Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review Film Fatal Affair (2020), Sebagus Itukah?

Sinopsis dan Review Film Fatal Affair (2020), Sebagus Itukah?

Ditulis oleh - Diperbaharui 24 November 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ellie yang sedang mencoba memperbaiki rumah tangga bersama suaminya, Marcus, bertemu dengan seorang teman lama, David, yang ternyata memiliki masalah kejiwaan yang bisa membahayakan diri dan keluarganya. Nia Long dan Omar Epps bersama Stephen Bishop membintangi film bergenre thriller yang dibesut oleh Peter Sullivan, sutradara thriller Netflix Secret Obsession (2019).

Fatal Affair menambah satu lagi daftar film bertema psychological thriller yang tidak bisa mencapai ekspektasi yang diharapkan. Original film Netflix ini mengambil lokasi syuting di Los Angeles dan sekitarnya, sehingga suasana kesibukan kota tertangkap dengan baik. jangan lupakan juga keindahan pantai timur Amerika, meski hanya sedikit, ditampilkan dengan cukup indah.

Kami akan ulas film yang dirilis oleh Netflix pada 16 Juli 2020 ini dan akan membongkar faktor apa saja yang menjadi titik lemah film yang juga diproduseri oleh aktris utamanya, Nia Long, ini.

Sinopsis

Fatal Affair (2020)

*https://www.whats-on-netflix.com/news/netflixs-fatal-affair-releasing-in-july-2020/

  • Tahun: 2020
  • Genre: Thriller
  • Produksi: Hybrid
  • Sutradara: Peter Sullivan
  • Pemeran: Nia Long, Omar Epps, Stephen Bishop

Dibuka dengan sebuah adegan pembunuhan kepada pasangan yang tidak diketahui siapa pelakunya dan apa hubungannya dengan cerita film. Ellie Warren (Nia Long) adalah seorang pengacara sukses yang sedang menyelesaikan kasus terakhirnya sebelum resign dari perusahaan dan membuka praktek sendiri. Kali ini perusahaannya menggunakan jasa konsultan yang ternyata adalah teman kuliahnya dulu.

David Hammond (Omar Epps), sang konsultan, diketahui adalah seorang duda dengan karir yang sukses. Setelah rapat selesai, David mengajak Ellie untuk minum bersama, tapi Ellie menolak karena sudah ada janji dengan temannya. Tapi Ellie kemudian menawarkan David untuk datang juga. Ellie sudah datang ke nightclub, tapi Courtney tidak bisa hadir karena sedang lembur. Walhasil, Ellie hanya berdua dengan David saja malam itu.

Terjadi hal yang tak terduga antara mereka ketika terlalu banyak menenggak minuman keras yang membuat mereka nyaris bercinta, tapi Ellie menolak dan langsung pulang. Setelahnya, Ellie menjaga kejadian itu rapat-rapat dari suaminya dan berusaha memperbaiki hubungan demi keutuhan keluarganya. Tapi David terus menerus menghubungi sehingga cukup membuat khawatir dirinya.

David ternyata memiliki masalah dengan psikologisnya dari sesi terapi yang dilakukannya. David terus menghubungi Ellie hingga nomornya diblokir. Ketika Ellie dan suami mengundang Courtney untuk datang makan malam, tidak disangka jika Courtney datang bersama David yang berakting tidak mengenal Ellie. Di sebuah kesempatan berdua saja, Ellie marah kepada David dan memintanya untuk pergi secara baik-baik.

Ellie menerima paket piringan hitam dari David yang langsung dia kembalikan. Saat berbicara, David menyentak Ellie dengan memanggilnya Deborah. Courtney datang ke kantor Ellie dan marah kepadanya karena cerita David yang bilang kalau Ellie menggodanya. Meski Ellie berusaha membantah, Courtney tidak percaya dan langsung pergi.

Ellie menemui teman kuliahnya dulu yang mengenal David dan menceritakan jika David menyukai Ellie dan mantan istrinya, yang bernama Deborah, mirip dengan Ellie. Di titik ini, kita tahu, jika Deborah adalah wanita yang dibunuh di awal film, karena diceritakan jika dia tewas dibunuh beberapa bulan setelah bercerai dengan David.

David mengirimkan video ketika bersama Ellie di nightclub. Ellie berkali-kali berusaha menghubungi Courtney, tetapi tidak bisa. Bahkan e-mail yang dikirimkan dihapus oleh David. Ellie mengikuti David yang ternyata bermain golf bersama suaminya. Kemudian dia masuk ke apartemen David dan menemukan banyak fotonya di laptop milik David.

David sempat masuk ke apartemen dan hampir menemukan Ellie di dapurnya, tapi kemudian dia pergi lagi untuk menjemput Courtney. Ellie akhirnya berhasil menghubungi Courtney tetapi tidak bisa menyampaikan semua informasi. Courtney penasaran dengan ponsel David dan menemukan banyak foto Ellie di dalamnya. Sebelum sempat berbicara apa-apa, kepala Courtney dipukul oleh David.

Ellie menemukan Courtney tergeletak di lantai dan menghubungi polisi. Kemudian polisi berusaha mengatasi situasi dengan mengirimkan unitnya untuk berjaga di rumah Ellie hingga situasi aman. Sementara itu, Ellie harus jujur dengan suaminya tentang David. Polisi menemukan mayat terbakar di tepi pantai dengan ciri-ciri seperti David, sehingga kasus ditutup.

Suatu malam, Ellie harus ke kantor tapi malah menemukan asistennya terbunuh. Ellie langsung pulang ke rumah sambal menghubungi polisi. Ellie menemukan pacar putrinya sudah tewas dan langsung berhadapan dengan David. Berusaha menyatakan isi hati dan membujuk Ellie, David berusaha ditikam oleh Ellie dan akhirnya jatuh setelah kepalanya dihempas oleh vas bunga.

Kemudian Ellie melepaskan suami dan putrinya untuk menuju mobil polisi. Tetapi mereka menemukan polisinya sudah dalam kondisi tewas terbunuh. David muncul lagi dan menyerang Ellie yang dibantu oleh Marcus. Mereka berlari menuju tebing dan kembali berkelahi di sana hingga akhirnya David terjatuh dari tebing dan tewas. Beberapa bulan kemudian, mereka menjual rumah di tepi pantai itu.

Thriller dengan Naskah yang Lemah

Thriller dengan Naskah yang Lemah

*https://www.imdb.com/title/tt11057594/mediaviewer/rm2547365121

Fatal Affair mencoba untuk menghadirkan kembali kisah seorang psikopat yang berusaha merusak rumah tangga korbannya. Tapi sayangnya, tidak ada hal baru yang ingin disampaikan. Semuanya hanya berupa pengulangan dari film-film sejenis, seperti Fatal Attraction (19870 dan Obsessed (2009). Jalan cerita yang lemah menjadi faktor utama kekurangan yang ada di film ini.

Layaknya membaca sebuah textbook, Fatal Affair menghadirkan cerita yang sama persis dengan film-film referensinya tanpa ada pembaharuan yang berarti. Sutradara Peter Sullivan yang juga merangkap sebagai penulis naskahnya tidak mampu menampilkan kisah yang menggigit. Penonton awam pun sudah bisa menebak bagaimana cerita berjalan, bahkan dengan memejamkan mata.

Banyak sekali lubang di cerita yang mengundang banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Contohnya adalah masalah yang dihadapi oleh Marcus dan Ellie. Diceritakan hubungan mereka sempat renggang, tapi tidak ditemukan jawaban yang pasti masalah apa yang mereka hadapi. Meski Ellie sempat berujar jika dia kadang merasa Marcus orang asing, tapi itu bukan jawaban yang memuaskan.

Dan Marcus sempat bilang karena kecelakaan hubungan mereka sempat renggang. Ini pun bukan jawaban yang membuat masalah pada rumah tangga, apalagi kecelakaan itu dialami mereka berdua. Intinya, kita tidak menemukan masalah yang berarti yang bisa meretakkan hubungan suami-istri. Meski Ellie merasa Marcus terkadang asing baginya, tapi dia tidak pernah berselingkuh selama ini.

Dan Marcus pun tidak pernah melakukan hal yang bisa membuat hubungan mereka renggang. Dari pondasi emosi cerita saja sudah tidak kuat, pasti bangunan kisahnya pun akan mudah runtuh. Terbukti dengan semakin banyaknya lubang cerita lainnya. Untuk konsultan yang juga hacker, David tidak tahu jika nomor teleponnya diblokir oleh Ellie, dan masih banyak lainnya lagi, akan panjang kalau mau dijelaskan.

Duet Tanpa Chemistry

Duet Tanpa Chemistry

*https://www.imdb.com/title/tt11057594/mediaviewer/rm2564142337

Nia Long dan Omar Epps adalah aktris dan aktor yang sudah lama berkecimpung di dunia film, bahkan mereka sudah dua kali berakting bersama di In Too Deep (1999) dan Alfie (2004). Tetapi akting mereka sangat buruk di film ini dan tidak ada chemistry sama sekali serta kurang meyakinkan. Dan sialnya, kita harus menyaksikan akting mereka selama 1 jam 29 menit.

Dalam film berjenis psychological thriller seperti ini, biasanya tokoh antagonist menjadi faktor penentu ketegangan cerita dengan sosok yang misterius, dingin, dan penuh akal. Tapi Epps tidak bisa membawakan karakter ini dengan baik, sehingga film ini tampil dalam skala “menyedihkan”. Dia tidak menyeramkan meski sudah memasang muka garang, malah terkesan sangat memaksa.

Akhirnya, Fatal Affair memang bukanlah film yang bagus, tapi juga bukan film yang buruk pula. Jika hanya untuk mengisi waktu luang saja, film ini tidak akan membuat fatal waktu kita yang hilang, tapi dengan syarat kita cukup menonton dengan tenang dan jangan mencoba untuk membandingkannya dengan film-film sejenis yang sudah pernah kita tonton.

Sekadar pertimbangan, IMDb memberikan rating 4.4/10 untuk Fatal Affair, dengan Metascore sebesar 34 yang mengindikasikan tidak disukai kritikus, dan 18% dari RottenTomatoes. Jadi, setelah kita sudah tahu penilaian filmnya seperti itu, apakah kita masih akan menonton film yang sempat berada di puncak top-streamed Netflix di minggu pertama perilisannya ini? Jawabannya dikembalikan kepada kalian.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *