluarkan dari sekolah malam karena menjadi dalang aksi curang tersebut.

Teddy kemudian menemui Carrie dan meminta maaf dengan tulus kepadanya atas tindakan konyolnya itu. Carrie pun memaafkannya, dan membawa Teddy untuk ikut kelas malam lagi. Sang guru pun mencoba menguji kemampuan belajar dari Teddy, dan ia melihat bahwa muridnya itu menderita menderita disleksia, diskalkulia, hingga sulit untuk berkonsentrasi.

Akhirnya Carrie pun mempunyai metode belajar yang efektif untuk diterapkan kepada murid bandelnya itu. Teddy bersama teman-temannya kembali belajar lagi dengan semangat. Tapi, Teddy mau tidak mau harus berkata jujur kepada Lisa tentang kondisi sebenarnya yang terjadi pada dirinya.

Sajian Komedinya Kurang Maksimal

Sajian Komedinya Kurang Maksimal

Di film ini, Kevin Hart beradu akting dengan seorang aktris sekaligus komedian, Tiffany Haddish, yang berperan sebagai Carrie. Sajian komedi yang dihadirkan keduanya pun cukup cermat dalam menciptakan gelak tawa penonton.

Night School memang menjanjikan tontonan lucu lewat lelucon-lelucon yang disuguhkan oleh Kevin Hart, dan pemeran lainnya. Kita yang menontonnya akan diajak untuk tertawa ringan saat mendengar dialog kocak dan beberapa adegan konyol dalam film ini.

Tapi, semua kelucuan tersebut tidak terlalu menimbulkan kesan yang spesial. Lelucon yang muncul mungkin terdengar menggelikan, namun tidak mudah diingat, dan terlupakan begitu saja. Night School berusaha membawa perasaan kelucuan kepada penonton, tapi tidak dirangkai dengan baik dalam proses penceritaannya.

Kevin Hart tentunya menjadi pusat kelucuan dalam film ini. Apalagi, jika ia harus berada dalam satu scene dengan Tiffany Haddish. Dialog-dialog yang dilontarkan nampak lucu untuk didengar, dan melihat ekspresi keduanya ketika bertengkar, serta beradu argumen menambah nilai kocak dalam film Night School ini.

Akan tetapi, lagi-lagi adegan tersebut hanya lucu di momen itu saja. Terkadang, tidak ada momen jenaka yang berkesinambungan dari satu adegan ke adegan lainnya. Bukan berarti film ini harus kocak setiap menitnya, namun ketika momen-momen itu berganti ke adegan lainnya, maka kelucuan yang sudah dibangun sebelumnya pun langsung hilang terlupakan.

Film berdurasi 111 menit ini menawarkan lelucon-lelucon yang mudah untuk dicerna, namun juga ada beberapa bagian yang terkesan sulit dimengerti. Selain itu, karakter Teddy saat berbicara mirip dengan Kevin Hart itu sendiri yang suka berbicara banyak dan tidak bisa diam.

Oleh karena itu, di beberapa adegan kita sedikit sulit membedakan apakah Kevin berperan sebagai dirinya, atau memainkan peran sebagai Teddy. Kevin nampaknya ingin mengembangkan karakter Teddy, tapi ia seolah terjebak ke dalam sifat karakternya sendiri yang cerewet. Meski begitu, kedua hal tersebut sama-sama bisa membuat penonton tertawa, padahal sebenarnya mereka bukanlah karakter yang serupa.

Karakter Pendukung Cukup Menunjang, Meski Tidak Terlalu Lucu

Karakter Pendukung Cukup Menunjang, Meski Tidak Terlalu Lucu

Selain berfokus pada dua sosok utama di atas, pemeran lainnya yang menjadi teman sekelas Teddy tampil cukup baik meski tidak terlalu menimbulkan gelak tawa yang lepas. Karakter-karakter tersebut dimainkan oleh Rob Riggle (Mackenzie), Romany Malco (Jaylen), Al Madrigal (Luis), Mary Lynn Rajskub (Theresa), dan Anne Winters (Mila).

Mereka diperlihatkan memiliki masalah sosial dan pribadinya masing-masing. Masalah mereka mulai dari persoalan ras, kehidupan rumah tangga, hubungan ayah dan anak hingga permasalahan remaja kemudian dicoba diramu menjadi dark jokes dalam film ini. Namun sayangnya semuanya itu kurang mengena sama sekali, dan mungkin bisa dibilang menjadi percobaan yang gagal serta kurang maksimal.

Night School memang menyajikan sebuah film komedi dengan premis yang sederhana. Lelucon-lelucon yang disuguhkan pun ringan, meski tidak terlalu maksimal juga dalam penyajian dan penerapannya. Harus diakui juga bahwa film ini masih tetap menghibur untuk ditonton, dan ada beberapa adegan serta dialog yang rasanya bisa membuat kalian tertawa.

Hal yang patut disayangkan adalah kurangnya mengeksplorasi sisi jenaka dari Tiffany Haddish itu sendiri. Dilihat dari cara bicara dan gayanya, komedian perempuan ini mestinya diberikan waktu tampil yang lebih banyak di Night School.

Namun pada akhirnya, pemain-pemain yang terlibat dalam film ini setidaknya sudah cukup memberikan sisi jenakanya masing-masing lewat karakter yang dimainkannya. Namun sekali lagi, Night School menjadi film komedi biasa saja dari Kevin Hart, dan film ini pun cukup dinikmati sekilas untuk sekali tonton.

Film Komedi yang Kurang Apik dari Malcolm D. Lee

Film Komedi yang Kurang Apik dari Malcolm D. Lee

Sutradara Malcolm D. Lee dikenal karena kerap membuat film-film bertemakan komedi, mulai dari Scary Movie 5, Undercover Brother, The Best Man, Roll Bounce, hingga Welcome Home Roscoe Jenkins. Pria yang sekarang berusia 50 tahun ini berprofesi juga sebagai seorang produser, dan penulis skenario.

Di tahun 2017, ia menyutradarai film Girls Trip yang dibintangi oleh Regina Hall, Queen Latifah, Tiffany Haddish, dan Jada Pinkett Smith. Filmnya itu kemudian menerima ulasan positif dari kritikus, serta meraup 137 juta dollar di seluruh dunia.  Di Amerika sendiri, Girls Trip menjadi film komedi pertama yang berhasil meraih lebih dari 100 juta dollar pada tahun 2017.

Pencapaiannya lewat film Girls Trip memang cukup membanggakan karena didukung oleh jajaran casting yang mumpuni, dan skenario cerita yang ditulis dengan apik. Malcolm D. Lee memang cukup cerdik untuk membuat film-film bertemakan komedi dengan sajian lelucon-lelucon yang menggelitik.

Sementara itu, di film Night School ini, Lee kembali mengajak Tiffany Haddish ke dalam filmnya. Ia mungkin berharap bahwa Haddish akan membawa kelucuan yang sama saat dirinya bermain di film Girls Trip. Awalnya mungkin akan terlihat seperti itu, namun Night School nampaknya terlalu berhati-hati, dan tidak memberikan Haddish lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi sisi humorisnya.

Bakat Lee telah terbukti jitu untuk memadukan humor situasional (Sitkom) dengan memadukan berbagai macam karakter. Namun, sentuhannya tersebut kali ini sedikit menghilang. Hal itu mungkin saja terjadi karena dirinya tidak terlibat langsung dalam penulisan skenarionya.

Naskah film ini ditulis oleh Kevin Hart, bersama lima penulis lainnya, yakni Harry Ratchford, J'Dub, Nicholas Stoller, Matthew Kellard, dan John Hamburg. Hart beserta teman-teman penulisnya tentu sudah mempersiapkan naskah dengan matang, akan tetapi eksekusi penceritaan, dan komedinya masih tidak terlalu istimewa.

Night School
6.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram