bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Goodfellas, Memasuki Kehidupan Mafia

Film-film bertemakan mafia selalu mempunyai daya tarik tersendiri. Dengan kegiatan mereka yang dilaksanakan di bawah tanah. Banyak penonton tertarik untuk melihat seluk-beluknya lebih jauh. Apalagi pernah ada masa di Amerika ketika para mafia berjaya. Maka dari itu, banyak sosok-sosok dari masa itu yang ceritanya diangkat ke layar lebar.

Di antara film-film bertemakan mafia, ada salah satu yang paling ikonik yaitu Goodfellas. Saking ikoniknya, film ini disebut-sebut sebagai salah satu film terbaik yang pernah dibuat.

Sampai-sampai film ini dimasukkan ke dalam jajaran National Film Registry, tempat film-film khusus yang dianggap berpengaruh. Kita akan membahas sinopsis dan review filmnya di sini.

Baca juga: Sinopsis dan Review The Godfather, Film Mafia Terbaik

Sinopsis

Sinopsis

Pada tahun 1955 di Brooklyn, Henry Hill yang masih berusia belasan tahun sering melihat lewat jendela rumahnya ke arah tempat para mafia berkumpul di bawah pimpinan Paulie.

Dia berharap suatu saat nanti bisa bergabung dengan mereka. Dengan begitu, kehidupannya akan jauh lebih baik dengan materi berlimpah. Dia pun mendekati anak buah Paulie dan diberikan tugas-tugas kecil.

Henry yang sudah dewasa perlahan-lahan menjadi orang kepercayaan Paulie. Dia menyukai seorang wanita bernama Karen. Suatu waktu, Karen diganggu oleh tetangganya. Henry tanpa segan menghajar mereka. Karen mulai mengetahui kehidupan Henry sebagai mafia.

Walau sempat nggak nyaman, Karen akhirnya menerima Henry setelah mengetahui kehidupan glamor dan koneksi yang dimiliki Henry. Karen pun mau dinikahi Henry walau sempat ditentang kedua orang tuanya.

Pada tahun 1970, Henry bersama rekan-rekannya sedang berjudi. Tommy, rekan Henry, berulang kali diledek oleh Billy Batts. Merasa dipermalukan, Tommy marah besar. Dibantu oleh Jimmy, Tommy menusuk dan menembak Billy sampai tewas.

Kematian Billy yang juga seorang mafia bisa mengundang balas dendam. Mereka mengubur jasad Billy di pinggiran kota New York. Enam bulan kemudian, wilayah itu akan dibangun. Alhasil Henry dan dua rekannya memindahkan jasad Billy.

Hidup Henry bergelimang harta. Sebagai orang kepercayaan Pauline, dia mendapat pemasukan yang besar. Hasrat untuk berselingkuh pun nggak tertahan. Henry mulai menjalin hubungan dengan Janice.

Di tahun 1974, Karen mengetahui tindakan suaminya itu dan sempat menodongkan pistol ke arah Henry. Henry memilih untuk keluar rumah dan tinggal bersama Janice.

Paulie mendesak Henry supaya kembali kepada Karen. Baginya, mereka itu manusia yang harus setia. Henry dan Jimmy ditugaskan menagih hutang seorang penjudi.

Di perjalanan pulang, mereka ditangkap oleh anggota FBI yang menyamar. Mereka pun mendapat hukuman 10 tahun penjara. Henry nggak kehabisan akal, di penjara dia berbisnis heroin.

Tahun 1978, Henry dan Jimmy dibebaskan dari penjara. Mereka disambut hangat oleh Paulie yang mengagumi kesetiaan mereka untuk nggak mengadukan Paulie.

Sementara itu, Henry dan Jimmy diam-diam melanjutkan bisnis heroin. Paulie nggak mengetahui hal itu dan dia melarang anak buahnya berbisnis heroin karena akan lebih mudah tertangkap.

Nggak lama kemudian, Tommy bergabung dalam bisnis Henry dan Jimmy. Jimmy merencanakan perampokan di bandara John F. Kennedy. Misi itu berhasil dilaksanakan dan Jimmy membagikan hasil perampokan pada krunya.

Sayangnya, para kru malah membeli barang mahal dan truk yang dipakai untuk mencuri berhasil diamankan oleh polisi. Untuk menyembunyikan bukti yang mengarah pada dirinya, Jimmy menghabisi hampir semua krunya.

Tommy diundang keluarga mafia dan disebut akan menjadi salah satu pemimpin. Undangan itu padahal jebakan sebagai balas dendam atas tindakan Tommy pada Batts.

Sementara itu, Henry dan Jimmy sadar bahwa kelas mereka sebagai mafia nggak akan meningkat sebagaimana mereka nggak punya darah keturunan Sicillia. Seberapa lamakah mereka bisa menjalankan bisnis dan menutupi kejahatan sebagai mafia?

Kehidupan Mafia Secara Gamblang

Kehidupan Mafia Secara Gamblang

Goodfellas menyajikan kehidupan mafia secara gamblang. Cerita bagaimana Henry bisa bergabung bersama kelompok Paulie sampai menjadi orang kepercayaan dijelaskan dengan rinci. Aturan-aturan nggak tertulis, rutinitas, pembagian keuntungan, jasa keamanan secara ilegal ditampilkan untuk menunjukkan kehidupan mafia di masa itu.

Detail-detail kecil pun diungkap. Pada adegan pernikahan Henry dan Karen, Paulie kesulitan mengingat nama dua keponakannya. Dia pun menyebut nama asal untuk memperkenalkan mereka.

Tapi nggak ada yang berani membantah karena di dunia mafia, setiap tindakan pimpinan selalu benar dan nggak boleh dipertanyakan. Dan salah satu adegan paling ikonik di Goodfellas adalah Henry mengajak Karen makan malam di tempat bernama Copacabana.

Ketika orang-orang harus mengantri, Henry dengan mudah bisa masuk lewat jalan belakang karena tempat itu diamankan oleh orang-orang dari kelompok Paulie. Adegan ini memperkuat cerita betapa berpengaruhnya mafia dalam kehidupan sosial.

Cerita Solid

Cerita Solid

Goodfellas menyajikan cerita yang solid dengan narasi dari sudut pandang Henry. Cerita akan bergerak mengikuti kata-kata yang diucapkan Henry dan jauh dari kata membosankan.

Adegan-adegan sadis tapi masih dalam batas wajar pun diperlihatkan sebagai wujud dari cara mafia menyelesaikan masalah. Durasi panjang selama 146 menit pun nggak terasa lama karena masalah di kehidupan para mafia itu nggak henti-hentinya muncul dan semakin intens.

Secara sinematografi, film karya sutradara Martin Scorsese ini menyajikan beberapa terobosan yang diikuti oleh sineas lain. Teknik long take digunakan untuk mengambil adegan Henry memasuki Copacabana.

Selain itu, visual kehidupan mafia dengan kehidupan glamor dan kesadisannya pun dikemas dengan menarik. Nggak ada adegan menjijikan melainkan adegan-adegan itu dikemas seperti sebuah seni yang indah tanpa menghilangkan unsur kengerian apabila berada di lingkungan mafia.

Penampilan Apik Para Karakter Utama

Penampilan Apik Para Karakter Utama

Keistimewaan Goodfellas bukan hanya karena ceritanya yang solid, tapi juga dengan pendalaman karakter yang kuat. Henry digambarkan sebagai mafia yang terpengaruh cara kelompok kriminal dalam menyelesaikan masalah. Selain itu, kehidupan yang mewah membuatnya nggak merasa puas sampai berani berbisnis heroin yang ditentang Paulie.

Jimmy merupakan sosok yang diberikan tugas-tugas kotor. Walau diharuskan menjalani tugas-tugas yang nggak mudah, tapi dia setia pada Paulie. Bahkan dia bersama Henry menutup mulut rapat-rapat supaya hanya mereka yang dipenjara sementara Paulie bersama kelompoknya masih bisa menjalankan aktivitasnya.

Sosok Tommy cukup mencuri perhatian. Dia merupakan sosok temperamental yang nggak segan mengambil jalan kekerasan. Walau terbilang lebih sedikit dari dua karakter utama yang lain, kehadiran Tommy sangat berpengaruh dalam cerita. Tindakannya membunuh Batts memperlihatkan betapa kejamnya dunia mafia.

Ketiga aktor utama yang tampil di Goodfellas tampil dengan prima. Ray Liotta berhasil menjadi sosok Henry, Robert De Niro tampil natural sebagai Jimmy pun dengan Joe Pesci sebagai Tommy.

Perbedaan karakter ketiganya juga membawa dinamika sendiri sehingga cerita bergulir dengan menarik tanpa kehilangan subtansi tentang kehidupan kriminal.

Goodfellas dengan durasi yang cukup panjang berpotensi membuat tontonan yang membosankan. Hebatnya, kebosanan itu bisa dieliminir dengan cerita yang seru.

Dengan banyaknya adegan yang menampilkan kekerasan yang dilakukan oleh mafia, film ini sangat layak disebut klasik dan ikon dari film dengan tema sejenis. Ada lagi film mafia yang seru? Coba tuliskan di kolom komentar, teman-teman!

Goodfellas
Rating: 
4.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram