bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Deepwater Horizon, Meledaknya Oil Rig Besar

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 9 September 2021

Kejadian mengerikan yang terjadi di laut memang masih menjadi makanan sedap untuk para sutradara-sutradara dalam membuat ceritanya untuk dijadikan film. Meski demikian film dengan premis tersebut masih nyangkut hanya di kejadian-kejadian yang melibatkan kapal pesiar, kapal selam atau petualangan saja.

Namun di tangan Peter Berg, film bencana laut dibuat berbeda. Bencana yang ia buat menimpa sebuah rig pengeboran minyak di teluk Meksiko. Rig bernama Deepwater Horizon itu mengalami malfungsi saat proses pengeboran minyak sehingga menimbulkan ledakan hebat, menjebak ratusan pekerjanya. Mampukah mereka semua selamat dari bencana tersebut?

Sinopsis

Deepwater Horizon_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Thriller, Disaster
  • Produksi: Summit Entertainment, Participant Media, Di Bonaventura Pictures
  • Sutradara: Peter Berg
  • Pemeran: Mark Wahlberg, Kurt Russell, John Malkovich

Mike Williams (Mark Wahlberg) merupakan seorang Kepala Teknisi Elektronik yang bekerja di sebuah rig pengeboran minyak milik perusahaan swasta Transocean bernama Deepwater Horizon. Perusahaan swasta itu sedang dalam kontrak kerjasama dengan perusahaan minyak besar British Petroleum untuk setidaknya memompa 10,000 barel minyak sebelum akhirnya pindah ke lokasi lain.

Sesampainya di Deepwater Horizon setelah libur panjangnya, Mike bergabung dengan timnya, yaitu Manajer Instalasi Lepas Pantai bernama James Harrell (Kurt Russell), Andrea Fleytas (Gina Rodriguez) sang operator dinamis rig dan beberapa orang dari BP yang berencana untuk inspeksi di Deepwater Horizon.

James atau yang dikenal dengan Jimmy kaget saat mengetahui bahwa orang dari Schlumberger dipulangkan lebih awal disaat seharusnya mereka harus memeriksa kualitas semen yang nantinya menutup pipa setelah Deepwater Horizon selesai memompa minyak untuk pergi ke lokasi selanjutnya. Hal ini dilakukan akibat desakan dari manajer BP, Donald Vidrine (John Malkovich) and Robert Kaluza (Brad Leland) dengan alasan penghematan.

Mike dan Jimmy lantas menanyakan apakah pihak BP tidak khawatir apabila hanya dengan alasan penghematan, sesuatu yang buruk bisa terjadi di Deepwater Horizon. Ini disebabkan mereka mengkhawatirkan apabila semen yang dipakai tidak kuat menahan tekanan minyak menggantikan lumpur yang dipakai menahan minyak untuk sementara waktu. Namun pihak BP tetap ingin semua dijalankan sesuai rencana karena pemindahan rig sudah telat 43 hari.

Pihak BP yakin semuanya sudah berjalan dengan baik. Bahkan saat melakukan uji tekanan pada pipa bor, semuanya terlihat normal; hanya saja tekanan minyak melebihi ambang batas dan dianggap ada kesalahan pada sistem. Jimmy sudah curiga kalau ada yang tak beres, namun praduganya tidak membuktikan apapun karena saat uji tekanan, tidak ada lumpur yang rembes. Tak hanya Jimmy, operator pengeboran, Caleb Holloway (Dylan O’Brien) pun merasakan hal serupa.

Namun karena memang tidak terjadi apa-apa, proses pompa minyak pun dimulai. Campuran lumpur yang tercampur dalam minyak mulai tersaring membuat semua orang menyangka semua proses itu berjalan dengan normal. Sampai satu waktu, tekanan di dalam pipa minyak tiba-tiba berubah menjadi tinggi di ambang batas normal.

Apa yang ditakutkan semua orang di Deepwater Horizon terjadi. Ratusan galon minyak mentah yang bercampur lumpur menyembur dari pipa pemboran. Operator kendali bor, Jason Anderson (Ethan Suplee) memerintahkan untuk segera menutup pipa dengan sistem kontrol hidrolik anular. Meski demikian hal itu hanya bisa menahan tekanan minyak beberapa menit saja. Minyak kembali menyembur dan bahkan lebih parah.

Semua kejadian mengerikan ini masih terjadi di dek bawah rig. Sehingga semua staf yang bekerja di lantai atas tidak mengetahui apapun. Mereka masih menikmati makan malam setelah melaksanakan perayaan atas keberhasilan Jimmy yang membuat BP menerima penghargaan sebagai perusahaan minyak terbaik untuk yang kesekian kalinya.

Keadaan di bawah mulai semakin tidak terkendali. Bocornya minyak membuat gas metana yang terkandung di dalamnya ikutan menguap dan mulai masuk ke semua wilayah di Deepwater Horizon dari pipa udara utama. Peringatan gas terdeteksi, namun karena disangka sudah banyak terjadi, Andrea hanya merespon dengan menelepon divisi operator bor yang sudah kacau balau tanpa melakukan tindakan apa-apa.

Begitu gas metana masuk ke ruang mesin, seluruh sistem listrik di Deepwater Horizon mengalami malfungsi dan meledak, menghantarkan api ke semua penjuru Deepwater Horizon, mengakibatkan banyak orang terluka termasuk Jimmy yang sedang mandi dan Mike yang sedang melakukan video call bersama istrinya, Felicia Williams (Kate Hudson). Mengetahui sambungan video callnya terputus, Felicia mencoba menyambungkan kembali namun nihil.

Deepwater Horizon terbakar hebat. Belum lagi minyak yang terus menerus keluar dari sumur bor membuat api semakin tidak terkendali dan makin besar. Andrea yang melihat hal tersebut lantas membuat panggilan darurat yang langsung direspon oleh kapal pengangkut lumpur yang seharusnya memuat muntahan lumpur di Deepwater Horizon sebelum kejadian itu terjadi.

Perjuangan untuk bertahan hidup pun dimulai. Semua orang kini di evakuasi. Mereka harus keluar dari Deepwater Horizon sebelum semuanya jadi makin lebih parah. Mike langsung keluar dari kamarnya dalam keadaan luka-luka, ia membantu Jimmy untuk pergi ke anjungan supaya bisa menutup pipa supaya minyak tak lagi bocor.

Usaha Jimmy gagal. Meski listrik bisa kembali menyala berkat bantuan Caleb dan Mike yang mengaktifkan generator utama, pipa pemutus pipa tidak bisa bekerja dengan baik. Tekanan minyak terlalu tinggi sehingga apapun usaha yang dilakukan sudah pasti jadi sia-sia. Tidak bisa menunggu lebih lama, mereka pun semua mengevakuasi diri dengan menaiki perahu rakit terakhir karena sekoci sudah pergi meninggalkan mereka.

Dentuman keras membuat perahu rakit itu terjun ke laut sebelum Mike dan Andrea berhasil masuk. Alhasil Mike dan Andrea harus putar otak bagaimana caranya untuk menyelamatkan diri. Mike akhirnya mengajak Andrea ke area helipad untuk terjun dari atas sana supaya bisa menghindari lautan api di bawahnya, meski Andrea semula tidak berani akhirnya ia dan Mike terjun dan mereka selamat. 

Kisah Nyata

Deepwater Horizon_True Story (Copy)

Film Deepwater Horizon ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi di rig bernama sama milik perusahaan swasta, Transocean, yang terletak di zona ekonomi eksklusif Amerika Serikat; berada di lepas pantai Louisiana dekat dengan teluk Meksiko. Rig Deepwater Horizon sedang melakukan pemboran untuk prospek baru Macondo. 

Namun tiba-tiba ada tekanan berlebih pada pipa bor yang mengakibatkan meletusnya lumpur, air dan minyak bersamaan setinggi 70 meter ke udara dan membuat rig itu menjadi neraka di atas laut. Kejadian tersebut merenggut 11 nyawa pekerja dan menjadi bencana tumpahan minyak terbesar dalam sejarah industri minyak dan gas di dunia.

Tidak Banyak Drama

Deepwater Horizon_Less Drama (Copy)

Dari awal film dimulai, saya tidak melihat adanya banyak drama yang terjadi di dalam film ini. Baik drama cinta-cintaan yang kadang bikin kita jenuh, drama saling berkelahi dan drama-drama lainnya. Sang sutradara, Peter Berg, sudah cukup baik membuat film ini jadi terus searah tidak melebar menceritakan hal lainnya. Oh iya, film ini mengingatkan saya dengan film bergenre sama dari Jepang berjudul Umizaru: The Last Massages.

Bahkan ketika klimaks dimulai, saat Deepwater Horizon mengalami malfungsi dan merubah tempat itu jadi tiang api, jalan ceritanya pun tetap fokus. Tidak menjadi adegan penyelamatan diri yang super lama dan berbelit. Begitu api menyebar, seluruh kru saling cari tahu mengenai tindakan darurat yang harus dilakukan, begitu semua sudah dilakukan dan tak berhasil. Evakuasi besar-besaran dilakukan. 

Banyak Informasi

Deepwater Horizon_Informations (Copy)

Bagi anak teknik perminyakan, mungkin film ini jadi rekomendasi film bagus untuk sekaligus belajar mengenai apa yang sebenarnya terjadi disana dan apakah mungkin pencegahan paling cepat bisa dilakukan. Dalam plot juga, Peter Berg, memberikan banyak informasi mengenai keadaan dan kinerja rig.


Selama ini saya pikir rig itu menancap di dasar laut, namun ternyata rig itu seperti kapal super besar yang bisa berpindah-pindah. Istilah perminyakan, jenis pipa dan segala jenis kondisi mengenai pengeboran minyak dijelaskan lumayan lengkap dalam film ini, membuat film Deepwater Horizon mendapat nilai 7.5/10 dari keseluruhan filmnya. Good job Peter Berg!

Deepwater Horizon
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram