Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review Film Geostorm, Teknologi Pengatur Cuaca

Sinopsis & Review Film Geostorm, Teknologi Pengatur Cuaca

Ditulis oleh - Diperbaharui 19 November 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Hujan, badai, panas terik, salju dan cuaca lainnya bisa membantu suatu daerah tetap lembab dan cukup baik untuk ditinggali oleh manusia. Namun karena saat ini pemanasan global sudah mulai aktif, maka cuaca jadi semakin tidak terkendali dan tidak mudah ditebak, otomatis banyak daerah yang akhirnya memiliki cuaca yang ‘ngaco’.

Berangkat dari masalah ini, sang sutradara Dean Devlin, mengangkatnya ke dalam sebuah film berjudul Geostorm. Apapun yang kalian pikirkan saat melihat poster filmnya, akan sangat jauh berbeda dengan cerita keseluruhannya. Penasaran? Yuk, bareng-bareng simak ulasannya!

Sinopsis

Geostorm_Poster (Copy)

  • Tahun rilis: 2017
  • Genre: Action, Sci-Fi
  • Pemain: Gerard Butler, Jim Sturgess, Daniel Wu
  • Sutradara: Dean Devlin
  • Produksi: Warner Bros. Pictures, SkyDance Media, Electric Entertainment

Pada tahun 2019, bencana alam kerap kali terjadi di seluruh dunia. Hal ini mengakibatkan seluruh negara di dunia mulai membentuk koalisi untuk merancang sebuah satelit besar yang berguna untuk mengatur klimatologi bernama Dutch Boy. Satelit ini bisa mengatur cuaca dan mengendalikannya dengan cepat. Contohnya taifun di ShangHai tiba-tiba lenyap dalam sekejap berkat bantuan Dutch Boy.

Keakuratan Dutch Boy tiba-tiba mulai berubah, satelit ini tiba-tiba aktif dan membekukan sebuah wilayah di gurun pasir Registan. Lantas dilanjut membuat temperatur daratan Hong Kong menjadi sama dengan suhu inti bumi, melelehkan semua yang ada di atas kota besar itu.

Merasa ada yang aneh, seorang ilmuwan yang bekerja di ICSS (International Climate Space Station) langsung menduplikat data mengenai kinerja Dutch Boy beberapa pekan terakhir ke sebuah hard drive, namun belum sempat diteliti, ilmuwan tadi meninggal dalam kecelakaan yang ‘disengaja’.

Jacob Lawson (Gerard Butler) merupakan seorang komandan di ICSS, namun karena kecerobohannya mengaktifkan satelit Dutch Boy aktif tanpa izin, posisinya disana digantikan oleh Max Lawson (Jim Sturgess), adiknya yang bekerja sebagai Sekretaris Asisten Negara US. Hubungan Jacob dan Jim tidak terlalu bagus, maka dari itu kadang banyak terjadi salah paham antar mereka berdua.

Setelah kejadian yang menimpa gurun pasir Registan, Jacob merasa ada yang janggal. Ia pun kembali ke ICSS dan mencoba menyelidikinya bersama 4 rekannya yang lain yaitu komando stasiun ICSS Ute Fassbinder (Alexandra Maria Lara) dan kru nya; insinyur Eni Adisa (Adepero Oduye), spesialis sistem Duncan Taylor (Robert Sheehan), teknisi Al Hernandez (Eugino Derbez) dan sekuriti bernama Ray Dussette (Amr Waked).

Mereka berhasil memulihkan kembali data dari hard drive yang sebelumnya rusak akibat kecelakaan sang ilmuwan ICSS. Betapa terkejutnya mereka saat tahu bahwa hard drive tersebut sudah diberi virus untuk menonaktifkan semu login untuk mengakses satelit Dutch Boy juga membuat satelit tersebut malfungsi.

Jacob mengira bahwa hal tersebut adalah ulah Presiden U.S. Andrew Palma (Andy Gracia) yang membuat satelit Dutch Boy sebagai senjata; sebab hanya dia saja yang punya kode untuk mengambil alih ulang sistem Dutch Boy.

Jacob pun meminta bantu tunangannya yang bekerja sebagai Secret Service Agent bernama Sarah Wilson (Abbie Cornish). Mereka berdua bekerja sama untuk ‘menculik’ sang Presiden untuk mendapatkan kode guna membunuh virus yang menyebar di Dutch Boy mengingat rekan Jacob memperingatkan bahwa virus yang menyerang satelit mampu membuat bencana yang diberi nama Geostorm.

Benar saja, tak lama setelah mereka berhasil menculik Presiden, bencana Geostorm pun menyerang bumi. Satelit Dutch Boy benar-benar mengalami malfungsi; Dubai mengalami tsunami setinggi puluhan meter, Russia mengalami perubahan cuaca ekstrem yang panas sekali, penurunan suhu hingga beku di Rio de Janeiro, badai hebat di Tokyo dan bencana-bencana lainnya yang mulai menyerang dunia.

Singkat cerita, Jacob dan Sarah mengetahui bahwa dalang di belakang katastropi itu adalah ulah Duncan Taylor salah satu ahli sistem ICSS dibawah perintah Sekretaris Negara U.S. Leonard Dekkom (Ed Harris) untuk membunuh karakter Presiden sekaligus menghabisi nyawanya saat berpidato untuk Konvensi Nasional Partai Demokrat di Orlando, Florida dengan ‘mengirim’ badai skala F5 tepat diatas venue dimana Presiden Palma berada.

Sigap dan sadar keadaan, baik Jacob, Sarah dan Palma segera menyusun strategi untuk menangkap Dekkom, mengambil ulang sistem satelit dan membuat keadaan pulih seperti semula. Kabar baiknya, hubungan Jacob dan Max membaik karena saling bantu dan karir Jacob di ICSS kembali pada dirinya.

Jauh dari Ekspektasi

Geostorm_Disaster (Copy)

Awalnya saya pikir Geostorm akan menjadi film pure bencana alam seperti cerita dalam film The Day After Tomorrow, 2012 atau San Andreas. Ekspektasi saya sangat besar mengingat film ini memiliki poster film yang keren sekali; bayangan saya langsung film ini bakal jadi disaster movie paling epic di tahun 2017. Nyatanya saya salah besar.

Alih-alih alam yang ngamuk, ternyata rentetan kejadian bencana alam tersebut merupakan ulah dari sebuah satelit pengendali cuaca yang sungguh sangat besar dengan rangkaian jaringan super kompleks; ini membuat saya yang awalnya ingin menikmati serunya petualangan hidup pasca bencana malah jadi berpikir keras bagaimana sebuah satelit bisa memporak porandakan cuaca di bumi yang berujung sangat fatal.

Bila kalian memang pecinta film science fiction semacam ini, sudah bisa dipastikan kalian akan suka, namun untuk orang yang malas berpikir.

Hmmm, sepertinya kalian harus dua kali berpikir untuk menonton Geostorm dan yang paling saya kesal adalah endingnya yang super memaksakan; seperti sang sutradara tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan selanjutnya, dan akhirnya membuat penangkapan sekelas Dekkom berakhir dengan mudah tanpa ada back up disaat Palma jelas-jelas diculik dari venue Konvensi Partai Demokrat.

Dutch Boy Bisa Menjadi Kenyataan

Geostorm_Satelite (Copy)

Bukan sesuatu hal yang mustahil apabila satelit pengendali klimatologi seperti Dutch Boy bisa eksis mengingat di jaman sekarang pun sudah ada program yang mampu membuat hujan buatan, memantulkan panas matahari, konversi tenaga panas bumi menjadi elektrikal dan lain sebagainya. 

Bahkan sebenarnya dari dulu hingga sekarang Perekayasaan Kebumian atau yang dikenal dengan geoengineers sudah dijalankan dengan menanam banyak pohon supaya menjadi hutan konversi karbon dioksida menjadi oksigen, menyebarkan asam sulfur ke atmosfer untuk memecah arah cahaya matahari supaya bumi bisa lebih dingin, membuang debu besi ke laut untuk meningkatkan aktivitas fitoplankton yang doyan memakan karbon dioksida dan lainnya

Bisa jadi semakin maju teknologi dan kepintaran manusia, alat semacam satelit klimatologi Dutch Boy bisa jadi kenyataan meski membutuhkan waktu yang lama; tapi ya benar-benar untuk mengatur cuaca ya! Itu karena tsunami, angin topan dan bencana lainnya yang besar hanya bisa terjadi akibat faktor alam tidak bisa direkayasa.

Kritik Buruk

Geostorm_Acting (Copy)

Film Geostorm ini mendapatkan kritik buruk dan rating yang rendah. Bayangkan saja, meski Geostorm menutup keuntungan sebesar $ 221,6 juta dari seluruh penayangannya di dunia, Geostorm hanya mendapatkan nilai 3,63/10 dari RottenTomatoes bahkan CinemaScore juga memberikan nilai B- untuk film dengan budget produksi sebesar $ 120 juta.

Banyak yang mengatakan bahwa film ini terlalu mengedepankan drama, visual yang kurang oke, akting yang biasa saja dan jauh dari ekspektasi. Meski begitu, untuk saya sendiri, film Geostorm cukup oke untuk yang mengincar fun saja bukan mengincar cerita bencana yang epic sekali.

Sarat Pesan

Geostorm_Message (Copy)

Film Geostorm memberi banyak pesan di tiap tayangannya, bahwa manusia harus lebih sadar akan lingkungan sekitar; supaya satelit Dutch Boy tidak perlu sampai ada. Itu disebabkan oleh keadaan bumi yang semakin hari semakin mengkhawatirkan.

Banjir akibat sampah, suhu bumi meningkat akibat pemanasan global, longsor akibat penebangan hutan, krisis air bersih dan lainnya. Berangkat dari diri sendiri dulu yuk untuk lebih ketat dan disiplin dalam menjaga bumi. Kalau bukan dari kita yang mulai, siapa lagi? 

Secara keseluruhan film dengan genre aksi dan ilmu fiksi ini layak untuk ditonton bagi semua kalangan mengingat Geostorm adalah jenis PG-13. Kalian akan diberi efek kejut saat melihat menara Burj Khalifa di Dubai diterjang ombak besar, orang-orang mati beku di pantai Rio De Janeiro, kota Shanghai meleleh dan bencana-bencana lainnya. Jadi tunggu apalagi? Ayo tonton filmnya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *