bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Little, Kutukan Lucu dari Anak Kecil

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 22 Mei 2021

Apa jadinya kalau kalian yang sudah dewasa tiba-tiba dikutuk seorang anak kecil yang kesal dengan tingkah kalian yang bossy? Yak, kalian benar-benar berubah menjadi anak kecil seumurannya dan mengalami hal ‘tidak adil’ yang selalu dirasakan oleh anak seusia tersebut. Apa langkah kalian untuk mengakali semua?

Plot cerita ini bisa kalian temukan dalam film ber-genre komedi Little. Dibintangi oleh Regina Hall si ahli bikin ngakak di tiap film komedi yang ia bintangi, kalian akan dibawa kembali ke dunia tokoh utama sewaktu ia masih kecil. Ayo simak keseruannya dalam sinopsis dan ulasan di bawah ini!

Sinopsis

Little_Poster (Copy)
  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Fantasy, Comedy
  • Produksi: Legendary Pictures, Will Packer Productions, Perfect World Pictures
  • Sutradara: Tina Gordon
  • Pemain: Regina Hall, Marsai Martin, Issa Rae

Jordan Sanders (Regina Hall) memiliki waktu paling buruk ketika duduk di bangku sekolah menengah. Ia dirundung habis-habisan oleh teman-temannya yang lain karena dirasa geek dan tidak tahu bergaul. Jordan termasuk anak yang ambisius dan luar biasa pintar; ini yang membuat dirinya dijauhi karena dicap ‘aneh’.

Suatu kali ia benar-benar dibuat naik pitam. Saat sedang mempresentasikan projeknya, ia dibikin celaka hingga masuk rumah sakit. Untuk membuat Jordan kecil merasa ‘besar’, Ayahnya mengatakan bahwa hal seperti ini akan dialami waktu kecil saja, ketika besar nanti; Jordan akan kaya dan tidak mengalami hal bully seperti yang ia kerap alami saat itu.

Benar saja, ketika beranjak dewasa, Jordan memiliki perusahaan sendiri yang bergerak di bidang teknologi. Jordan dan timnya mengembangkan sebuah game paling anyar dan sukses di pasaran. Mengetahui dirinya berhasil, kini Jordan lah yang malah doyan bully orang lain yang tidak selevel dengannya. 

Bahkan, sekretarisnya sendiri yang bernama April (Issa Rae) dianggap sebagai ‘budak’ yang harus menuruti perintahnya meski kadang tidak masuk akal, seperti menaruh sandalnya 53cm tepat di bawah tempat tidurnya dan hal konyol lainnya. Meski kesal dan penuh sumpah serapah, April tetap telaten dan sabar menghadapi bos yang satu itu.

Galak di kantor, galak pula di apartemen yang ia miliki. Semua orang dibuat hipertensi atas kelakuan Jordan yang doyan serobot antrian, mendorong jatuh anak kecil yang menghalanginya dan memarahi petugas valet yang tidak sengaja membiarkan orang lain berfoto dengan mobil BMW i8 milik Jordan.

Kelakuan ganas Jordan makin panas saat mengetahui klien besarnya ingin memutus kerjasama akibat tidak ada progress baru dari perusahaan Jordan.

Tidak sampai di situ, tim Jordan pun enggan memberi ide karena mereka tahu Jordan selalu menolak mentah-mentah kerja keras mereka. Hal tersebut membuat Jordan doyan marah-marah tak terkecuali anak kecil penjual donat di sekitaran kantor Jordan.

Anak kecil yang Jordan singgung sakit hati atas perkataan Jordan dan mengucapkan ‘kutuk’ atas Jordan; supaya Jordan kembali ke masa kecilnya agar ia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh anak kecil saat semua hal dirasa tidak adil dan powerless akibat dianggap tidak bisa apa-apa.

Kutukan itu bekerja dengan baik! Keesokan harinya, Jordan menemukan dirinya sendiri menjadi Jordan kecil (Marsai Martin). Awalnya ia tidak sadar, namun ketika serobotan antriannya ditegur orang lain, ia tidak bisa menggunakan mobilnya dan anak kecil yang biasa ia dorong, mendorong ia balik hingga terpingkal.

Jordan tahu bahwa ada yang tidak beres. Benar saja, saat ia melihat kaca, ia kembali ke anak umur sekolah menengah. Jordan histeris bukan main. Ia segera menelpon April untuk datang ke apartemennya.

April yang awalnya tidak percaya lantas percaya 100% akibat tingkah laku buruk Jordan dewasa sama persis dengan yang sedang Jordan kecil lakukan. Baik Jordan dan April kini sama-sama terjebak di situasi yang buruk.

Hal tersebut diakibatkan tetangga apartemen yang noisy pada Jordan menelpon agen perlindungan anak ketika mengetahui Jordan kecil masuk ke dalam apartemen Jordan dewasa tanpa adanya wali.

Saat agen tersebut mendatangi apartemen Jordan, April di dapuk untuk menjadi wali dan harus mengirim Jordan ke sekolah - sekolah dimana zaman dulu Jordan kecil selalu jadi bahan rundungan 1 sekolah.

Jordan makin panik. April tak kalah panik; sebab apabila Jordan tidak masuk sekolah, ia akan masuk penjara akibat menjadi wali yang tidak bertanggung jawab. Setelah debat sampai bertengkar hebat akhirnya Jordan mau untuk masuk sekolah dan April menggantikan posisinya sementara di perusahaan.

Benar saja, sampai di sekolah; Jordan kembali jadi bahan bully, tidak jauh berbeda dengan April; ia sama sekali tidak didengar oleh siapa pun di kantor. Mereka berdua sama-sama kebingungan akan situasi tersebut. Tidak menyerah dengan keadaan, akhirnya mereka berdua kembali bertemu untuk menyusun strategi.

Strategi besar yang Jordan buat berhasil namun tidak bagi April. Jordan bahkan berhasil membuat teman-teman yang ‘terbuang’ lainnya menjadi lebih percaya diri. Sedangkan April nyemplung dengan memberi ide game miliknya kepada klien besar yang selalu menekan perusahaan Jordan untuk melakukan progress. Mengetahui hal tersebut Jordan ngamuk. Membuat April kembali down.

Setelah lama merenung, Jordan tahu kalau ini semua salahnya. Jordan egois, tidak mau mendengar pendapat orang lain, membuat kantor seperti neraka, perundung, perfeksionis parah dan masih banyak hal buruk lainnya.

Ia pun akhirnya menyesal membentak April bahkan membuat April keluar dari kantor. Meski demikian April tetap mau membantu Jordan dengan menemukan anak yang memberi kutuk pada Jordan tempo lalu.

April membawa anak tersebut untuk bertemu Jordan guna mencabut kutukannya. Namun meski berulang kali anak tersebut mengucapkan mantra, tidak terjadi apapun. Jordan menyerah.

Namun keesokan harinya, Jordan kembali menjadi Jordan dewasa dan memiliki attitude yang lebih baik. Membuat semua menjadi agak sedikit kaku; mengingat Jordan berubah lumayan banyak pada semua orang di kantor dan rekan kerjanya jadi merasa aneh.

Kabar baik lainnya datang; game yang dikembangkan oleh April ternyata terjual. Membuat perusahaan Jordan luput dari kehilangan klien besar. Ini membuat Jordan dan April menjadi teman baik dan menjadikan April sebagai rekan kerja Jordan dengan level yang sama, Founder dan Co-Founder.

Relate Banget!

Little_Relate Scene (Copy)

Saat kalian melihat kelakuan si Jordan ini; saya yakin 100% pasti ada saja di antara kalian yang punya tipe bos serupa. Seperti yang kita tahu, Jordan dewasa dikenal arogan, egois dan diikuti hal buruk lainnya. Ini kenapa saya mengatakan bahwa film ini relate banget sama kehidupan kita as a blue and white collar.

Dan saya juga super yakin, kalau kalian yang punya bos dengan sifat seperti Jordan; pasti berharap ada juga anak kecil yang benar-benar bisa kasih mantra supaya boss kalian pun ‘berubah’. But hey, ini cuma film. So yeah, hang in there; even kamu harus berhadapan dengan bos yang sifatnya kaya naga!

Bukan Cerita Baru

Little_Scene (Copy)

Ide cerita film ini bukanlah jadi yang paling baru; sebelumnya sudah banyak film dengan tema serupa seperti film 17 Again, 13 going 30, Sweet 20 dan lainnya.

Seluruh film itu sama-sama menceritakan tentang bagaimana seorang dewasa tiba-tiba menyusut atau seorang remaja tiba-tiba beranjak dewasa untuk menyelesaikan tugasnya yang belum selesai untuk merubah diri mereka menjadi lebih baik

Dan umumnya semua cerita dari film-film tersebut memiliki happy ending yang bikin para penontonnya senyum-senyum sendiri sambil berurai air mata. Satu cerita yang saya suka dan memiliki pola yang sama dari seluruh film di atas adalah bagaimana cara mereka bertahan dari situasi yang diluar akal mereka. Kocak dan seru sekali!

Tontonan Millennial

Little_Millenial (Copy)

Saya rasa film ini ditujukan untuk para kaum milenial. Meski di dalam filmnya ada adegan dimana Jordan berubah jadi anak SMP; tapi sepertinya tidak terlalu cocok untuk ditonton oleh anak seumuran begitu; karena dalam film ini ada kata-kata yang lumayan kasar, perilaku yang terlalu agresif dan jauh dari kata aman untuk ditonton anak kecil; meski judul filmnya sendiri ya kecil (re: Little)

Untuk rating film Little ini, Bacateurs memberi skor 7.6/10 sedangkan Rotten Tomatoes memberi skor 46%, Metacritic sebesar 49/100 dan CinemaScore memberi nilai B+. Well, tidak terlalu buruk untuk film genre yang memang sudah ‘pasaran’. So? Penasaran untuk melihat keseruan Jordan yang berubah jadi anak kecil? Saksikan kisahnya di film Little

Little
7.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram