Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review Deep Blue Sea, Hiu Pintar yang Mematikan

Sinopsis & Review Deep Blue Sea, Hiu Pintar yang Mematikan

Ditulis oleh - Diperbaharui 25 Desember 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Masuk ke zaman baru, semua menjadi serba canggih. Mulai dari ilmu teknologi dan ilmu biologi, semua mengalami kemajuan pesat. Berangkat dari sini, sebuah perusahaan raksasa di Amerika ingin membuat sebuah temuan baru mutakhir dengan menggabungkan kedua ilmu tersebut. Namun bukannya berhasil, temuan tersebut malah jadi ancaman untuk semua ilmuwannya.

Ancaman tersebut bisa juga mengancam kehidupan manusia di luar laboratorium, membuat semua ilmuwan yang ada lantas bekerjasama guna mencegah hal itu terjadi. Ancaman apa yang sebenarnya dimaksud? Ayo simak ulasan filmnya bersama Bacaterus di bawah ini. Dijamin seru dan menegangkan!

Sinopsis

Deep Blue Sea_Poster (Copy)

  • Tahun rilis: 1997
  • Genre: Action, Thriller
  • Produksi: Village Roadshow Pictures
  • Sutradara: Renny Harlin
  • Pemain: Saffron Burrows, Thomas Jane, Samuel L Jackson

Chimera Pharmaceuticals adalah sebuah perusahaan raksasa yang dipimpin oleh Russel Franklin (Samuel L Jackson), perusahaan ini bekerja untuk pengembangan sebuah obat yang berbasis di California, Amerika Serikat. Beberapa waktu sebelumnya, Russel menanamkan modal investasi sebesar 200 juta dolar untuk penemuan obat yang dilakukan oleh Dr. Susan McCallister (Saffron Burrows).

Penemuan obat yang dimaksud adalah obat untuk penderita Alzheimer. Salah satu komponen obat itu merupakan zat protein kompleks yang ada di dalam sel otak hiu. Dr. Susan percaya bahwa zat protein tersebut mampu meregenerasi sel otak manusia sehingga penderita Alzheimer dapat sembuh total. Berangkat dari hal itu, Russel pun ikut serta untuk terjun dalam penelitian bawah laut di sebuah laboratorium bernama Aquatica Research.

Naas, salah satu hiu yang dipakai sebagai objek penelitian di dalam laboratorium ‘ngamuk’ dan menggigit salah satu ilmuwan yang berada di dekatnya yaitu Dr. Jim Whitlock (Stellan Skarsgård). ‘Pawang’ hiu bernama Carter Blake (Thomas Jane) lantas gerak cepat untuk membius hiu tersebut, bukannya membantu, Dr. Susan malah melepaskan hiu tersebut ke lautan lepas karena obat bius bisa merusak penelitiannya.

Mengalami pendarahan hebat, pihak Aquatica Research segera menghubungi polisi pantai untuk mengirimkan bantuan di tengah badai hebat. Bak jatuh tertimpa tangga, hiu pintar itu tahu ada bala bantuan datang dan tidak suka. Tebak apa yang hiu Mako itu lakukan? Hiu itu  kembali menggigit Dr. Jim yang sudah diangkut menggunakan heli, menariknya ke dalam laut membuat helikopter hilang kendali dan jatuh menghancurkan menara kontrol laboratorium.

Hiu mako itu juga ‘melempar’ Dr. Jim ke salah satu fasilitas di dalam laboratorium dalam laut. Lemparan itu membuat kaca lab pecah menghantarkan ribuan galon air laut masuk membanjiri semua lab dan membuat 3 hiu pintar lainnya dengan bebas menyerbu dan menyerang para ilmuwan yang ada di dalam lab.

Semua ilmuwan heboh menyalahkan Dr. Susan, ya mau bagaimana lagi memang dia kok yang melepaskan hiu itu. Akibatnya fatal sekali jadinya, semua pegawai di atas lab meninggal akibat ledakan helikopter, kini laboratorium juga tenggelam perlahan ke dasar laut akibat air yang masuk menekan beban pondasi lab.

Penyintas tersisa hanya Dr. Susan, Carter, Russell, rekan sesama ilmuwan Janice (Jacqueline Mckenzie), Tom (Michael Rapaport) dan koki Sherman (LL Cool J). Mereka berenam kini harus saling bantu sebelum 3 hiu itu mendapati mereka semua untuk menjadi makan malam akibat akses untuk naik ke dasar tertutup total oleh hiu-hiu tersebut.

Setelah melewati banyak rintangan, akhirnya beberapa diantara mereka berhasil ke dasar. Penyintas lainnya banyak yang meninggal dengan tragis. Sampai di dasar bukan berarti mereka sudah aman, ingat, hiu ini pintar sekali! Makhluk itu membuat seluruh fasilitas lab tenggelam itu ada rencana sendiri, hiu itu ingin bebas dan pergi ke lautan lepas yang membuat hal menjadi semakin buruk. 

Apa yang dilakukan oleh Dr. Susan, koki Sherman dan Carter untuk menghentikan hiu itu supaya tidak kabur dari fasilitas lab Aquatic Research? Saksikan kelanjutannya di film Deep Blue Sea. Aksi? Horror? Tegang? Romansa? Komedi? Semua paket lengkap ada di dalam film ini. Film ini juga masuk ke dalam salah satu list film serangan hiu terbaik versi Bacaterus.

Serba Salah

Deep Blue Sea_Dr. Susan (Copy)

Kalau saya jadi Dr. Susan pun menjadi serba salah sih. Maksudnya, penelitian ini sudah dilakukan lama sekali dan menguras banyak uang, saat kejadian terjadi hasil penelitian sudah menunjukan lampu hijau bahwa obat Alzheimer bisa dibuat dan mampu menyelamatkan orang banyak meski masih kandungan obat tersebut masih ada di dalam hiu. Itu mengapa Dr. Susan melepaskan hiu supaya hasil penelitian yang dilakukan tidak sia-sia.

Di sisi lain, melepaskan hiu berarti menyerahkan nyawa kepada makhluk tersebut. Saat melihat aksi Dr. Susan, saya jadi bingung sendiri mau marah atau tidak; karena saya yakin Dr. Susan masih beranggapan bahwa hiu itu bisa kembali ditangkap tanpa membuat onar meski prediksinya salah besar.

Kalau kamu jadi Dr. Susan, kira-kira apa yang akan kalian lakukan? Menyelamatkan penelitian penting yang menghabiskan waktu dan biaya besar, atau membunuh hiu tersebut sehingga penelitian terhadapnya sia-sia? 

Adegan Epic

Deep Blue Sea_Epic Scene (Copy)

Banyak sekali adegan epik yang saya suka dalam film ini. Pertama, ketika hiu Mako membawa Dr. Jim dengan menggigit stretcher dan melemparkannya ke lab bawah laut membuat kaca setebal balok es akhirnya pecah akibat tekanan. Reaksi para penyintas saat kaca mulai retak, benar-benar tidak bisa dibeli! Natural sekali. Mereka sudah membayangkan ‘tamat riwayat’ setelah satu pecahan kaca terlempar ke arah mereka.

Kedua, saat koki Sherman dikejar hiu lainnya sampai harus terkurung di pemanggang. Koki Sherman berusaha sekuat tenaga supaya bisa keluar dari mesin pemanggang tersebut sebelum dia benar-benar ‘matang’ akibat tombol oven menyala akibat terputar oleh sang hiu. Saat berhasil keluar, Sherman lantas melayangkan pemantik, membakar sang hiu yang masih asyik grasak-grusuk di dalam mesin pemanggang.

Yang terakhir adalah saat Dr. Susan yang entah merasa bersalah atau bagaimana, membuat dirinya sebagai umpan untuk hiu yang mau kabur dari jaring besi menuju lautan lepas. Dr. Susan menyobek tangannya dan menceburkan diri ke laut untuk menarik perhatian hiu. Berhasil, hiu tidak kabur dan akhirnya melumat Dr. Susan yang pasrah saat tangga naik yang ia pegang lepas membuat dirinya kembali jatuh ke laut.

Film Sukses

Deep Blue Sea_Box Office (Copy)

Film dengan budget produksi sebesar $ 80 juta, berhasil menutup keuntungan sebanyak $ 165 juta dolar. Deep Blue Sea dianggap film tentang hiu yang sukses di pasaran setelah sebelumnya ada Jaws karya Steven Spielberg yang tayang di tahun 1975 yang booming sekali di jamannya.

Duncan Kennedy sang penulis cerita mengatakan bahwa dirinya ingin membuat film Deep Blue Sea menjadi angin segar bagi film bertema hiu, dia tidak ingin mengikuti & membuat para penonton menganggap bahwa plotnya akan sama dengan film Jaws. Well, he did it! Film ini sama sekali tidak mengingatkan kita dengan plot film Jaws meski ya sama-sama tentang hiu.

Deep Blue Sea menggunakan CGI hampir di sepanjang film, tapi, para aktor dan aktris harus benar-benar berhadapan dengan hiu sungguhan di set lokasi syuting yang berada di kepulauan Bahama. Tidak heran kan kalau saya bilang beberapa adegan menunjukan raut muka ketakutan beneran? Hiu beneran bo!

Sekuel

Deep Blue Sea_Sekuel (Copy)

Mengulang sukses film Deep Blue Sea, beberapa sineas lantas ‘turun tangan’ untuk menciptakan sekuelnya. Deep Blue Sea 2 tayang tahun 2018 dan Deep Blue Sea 3 tayang di tahun 2020. Namun sayangnya, para kritikus film dan saya pribadi tidak terlalu suka dengan jalan ceritanya yang terkesan dipaksakan supaya ada kesinambungan dengan Deep Blue Sea sebelumnya.

Jalan cerita dari Deep Blue Sea 2 juga sama persis. Dimana seorang bilioner yang memiliki perusahaan pharmaceutical datang untuk melakukan investigasi di lab yang dikembangkan olehnya. Bukannya mendapat report bagus, dia malah harus berjuang hidup akan ancaman hiu yang lepas dan mengobrak abrik fasilitas lab.

Itu dia sinopsis dan ulasan dari film Deep Blue Sea, seru bukan? Film ini memang film lama, namun setelah kembali masuk kedalam daftar film yang tayang di layanan film streaming berbayar Netflix, film ini jadi naik lagi pamornya. Beneran deh, buat kalian yang belum nonton dan doyan sama film dengan tema hiu, Deep Blue Sea oke banget! Enjoy the film!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *