bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Midnight at the Magnolia (2020)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 11 September 2021

Jack dan Maggie sudah bersahabat sejak belia. Keluarga keduanya pun menjalin kedekatan layaknya saudara. Mereka kompak dan bahkan memiliki acara keluarga pasca-Natal bersama. Mereka yang sama-sama bekerja sebagai penyiar radio lokal khusus acara konsulitasi hubungan ini suatu hari mendapat tawaran untuk disiarkan secara nasional.

Syaratnya mereka harus buat rangkaian acara menarik dan mengejutkan dengan mengenalkan pasangan masing-masing kepada keluarga besar. Sayangnya mendekati hari pelaksanaan mereka sama-sama putus. Agar acara tetap berjalan, Jack punya ide gila; sebuah ide yang berdampak pada hubungannya dengan Maggie.

Cerita tentang Jack dan Maggie ini bisa Anda saksikan melalui film Midnight at the Magnolia (2020). Dia merupakan sebuah tontonan super ringan yang bisa menjadi alternatif hiburan saat liburan. Penasaran dengan ceritanya? Mari simak lebih dulu sinopsis dan ulasannya berikut ini!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal/Tahun Rilis: 5 November 2020
  • Genre: Drama, Romance
  • Produksi: Marvista Entertainment, Neshama Entertainment Production
  • Sutradara: Maxwell McGuire
  • Pemeran: Natalie Hall, Evan Williams, Alison Brooks, Steve Cumyn

Maggie Quinn (Natalie Hall) dan Jack Russo (Evan Williams) bertanggungjawab membawakan sebuah acara radio bertajuk Windy City Wake Up, tapi Jack datang telat sehingga Maggie harus membuka acaranya seorang diri. Sedetik kemudian, Jack datang dan langsung bergabung bersama Maggie.

Dua orang penyiar ini sudah saling mengenal sejak usia belasan tahun. Setiap perayaan Natal, tepatnya 26 Desember, keluarga Maggie dan Jack mengadakan makan malam pasca-Natal tahunan di Magnolia. Masing-masing sudah berpasangan, Jack dengan Serena dan Maggie dengan Hunter (Olivier Renaud). Namun, keduanya sepakat tidak akan membawa pasangan pada acara tahunan keluarga mereka.

Acara yang mereka bawakan membawa hasil memuaskan bahkan trending di media sosial. Maggie dan Jack pun mendapat pujian dari produser mereka, Deb Clarkson (Alison Brooks). Pencapaian ini membuat seseorang dari Radio Satelit bernama Judd Crawford (Peter Michael Dillon) tertarik untuk membawa acara Windy City Wake Up ke tingkat nasional.

Sebelum itu ada uji coba selama lima hari untuk memantau jumlah pendengar sebelum keputusan besar dibuat. Saat sedang merayakan kabar gembira ini, Hunter secara mengagetkan datang ke tempat kerja Maggie. Dia datang menjemput Maggie untuk makan bersama. Maggie antusias menceritakan keberhasilannya pada Hunter, tapi lelaki itu rupanya agak tersinggung dengan topik yang dibawakan Maggie dan Jack tadi.

Dia merasa diolok-olok karena tidak diajak makan malam pada perayaan pasca Natal. Lebih jauh Hunter ternyata cemburu dengan kedekatan Maggie dan Jack, apalagi kedua keluarga mereka sudah sangat dekat. Namun, Maggie berhasil meyakinkannya bahwa di antara dia dan Jack tidak akan ada perasaan romantis apa pun.  

Cerita berlanjut ketika Maggie dan Jack tiba di tempat yang disediakan untuk makan malam bersama. Keduanya disambut oleh ayah mereka masing-masing, yang sudah seperti satu paket, Martin Russo (Michael Gordin Shore) dan Steve Quinn (Steve Cumyn). Tak berapa lama, anggota yang lain mulai berdatangan. Mereka membahas materi siaran yang dibawakan Jack dan Maggie tadi pagi sambil membuat beberapa lelucon.

Di antara kegembiraan yang dibagikan terdapat kabar cukup menyedihkan karena penjualan tiket pertunjukan Jazz yang digelar di bar milik kedua ayah mereka tidak selaku biasanya. Esok harinya dua orang itu kembali siaran. Jack dan Maggie kembali mendapat respon positif, terutama dari pihak Radio Satelite. Deb menyampaikan bahwa saking sukanya pihak Radio Satelite ingin ada segmen Malam Tahun Baru yang mengudara secara live.

Maggie dan Jack diminta mengenalkan Serena dan Hunter pada keluarga masing-masing secara langsung. Respon keduanya sudah bisa ditebak; baik Jack atau Maggie sama-sama keberatan dengan berbagai alasan. Setelah Deb menjelaskan keuntungan yang bisa mereka dapat, keduanya mulai berubah pikiran. Apalagi Jack merasa kesempatan ini bisa dipakai untuk mempromosikan dan meramaikan kembali Magnolia, bar milik ayahnya dan ayah Maggie.

Semangat Jack dan Maggie kembali penuh. Sayang saat tengah berbagi kebahagiaan, Hunter melihat Jack menggendong Maggie dan pergi dengan kecemburuannya sendiri. Kabar gembira ini segera mereka sampaikan pada Martin dan Steve yang begitu bersemangat mendengarnya. Malang di detik-detik terakhir sebelum mengudara, Jack dan Maggie diputuskan oleh pasangan masing-masing.   

Saat sedang berjalan berdua sambil merenungi nasib dan memikirkan acara untuk besok, Jack membuka media sosialnya. Di sana terdapat sebuah posting-an yang menginginkan Jack dan Maggie bersama. Posting-an tersebut disukai oleh 2.000 pengguna. Setelah melihatnya, Jack terpikir sebuah ide gila.

Dia ingin dirinya dan Maggie mengejutkan para pendengar dengan mengatakan bahwa mereka berkencan. Ide ini diragukan oleh Maggie karena dia khawatir pendengar akan tahu mereka bersandiwara. Setelah dibujuk sedemikian rupa, Maggie akhirnya menyetujui ide gila itu. Kini, mereka mulai merencanakan hal-hal yang bisa membuat pendengar percaya. 

Tugas pertama mereka adalah meyakinkan Deb dengan memperlihatkan kemesraan di depannya. Saat melihat Deb datang, Jack dan Maggie mulai ambil posisi untuk berciuman. Begitu Jack mulai mengecup Maggie, secara mengejutkan kedua orangtua Jack datang. Mereka datang untuk menemui Deb tapi dikejutkan oleh pemandangan yang tak disangka-sangka.

Jack dan Maggie tak kalah kaget. Mereka langsung diberondong pertanyaan yang tak diduga sebelumnya. Kepalang basah, keduanya mengaku berkencan pada Deb, Martin dan Bev yang langsung menyambutnya dengan bahagia. Bev tak sabar ingin mengabarkan berita gembira ini pada ayah Maggie, tapi Jack melarangnya. Lalu, mampukah Jack dan Maggie terus bersandiwara?

Lagu Lama dalam Cerita dan Film Romansa

Lagu Lama dalam Cerita dan Film Romansa

Sekitar 1 jam 27 menit Anda akan diajak menyaksikan cerita antara dua sahabat Jack dan Maggie yang punya kedekatan sejak belia. Keduanya menyimpan perasaan tapi diabaikan karena alasan persahabatan. Jack dan Maggie diceritakan beberapa kali dekat dengan orang lain tapi akhirnya selalu kandas.

Hingga suatu hari mereka ‘terjebak’ pada sebuah ide sandiwara yang mengharuskan keduanya berkencan. Ide pura-pura pacaran dalam film ini harus diakui bukan sesuatu yang segar dalam sebuah film romantis. ‘Popcorn’ sekali; ringan, pasaran dan pasti mudah diterima. Ia sebuah lagu lama yang tidak dihadirkan untuk mengejutkan melainkan benar-benar diputar hanya sebagai hiburan saat liburan.

Alur Cerita Bisa Dibuat Lebih Mengalir

Alur Cerita Bisa Dibuat Lebih Mengalir

Film romantis tanpa chemistry, sebagus apa pun premis dan script-nya akan tampak hambar. Kecocokan antara dua pemeran utama harus menjadi atraksi yang paling memikat hati. Dalam film Midnight at the Magnolia (2020) Natalie Hall dan Evan Williams terlihat berupaya menyajikannya. Sayang, alur cerita terkesan terlalu dipaksakan, apalagi di 30 menit terakhir.

Film ini seperti harus diselesaikan buru-buru dengan menghadirkan konflik yang mengada-ada karena tidak dibangun secara kuat sebelumnya. Part yang menampilkan kecemburuan karakter Maggie terhadap Jack yang kembali bertemu mantannya terasa dipaksakan. Adegan pertengkaran antara keduanya pun jadi tidak terasa emosional; sekadar menampilkan ekspresi sedih tapi tak bisa membawa penonton ikut sedih.

Padahal part itu menjadi bagian penting dalam film ini karena dari sana Anda akan mengetahui inti cerita dari Midnight at the Magnolia (2020), yaitu tentang perasaan Jack dan Maggie yang sebenarnya. Chemistry mereka yang asyik di awal film, menjadi ikut terasa dipaksakan.

Naskah yang Quote-able

Naskah yang Quote-able

Sebagai film romantis yang ringan, ibarat kuah, Midnight at the Magnolia (2020) ini tipe light yang tidak terlalu banyak memasukkan rempah-rempah. Walau demikian ia dilengkapi dengan naskah yang menarik dijadikan kutipan-kutipan. Dialog antara Jack dan Maggie, terutama yang melibatkan perasaan, membuat tertegun ketika mendengarnya.

Seperti dialog Maggie pada Jack yang kurang lebih berbunyi, “Sometimes, risking everything is the only thing worth doing,” atau percakapan antara Maggie dan ayahnya mengenai Jack, “You deserve someone who will shout from the rooftops how much they love you.” Agak kodian memang tapi masih asyik karena juga tidak berlebihan.

Midnight at the Magnolia (2020) yang rilis mendekati akhir tahun sengaja disuguhkan untuk menemani libur Natal. Nikmati saja alurnya yang cheesy tanpa ekspektasi terlalu tinggi. Nikmati juga sinematografi memanjakan mata yang menampilkan salju di tengah kota, hiasan lampu-lampu khas Natal dan warna-warna dominan merah yang ada di Magnolia. Selamat menyaksikan!

Midnight at the Magnolia
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram