bacaterus web banner retina
Bacaterus / Film Barat / Sinopsis & Review Film Click, Remote Pengendali Waktu

Sinopsis & Review Film Click, Remote Pengendali Waktu

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 16 Maret 2021

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bersentuhan dengan banyak alat. Salah satunya adalah remote TV yang bisa digunakan untuk memindahkan channel. Dengan kemajuan teknologi, kini ada TV on Demand yang memberi kuasa untuk menonton acara yang sudah tayang. Kita bisa dengan mudah mencari, memperlambat dan mempercepat hanya dengan menekan tombol di remote.

Ada momen-momen tertentu dalam hidup yang ingin kita ulangi. Nggak sedikit juga yang ingin cepat-cepat kita lewati. Bagaimana jadinya kalau ada alat yang bisa mewujudkan keinginan tersebut? Alat itu tentu menjadi pegangan. Hal tersebut menjadi inti cerita dari film Click. Seperti apa review dan sinopsisnya? Mari kita ulas lebih lengkap.

Sinopsis

review film click_Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2006
  • Genre: Fantasy, Comedy, Drama
  • Perusahaan Produksi: Columbia Pictures, Revolution Studios, Happy Madison Productions, Original Film
  • Sutradara: Frank Coraci
  • Pemain: Adam Sandler, Kate Beckinsale, Christopher Walker, David Hasselhoff

Michael Newman adalah seorang pria yang berprofesi sebagai arsitek. Di kehidupan pribadinya, dia sudah menikah dengan sang istri, Donna, dan mempunyai dua orang anak yaitu Ben dan Samantha. Sayangnya, dia punya bos bernama John Ammer yang sering menuntut. Hal itu menyebabkan dia lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja dibanding dengan keluarga.

Suatu hari, Michael pergi ke toko retail untuk membeli universal remote control. Ketika berkeliling, dia tertidur. Nggak lama kemudian dia terbangun dan bertemu dengan seorang pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Morty. Morty memberikan sebuah remote secara gratis dan menyatakan bahwa remote itu nggak bisa dikembalikan. 

Ternyata remote itu bisa mengontrol kehidupan persis seperti televisi. Dia menggunakannya ketika bekerja sehingga pekerjaannya bisa selesai dalam waktu singkat. Dia juga menggunakannya ketika merasa sakit dan bisa langsung sembuh. Begitu juga dengan fitur lain yang membuat dia bisa menonton pertandingan bisbol tanpa terganggu ocehan Donna.

Terlalu sering menggunakan remote, kehidupan Michael berubah drastis. Dia mulai merasakan seperti berada dalam mode auto-pilot. Raganya ada di tempat, sementara pikirannya melayang dan dia mulai kesulitan merasakan berbagai hal. Banyak hal yang mulai terlewati tanpa disengaja karena ulahnya menekan tombol di remote.

Saking tergantung pada remote, Michael melewatkan janjinya untuk membelikan anak-anaknya sepeda. Sementara itu, dia akan segera dipromosikan di bidang pekerjaan oleh Ammer. Dia mempercepat waktu sampai waktu promosi tiba yaitu selama setahun dan menemui kenyataan yang berbeda. 

Waktu sudah berlalu, bahkan pernikahannya bermasalah sampai harus meminta bantuan untuk konsultasi pernikahan. Bahkan dia juga melewatkan pemakaman ayahnya. Michael terus menggunakan remote itu untuk melewati momen-momen yang nggak dia sukai. Alhasil, anak-anaknya sudah besar dan dia banyak melewatkan banyak hal. 

Merasa muak, Michael mencoba merusak remote itu tapi selalu menemui kegagalan. Dia pun pergi ke toko retail untuk menemui Morty. Dia bertemu dengan Morty, tapi Morty menolak mengambil kembali remote itu karena Michael sudah menyetujui syarat ketika mereka bertemu pertama kali.

Ammer menyatakan bahwa dia akan segera pensiun dan memberi posisinya pada Michael. Merasa bersemangat, Michael menekan tombol untuk mempercepat ke waktu dia promosi. Setelah 10 tahun berlalu, dia berhasil menduduki posisi Ammer. Dia mendapati keadaan tubuhnya berbeda dari yang dia tahu dengan kelebihan berat badan.

Hidup Michael semakin kaya raya tapi dia harus menemukan keluarganya kacau-balau. Istrinya sudah menceraikannya dan bertunangan dengan pria lain. Sementara anak-anaknya sudah beranjak dewasa. Apa yang harus Michael lakukan untuk bisa memperbaiki keadaan yang terlampau runyam? Bisakah dia bersatu lagi dengan keluarganya?

Penggunaan CGI 

review film click_Penggunaan CGI

Remote mempunyai fitur untuk fast forward atau rewind. Tombol-tombol itulah yang digunakan Michael untuk mempercepat atau memperlambat momen-momen sesuai keinginannya di film Click. Dalam eksekusinya, film ini mau nggak mau harus menggunakan CGI untuk membuat kesan mempercepat atau memperlambat momen sesuai dengan alur cerita.

Penggunaan CGI di film Click bisa dibilang kurang sempurna. Kalau diperhatikan, banyak detil yang nggak berjalan sesuai dengan harapan. Ketika momen dipercepat atau diperlambat, hanya para pemainnya yang benar-benar nggak bergerak. Sementara itu, benda-benda lain seperti daun tetap digerakkan oleh angin.

Tapi hal tersebut bisa dipahami mengingat film ini rilis tahun 2006. Sangat wajar kalau masih belum menyajikan penggunaan CGI yang mulus. Pada masa itu, teknologi yang ada belum secanggih hari ini, sehingga kekurangan pada CGI bisa diimbangi oleh kedalaman cerita. Kalau kita bisa menikmati ceritanya, CGI nggak akan terlalu berpengaruh. FIlm ini tetap nyaman untuk ditonton. 

Cerita yang Ringan Tapi Mendalam

review film click_Cerita yang Ringan Tapi Mendalam

Film Click secara garis besar menyoroti tentang keinginan manusia untuk mempercepat atau memperlambat momen tertentu dalam hidup. Michael yang punya ambisi besar untuk bisa sukses dalam pekerjaannya mendapat kemewahan itu melalui sebuah remote. Hanya saja itu membuat dia langsung mendapatkan hasil tapi tanpa harus melewati proses.

Menonton Click nggak akan membuat kita mengernyitkan dahi. Ceritanya sangat mudah untuk diikuti. Bahkan kalau tertinggal beberapa menit pun, kita masih bisa memahami alurnya. Meski alurnya sederhana, film ini tetap bisa membuat penasaran bagaimana akhirnya perjalanan Michael yang terjebak karena menggunakan remote.

Di kalangan pecinta film, Click mendapat respons yang beragam. Banyak yang membandingkannya dengan Back to the Future dan It’s A Wonderful Life. Kedua film tersebut sama-sama mengandalkan konsep melompati waktu ke masa tertentu. Bahkan di situs Rottentomatoes, film ini hanya mendapatkan 34% Tomatometer dan 66% Audience Score.

Perpaduan Komedi dan Drama yang Pas

review film click_Perpaduan Komedi dan Drama yang Pas

Click merupakan film ketiga yang melibatkan Frank Coraci sebagai sutradara dan Adam Sandler sebagai aktornya. Sebelumnya mereka bekerja sama untuk film The Waterboy dan The Wedding Singer. Hal tersebut membuat filmnya terasa begitu 'Sandler' karena sarat akan komedi khasnya. Komedi yang terasa ringan, tapi memuat pesan yang ingin disampaikan.

Perbedaan Click dengan film-film yang dibintangi Sandler lainnya adalah porsi dramanya yang terasa lebih pas. Di awal film, kita akan banyak disuguhi oleh adegan-adegan kocak karena Michael menggunakan fitur dari remote. Tapi dari pertengahan menuju akhir, kita akan dibawa tenggelam dalam drama keluarga yang bisa membawa kita larut dan tersentuh.

Sarat Pesan Positif

review film click_Sarat Pesan Positif

Cerita ringan tapi menjurus predictable bisa terobati dengan pesan positif yang mungkin ingin disampaikan dalam film Click. Tanpa mencoba menggurui, film ini seperti memberi pesan bahwa kita harus bisa menikmati proses dalam melakukan sesuatu, alih-alih langsung mendapatkan hasil. Kekacauan hidup Michael berawal dari dirinya yang selalu melewatkan proses. 

Pesan paling terang-terangan yang coba diungkapkan oleh Click adalah bagaimana pentingnya keluarga. Michael yang mengutamakan pekerjaan dibanding keluarga harus merasakan bagaimana sulitnya ketika dihadapkan dengan keluarganya yang mulai meninggalkannya satu per satu. Film ini mungkin mengandung ‘bawang’ kalau kamu perantau yang jauh dari keluarga.

Click menyajikan komedi yang bisa membuat kita tertawa, disisi lain juga menyajikan drama yang cukup menyentuh. Di balik segala kekurangannya, film ini bisa menemani kita kalau sedang bosan menonton film yang rumit. Cerita ringan khas Sandler bisa menjadi pilihan tepat kalau kamu lagi nggak mau film yang memaksamu berpikir. 

Perlu diingat, meski film ini mengandung drama keluarga dan punya pesan positif, tapi film ini juga banyak menampilkan candaan dewasa yang nggak layak ditonton oleh anak-anak. Jadi, jangan ajak adik atau keponakanmu yang belum cukup umur untuk menonton, ya! Kalau sudah menonton, jangan lupa untuk membagikan pendapatmu di kolom komentar, teman-teman!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram