bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Laga Korea Deliver Us From Evil

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 8 September 2021

Sebuah film laga produksi Hive Media Corp. tahun 2020 mengagetkan publik Korea dengan pencapaiannya yang luar biasa. Dalam beberapa hari setelah perilisan, tiket sudah terjual jutaan. Ia adalah Deliver Us From Evil. Dibintangi Hwang Jung Min, jalan cerita film ini tegang sejak awal.

Melibatkan Park So Yi, aktris belia yang cantik dan menggemaskan, film arahan sutradara Hong Won Chan yang sebelumnya dipercaya dalam pembuatan naskah Confession of Murder (2012) ini punya jalan cerita yang menegangkan sekaligus mengharukan. Seperti apa lengkapnya? Bagaimana jika kita simak sinopsis serta review-nya terlebih dahulu?

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal/Tahun Penayangan: 5 Agustus 2020
  • Genre: Drama, Kejahatan, Action
  • Pemain: Hwang Jung Min, Lee Jung Jae, Park Jung Min, Choi Hee Seo
  • Sutradara: Hong Won Chan
  • Produksi: Hive Media Corp

Seorang pria mantan anggota Badan Intelijen Nasional bernama Kim In Nam (Hwang Jung Min) diperintahkan untuk membunuh mafia Jepang bernama Koraeda (Kōsuke Toyohara). Sementara itu seorang ibu muda dan putrinya asal Korea hidup bahagia dan tinggal di Thailand. Mereka adalah Seo Young Joo (Choi Hee Seo) dan si imut Yoo Min (Park So Yi).

Suatu hari setelah mengantar Yoo Min sekolah, Young Joo berpesan bahwa pulang sekolah nanti Yoo Min akan dijemput oleh pengasuh. Tanpa diduga sebelumnya, pengasuh tersebut telah berkomplot dengan sekelompok sindikat penjualan anak dan organ tubuh manusia.

Mengetahui anaknya telah diculik, Young Joo menghubungi In Nam melalui Kim Chun Sung (Song Young Chang). Wanita itu berniat meminta pertolongan. Sayang, sebelum pertolongan datang, dia sudah tewas dan sang putri masih belum ditemukan.

Young Joo meminta tolong pada In Nam bukan tanpa alasan. Dulu mereka adalah sepasang kekasih. Namun, keduanya terpaksa berpisah demi keselamatan masing-masing. Tanpa diketahui oleh In Nam, Young Joo pergi saat sedang mengandung anak mereka.

Mengetahui bahwa Yoo Min adalah putrinya, In Nam bergegas terbang menuju Thailand. Sebelumnya dia mendapat kabar dari Shimida (Park Myung Hoon) bahwa adik Koraeda, Ray (Lee Jung Jae) bersiap menuntut balas atas kematian sang kakak. Lelaki yang terkenal sebagai tukang jagal tersebut tidak akan segan-segan menghabisi orang yang diketahui terlibat dalam peristiwa pembunuhan Koraeda.

Identitas In Nam sebagai pembunuh Koraeda sudah diketahui oleh Ray. Mafia berdarah dingin tersebut kemudian menyusul ke Thailand dengan niat menghabisinya. Sementara itu pencarian Yoo Min membawa In Nam menemui orang per orang yang diketahui bekerjasama menculik gadis cilik tersebut.

Berbekal informasi dari seorang transgender bernama Yui (Park Jung Min) keduanya sepakat menyusun rencana. In Nam berpura-pura akan membeli ginjal ke kelompok penculik tersebut. Mereka lantas dibawa ke sebuah bangunan oleh bagian dari kelompok mereka. Bangunan tersebut merupakan tempat Yoo Min dan anak-anak korban penculikan lainnya berada.

Sayang, begitu sampai di sana, Yoo Min diketahui sudah dibeli oleh orang lain. Gadis itu sedang dibawa menuju sebuah tempat untuk menjalani transplantasi jantung. Saat hendak menuju tempat yang sudah diketahui, Ray datang menghadang. Dengan dendam yang sudah semakin besar, Ray berniat menghabisi In Nam. Beruntung lelaki itu bisa melarikan diri.

Upaya In Nam untuk menyelamatkan Yoo Min mendapat banyak sekali rintangan. Belum selesai dengan dendam Ray, dia juga harus berurusan dengan ancaman kematian dari pemimpin organisasi atau sindikat kejahatan milik Chaopo. Berhasilkah In Nam menemukan Yoo Min dengan ancaman-ancaman yang membahayakan nyawa di depan mata? Bisakah dia menyelamatkan putrinya?

Film Laga dengan Penonton Jutaan

Film Laga dengan Penonton Jutaan

Deliver Us From Evil berhasil melampaui Peninsula sebagai film Korea pertama yang bisa melewati angka 2 juta penonton bioskop sejak Korea Selatan meningkatkan peringatan ancaman Covid-19 pada Februari 2020 lalu. Dewan Film Korea mencatat bahwa film ini merupakan film Korea dengan angka penjualan tercepat mencapai 2 juta penonton pada periode musim panas ini.

Dengan angka penonton yang mencapai jutaan tersebut, Deliver Us From Evil meruap penghasilan hingga $14.9 juta dalam kurun waktu lima hari saja. Kurang dari satu bulan setelah peluncuran, film garapan sutradara Hong Wong Chan sukses menarik hati lebih dari 4 juta penonton.

Adegan Perkelahian yang Tidak Mengecewakan

Adegan Perkelahian yang Tidak Mengecewakan

Ketika sebuah film laga jalan ceritanya melibatkan mafia dan sindikat penjualan organ, apa yang diharapkan selain adegan-adegan kekerasan dan banyak darah? Deliver Us From Evil bukan film laga sembarangan yang menampilkan adegan perkelahian atau pembunuhan dengan seadanya.

Karakter Ray dalam film ini misalnya. Dalam salah satu scene ketika dia menghabisi Shimida, yang dia lakukan sungguh brutal. Shimida persis diperlakukan seperti hewan. Dia digantung terbalik dengan posisi tangan dan kaki terikat. Ray yang berdiri di hadapannya, sudah siap mengeksekusi. Bagi para pecinta adegan-adegan perkelahian, film ini akan sangat memuaskan.

Adegan lain yang tidak kalah menegangkan adalah ketika tim SWAT dari Thailand beradu tembak dengan Ray yang tengah mengejar In Nam. Berbekal persenjataan dan perlindungan lengkap, mereka memberondong tembakan ke arah Ray. Namun, pria itu berhasil lolos dan malah menjalin kerjasama dengan ketua Lan untuk menghabisi In Nam.

Film dengan Konflik Bertumpuk

Film dengan Konflik Bertumpuk

Film-film laga punya kekuatan yang berbeda dengan film genre lain. Konflik mereka biasanya berdasarkan pada pembalasan dendam masa lalu. Khusus di Deliver Us From Evil, Anda akan menyaksikan beberapa konflik dan sub-konflik sekaligus.

Film ini mengemas pembalasan dendam dan penyelamatan seorang anak dari sindikat penjualan organ dalam satu cerita. Ray yang bertekad membunuh In Nam sebab telah menghabisi kakaknya tersaji di awal-awal cerita ketika film dimulai. Konflik utama terjadi ketika In Nam berusaha menyelamatkan sang putri dari sekelompok penjahat yang sudah terorganisir.

Pada tengah film, dua konflik tersebut membaur dan saling beririsan. Ketegangan saat harus mencari Yoo Min dan menyelamatkannya, semakin sulit karena In Nam juga harus melayani dendam Ray. Menjelang akhir film, karakter In Nam harus menghadapi dua masalah itu sekaligus.

Satu lagi, dia juga diburu waktu untuk menyelamatkan sang anak pergi dari Thailand. Hasilnya, ketegangan dari awal menuju pertengahan hingga akhir film tidak berhenti. Deliver Us From Evil seperti mengajak Anda menikmati sebuah cerita sembari berlari-lari.

Kasih Ayah untuk Anak Gadisnya

Kasih Ayah untuk Anak Gadisnya

Satu hal lagi yang membuat film ini menarik adalah ia memiliki sisi drama dan emosi. Bagaimana seorang lelaki dengan hidup yang keras, untuk pertama kalinya merasa ingin terus hidup setelah bertemu sang putri.

In Nam terbiasa melakukan sesuatu yang berhubungan dengan darah, yaitu membunuh orang berdasarkan pesanan. Hidupnya berisiko, kapan saja dia bisa kehilangan nyawanya. Dia pun berencana untuk pensiun. Namun, di hadapan Yoo Min, lelaki itu menjadi lemah dan kuat sekaligus. Anda akan melihat betapa dia rela mengorbankan nyawa untuk menyelamatkan putrinya.

Film Deliver Us From Evil tidak hanya memuat adegan-adegan laga penuh perkelahian dan darah. Film ini juga memperlihatkan kasih sayang seorang ayah untuk anak gadisnya. Meski baru bertemu selama beberapa jam saja, In Nam dan segala kekuatannya sekuat tenaga melindungi Yoo Min hingga akhir. Sisi emosional dalam film ini akan menyentuh hati Anda di saat-saat terakhir.

Meraih total keuntungan sebesar 33,9 juta USD, film yang dibintangi Hwang Jung Min, Lee Jeong Jae dan Park Jung Min ini benar-benar pantas dimasukkan dalam daftar film laga pilihan. Sepanjang 1 jam 48 menit, Anda akan diajak tegang, deg-degan sekaligus haru di akhir film. Apakah penasaran dengan keutuhan jalan ceritanya? Anda bisa menyaksikan film ini di akhir pekan nanti!

Deliver Us From Evil
Rating: 
4.3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram