bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review The Dark Tower, Misi Penyelamatan Semesta

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 25 Oktober 2021

Ditinggal oleh orang yang dicintai adalah sebuah pukulan yang berat bagi siapa saja, tak terkecuali Jake Chamber (Tom Taylor). Kehidupan remaja itu berubah saat ayah yang sangat dicintainya meninggal. Sudah setahun berlalu tapi Jake masih dirundung duka. Ia menjadi anak yang lebih pendiam, tertutup dan pemurung.

Laurie Chamber (Katheryn Winnick), sang ibu khawatir dengan tingkah anaknya yang tidak biasa. Ia berasumsi bahwa Jake terlalu terguncang ditinggal ayahnya sehingga kondisi jiwanya terganggu.

Apa benar Jake hanya mengalami guncangan jiwa seperti yang diduga oleh ibunya? The Dark Tower menyimpan rahasia besar yang seru untuk ditelusuri. Simak sinopsis dan ulasannya di bawah ini.

Baca juga: 7 Film Terbaik yang Diadaptasi dari Novel Karya Stephen King

Sinopsis

Sinopsis

The Dark Tower hadir dengan mengusung genre petualangan fantasi sci-fi yang dialami Jake Chamber. Perubahan yang terjadi pada diri Jake mengkhawatirkan ibunya. Namun, Laurie tidak mempedulikan mimpi buruk Jake yang kerap mengganggu tidurnya.

Ibunya yakin bahwa Jake membutuhkan bantuan psikiater untuk mengatasi masalah mental yang tengah dihadapinya. Namun, ia tidak mengetahui bahwa Jake sering bermimpi masuk ke dunia lain dan melihat satu menara hitam yang tinggi menjulang.  

Menara itu seperti menopang alam semesta ini. Lalu, ada anak-anak yang tengah bermain di lapangan rumput. Mereka diawasi oleh orang dewasa berpenampilan aneh yang mempunyai garis di belakang telinganya.

Anak-anak tersebut akan berkumpul saat bunyi sirine terdengar. Pikiran-pikiran anak itu ‘diperas’ dan dikumpulkan sebagai amunisi untuk menghancurkan menara hitam yang menjulang. Jika menara itu hancur, maka seluruh alam semesta ikut porak poranda dan kehidupan di dalamnya akan lenyap.

Jake berusaha menggambarkan semua hal yang ia lihat di mimpi dan ia pun menceritakan apa yang dialaminya kepada ibunya. Bukannya merasa lega, Jake malah dianggap sakit, tidak hanya oleh ibunya, teman-teman sekolahnya ikutan mengejek Jake.

Betapa terkejutnya Jake ketika mendapati psikiater yang dibawa ibunya adalah jelmaan manusia menyeramkan yang ia lihat di mimpi. Jake berusaha melarikan diri dari orang-orang misterius itu dan mencari tahu tentang dunia aneh serta orang-orang yang ada di dalamnya.

Lama kelamaan Jake merasa bahwa dunia yang dilihatnya di mimpi adalah nyata dan ia diincar oleh orang-orang yang berasal dari sana. Suatu hari Jake melihat sebuah portal yang membawanya masuk ke dunia di mana menara itu berdiri.

Di sana ia bertemu dengan Roland (Idris Elba). Roland adalah seorang gunslinger terakhir yang diamanatkan melindungi menara dan orang-orang dari kehancuran yang disebabkan oleh Walter Padick (Matthew McConaughey).

Sejak bertemu dengan Roland, Jake baru menyadari bahwa ia mempunyai kekuatan yang disebut shine yang dapat membuatnya terhubung dengan dunianya sendiri dan dunia Roland. Bersama Jake, Roland menjadi lebih kuat.

Namun, kehadiran Jake dianggap sebagai ancaman bagi cita-cita Walter. Ia pun mengetahui bahwa Jake mempunyai kekuatan luar biasa. Dengan akal bulusnya, ia berusaha menculik Jake dan memanfaatkan kekuatannya untuk melancarkan rencananya menghancurkan menara.

Sang musuh utama kita, Walter Padick adalah penyihir jahat yang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Dengan kekuatannya itu ia ingin mengubah dunia dan menciptakan tatanan kehidupan yang sesuai dengan idealismenya.

Adaptasi Novel Karya Stephen King

Adaptasi Novel Karya Stephen King

Saat pertama kali dipublikasikan, penonton sudah banyak yang menantikan film laga ini. Pasalnya The Dark Tower adalah nama salah satu novel seri karya penulis Stephen King. Ia adalah penulis yang terkenal dengan novel-novel horor dan misterinya.

Film The Dark Tower adalah film adaptasi dari seri novel karya King. Aslinya, novel ini ada delapan seri. Nikolaj Arcel mengemas kedelapan seri novel tersebut menjadi satu film yang kini sudah tayang 2017 yang lalu. The Dark Tower karya Nikolaj Arcel adalah adaptasi bebas dari novel karya King. Oleh sebab itu, ia banyak memberi sentuhan berbeda pada filmnya.

Mereka yang belum khatam membaca seluruh serinya bisa tetap tenang dan duduk manis menikmati perjalanan seru Jake dan Roland melawan Walter yang licik dan kekuatan sihirnya.

Namun, jika kamu sudah pernah membaca novelnya, meskipun belum tamat, kamu mungkin akan sedikit mengerutkan dahi dengan banyaknya perbedaan yang disuguhkan.

Durasi Film yang Terlalu Singkat

Durasi Film yang Terlalu Singkat

Rating yang tidak begitu baik mungkin akan sedikit membingungkan kita. Padahal, kita tahu bahwa film ini masuk jajaran film box office di mana itu bisa dianggap sebagai pertanda bahwa film ini mempunyai kualitas yang bagus.

Sayangnya, alur cerita sedikit mengecewakan penonton yang terlanjur berharap banyak pada film ini. Mereka berharap film ini mampu memvisualisasikan karya King yang telah dibuat novel. Namun, Nikolaj Arcel selaku sutradara tidak memberikan hal itu.

Salah satu sebab yang cukup berpengaruh adalah durasi film yang disajikan. Banyak kritikan dilontarkan sebab durasi 95 menit terlalu singkat untuk film ini. Hal ini menyebabkan alur cerita menjadi tidak tersampaikan dengan detail.

Sebenarnya dari fakta bahwa film ini diangkat dari novel saja sudah bisa kita tebak pasti ada bagian yang tidak akan dimasukkan ke dalam filmnya. Namun, banyaknya perbedaan dan singkatnya waktu membuat penonton merasakan gap yang terlalu besar antara film dan novelnya.

Dilihat dari materi filmnya, Nikolaj Arcel sebenarnya punya materi yang solid untuk modal membangun alur yang kuat. Seandainya durasinya sedikit diperpanjang, mungkin penonton bisa lebih memahami alur yang dibangun dan pengemasan yang disajikan Nikolaj Arcel.

Melihat keseluruhan film, Nikolaj Arcel seolah menganggap penonton sudah punya bekal pengetahuan dasar tentang film ini. Bagi mereka yang telah menuntaskan bukunya, mungkin akan berpikir kalau The Dark Tower versi film adalah film yang mengemas permukaan novelnya saja.

Akting Para Aktor yang Luar Biasa

Akting Para Aktor yang Luar Biasa

Tidak adil rasanya jika hanya menyoroti alur dan sinematografi film tanpa memberi apresiasi pada aktor yang terlibat dalam film ini. Seluruh aktor dan aktris menampilkan kinerja maksimal yang patut diacungi jempol.

Aktor muda kita, Tom Taylor tampil dengan memukau saat memerankan karakter Jake Chamber. Di paruh awal film, penonton disuguhi penampilan apik Jake yang mengalami perubahan emosi dari anak periang, pemurung dan pemarah. Emosi yang ditampilkan terpancar jelas dari sorot mata anak itu.

Emosinya sebagai anak yang tertekan dan putus asa bahkan dianggap gila oleh orang-orang di sekitarnya bisa ditangkap dengan baik. Bagian ini menjadi pengenalan yang baik yang mengantarkan penonton pada kelanjutan cerita The Dark Tower.

Di sisi lain, Idris Elba pun tidak kalah keren. Ia tampil sebagai Roland, ksatria sejati yang sangat teguh dan berprinsip. Sebagai aktor yang sudah banyak menimba pengalaman, ia membuktikan kualitas dirinya dalam berakting. Peran Roland, meskipun karakternya di film sedikit terdorong oleh porsi karakter Jake, ia berhasil menarik perhatian penonton.

Adegan paling membekas dari karakter ini adalah saat ia mengucapkan kalimat “I do not kill with my gun; he who kills with his gun has forgotten the face of his father. I kill with my heart.” Intonasi yang digunakan Idris Elba begitu terngiang di telinga.

Lalu, musuh utama paling menjengkelkan ini juga tidak boleh luput dari sorotan. Karakter Walter yang dimainkan oleh Matthew McConaughey sukses membangkitkan kebencian penonton.

Mathhew dalam karakter Walter adalah tokoh jahat yang sempurna. Gaya bicaranya terlihat sebagai sosok yang tak punya perasaan. Ia terlihat begitu menikmati kehancuran dan kerusakan yang ditimbulkannya akibat sihirnya.

Emosinya yang meluap karena mendapati kenyataan bahwa sihirnya tidak mempan pada Roland pun nampak nyata. Dua jempol untuk Matthew McConaughey.

Berdasarkan penilaian pribadi, film ini tidak buruk, tidak juga bagus. Ada hal-hal menarik dan efek keren serta ciri khas narasi Stephen King yang terasa dalam film ini.

Meskipun cukup banyak kritik karena penyajian alur cerita yang berbeda, The Dark Tower masih layak disebut sebagai film berkualitas. Penggambaran suasana dan desain kostum masing-masing tokoh menyita perhatian.

Film ini seru kok untuk ditonton kalau kamu bosan dengan film yang terlalu dengan genre itu-itu saja. Ketiga aktor yang menjadi pilar dalam film ini mampu membuat kamu mau duduk tenang sampai filmnya tamat.

The Dark Tower
Rating: 
3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram