bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Jepang Mother: マザー (2020)

Ditulis oleh Mutiara Dwi C.K. - Diperbaharui 7 Januari 2022

Film Mother (2020) atau yang dikenal dalam bahasa Jepang dengan judul  マザー, disutradarai oleh Tatsushi Omori dengan dibintangi oleh artis terkenal Nagasawa Masami. Film yang memperlihatkan sisi gelap dari seorang ibu ini berhasil mendapatkan beberapa penghargaan yang bergengsi.

Selain itu, film ini juga mendapatkan penghasilan dengan jumlah yang fantastis, yaitu 220 juta Yen. Konon katanya film ini terinspirasi dari sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang pada tahun 2014. Daripada penasaran dengan kisah ceritanya, yuk baca dulu sinopsis dan review film Jepang Mother: マザー (2020)!

Sinopsis

sinopsis_
  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Psychological, Life, Drama
  • Sutradara: Omori Tatsushi
  • Perusahaan Produksi: Star Sands, Kadokawa Pictures
  • Pemeran: Nagasawa Masami, Gunji Sho, Okudaira Daiken, Abe Sadao

Film ini menceritakan kisah seorang ibu bernama Akiko yang membesarkan anaknya Shuhei seorang diri. Bersiaplah untuk tersulut emosi ketika menonton film ini, karena di dalam film kamu akan diperlihatkan sosok seorang ibu yang egois.

Adalah Akiko, seorang single mom yang membesarkan anaknya, Shuhei sendirian. Alih-alih mencari kerja, ia malah lebih sering berjudi, mabuk-mabukan dan tidak mencari kerja sama sekali. Akiko sering meminjam uang kepada kedua orang tua bahkan kepada adik perempuannya sendiri.

Ketika Akiko tidak diberikan uang oleh orang tuanya, ia menyalahkan adiknya yang telah menghabiskan uang orang tuanya untuk sekolah. Sedangkan ia tidak melanjutkan sekolah, karena menurut orang tuanya ia anak yang nakal dan tidak serius belajar.

Akiko dan Shuhei pergi ke sebuah tempat permainan dan bertemu dengan seorang laki-laki bernama Ryo. Akiko mengajak Ryo ke rumah sewaannya dan malah bermesraan. Ia selalu menyuruh Shuhei untuk membuatkan makanan dan urusan rumah lainnya.

Keesokannya, Akiko pergi bersama Ryo dan menitipkan Shuhei kepada Uji yang merupakan petugas dinas sosial. Uji memberikan bahan makanan selama Akiko tidak ada di rumah. Sampai enam hari berlalu, Akiko baru pulang kembali dengan Ryo.

Shuhei protes kepada Akiko karena pergi lama, sedangkan ia di rumah sendirian. Akiko lalu menuduh Uji telah melakukan pelecehan terhadap Shuhei dan memerasnya. Namun, secara tidak sengaja terjadi kekacauan dan Uji pun tertusuk pisau.

Akiko, Shuhei dan Ryo pergi melarikan diri karena ketakutan ditangkap polisi. Tinggal disebuah rumah sewa kecil, Ryo tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka bertiga. Suatu ketika, Akiko mendapatkan berita dari Ibunya kalau Uji masih hidup.

Mereka kembali memutuskan untuk meninggalkan kota tempat tinggal sekarang. Namun sebelumnya Ryo mencuri uang dulu dan tinggal di sebuah hotel cinta.

Pada suatu hari, Akiko hamil  kembali dan memanfaatkan momen tersebut untuk meminjam uang kepada adiknya dengan menyuruh Shuhei. Selain itu, Shuhei juga diminta untuk bertemu ayah kandungnya untuk meminta uang karena uang yang dikirimkan kurang.

Tidak sampai di situ, Shuhei juga disuruh untuk meminta uang kepada nenek dan kakeknya, namun neneknya marah besar tanpa memberikan uang. Akiko lalu memberitahu Ryo tentang dirinya yang sedang hamil. Namun Ryo tidak terima, lalu meninggalkan Akiko.

Mendengar ribut-ribut di kamar Akiko, Akigawa yang merupakan pengurus hotel, masuk ke kamar Akiko. Kemudian Akiko merayu Akigawa supaya bisa tetap tinggal di sana dengan menjual tubuhnya. Tapi Akigawa hanya memberikan sebuah tenda di atap hotel untuk mereka.

Lima tahun berlalu, Akiko telah melahirkan anak perempuan yang diberi nama Fuyuka, dan Shuhei sangat menyayangi adiknya tersebut. Keadaan semakin buruk. Kini mereka tidak mempunyai tempat tinggal dan menggelandang. Suatu hari, petugas dinas sosial menemukan mereka dan memberikan bantuan tempat tinggal.

Ketika hidup mereka mulai agak tenang, tiba-tiba Ryo datang kembali dan memutuskan untuk tinggal bersama. Aya yang merupakan salah satu petugas dari dinas sosial memberitahu Shuhei tentang sekolah gratis yang bisa ia ikuti. Namun, Shuhei selalu dilarang mengikuti kelas tersebut oleh Akiko dan menyuruhnya untuk menjaga Fuyuka.

Dikejar-kejar oleh penagih hutang, mereka berempat kembali pergi melarikan diri. Tapi Ryo menitipkan Fuyuka dan juga ibunya kepada Shuhei, sementara ia pergi melarikan diri sendirian. Untuk bertahan hidup, kini Shuhei menjadi tulang punggung keluarganya. 

Namun sayangnya Akiko sampai sekarang masih saja sering berjudi, mabuk-mabukan dan bermalas-malasan. Sampai suatu ketika ia menyuruh Shuhei untuk mencuri karena uang simpanannya sudah habis. Shuhei sempat menolak perintah ibunya, tapi pada akhirnya ia tetap mengikuti kemauan ibunya tersebut.

Shuhei dan Akiko dimarahi oleh bosnya Shuhei karena ketahuan mencuri, namun tidak berlangsung lama dan kemudian dimaafkan. Bosnya lalu memberikan pekerjaan kepada Akiko untuk bersih-bersih kantor. Lalu, ia mendapatkan pesan dari Ryo kalau ia membutuhkan uang yang banyak untuk melunasi hutang-hutangnya.

Kembali Akiko menyuruh Shuhei untuk mencuri uang dari brankas kantor, namun uangnya masih kurang. Dan lagi, mereka kembali pergi meninggalkan tempat tersebut. Dalam perjalanan, Akiko menyuruh Shuhei untuk membunuh neneknya dan mengambil uang dari sana.

Shuhei yang merasa serba salah pun akhirnya mengikuti perintah ibunya. Pada awalnya ia tidak dikenali oleh nenek dan kakeknya karena sudah lama tidak datang ke sana. Kini, sikap nenek dan kakeknya lebih baik dibandingkan dulu. Shuhei bahkan menceritakan adik perempuannya yang membuat nenek dan kakeknya ingin bertemu dengannya.

Namun sayang, Shuhei tetap nekat untuk membunuh nenek dan kakeknya demi memenuhi perintah dari ibunya. Karena perbuatannya tersebut, Shuhei dipenjara selama 12 tahun dan mengatakan kalau perbuatan yang ia lakukan adalah kehendaknya sendiri. Sementara Akiko hanya dipenjara selama dua tahun dan enam bulan masa penangguhan.

Kisah Seorang Ibu yang Egois

ibu egois_

Sepanjang 126 menit dari awal cerita hingga akhir, diperlihatkan bahwa sosok Akiko adalah seorang ibu yang egois dan toxic. Ia hanya peduli kepada kesenangan dirinya sendiri tanpa memperhatikan anaknya. Akiko menjadi sosok ibu yang selalu memanfaatkan Shuhei untuk meminjam uang demi nafsunya saja.

Alih-alih mendidiknya dengan benar, mencoba mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya pun tidak. Akiko ini terlalu mementingkan egonya sendiri, serta kesenangan dirinya, selalu menyuruh-nyuruh Shuhei dan merasa ia bebas melakukan apapun pada anaknya.

Masalah yang Semakin Kompleks

masalah kompleks_

Pengambilan sudut kamera dan penggambaran membuat setiap scene di sini terasa semakin menyesakkan. Belum lagi dengan akting yang bagus dari para pemainnya, terutama Nagasawa Minami yang berhasil memerankan sosok ibu dengan sisi gelapnya.

Permasalahan semakin rumit dan kompleks ketika ia sudah tidak mempunyai pekerjaan, tidak punya tempat tinggal, kemudian ditambah punya anak lagi. Sementara ayah dari anak keduanya itu pergi meninggalkan Akiko dan Shuhei. Hidup mereka pun semakin menderita dengan Akiko yang tidak pernah berubah sama sekali.

Film yang Menyulut Emosi

film emosi_

Alur cerita dari awal hingga akhir benar-benar menyulut emosi. Sampai-sampai kita berpikir, kenapa bisa seorang ibu berbuat dan mendidik anaknya seperti itu?

Shuhei yang terlalu menyayangi ibunya pun seperti tidak bisa menolak permintaan ibunya, karena ibunya adalah satu-satunya orang yang membuat dirinya nyaman. Padahal sepertinya ia memiliki sebuah mimpi tapi tertahan oleh ibunya.

Akiko yang terlalu bucin kepada Ryo rela menyuruh anak kandungnya untuk mencuri uang, bahkan menyuruhnya untuk membunuh orang tuanya sendiri yang merupakan kakek dan neneknya Shuhei, demi mendapatkan uang untuk kekasihnya.

Sampai pada akhirnya Akiko dan Shuhei dipenjara, Akiko terkesan tidak merasa bersalah telah menyuruh anak kandungnya untuk melakukan perbuatan keji tersebut. Semakin lama kita dibuat semakin kesal ketika scene nenek dan kakeknya Shuhei yang mulai bisa menerima Shuhei, tapi malah dibunuh karena perintah dari ibunya. 

Lalu, yang bikin nyesek juga ketika Shuhei mengatakan kalau ia menyayangi ibunya sampai sekarang walaupun perbuatannya tidak baik. Sampai Shuhei menganggap kelahiran dirinya pun dari awal merupakan suatu kesalahan.

Secara keseluruhan film ini sungguh menyulut emosi dan membuat kesal sepanjang kita menontonnya. Untuk kamu yang mau menonton film ini, bisa langsung nonton di Netflix, ya! Tapi harap diperhatikan, untuk menonton film Mother, kamu harus bijak dan sudah berumur 17+, karena mengandung unsur kekerasan dan seksual.

Mother: マザー
Rating: 
3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram