bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film India Romantis Kalank (2019)

Mengisi filmnya dengan banyak nama-nama besar, ternyata tidak menjamin Kalank (2019) akan sukses. Kenyataan berakhir pahit, ketika film garapan Dharma Production ini berhadapan dengan kegagalan dan hinaan banyak orang.

Bahkan Karan Johar dan Alia Bhatt menjadi orang yang paling banyak menderita atas kegagalan ini, pasalnya mereka dianggap menjadi sumber kegagalan. 

Kalank (2019) mendapatkan rating yang sangat rendah di berbagai situs, bahkan mereka gagal bersaing di bioskop India sekalipun. Kalank (2019) mengusung cinta segitiga antara Alia Bhatt, Varun Dhawan dan Aditya Roy Kapoor. Di balik itu semua ada perselingkuhan dan konflik agama, ketiganya berusaha untuk menyelamatkan diri dari masalah-masalah tersebut.

Disebut sebagai “bencana”, kita akan mencari tahu lebih lanjut kenapa Kalank (2019) bisa menjadi film terburuk di tahun 2019. Makanya jangan sampai ketinggalan, temukan informasi lebih lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: 20 Film India Romantis Terbaik Sepanjang Masa

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Romance, Drama
  • Sutradara: Abhishek Varma
  • Pemeran: Madhuri Dixit, Sanjay Dutt, Varun Dhawan, Aditya Roy Kapur, Sonakshi Sinha, Alia Bhatt, Kunal Khemu
  • Produksi: Dharma Productions, Nadiadwala Grandson Entertainment

Seorang wanita tengah mendiskusikan mengenai berapa lama sisa hidupnya di dunia ini. Melihat kenyataan hidupnya, Satya mungkin menyerah untuk memperbaiki kesehatannya.

Tapi ia tidak mau menyerah untuk memperbaiki takdir, semua ini dilakukannya hanya untuk sang suami. Di hari yang berbeda, Satya mendatangi sebuah rumah namun ia tidak mendapatkan sambutan yang hangat.

Seorang gadis muda bernama Roop, nampaknya sudah sangat lelah dengan kehadiran Satya di rumahnya. Roop bahkan memperjelas, bahwa ia tidak akan menjual kebebasannya demi membalas budi pada ayah Satya.

Di sisi lain Satya terus memohon, ia hanya meminta satu tahun dari hidup Roop karena itulah sisa waktu yang dimilikinya untuk tetap membuka mata.

Keras kepala dan pendirian Roop memang kuat, namun perkataan ayahnya mengenai kehidupan mereka membuatnya dilema. Kini ada kewajiban dirinya sebagai seorang putri tertua, yang memegang masa depan kedua adik perempuannya. Meski berat dan dipaksa keadaan, Roop akhirnya menerima tawaran Satya dengan satu syarat.

Roop ingin suami Satya menikahinya, tapi bukan karena ingin menggantikan posisi wanita itu. Ia tahu bahwa Satya ingin suaminya menikahi Roop setelah kematiannya, tapi tidak ada jaminan hal ini terjadi. Demi menjaga martabat dan keselamatannya, Roop akan memasuki rumah hanya setelah menjadi istri sah dan tidak akan pergi tanpa pernikahan.

Gadis desa ini akhirnya pergi ke kediaman keluarga Chaudhry, tepat di malam pernikahannya sang suami menyatakan penolakannya kepada Roop. Inilah yang diceritakan oleh Roop saat diwawancarai oleh seorang jurnalis, ia menambahkan keputusan yang diambilnya telah menghancurkan kehidupannya.

Pasalnya Roop tidak pernah menyangka, ia akan menemukan cintanya dari seorang pria bernama Zafar. Roop tidak pernah berpikir akan jatuh cinta pada pribadi Zafar yang begitu ceria, pekerja keras dan pria yang selalu menggodanya.

Ia jatuh cinta pada pria yang seharusnya tidak dicintainya, bahkan ketika sang suami mulai merasakan cinta padanya. Sementara Zafar tidaklah sepolos yang diduganya, pria itu memiliki niat lain untuk mendekatinya yang berhubungan dengan dendam.

Zafar adalah putra dari hubungan gelap Bahaar Begum dan Balraj Chaudhry, pria ini mendekati Roop hanya untuk membawa kehancuran. Benar saja hubungan keduanya menjadi masalah, hingga Dev mengetahui bahwa ia bersaudara dengan Zafar dan sangat terpukul. Kini Roop berada dalam lingkaran cinta segitiga yang penuh dengan penyesalan dan kesedihan.

Situasi diperburuk dengan ketegangan politik, ketika isu menuntut pembagian India berdasarkan garis agama menjadi naik. Chaudhry adalah keluarga Hindu yang hidup di tanah muslim, sementara Zafar dan teman-temannya merupakan orang-orang muslim. Apa yang akan terjadi pada Roop, Dev dan Zafar?

Ceritanya Terlalu Biasa untuk Bintang yang Luar Biasa

Ceritanya Terlalu Biasa untuk Bintang yang Luar Biasa

Kalank (2019) menjadi salah satu film yang paling ditunggu, meski diterpa isu nepotisme yang sedang panas di Bollywood. Film yang diproduksi Karan Johar di bawah naungan Dharma Production, menyuguhkan nama-nama terkenal di India, mulai dari sutradara Abhishek Verman hingga nama-nama terkenal seperti, Madhuri Dixit, Sanjay Dutt, Alia Bhatt hingga Kunal Khemu.

Sayangnya, kehadiran bintang besar ternyata tidak membuat cerita yang diangkat menjadi luar biasa. Inilah yang saya rasakan ketika menonton filmnya. Kalank (2019) memiliki cerita yang terlalu biasa dan mudah ditebak. Saya sangat menyayangkannya. Film yang sangat indah ini memiliki jalan cerita yang kurang kuat dan tidak menarik untuk ditonton.

Tidak ada hal yang baru jadi kurang segar untuk ditonton, lagi dan lagi kisah cinta segitiga dan perselingkuhan. Plot mengenai Zafar dan Dev adalah saudara tiri sebenarnya sangat baik, tapi saya kurang dapat merasakan perselisihan antara Bahaar begum dan Balraj Chaudhry.

Saya juga berharap ada ledakan yang lebih dramatis dari karakter Dev, karena Aditya Roy Kapur agak mengecewakan. Ada banyak konflik yang diangkat, hal ini membuat filmnya jadi tidak fokus mau mengambil konflik utama yang mana.

Jika cinta segitiga antara Roop, Zafar dan Dev ingin diangkat, mungkin mengesampingkan kisah kedua orang tua mereka akan lebih baik lagi. Belum lagi konflik agama yang diangkat juga terasa kurang greget, jika mengambil nuansa Hindu sebagai minoritas di tanah Muslim.

Alhasil saya merasa kurang masuk dengan kisahnya, karena dari segala sisi terasa kurang maksimal. Tapi kualitas akting dari para selebriti papan atas Bollywood memang tidak bisa dipungkiri lagi. Terlebih saya jatuh cinta pada akting Kunal Khemu, karakter villain yang tampan dan manis.

Film Mewah dengan Soundtrack yang Memorable

Film Mewah dengan Soundtracknya yang Memorable

Jujur saja Kalank (2019) memang film yang sempat saya tunggu di tahun 2019, mengingat kebrilianan Karan Johar soal memproduksi film. Di balik semua kontroversinya, tapi saya tidak bisa menolak untuk mengatakan pria ini memang sangat berbakat di bidangnya.

Pasalnya, Kalank (2019) menjadi salah satu film Bollywood terindah yang pernah saya tonton di tahun 2000-an. Saya tidak akan memungkiri bahwa Kalank (2019) dibuat dengan sangat megah, mengingat ada campur tangan Manish Malhotra.

Setiap pakaian yang digunakan oleh semua pemeran utamanya sangat Indah, ada kesan tradisional mulai dari pakaian simpel hingga mewah. Saya menyukai semua pakaian yang digunakan oleh Alia Bhatt, Madhuri Dixit, Sonakshi Sinha hingga Kiara Advani.

Para prianya juga tampil dalam balutan busana yang eye catching, saya menyukai permainan warna yang dilakukan oleh Manish Malhotra dan desain pakaiannya. Semua ini diimbangi dengan sinematografinya yang indah, CGI sederhana yang diberikan terasa cukup nyata. Keindahan yang sering saya lihat di C-Drama, bisa saya lihat selama menonton Kalank (2019).

Salah satu sinematografi yang paling indah bagi saya adalah ketika lagu Ghar More Pardesiya dimainkan. Mengambil nuansa etnik dan keindahan dari festival Dussehra, upacara membakar dewa iblis di India. Setiap potongan gambarnya benar-benar indah, saya tidak bisa berhenti untuk memuji kehebatan penata gambar, penata video dan penata sinematografinya.

Tentu saja lagu Ghar More Pardesiya sendiri memang sangat indah, karena musiknya digarap oleh Pritam. Lagunya sendiri dinyanyikan oleh si pemilik suara malaikat India yang terkenal yaitu Shreya Ghoshal. Kalank (2019) sendiri terdiri dari 10 lagu, termasuk Kalank (title track), First Class, Aira Gaira hingga Rajvaadi Odhni.

Bagi saya, meski film ini memiliki cerita yang sangat monoton, setidaknya soundtrack-nya bikin saya excited. Bahkan dibandingkan jalan cerita filmnya, soundtrack film Kalank (2019) menjadi hal yang paling memorable bagi saya pribadi.

Karan Johar Tidak Percaya Diri dengan Kalank?

Karan Johar Tidak Percaya Diri dengan Kalank?

Di balik semua kemewahan dan kualitas film yang mumpuni, Kalank (2019) harus menerima kegagalan. Bahkan Karan Johar dengan gamblang menyatakan kegagalan yang diterimanya untuk film ini dengan kata “bencana”. Pasalnya Kalank (2019) benar-benar gagal menarik minat penonton, karena ceritanya dianggap terlalu biasa dan tidak menarik.

Hal lainnya yang membuat film ini gagal tentu saja isu nepotisme. Kala itu Karan Johar dan Alia Bhatt menjadi ikon yang dibenci banyak orang, tapi Karan Johar mengatakan bahwa untuk membuat Kalank (2019) bukanlah hal yang mudah, karena ia telah kehilangan rasa percaya dirinya.

Sebenarnya Johar berniat untuk menggarap film ini sejak lama, namun setelah sang ayah meninggal semuanya batal. Saat itu merupakan titik terendahnya, Johar mengakui bahwa dirinya tidak memiliki keberanian dan perasaan untuk memproduksi film.

Hal lainnya yang disyukuri sekaligus disayangkan, ketika sahabat dan idolanya yaitu Sridevi tiba-tiba meninggal tahun 2018 silam. Tadinya peran Bahaar Begum dimiliki oleh Sridevi, namun karena kepergiannya yang mendadak maka posisi ini menjadi milik Madhuri Dixit.

Kalank (2019) mendapatkan rating jeblok di berbagai situs, iMDB memberikan rating 3.5/10 dan Rotten Tomatoes memberikan skor 39% dari 18 reviewers. Karan Johar mengatakan bahwa kegagalan film ini menjadi tanggung jawabnya dan ia yang akan mengatasinya.

Inilah review saya setelah menonton film Kalank (2019), sejujurnya film ini seharusnya bisa menjadi legenda di Bollywood. Sayangnya mereka gagal membuat plot yang menarik dan dirilis di era yang salah, sehingga filmnya menjadi salah satu film terburuk di tahun 2019. Kira-kira bagaimana pendapatmu? Bagikan jawabannya di kolom komentar di bawah ini.

Kalank
Rating: 
3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram