bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Flightplan, Penculikan di Atas Langit

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 16 September 2021

Satu lagi film dengan tema pesawat yang saya suka! Setelah Air Force One, Non-Stop dan The Captain. Adalah Flightplan. Meskipun film ini tergolong film lawas karena tayang di tahun 2005 silam, namun cerita yang disuguhkan dalam film masih menjadi mimpi buruk bagi setiap orang tua yang bepergian bersama anaknya hingga sekarang.

Mimpi buruk yang disebut bukan karena turbulensi, namun karena kehilangan anak di dalam pesawat. Konyol bukan? Ini karena mau sebesar apapun pesawat, tetap saja, pesawat adalah tabung besi raksasa yang tidak memiliki banyak akses untuk orang lalu lalang seenaknya, juga ruangan yang sangat terbatas. Namun demikian, ini merupakan daya tarik dari filmnya!

Sinopsis

flightplan (Copy)
  • Tahun rilis: 2005
  • Genre: Psychological, Thriller
  • Sutradara: Robert Schwentke
  • Pemain: Judie Foster, Peter Saarsgard, Ericka Christensen
  • Produksi: Touchstone Pictures

Kyle Pratt (Jodie Foster) merupakan seorang insinyur aviasi yang bekerja untuk sebuah maskapai ternama Aalto Airlines. Suatu ketika, suami Kyle, David Pratt meninggal akibat terjatuh dari Menara apartemen dimana mereka tinggal. Merasa terpukul, Kyle akhirnya membawa jenazah suaminya serta anak semata wayangnya, Julia Pratt (Marlene Lawston) yang berumur 6 tahun untuk kembali ke Long Island dari Berlin.

Mereka semua menumpang pesawat canggih E-474 dari maskapai Aalto Airlines, dimana Kyle bekerja. Kyle dan Julia merupakan dua orang penumpang pertama yang masuk ke dalam pesawat sebelum 500 orang penumpang lainnya menyusul masuk. Kyle dan Julia duduk berdampingan. Namun karena ada 2 anak kecil yang ribut di depan bangku mereka, Kyle dan Julia memutuskan untuk berbaring sebentar di bangku belakang karena kosong.

Masalah mulai terjadi saat Kyle terbangun dari istirahatnya. Dia tidak bisa menemukan Julia dimanapun. Ia berusaha mencari dari lantai 1 sampai lantai 2, dari kelas ekonomi sampai kelas first class, dapur, toilet, lobby pesawat dan diseluruh tempat yang mungkin bisa dijangkau oleh Julia. Hasil pencarian Kyle nihil, Julia tidak ada di dalam pesawat.

Panik, Kyle akhirnya meminta bantuan dari pramugari bernama Stephanie (Kate Beahan). Pramugari lantas membantu Kyle dengan mengaktifkan semua tombol panggilan apabila penumpang di dalam pesawat merasa melihat Julia. Bukannya iba, seluruh penumpang di dalam pesawat malah skeptis karena mereka merasa konyol bahwa ada anak 6 tahun hilang di dalam pesawat yang sedang berada di atas samudera Atlantik 34.000 kaki tingginya.

Tidak ada respon, Kyle putus asa. Ia kalang kabut mengetahui anaknya tidak ada di dalam pesawat. Ia mulai mencurigai bahwa ada yang menculik Julia. Rasa takutnya itu membuat Kyle menjadi tidak terkontrol. Ia menembus ruang first class dan menggedor pintu pilot membuat semua penumpang menjadi khawatir.

Polisi udara yang saat itu bertugas, Gene Carson (Peter Saarsgad) langsung menahan Kyle karena membuat keributan di dalam pesawat sebelum akhirnya sang pilot, Marcus Rich (Sean Bean) mau menemui Kyle dan mendengarkan permasalahan yang terjadi.

Meski awalnya sempat ragu, Kapten Marcus akhirnya mengikuti apa yang diminta Kyle karena itu merupakan salah satu protokol. Walhasil di saat seluruh penumpang seharusnya tidur, malah terbangun akibat seluruh awak diperintahkan mencari Julia.

Berjam-jam pencarian dilakukan hingga bagian avionik, namun Julia tetap tidak ditemukan. Saat Kyle hendak mencarinya lagi, pramugari Stephanie menerima kabar dari kru darat bahwa Kyle naik pesawat sendirian dan nama Julia tidak terdaftar di dalam manifes pesawat karena Julia dinyatakan meninggal oleh rumah sakit tempat dimana jenazah suami Kyle sebelumnya berada.

Kyle pusing bukan main, dia positif merasa Julia berada dengannya di dalam pesawat namun kini kenyataannya Julia sudah meninggal. Tidak terima dengan kenyataan, Julia berlari berniat mencari Julia namun dilumpuhkan oleh para penumpang lainnya yang merasa terganggu. Kyle akhirnya ditahan di tempat duduknya bersama dengan seorang psikolog yang berniat membantu Kyle untuk mengikhlaskan semua.

Bukannya tenang, Kyle yang tetap bersikukuh bahwa Julia masih ada di pesawat membuat onar lebih parah lagi. Lampu pesawat ia padamkan, tekanan oksigen dimanipulasi supaya semua penumpang tidak lagi fokus pada dirinya. Ia kini berniat untuk mencari Julia di ruang kargo yang ada di perut pesawat.

Singkat cerita, Kyle merasa ada yang aneh dengan sang polisi udara, Gene. Sesaat setelah ia melakukan onar, Kyle tiba-tiba mendapatkan apa yang ia mau. Pesawat mendarat, kru lain tidak lagi mengganggu Kyle untuk mencari Julia, intinya semua bisa ia dapatkan setelah Gene berbicara dengan sang pilot.

Ternyata Gene yang menculik Julia untuk jadi bahan sandera. Julia ditaruh di ruangan dibawah avionik supaya tidak ditemukan dan menuduh Kyle berpura-pura mencari anaknya padahal Gene sendiri yang ingin membajak pesawat tersebut dengan memanfaatkan Kyle dan Julia. Mengetahui hal itu, Kyle ngamuk bukan main dan membalaskan dendamnya saat itu juga.

Karakter Seorang Ibu

flightplan_Julia (Copy)

Dari film ini saya belajar bagaimana seorang sosok Ibu bisa melakukan hal di luar nalar untuk melindungi anaknya meski harus mengorbankan nyawanya sendiri. Akting Judie Foster dalam film Flightplan, ketika memerankan Kyle Pratt layak mendapatkan 2 jempol! Dirinya sukses membawakan peran Ibu yang putus asa, namun tidak ingin menyerah dengan keadaan.

Ia tidak mudah termakan omongan orang lain meski semua orang sudah menekan dirinya dan menganggapnya sebagai wanita gila yang ingin cari perhatian. Entah kenapa Judie Foster selalu bisa memerankan peran seperti itu, bahkan di film sebelumnya, Panic Room, Judie Foster juga persis mendapatkan peran yang sama dan menang banyak!

Setting Pesawat

flightplan_Aalto Airlines (Copy)

Bila kalian penggila dengan dunia penerbangan, kalian wajib sekali menonton film Flightplan. Film ini mengambil setting di sebuah pesawat jenis Elgin E-474 yang sudah pasti fiktif. Namun rancangan interior dan eksterior pesawat ini benar-benar spektakuler dengan detail yang mumpuni.

Pesawat Aalto Airlines ini memiliki konfigurasi tempat duduk 3-5-3 disaat pesawat besar lainnya menerapkan sistem 3-4-3. Pesawat ini juga berjenis double decker yang dari ujung ke ujung terisi dengan tempat duduk yang terbagi atas kelas ekonomi, kelas bisnis dan kelas satu. Lagi-lagi, layout kursi, luggage bag sampai karpet pesawat Aalto Airlines ini dibuat sekeren mungkin. Intinya pesawat Aalto Airlines E-474 sangat futuristik!

Sang art director, Kevin Ishioka, mengatakan bahwa dirinya sengaja membuat pesawat terlihat sangat luas dan mewah supaya kamera bisa masuk di beberapa tempat untuk mengambil gambar yang baik. Ia meniru desain dari pesawat Airbus A380 untuk badan dan interior pesawat.

Menuai Kontroversi

flightplan_Flight Attendants (Copy)

Film ini dibuat setelah 4 tahun berlalunya serangan September, 11, 2011. Paranoia yang ditimbulkan atas kejadian tersebut tidak akan pernah mati. Hal tersebut dimasukan kedalam film supaya rasa tegang dan was was bisa dirasakan juga oleh para penonton. Sayang aksi tersebut malah mengundang cibiran khususnya dari Asosiasi Pramugari Profesional.

Mereka mengatakan film ini secara gamblang memperlihatkan bahwa kru kabin juga bisa menjadi salah satu penjahat yang disebut dengan ‘teroris’ padahal nyatanya mereka bekerja dibawah sumpah untuk melayani dan menjadi garda depan para penumpang yang menjamin keselamatan mereka.

Meski demikian film ini tetap diterima di pasar dengan total keuntungan sebesar 223.4 juta dolar dari penayangannya di seluruh dunia. Film Flightplan juga mendapatkan grade B+ dari skala A ke F dari CinemaScore yang dikumpulkan dari seluruh penonton yang menyumbang suara.

Itu dia sinopsis dan review tentang film Flightplan. Untuk kalian yang belum nonton film ini harus banget liat! Apalagi kalau memang pecinta film dengan genre psychological thriller, wah, gak ada obat deh! Selain seru, film ini juga membuat kita jadi berpikir bahwa Julia itu sebenarnya memang tidak ada, alias plot twist.

Flightplan
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram