bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Kal Ho Naa Ho yang Hits Pada Masanya

Merelakan orang yang kita cinta tentu bukanlah hal yang mudah. Hal ini juga terjadi pada Shah Rukh Khan. Mengetahui hidupnya tidak lama lagi, ia memilih untuk membiarkan wanita yang dicintainya untuk hidup bahagia bersama pria yang dianggapnya tepat.

Sementara bagi Preity Zinta, kehilangan Shah Rukh Khan yang bagaikan malaikat dalam keluarganya merupakan kesedihan yang sulit dilupakan.

Kisah di atas bisa kamu temukan saat menonton film Kal Ho Naa Ho (2003). Film garapan sutradara Nikhil Advani. Kisah untuk film ini ditulis oleh Karan Johar dan dialognya diatur oleh Niranjan Iyegar. Sementara penata musiknya adalah trio Shankar, Ehsaan dan Loy.

Film ini meraih banyak kesuksesan secara komersial, serta mendapatkan banyak nominasi dan meraih rating tinggi 7.9/10 di IMDb. Kali ini, kita akan mencari tahu seseru apa sih film Kal Ho Naa Ho ini? Katanya saat menonton film ini kamu harus menyediakan banyak tisu. Temukan jawaban lengkapnya di bawah ini.

Sinopsis

sinopsis_
  • Tahun Rilis: 2003
  • Genre: Romantic, Comedy, Drama
  • Sutradara: Nikhil Advani
  • Produksi: Dharma Productions
  • Pemeran: Jaya Bachchan, Shah Rukh Khan, Saif Ali Khan, Preity Zinta

Kehidupan Naina di New York tidaklah seindah pemikiran banyak orang. Pasalnya, wanita ini harus tahan hidup di rumah yang penuh kebohongan. Naina tinggal bersama dengan ibunya, di mana setiap hari mereka selalu saling berbohong agar tidak saling menyusahkan.

Di rumah itu juga ada neneknya, yaitu Lajjo. Sayangnya, sang nenek selalu saja bersikap diskriminatif pada ibu dan adik perempuannya. Setiap hari sang nenek selalu bersikap buruk dan menyalahkan segalanya kepada ibunya yang bernama Jennifer. Hal ini juga dirasakan oleh Gia adik perempuannya.

Gadis kecil ini selalu saja dimarahi dan tidak pernah dipedulikan. Pasalnya, Lajjo hanya menyayangi Naina dan sangat memanjakan Shiv sebagai anak laki-laki satu-satunya dan berkebutuhan khusus.

Naina sangat kesal karena setiap hari selalu saja mendengarkan pertengkaran ibu dan neneknya. Orang yang selalu menjadi korbannya adalah Gia.

Hingga hari itu Jennifer mengajak anak-anaknya berdoa. Mereka berharap akan datang malaikat yang menolong dan membawa kebahagiaan untuknya. Dari seberang rumah keluarga Kapur, ada seorang pria yang memperhatikan mereka dan tersenyum cerah.

Pria itu bernama Aman, pria yang langsung akrab dengan seluruh keluarganya dan membawa perubahan besar. Berkat Aman, Gia dan Shiv menjadi lebih ceria, bahkan Jennifer sangat menyukainya karena pria ini sangat manis. Sementara bagi Lajjo dan Naina, Aman adalah pengganggu yang tiba-tiba menguasai rumahnya.

Entah mengapa Aman selalu saja bisa menyelesaikan masalah dalam keluarganya, bahkan dengan cara yang tidak terduga.

Ketika restoran milik keluarga Kapur hampir bangkrut, Aman yang memberikan saran untuk mengubah restorannya dengan ciri khas India. Berkat idenya ini Jennifer tidak jadi kehilangan restorannya. Kini mereka bisa hidup dengan tenang.

Giliran Naina dan masalah soal jodohnya, Aman juga yang membuat wanita ini akhirnya bisa berdampingan dengan Rohit. Tapi, di balik ini semua ada luka dalam hati Naina. Pasalnya, gadis ini sebenarnya telah jatuh cinta pada Aman. Namun ia harus patah hati bahkan sebelum mengatakannya, karena Naina berpikir pria itu telah menikah.

Beberapa hari sebelum pertunangan Naina dan Rohit, Jennifer membuka rahasia dibalik kematian suaminya. Hal ini membuat Lajjo sangat marah dan melampiaskannya pada Gia yang dianggap sebagai anak pembawa sial.

Aman yang tidak tahan akhirnya mengungkapkan bahwa Gia adalah anak hasil hubungan gelap putranya dengan wanita lain yang diterima oleh Jennifer.

Tak lama setelah kejadian ini, Naina dan Rohit juga mengetahui rahasia yang disembunyikan oleh Aman. Ternyata pria itu belum menikah dengan siapa pun, bahkan kini ia tengah terbaring di rumah sakit.

Melihat Aman yang tidak berdaya, hati Naina sangat hancur dan terbesit keraguan dalam dirinya. Apakah Naina akan tetap menikah dengan Rohit atau pergi ke pelukan Aman?

Karan Johar dan Kisah di Balik Pembuatan Kal Ho Naa Ho

kisah kal ho naa ho_

Film-film yang dibintangi oleh Shah Rukh Khan memang terkenal dengan kisah-kisah menyedihkannya. Salah satu filmnya yang paling terngiang di pikiran banyak orang-orang adalah Kal Ho Naa Ho (2003).

Film ini memang tidak bisa dipungkiri selalu berhasil membuat penontonnya menangis sepanjang film. Hebatnya, meski sudah sering saya tonton, film ini tetap saja terasa sangat menyesakkan dan menyedihkan.

Kal Ho Naa Ho (2020) sendiri ceritanya ditulis oleh salah satu sutradara terkenal di Bollywood, yaitu Karan Johar. Jujur saja di balik segala kontroversinya, kemampuan Karan dalam membuat cerita yang menggugah hati memang tidak bisa dianggap remeh. Bahkan film ini memang sangat membekas di hati Karan Johar, pasalnya pembuatannya memang tidak mudah.

Dikutip dari BuzzFeed, terdapat beberapa fakta menarik ketika Karan Johar membuat cerita untuk film ini. Karan sudah memiliki bayangan mengenai cerita ini.

Sayangnya, ketika sudah masuk proses produksi, ia menyerahkan kendali pada orang lain. Karan mengaku sangat menyesal akan hal ini, namun saat itu ia tengah diterpa musibah ketika ayahnya Yash Johar meninggal dunia.

Bahkan Karan juga sempat meminta Anurag Kashyap untuk menuliskan dialognya, tapi ditolak karena Anurag tidak bisa menulis dialog romantis. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Niranjan Iyengar, dan hasilnya dialog di film ini memang sangat romantis.

Film ini juga sempat ditolak oleh Abhishek Bachchan dan Vivek Oberoi, untungnya ada Saif Ali Khan yang menggantikan.Preity Zinta juga bukanlah pilihan awal untuk film ini.

Sialnya, aktris cantik ini juga mengalami cedera saat syuting. Kejadian ini diperburuk dengan Shah Rukh Khan yang harus dioperasi dan hampir keluar dari film. Tapi segala kesulitan yang dialami dalam proses pembuatan Kal Ho Naa Ho (2003), dibayar dengan menjadi salah satu film paling hits kala itu.

Memasukkan Banyak Nilai-Nilai Tradisi dan Sosial India

nilai tradisi india_

Bagi para pecinta film Bollywood, tidak lengkap rasanya jika tidak melihat adanya budaya khas India di filmnya. Hal ini juga sempat menjadi kekhawatiran saya, pasalnya Kal Ho Naa Ho (2003) memang mengambil latar di Amerika. Otomatis akan lebih banyak hal modern dan tidak ada sangkut pautnya dengan kebudayaan India.

Namun Kal Ho Naa Ho (2003) menyelipkan budaya India lewat attitude yang ditampilkan oleh para pemainnya. Kita memang jarang melihat kain sari dan lainnya.

Semuanya serba modern kecuali saat memasuki bagian akhirnya. Setelah membaca lebih dalam pendapat kritikus India mengenai film ini, saya menyadari bahwa mereka menyelipkan rasa nasionalisme.

Contohnya ketika Aman menyuruh Jennifer untuk mengubah restorannya dan menampilkan gaya khas India. Hal ini memberikan perubahan yang signifikan. Setelah itu ada banyak pelanggan yang mengantre makan di sana. Bisa dikatakan film ini menggambarkan internalisasi dari ideologi Barat ke budaya India.

Jika dilihat-lihat memang ada perselisihan antara perbedaan budaya ketika Lajjo sangat menyanjung India. Sementara Jennifer dan anak-anaknya lebih condong ke Barat.

Di akhir film mereka bisa membuat kedua budaya ini berjalan beriringan. Bagi saya film ini menunjukkan bahwa kedua kebudayaan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Kultur-kultur ini ditempatkan dengan sangat baik, sangat menyatu dengan plot-nya dan tidak terasa kagok. Pasalnya hal ini malah masuk dalam pengembangan karakter mereka, plot-nya hanya mendukung agar perubahan karakter ini bisa terlihat jelas.

Kantaben dan Sindiran Mengenai Homoseksual

kantaben_

Salah satu karakter yang sebenarnya tidak memiliki banyak screentime namun sangat diingat. Siapa lagi kalau bukan “Kantaben”, wanita yang mengurus segala keperluan rumah Rohit.

Wanita ini benar-benar bisa membuat mood dari para penonton langsung naik, karena ekspresinya yang lucu. Karakter Kantaben ini diperankan oleh Sulbha Arya, aktris Hindi dan Marathi yang berkarir sejak tahun 1984.

Tidak banyak adegan yang dilakukan dan dialognya juga sangat singkat, namun Kantaben berhasil mencuri perhatian. Bahkan, ia bisa mengambil spotlight dari Shah Rukh Khan dan Saif Ali Khan, hanya dengan ekspresi kagetnya saja.

Di sini Kantaben diceritakan sangat shock saat melihat interaksi Shah Rukh Khan dan Saif Ali Khan, karena menganggap mereka pasangan homoseksual.

Saking sayangnya dengan karakter Rohit yang diperankan oleh Saif Ali Khan, Kantaben sampai berdoa pada dewa. Doanya sebenarnya sangat simpel tapi bikin orang-orang tertawa. Ia ingin jika Rohit bisa menikah dengan wanita bukan dengan pria. Doanya akhirnya terkabul, karena Rohit akhirnya benar-benar menikah dengan Naina.

Di balik itu semua saya sempat berpikir apakah Kal Ho Naa Ho (2003) sedang menyindir soal homoseksual? Pasalnya kaum LGBT memang mendapatkan diskriminasi dari masyarakat sosial dan hukum di India. Pasalnya, saat itu hukum era kolonialisme masih berlangsung, di mana hal ini mendiskriminasi identitas para LGBT.

Di India sendiri gelombang homofobia memang cukup tinggi, bahkan intimidasi juga dilakukan oleh semua orang. Sepertinya Kal Ho Naa Ho (2003) hanya ingin menunjukkan bahwa hubungan pria dengan pria lainnya tidak selalu disebut homoseksual, ada juga yang disebut bromance.

Dalam hal ini Kantaben telah salah menilai apa yang dilihatnya, apalagi ia tidak bertanya soal hal ini. Inilah review saya setelah menonton film Kal Ho Naa Ho (2003), film yang ternyata penuh dengan kejutan dan nilai sosial.

Overall, saya tidak bisa protes soal premis, plot hingga aktingnya. Semuanya digarap dengan baik dan sempurna. Bagaimana menurutmu? Bagikan jawabannya di kolom komentar di bawah ini.

Kal Ho Naa Ho
Rating: 
4/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram