Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Hacksaw Ridge (2016), Adaptasi Kisah Nyata

Review & Sinopsis Hacksaw Ridge (2016), Adaptasi Kisah Nyata

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Setelah dikenal sebagai seorang aktor, Mel Gibson juga melebarkan sayapnya menjadi seorang sutradara. Braveheart, Apocalypto dan The Man Without a Face merupakan beberapa karyanya. Hacksaw Ridge adalah karya terbarunya yang membuat namanya sebagai sutradara semakin melambung.

Mel banyak menyutradarai film-film yang bercerita tentang masa lampau. Salah satu cirinya adalah adanya karakter yang sangat kuat sebagai pusat dari cerita filmnya. Hacksaw Ridge menampilkan latar tentang perang dunia kedua. Hebatnya, yang diceritakan bukan tentang taktik perang seperti film lain. Lalu tentang apa sebenarnya Hacksaw Ridge? Yuk kita bahas lebih lanjut.

Sinopsis

Sinopsis Hacksaw Ridge

  • Rilis: 2016
  • Genre: Biographical, Drama, War
  • Produksi: Summit Entertainment
  • Sutradara: Mel Gibson
  • Pemain: Andrew Garfield, Sam Worthington, Luke Bracey, Teresa Palmer

Di masa kecilnya, Desmond Doss nyaris membunuh kakaknya ketika sedang bermain. Peristiwa itu terus melekat di pikirannya. Dia akhirnya menemukan ketenangan setelah bergabung dengan sebuah kepercayaan Protestan bernama Seventh-day Adventist dengan salah satu ajaran pentingnya yaitu larangan untuk membunuh.

Setelah serangan Jepang ke Pearl Harbor di tahun 1941, Desmond mendaftar untuk menjadi anggota militer di bagian medis. Sang ayah yang merupakan seorang veteran perang nggak setuju dengan keputusan Desmond, tapi dia bersikukuh untuk melanjutkan niatnya. Sebelum berangkat ke pelatihan, Desmond melamar kekasihnya, Dorothy.

Hacksaw Ridge

Desmond masuk pelatihan militer di bawah komando Sergeant Howell. Tubuhnya yang kurus membuatnya diragukan untuk bisa terjun di medan perang. Kewalahan saat melakukan latihan fisik, posisinya makin digoyang karena keberaniannya untuk menolak menyentuh senjata dan melakukan latihan di hari Sabtu, karena dalam keyakinannya di hari tersebut dia harus beribadah.

Sikapnya yang berani menentang perintah membuat Desmond dibawa ke persidangan dengan tuduhan mempunyai masalah psikologis. Persidangan menolak untuk memproses masalah itu karena berhubungan dengan keyakinan. Alhasil, Desmond menjadi bulan-bulanan bahkan sempat dirundung oleh rekan-rekannya di pelatihan militer.

Di masa pelatihan Desmond sempat pulang untuk menikahi Dorothy. Sekembalinya ke pelatihan, dia tetap nggak mau memegang senjata dan dihukum masuk penjara karena melawan perintah. Ketika di persidangan, sang ayah datang dan membacakan bahwa tindakan Desmond dalam mempertahankan keyakinan merupakan tindakan yang dilindungi oleh konstitusi.

Hakim memutuskan bahwa Desmond nggak bersalah dan tetap menjadi anggota militer. Waktu untuk Desmond diterjunkan ke medan perang pun tiba. Dia bersama satuannya ditugaskan untuk membantu sebuah unit militer yang sedang berperang melawan tentara Jepang di sebuah bukit tinggi yang curam.

Ketika rekan-rekan militernya yang lain membawa senjata, Desmond tetap dengan pendiriannya, menolak membawa senjata. Berhasilkah Desmond mempertahankan keyakinannya di medan perang? Bagaimana tindakannya ketika sedang dalam situasi sulit? Di film inilah kita akan melihat bagaimana seorang prajurit yang nggak mau membunuh bertahan di medan perang.

Adaptasi dari Kisah Nyata

Adaptasi dari Kisah Nyata

Seorang anggota militer yang diberangkatkan ke medan perang, walau posisinya sebagai tenaga medis tapi menolak membawa senjata bukanlah sesuatu yang lazim. Bahkan untuk berjaga-jaga pun, dia nggak mau. Kita bisa membayangkan bagaimana kelamnya hidup di tengah peperangan, apalagi kalau harus ditempatkan di zona bahaya yang begitu dekat dengan kematian.

Sosok Desmond di film Hacksaw Ridge merupakan sosok yang nyata. Beliau bertugas untuk Amerika di perang dunia kedua sebagai tenaga medis. Dia harus mengobati rekannya yang terluka bahkan menurunkan mayat rekannya yang meninggal ke bawah bukit. Lalu dia harus kembali naik untuk melakukan tugasnya yang lain. Dia diberi penghargaan Medal of Honor karena dedikasinya.

Menurut anaknya, Desmond Doss Jr. cerita ayahnya selalu menarik banyak sineas untuk dijadikan film. Sang ayah selalu menolak karena khawatir hasilnya terlalu melebih-lebihkan hal yang dia yakini. Ketika selesai menonton Hacksaw Ridge karya Mel Gibson, dia mengatakan bahwa filmnya akurat dan berhasil menyampaikan prinsip yang selalu ingin disampaikan sang ayah.

Cerita yang Runut

Cerita yang Runut

Salah satu keunggulan Hacksaw Ridge adalah ceritanya yang runut. Kita akan dibawa untuk menonton bagaimana Desmond mempertahankan keputusannya nggak memegang senjata karena keyakinannya. Di tengah adegan peperangan, ada kilas balik apa yang sebenarnya terjadi sehingga sebagai penonton kita akan semakin memahami apa yang Desmond percayai.

Mempunyai ayah seorang veteran perang, Desmond harus menghadapi sang ayah yang mengalami stress pasca perang. Ditambah dia juga menyaksikan pertengkaran ayahnya yang mabuk dengan ibunya yang membuat dia memegang senjata dan nyaris membunuh ayahnya. Rentetan kejadian itulah yang kemudian membentuk sosok Desmond Doss yang kita lihat di Hacksaw Ridge.

Menunjukkan Sisi Gelap dari Perang

Menunjukkan Sisi Gelap dari Perang

Kita termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang beruntung karena nggak perlu melewati masa-masa perang yang menegangkan. Dari bayangan saja, kita bisa merasakan betapa ngerinya peperangan. Apalagi bagi anggota militer yang ditugaskan untuk berperang di wilayah tertentu, terlebih di zona berbahaya yang dekat dengan maut.

Hacksaw Ridge menunjukkan sisi gelap dari perang. Dimulai dari waktu sebelum perang, ketika anggota militer harus ditempa dalam pelatihan yang menguras fisik dan psikologis. Pada masa peperangan, mereka harus jauh dari orang-orang yang disayangi dan harus mempertaruhkan nyawa dengan kemungkinan nyawa mereka nggak terselamatkan.

Suasana perang yang menegangkan digambarkan dengan sangat teliti di Hacksaw Ridge. Bagaimana mereka harus mulai menyerang, bersembunyi, bergantian untuk istirahat, berbagi makanan dan minuman. Puncaknya adalah ketika satu-persatu dari mereka harus tertembak dan Desmond harus berjibaku untuk mengobati rekan-rekannya yang terluka itu.

Salah satu adegan yang menyentuh adalah ketika Desmond yang secara sembunyi-sembunyi menyelamatkan rekan-rekannya yang tewas untuk dibawa turun dari bukit. Seorang tentara musuh sempat menemukannya yang sedang bersembunyi, tapi melihat Desmond sebagai petugas medis, dia mengurungkan niat untuk melukainya.

Penampilan Apik Andrew Garfield

Penampilan Apik Andrew Garfield

Andrew Garfield memulai karirnya di dunia film di pertengahan tahun 2000-an. Dari sekian banyak film yang dia bintangi, perannya sebagai sosok Peter Parker di dua film The Amazing Spider Man adalah yang paling melekat. Lewat film itu, dia mendapat porsi peran yang besar dan namanya semakin dikenal.

Sempat ada yang mempertanyakan kemampuan Garfield untuk memerankan karakter Desmond Doss di film Hacksaw Ridge. Dia dianggap sebagai aktor yang bermain aman dalam memilih peran. Kalau sudah melihat hasilnya, maka pendapat itu bisa dipatahkan oleh Garfield. Dia berhasil memerankan sosok Desmond Doss dengan sangat apik.

Desmond merupakan sosok yang lugu dan religius, bisa diperankan oleh Garfield dengan nyaris sempurna. Cara berbicara, berjalan, bahkan bahasa tubuhnya benar-benar mengagumkan. Apalagi ketika dia harus melakoni adegan saat Desmond berada di keadaan yang sulit, terlihat sangat ril. Banyak yang mengatakan bahwa Hacksaw Ridge adalah film terbaik Andrew Garfield.

Film Hacksaw Ridge mengajarkan kita supaya berani mempertahankan apa yang kita yakini tanpa harus memaksakan pada orang lain dan fokus pada tujuan. Siap-siap merasa ngeri dan terharu kalau menonton film ini. Kamu juga bisa berbagi kesan yang kamu dapatkan setelah menonton film ini di kolom komentar ya, teman-teman!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *