bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Die Hard 2, Duel Maut John McClane

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 11 September 2021

Keberhasilan film laga Die Hard di tahun 1988 membuat sang sutradara Renny Harlin melanjutkan kembali petualangan si petugas kepolisian Los Angeles, John McClane untuk memberantas kejahatan. Setelah berhasil membabat habis kasus kriminal di Nakatomi Plaza, kini John harus berurusan dengan pembajakan bandara.

Aksi yang diberikan oleh John McClane sepertinya next level, lebih banyak tembak-tembakan dengan jumlah musuh yang tak kalah banyak juga. Kasus yang ditangani John tanpa sengaja ini turns out menjadi kasus internasional karena melibatkan dua negara. Ada apa sebenarnya? Simak artikelnya di bawah ini ya!

Sinopsis

Die Hard 2_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 1990
  • Genre: Action, Thriller
  • Produksi: 20th Century Fox
  • Sutradara: Renny Harlin
  • Pemain: Bruce Willis, Bonnie Bedelia, William Atherton

2 tahun setelah kasus Nakatomi Plaza di Los Angeles tahun 1988 silam, kini John McClane tinggal bersama istrinya. Hari-hari John mulai semarak dengan dua anak mereka dan mertua John yang menyayangi keluarga McClane.

Suatu kali pada bulan Desember mendekati natal, John hendak menjemput istrinya, Holly, di bandara Dulles International, Washington DC setelah istrinya itu bertugas dari luar kota.

Saat menunggu istrinya yang dalam jadwal akan mendarat setengah jam lagi, John melihat adanya tindak tanduk mencurigakan dari sepasang pria berbadan besar dan membawa senjata. Insting John sebagai polisi mengatakan bahwa pria tersebut akan melakukan hal buruk dan dia yakin kalau pria-pria itu pun bukanlah anggota kepolisian.

John akhirnya membuntuti kedua pria tersebut hingga masuk ke dalam gudang conveyor tempat bagasi penumpang di arahkan ke pesawat-pesawat. Apa yang dirasa John benar, begitu dikonfrontasi karena masuk ke wilayah terlarang, para pria itu menembaki John sehingga John menembak balik dan berhasil melumpuhkan salah satu teroris.

John langsung melaporkan hal tersebut pada pihak keamanan setempat, namun karena bandara sangat sibuk, laporan John malah ditolak mentah-mentah hingga akhirnya John melakukan penyelidikan sendiri.

Mayat teroris yang ia lumpuhkan merupakan seseorang yang sudah meninggal 2 tahun lalu, itulah hasil penyelidikan John yang dibantu oleh temannya di LA. John pun kembali melaporkan ke otoritas bandara.

Perdebatan berlangsung sengit, kepala polisi bandara, Carmine Lorenzo (Dennis Franz) membantah bahwa laporan John itu tidak valid dan belum jelas.

Tak mau kalah, John memperingatkan kepala otoritas lalu lintas bandara, Ed Trudeau (Fred Dalton) akan bahaya yang terjadi. Awalnya Ed juga tidak percaya, namun setelah adanya kekacauan sistem listrik runway, Ed baru ngeh bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.

Semua hal tersebut dilakukan oleh mantan Kolonel Pasukan Khusus Angkatan Darat A.S. William Stuart (William Sadler) dan mantan anggota unitnya yang lain. Mereka meretas sistem kontrol lalu lintas udara, memutuskan komunikasi dengan pesawat, dan menonaktifkan lampu landasan pacu, membuat ATC Dulles tidak dapat mendaratkan pesawat. 

Tujuan mereka adalah untuk menyelamatkan Jenderal Ramon Esperanza (Franco Nero), seorang raja obat bius dan diktator yang diekstradisi ke Amerika Serikat untuk diadili atas tuduhan perdagangan narkoba. 

Pihak bandara akhirnya mencari akal untuk mendaratkan pesawat dengan mengaktifkan sistem komunikasi secara manual. Diutuslah engineer bandara, Leslie Barnes (Art Evans) bersama beberapa petugas keamanan bandara dan SWAT untuk menyalakan antena di terminal baru. Sesampainya di sana, Leslie dan tim diserang habis-habisan oleh teroris yang berpura-pura sebagai pekerja. 

Baku tembak pun terjadi, beruntung saat itu John membuntuti Leslie sehingga bisa langsung beraksi. Atas kekacauan di bandara, Stuart yang mengetahui hal itu memberi hukuman dengan memaksa sebuah pesawat penumpang untuk mendarat di bandara Dulles. Akibatnya, pesawat jatuh karena jarak pesawat dan jarak landasan pacu sudah diubah menjadi lebih rendah oleh tim Stuart.

Keadaan di bandara mulai kacau pasca terjatuhnya pesawat Windsor 114, seluruh penerbangan dari Dulles ditunda dan 15,000 orang terlantar di bandara tanpa tahu apa yang terjadi. Dari atas pesawat, Holly dan ribuan penumpang lainnya yang ada di puluhan pesawat yang tidak bisa mendarat juga dibuat bingung apa yang terjadi di bawah.

Celakanya, pesawat yang ditumpangi Holly merupakan pesawat kedua dengan bahan bakar yang hampir habis. John mencari banyak cara untuk mencegah Stuart dan komplotannya beraksi lebih jauh lagi.

Pihak bandara juga sampai mendatangkan bala bantuan lainnya, 1 pleton krisis dari Pasukan Khusus Angkatan Darat A.S. di bawah pimpinan Major Grant (John Amos) untuk menangkap Stuart dan komplotannya. Mereka langsung mengadakan rapat tertutup tanpa John.

John pun mencoba untuk mendengarkan apa isi rapat tersebut dengan menyebrang ke ruang pilot dari bawah landasan pacu. Begitu lewat dalam terowongan, pesawat yang ditumpangi Ramon Esperanza mendarat sehingga John berinisiatif untuk mulai penyerangan sebelum ada kekacauan lainnya terjadi. Begitu pesawat Ramon mendarat, baku tembak dengan John kembali terjadi.

Situasi di atas langit tak kalah chaos setelah jurnalis menyebalkan yang menyebabkan keselamatan keluarga McClane dalam kasus Nakatomi terancam, Dick Thornburg (William Atherton) mulai berulah dengan menyadap percakapan Leslie dengan pilot pesawat mengenai ancaman teroris di Dulles.

Dick dengan sengaja menyebarkan berita tersebut pada stasiun televisi pusat dan menyiarkannya membuat kepanikan 15,000 orang yang ada di bandara. Pleton yang bertugas pun sangat lama bertindak membuat John mengajak Leslie langsung menghampiri tempat dimana Stuart berada.

Saat ada di sana, John mengetahui bahwa Pleton yang dikirim ke bandara merupakan komplotan Stuart juga. Dengan segala cara, John mulai menyerang sendirian. Ia lantas dapat bantuan dari banyak pihak setelah memberitahu kebenarannya.

Begitu Ramon Esperanza hendak kabur bersama Stuart dan prajurit lainnya, John mengendap-endap naik ke pesawat dan baku hantam dengan Stuart.

John akhirnya jatuh dari pesawat setelah membuat tangki avtur terbuka menumpahkan bahan bakar pesawat yang John manfaatkan untuk meledakan pesawat tersebut. Komplotan Ramon dan Stuart tewas semua dan pesawat-pesawat lainnya jadi bisa mendarat menggunakan api dari ledakan pesawat Ramon.

Die Harder

Die Hard 2_DIe Harder (Copy)

Itulah tagline dari film Die Hard 2 kali ini. Gimana tidak susah mati kalau dari puluhan prajurit beserta Major Grant, Jendral Ramon Esperanza dan Kolonel William Stewart bisa dihabisi oleh satu orang, si John McClane ini? Jadi tidak heran bukan kalau tagline seperti itu diberikan oleh sang sutradara? Aksi John McClane dalam film ini super keren deh!

Mulai dari aksinya yang sepertinya bertanding untuk kejuaraan tutup usia, jatuh dari atap langit-langit terminal yang tingginya minta ampun, loncat dari kokpit pesawat yang meledak, berkelahi melawan banyak musuh, menentang dan menembak peluru kosong pada kepala polisi bandara hingga terakhir lompat dari atas sayap pesawat jumbo jet Boeing 747-400. 

Selalu Terjadi di Malam Natal

Die Hard 2_Bad Juju (Copy)

Ingat kejadian teroris di gedung Nakatomi Plaza di Los Angeles dalam film Die Hard pertama? Itu terjadi ketika John mengunjungi Holly yang akan mengikuti perayaan natal di kantor tempat ia bekerja.

Kali ini hal yang sama terjadi, ancaman teroris yang membahayakan nyawa mereka berdua lagi-lagi terjadi saat libur natal dan saat itu John pun tidak bertugas, ia sedang menunggu istrinya mendarat.

Hal ini jadi pertanyaan untuk Holly juga yang mengatakan pada John “mengapa hal buruk ini terus terjadi menimpa kita”. Kutipan yang bagus untuk diberitahu pada sang sutradara; mungkin supaya jalan ceritanya tidak pada saat natal dan tidak membahayakan Holly juga.

Meski begitu, apa yang terjadi pada John saat menaklukan penjahat even di luar tugasnya selalu seru untuk disaksikan bukan?

Karakter Menyebalkan

Die Hard 2_William Atherton (Copy)

Apabila para penggemar film series Die Hard ditanya siapa karakter paling menyebalkan sepanjang film dimulai, Saya yakin jawabannya adalah si Dick Thornburgh yang diperankan oleh William Atherton. Karakternya yang adalah seorang jurnalis dan wartawan untuk sebuah stasiun televisi besar di Amerika membuat banyak hal buruk terjadi.

Pada film Die Hard pertama, Dick menyebabkan identitas John dan keluarganya jadi terekspos hingga banyak media yang menyambangi kediaman McClane membuat Holly darah tinggi.

Sekarang ia bertingkah lagi, dengan dalil kemanusaian dan keselamatan negara, ia kembali membocorkan kejadian ancaman teroris itu di siaran langsung TV dan mengakibatkan banyak pihak yang ketakutan. Payah sekali!

Die Hard 2 ini mematahkan kutuk yang mengatakan film sekuel hanya akan lebih buruk dari film pertama, nyatanya tidak! Menonton Die Hard 2 ini seperti menonton misi James Bond, seru dan menyenangkan juga menegangkan dalam satu waktu. Bacaterus memberi skor 4/5 untuk film Die Hard 2 ini. Bagaimana dengan kalian?

Die Hard 2
Rating: 
4/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram