bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film More Than Family (2020)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 18 Oktober 2021

Hamil di luar nikah dengan salah satu murid lesnya, To Il, seperti siap menghadapi apa pun. Dia bahkan sudah merencanakan kehidupannya untuk lima tahun ke depan. Tumbuh tanpa ayah kandung membuat gadis ini mudah tersinggung. Dia tak segan keluar dari rumah dalam keadaan berbadan dua.

Tiba-tiba ide untuk mencari ayah kandungnya terlintas di kepala. Dia hanya tahu nama depan serta profesi ayah kandungnya tersebut. Siapa sangka, dalam perjalanan menemukan ayahnya, To Il menemukan sesuatu yang lebih besar. Potongan cerita tersebut bisa kamu lihat utuh dalam film More Than Family (2020) yang dibintangi Krystal Jung. Penasaran dengan keseluruhannya? Simak lebih dulu sinopsis dan ulasannya yuk!

Sinopsis

Sinopsis
Tahun Rilis 2020
Genre ,
Produksi ,
Sutradara
Pemeran Krystal Jung Shin Jae Hwi Jang Hye Jin Choi Deok Moon

Kim To Il (Krystal Jung) sedang membahas puisi bersama salah satu murid lesnya, Jang Ho Hoon (Shin Jae Hwi) di luar jam sekolah. Keduanya terbawa suasana dan berciuman. Ho Hoon yang tidak menyiapkan kondom menolak berhubungan badan, tapi To Il tampaknya tidak berpikir jauh. Lima bulan kemudian keduanya menghadap kedua orangtua To Il. Kali ini perut wanita itu sudah membesar.

Kedua orangtua To Il memilih mengaborsi tapi kandungan anak perempuannya sudah besar. Sang ibu, Sun Myeong (Jang Hye Jin) mengkhawatirkan hidup To Il kedepannya. Mulai dari siapa yang akan merawat bayi To Il? Bagaimana dengan kuliah, kelulusan dan kerja? To Il tahu ibunya akan mengkhawatirkan hal-hal semacam itu sehingga dia sudah menyiapkan daftar rencana selama lima tahun ke depan.

To Il yakin sudah menemukan pasangan sejatinya di diri Ho Hoon, tapi Sun Myeong dan ayah tiri To Il, Tae Hyo (Choi Deok Moon), meragukannya karena Ho Hoon bahkan masih di bawah umur.  Ho Hoon menolak disebut di bawah umur karena di sekolah dia sempat tidak naik kelas satu tahun.

Berbeda dengan Ha Hoon yang menunjukkan rasa bersalah, To Il justru marah-marah ketika kedua orangtuanya bingung menghadapi masalah yang tiba-tiba. To Il bahkan merasa tidak disayangi oleh ayahnya karena dia anak tiri. Sambil membawa beberapa barang, To Il keluar dari rumah. To Il tidak bisa mengendalikan diri.

Kebalikan dari keluarga To Il, keluarga Ho Hoon terlihat lebih bahagia. Mereka tertawa dengan santainya dan senang menyambut To Il. Ho Hoon ikut tenang dan meminta To Il tinggal di rumahnya selama keadaan belum stabil, tapi wanita itu menolak. Dia merasa harus pergi ke suatu tempat; menemukan ayah kandungnya.

Hanya berbekal nama depan sang ayah kandung dan informasi bahwa ayahnya adalah seorang guru teknologi dan ekonomi rumah tangga. To Il membulatkan tekad mencarinya. Ho Hoon khawatir kalau-kalau hal tersebut justru memperburuk keadaan tapi To Il tetap pada keputusannya. Sebelum pergi Ho Hoon memberinya berbagai multivitamin untuk ibu hamil. Lelaki itu tidak ikut, To Il akan pergi sendiri selama satu minggu.

Pada malam hari To Il akhirnya sampai di rumah kakek dan neneknya. Dia langsung disambut dengan segagang sapu; kedua orangtua yang sudah sepuh itu kecewa dan menyesali perbuatan cucunya. Mereka malu menghadapi para tetangga. Sang kakek bahkan terus menyalahkan dirinya sendiri sementara To Il tidak memperlihatkan rasa bersalah sedikit pun.

Di rumah kakek dan nenek, To Il tidak menemukan selembar pun foto ayah kandungnya, sehingga dia benar-benar tak punya petunjuk kecuali daftar nama guru bermarga Choi di Daegu. To Il terus berjalan sampai tiba di satu pasar. Di sana dia bertemu teman lamanya, Boknam, yang punya kedai gorengan. 

Ho Hoon dimarahi oleh ayahnya karena belum berkunjung ke rumah keluarga To Il. Ibunya juga tak kalah frustasi karena Ho Hoon terlihat tidak mengenali keluarga To Il. Namun, mereka cenderung tetap tenang dan memaklumi Ho Hoon yang memang belum memiliki keterampilan apa pun.

Di Daegu To Il rajin mengonsumsi suplemen yang diberi Ho Hoon. Hari itu To Il melanjutkan pencarian ayahnya dengan mengunjungi satu per satu guru di sana dan sempat menyebabkan keributan. Tak berapa lama ayah tirinya menelepon, meminta To Il kembali untuk mengurus banyak hal di Seoul, termasuk pernikahannya dengan Ho Hoon.

Hari itu To Il menemui daftar guru terakhir bernama Choi yang ada dalam daftarnya. Hasilnya tetap nihil. Besoknya To Il berpamitan pada gadis cilik yang sering ditemui selama satu minggu makan jelly biji ek di sebuah kedai. Gadis cilik itu bernama Choi Il Wol. Dia tak punya ibu, hanya memiliki ayah. Mendengar cerita dan filosofi namanya, To Il punya firasat berbeda. Apakah To Il berhasil menemukan ayah kandungnya?

Kisah Gadis Muda Hamil di Luar Nikah

Kisah Gadis Muda Hamil di Luar Nikah

Ingin melihat perut Krystal Jung membuncit? Kamu bisa nonton More Than Family (2020) karya sutradara Choi Ha Na yang rilis pada 25 Oktober 2020 lalu ini. Aktris yang sudah membintangi banyak drama tersebut berakting sebagai gadis muda, berusia 21 tahun yang hamil di luar nikah oleh pacarnya, yang berusia lebih muda.

Di menit-menit awal kita akan menyangka jika konflik hamil di luar nikah adalah masalah utama dari film ini. Namun, kejutan terjadi di menit selanjutnya karena More Than Family (2020) bukan bercerita mengenai kegalauan seorang gadis memikirkan kehamilannya yang terjadi di luar nikah, melainkan pencarian ayah kandung yang berujung pada pelajaran berharga tentang makna sebuah keluarga dan pernikahan.

Memaknai Arti Keluarga

Memaknai Arti Keluarga

Selama 1 jam 48 menit, dalam sinematografi yang oke, tidak ada yang istimewa tapi juga tidak mengganggu mata, More Than Family (2020) menyajikan dua realita yang banyak ditemui di lingkungan sekitar. Karakter To Il sebagai anak tunggal tanpa didikan ayah kandung, tumbuh jadi gadis yang sulit diatur tapi sebenarnya hanya butuh diperhatikan.

To Il bisa seketika kabur dari rumah karena merasa tidak disayangi sebagai anak tiri. Keinginannya untuk mencari ayah kandung muncul karena dia ingin didampingi olehnya saat pernikahan nanti. Namun siapa sangka, dalam perjalanan mencari ayah kandung, yang dia temukan pada akhirnya bukan hanya sosok sang ayah, tapi sekaligus makna keluarga, makna pernikahan.

Moral value dalam film ini mencakup kesiapan mental seorang gadis dan pria muda dalam mengarungi rumah tangga yang tidak melulu menjanjikan kebahagiaan. Walau terkesan ‘menggampangkan’ hamil di luar nikah dan menyederhanakan masalah harga diri keluarga, film ini punya pesan yang penting untuk generasi muda; siapkah dengan berbagai masalah saat berumah tangga nanti, apalagi diawali dengan sesuatu yang tabu dan dianggap memalukan?

Realita Tabu Disajikan Ringan

Realita Tabu Disajikan Ringan

Berangkat dari premis yang dramatis, More Than Family (2020) suguhkan alur yang tergolong cepat. Kita tidak punya banyak waktu untuk berlama-lama merenungi satu adegan atau satu dialog karena semua berjalan seperti terburu-buru. Anehnya, dengan gaya penceritaan yang seperti itu, hal yang tabu ini tersaji ringan tapi maknanya tetap tersampaikan.

Realita kehamilan di luar nikah yang masih tabu tidak dihilangkan di dalam ceritanya. Kamu bisa melihat itu dari scene ketika kakek dan nenek To Il kecewa dan marah serta malu mengetahui cucunya berbadan dua padahal belum menikah. More Than Family (2020) coba untuk mempertahankan pandangan seperti itu sekaligus mendampinginya dengan pola pikir alternatif yang juga terjadi di masyarakat; menerima lalu menikahinya.

Penciptaan karakter yang tidak terlalu rumit, pemilihan tone yang cerah, kostum yang realistis dan selipan dialog-dialog mengandung humor, membuat hal tabu dalam film ini tersaji dengan ringan. Kita seperti diajak melihat satu masalah serius dari cara pandang dan pola pikir yang sederhana.

Sayangnya, terdapat plot hole yang membuat cerita jadi terasa kurang luwes, yaitu bagian ketika ayah kandung To Il tiba-tiba saja menempel banyak poster untuk mencari Ho Hoon. Padahal adegan saat dia membuat poster tersebut tidak ditampilkan. Part tersebut membuat plot jadi agak terasa tiba-tiba dan maksa. Namun, secara keseluruhan, More Than Family (2020) film yang asyik dengan isu yang menyentil. Tertarik?

More Than Family
Rating: 
3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram