Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review Blow, Kisah Menarik Pengedar Narkoba

Sinopsis dan Review Blow, Kisah Menarik Pengedar Narkoba

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kisah bagaimana George Jung bersama kartel Medellin yang dipimpin oleh Pablo Escobar menguasai pasar narkoba di Amerika Serikat pada tahun 1970an. Johnny Depp, Penelope Cruz, dan Ray Liotta membintangi drama kriminal yang berdasarkan kisah nyata ini.

Blow merupakan adaptasi dari buku berjudul Blow: How a Small Town Boy Made $100 Million with the Medellin Cocaine Cartel and Lost It All karya Bruce Porter dan diterbitkan pada tahun 1993.

Sutradara Ted Demme menyuguhkan detail langkah demi langkah karir kriminal George yang memiliki fase naik-turun. Meski fakta yang disajikan cukup akurat, tidak semua karakter menggunakan nama asli.

Tentunya kita sangat tertarik dengan perjalanan hidup bandar narkoba yang pernah bekerja sama dengan Pablo Escobar yang terkenal itu, dan berikut ini akan kami ulas tuntas film yang juga menampilkan akting memukau dari Emma Roberts cilik di beberapa adegan yang mampu memicu duka.

Sinopsis

Review Blow

  • Tahun: 2001
  • Genre: Biography / Crime / Drama
  • Produksi: Apostle, Avery Pix, New Line Cinema, Spanky Pictures
  • Sutradara: Ted Demme
  • Pemeran: Johnny Depp, Penelope Cruz, Ray Liotta

George Jung (Johnny Depp) pindah ke Los Angeles dari Massachusetts dimana ayahnya dinyatakan bangkrut ketika dia masih kecil, tetapi di tempat barunya bersama seorang teman bernama Tuna, dia membangun bisnis narkoba sehingga dia dikenal sebagai “Boston George”.

Awalnya mereka hanya menjual marijuana eceran dari bandar lokal bernama Derek Foreal. Tetapi demi menambah pundi-pundi uang mereka, George memiliki terobosan untuk mengambil marijuana langsung dari sumbernya di Mexico.

Atas bantuan temannya dari Boston, bisnis mereka berjalan sangat lancar dan seketika mereka menjadi kaya-raya. Sayangnya, George tertangkap ketika hendak menyelundupkan 300 kg marijuana ke Chicago dan harus menghadapi persidangan.

Kekasih George yang membantunya selama ini, dinyatakan mengidap kanker dan George diizinkan oleh pengadilan untuk mengurus kekasihnya dengan membayar jaminan hingga dia meninggal. Setelahnya, George menuju rumah orang tuanya, bukan melapor ke kepolisian. Akibatnya, dia kembali ditangkap setelah ibunya melaporkan keberadaannya kepada polisi.

Di dalam penjara, George berteman dengan Diego Delgado yang memiliki hubungan dengan kartel Medellin di Kolombia. Setelah George menyelesaikan masa tahanannya, dia bebas bersyarat. Tetapi semua dilanggar karena dia diajak oleh Diego yang sudah terlebih dahulu bebas ke Kolombia untuk memulai bisnis yang mereka rancang selama di penjara.

Mereka memulai dengan menjual 15 kg hingga sampai 50 kg, dan George bisa menjualnya dengan mudah sehingga bisnis mereka berjalan lancar. Sementara itu, Diego ditangkap oleh polisi. Tidak berapa lama, George mendapat panggilan dari Pablo Escobar dimana dia sudah terlebih dahulu membebaskan Diego dengan menggunakan pengaruhnya di Kolombia.

George dan Diego berhasil mencapai kata sepakat dengan Pablo dan menjadi distributor utama untuk penjualan di Amerika. Mereka sukses besar dengan banyak konsumen berasal dari para artis, seperti musisi dan bintang film.

Di pernikahan Diego, George bertemu dengan tunangan Cesar Rosa, anak buah Escobar. Tidak butuh waktu lama, George mampu merebut hati Mirtha (Penelope Cruz).

George dan Mirtha menikah, lalu mereka pindah ke rumah mewah dengan banyak koleksi mobil di dalamnya. Diego memaksa George untuk memberi tahu siapa koneksinya di California yang menjadi lumbung utama penghasilan mereka. Setelah Diego diperkenalkan dengan Derek, ternyata dia dikhianati oleh mereka berdua.

Diego mengambil alih penjualan kepada Derek yang tadinya dimiliki George, dan George ditendang keluar dari bisnis. Kelahiran putrinya dan serangan jantung yang menimpanya membuat dia insyaf dari bisnis ilegalnya itu.

Selama 5 tahun George hidup bersih tanpa ada keterkaitan dengan bisnis narkoba, hingga dalam sebuah pesta ulang tahun, Mirtha mengundang semua teman lama George.

FBI dan DEA menggerebek pesta itu dan menangkap George. Dia menjadi buronan karena sekali lagi melanggar perjanjian bebas bersyarat dengan mencoba mengambil tabungannya di Panama yang ternyata seluruh tabungannya diambil alih oleh negara tersebut.

Karena sudah tidak memiliki uang lagi, Mirtha mulai kesal dengan George dan sering bertengkar, bahkan di depan putri mereka. Di suatu malam, mereka bertengkar di jalanan yang mengundang polisi datang.

Mirtha bilang ke polisi jika George adalah seorang buronan dan memiliki banyak kokain di bagasi mobil. George kembali masuk penjara selama 3 tahun. Mirtha menuntut cerai dan mengambil hak asuh anak. Setelah bebas, George berusaha memperbaiki hubungan dengan putri semata wayangnya.

Demi menghidupi putrinya secara layak dan masa depan yang cerah, George mempunyai ide untuk kembali terjun ke pasar narkoba untuk menyelundupkan kokain dari Kolombia untuk terakhir kalinya, bersama dengan teman lamanya, Derek dan Dulli.

Sayangnya, misi yang dia jalankan hanyalah jebakan yang dibuat oleh FBI dan DEA yang membuat George harus dipenjara lagi selama 60 tahun.

Karir Pesat Sang Bandar Narkoba

karir

Awalnya, George hanyalah pemuda biasa yang merantau ke Los Angeles. Karena pengalaman masa kecilnya yang pahit dalam kemiskinan, dia berusaha untuk tidak menjadi miskin dengan memulai bisnis narkoba.

Dimulai dari hanya menjadi penjual eceran, meningkat menjadi penyelundup ganja langsung dari Mexico, hingga dipercaya menjadi distributor utama wilayah Amerika oleh kartel Medellin.

Di dalam film Blow, setidaknya diceritakan jika George sudah 3 kali ditangkap dengan hukuman yang terakhir adalah yang paling lama. Tetapi sepertinya dia tidak pernah kapok dan kembali lagi ke dunia hitam itu.

Padahal dia memiliki alasan yang sangat kuat untuk berhenti, yang pertama karena kematian kekasihnya, yang kedua karena kelahiran putrinya dan penyakit jantung karena efek pemakaian narkoba.

Tetapi alasannya untuk melakukan “the one last job” juga karena ingin memberikan hidup yang layak dan masa depan yang cerah bagi putri yang disayanginya.

Tapi, memberi nafkah untuk keluarga dari usaha yang haram pasti tidak akan berkah, dan itu terjadi pada George dimana dia masuk jebakan yang dibuat oleh FBI dan DEA. Dia pun membuat kecewa putrinya, juga orang tuanya.

Akhir yang Pahit Adalah Balasan yang Setimpal

akhir pahit blow

Blow menjadi sebuah studi kasus yang baik tentang betapa buruknya efek yang didapat karena terlibat dalam bisnis narkoba. Meski memiliki kekayaan berlimpah, tetapi penghasilan dari bisnis ilegal tidak akan bertahan lama, seperti kata pepatah, “easy come, easy go.

Selain itu, fisik menjadi rusak karena penggunaan narkoba secara berlebihan, bahkan juga merusak keharmonisan keluarga. Sebagai orang tua yang baik, Fred Jung, ayah George, selalu memberikan nasehat kepadanya, dari sejak kecil hingga dirinya sudah sukses dengan bisnis haram ini.

Fred sempat berujar jika “uang bukanlah segalanya” yang baru disadari oleh George ketika kedua orang tuanya sudah hendak pergi dari dunia ini dalam kondisi mereka tidak mau menemui George yang sedang dalam tahanan.

Satu hal lagi yang paling menyedihkan ialah dimana George berusaha memperbaiki hubungan dengan putrinya tetapi malah membuatnya kecewa dengan janji yang diingkari. Bahkan, selama dipenjara hingga kemudian bebas di tahun 2014, George belum pernah bertemu lagi dengan putrinya. Lihatlah, betapa kecewanya hati sang anak yang masih bersih itu.

Ini menjadi peringatan bagi para orang tua agar tidak pernah membuat kecewa anak yang disayanginya dengan mengingkari janji apalagi memberikan nafkah kepada mereka dengan hasil dari usaha yang haram.

Di akhir film, juga di dunia nyatanya, diperlihatkan akhir yang pahit dalam hidup George yang merupakan balasan yang setimpal dari semua yang pernah dilakukannya, terutama bagi keluarganya.

Pada akhirnya, Blow adalah sebuah drama biografi yang baik, lengkap dengan detail fakta dan kronologi tindak kriminal seorang George Jung.

Meski penampilan Penelope Cruz sangat buruk hingga masuk nominasi Razzie Award, tetapi kita disuguhkan oleh akting memukau Johnny Depp dengan berbagai perubahan model rambut, dan chemistry yang menyentuh dengan Emma Roberts cilik sebagai putrinya.

Film terakhir dari sutradara Ted Demme ini sudah bisa disaksikan di layar Netflix dan pantas untuk masuk dalam watchlist kalian yang suka dengan film biografi seorang pelaku kriminal yang tentunya seru dan memikat.

Ditambah lagi dengan kisah hubungan anak dan ayah yang mampu mengaduk emosi kita dan meninggalkan pesan moral yang cukup mengena agar kita terhindar dari kisah seperti ini.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *