bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Batman (1989), Wajah Baru Batman!

Batman adalah salah satu superhero paling populer. Nggak mengherankan kalau jumlah penggemarnya pun termasuk yang paling banyak dibandingkan dengan superhero lain. Muncul sejak dekade 50-an, sosok pahlawan berkostum kelelawar ini pertama kali muncul dalam buku komik. Satu dekade kemudian, dibuatkan serial televisinya dalam bentuk live action.

Kemunculan awal Batman menampilkan sosok superhero dengan cerita yang menyenangkan ditambah sisipan humor. Perombakan besar terhadap Batman dalam versi live action secara signifikan dan berani dilakukan dalam film Batman garapan sutradara Tim Burton. Apa saja yang dirombak sampai film ini disebut sebagai salah satu film superhero paling berpengaruh?

Baca juga: Pencinta Batman Wajib Tahu Daftar Urutan Film Batman Ini

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 1989
  • Genre: Superhero
  • Produksi: Guber-Peters Company
  • Sutradara: Tim Burton
  • Pemain: Michael Keaton, Jack Nicholson, Kim Basinger, Robert Wuhl, Pat Hingle

Dalam menyambut ulang tahun Gotham ke-200, sang walikota, Borg, meminta jaksa wilayah, Harvey Dent untuk menangkap ketua kelompok kriminal bernama Carl Grissom.

Sementara itu, Alexander Knox dan Vicki Vale yang bekerja sebagai wartawan berhasil menangkap citra seorang sosok pembela kebenaran dengan kostum kelelawar bernama Batman. Mereka menemukan Batman menegakkan kebenaran dengan menangkap para penjahat.

Alexander dan Vicki menghadiri acara pengumpulan dana yang diselenggarakan oleh pengusaha kaya raya sekaligus pemilik Wayne Enterprises, Bruce Wayne.

Bruce terlihat sebagai sosok orang kaya biasa tapi di balik itu semua, dia adalah sosok di balik kostum Batman. Jalan itu dipilihnya karena ketika masih kecil harus menyaksikan kedua orang tuanya tewas dibunuh oleh seorang perampok.

Grissom memerintahkan Jack Napier, orang kepercayaan dalam kelompok kriminalnya untuk datang ke Axis Chemicals, sebuah tempat pembuatan zat kimia.

Grissom mencoba menjebak Napier yang sudah tidur dengan istrinya, Alicia Hunt. Max Eckhardt, seorang polisi korup melakukan operasi ilegal untuk menangkap Napier sebelum diambil alih oleh James Gordon.

Berbeda dengan Eckhardt, Gordon memerintahkan agar Napier ditangkap dalam keadaan hidup karena bisa menjadi seorang saksi. Batman datang untuk membantu kepolisian Gotham dalam menangkap Napier yang sudah membunuh Eckhardt. Ketika bertarung dengan Batman, Napier terjatuh ke dalam sebuah cairan kimia yang mengandung acid.

Setelah dianggap mati, Napier berhasil selamat walau kulitnya berubah menjadi putih dengan rambut dan kukunya menjadi hijau. Kondisi itu membuat kepolisian membolehkan Napier untuk dioperasi. Sayangnya, hasil operasinya kurang memuaskan. Marah dengan penampilan barunya, Napier melarikan diri dan menamai dirinya sebagai Joker.

Joker kemudian menghabisi Grissom beserta anak buahnya serta mengambil alih operasi kelompok kriminal tersebut. Joker mulai melancarkan teror pada warga Gotham. Dia menciptakan sebuah alat kimia bernama Smylex yang bisa disemprotkan kemudian korbannya akan meninggal karena tertawa serta membentuk simpul senyum seperti Joker.

Joker mulai mendekati Vicki yang berhasil diperalatnya untuk memasukkan anak buah Joker ke dalam Gotham Museum of Art dan merusak karya-karya di dalamnya. Merasa Joker merebut wanita yang dicintainya, Bruce menghampiri apartemen Vicki.

Bruce menceritakan bahwa dialah sosok Batman. Joker datang dan menghampiri Bruce kemudian mengucapkan kalimat yang sama yang diucapkan oleh perampok yang membunuh orang tua Bruce.

Joker kemudian menembak Bruce yang sudah bersiap menggunakan alat di balik bajunya. Bruce berhasil selamat dan melarikan diri.

Di Batcave, Bruce kembali mengingat kematian kedua orang tuanya dan pelaku pembunuhannya adalah Joker. Vicki dibawa ke Batcave oleh Alfred yang khawatir sang majikan akan kehilangan akalnya berhadapan dengan Joker.

Sementara itu, Joker mengadakan pawai dengan iming-iming uang dibagikan secara cuma-cuma untuk warga Gotham. Padahal dia bersiap melepaskan Smylex ke kumpulan warga dari balon yang menjadi bagian pawainya.

Bisakah Batman menghentikan Joker? Batman dan Joker sama-sama populer hari ini, makanya film rilisan tahun 1989 ini masih sangat menyenangkan ditonton hari ini.

Perubahan Wajah Batman

Perubahan Wajah Batman

Batman yang dibintangi oleh Adam West merupakan perwujudan dari komiknya yaitu superhero yang komikal. Citra tersebut diputar balik dalam film Batman rilisan tahun 1989 ini dengan cerita yang lebih serius. Langkah ini merupakan keputusan yang berani mengingat film ini menjadi yang pertama mengubah wajah Batman.

Nggak lengkap kalau menonton Batman tapi nggak memperhatikan kostumnya. Di film ini, kostum Sang Manusia Kelelawar bukan hanya berfungsi untuk menutupi identitasnya melainkan sebagai pelindung dari serangan.

Kostum The Caped Crusader diubah menjadi tahan peluru untuk mendukung karakter bahwa di balik kostumnya, Batman adalah Bruce yang merupakan manusia biasa.

Sosok Batman dalam versi komik yang murni sebagai superhero, dirombak menjadi seorang vigilante. Dia nggak lagi bertindak dengan pola yang mulia, melainkan berani mengambil langkah yang lebih keras ketika menghadapi penjahat.

Perubahan ini sejalan dengan cerita yang lebih gelap. Hebatnya cerita di Batman tahun 1989 ini sangatlah solid dengan sekuens yang tertata.

Penampilan Apik Jack Nicholson sebagai Joker

enampilan Apik Jack Nicholson sebagai Joker

Batman berhasil menyajikan pendalaman karakter yang kuat. Jalan yang diambil Bruce menjadi Batman dijelaskan dengan rinci. Pun dengan motif yang menggerakkan segala kegilaan Joker.

Ada sebuah adegan yang mempertemukan Batman dengan Joker. Batman mengatakan bahwa sosok Joker-lah yang membuatnya menjadi vigilante dan sosok Batman juga yang menciptakan Joker. Joker tergerak oleh dendam karena pertarungan dengan Batman membuatnya menjadi sosok yang berbeda.

Gotham nggak lagi dihadapkan pada masalah yang sederhana, tetapi kehadiran musuh utama dan paling populer dari Batman yaitu Joker. Joker berniat untuk menewaskan ribuan penduduk Gotham dengan Smylex buatannya. Teror yang dilancarkan Joker pun digambarkan meningkat secara perlahan sehingga cerita terasa believable.

Sosok sosiopat bernama Joker bisa dimainkan dengan sangat brilian oleh Jack Nicholson walau peran-peran gila bukanlah hal yang aneh bagi sang aktor. Hanya saja, Joker di film ini merupakan perpaduan karakter Joker di komik yang suka mengeluarkan lelucon gelap digabung dengan sosok yang jauh lebih kejam.

Perbedaan signifikan terletak pada Joker versi film digambarkan sebagai pembunuh orang tua Bruce sedangkan dalam komik, pembunuhan itu nggak dilakukan oleh Joker.

Visualisasi Ala Burton

Visualisasi Ala Burton

Tim Burton merupakan sutradara yang dikenal dengan kepiawaiannya menampilkan unsur noir dengan visualisasi gothic. Ciri khasnya itu diterapkan dalam Batman yang kental dengan warna monokromatik. Terlebih penggambaran kota Gotham yang terasa begitu dingin dengan kelompok kriminal menjalankan aksinya.

Secara sinematografi, film ini berhasil mengambil banyak adegan memorable. Adegan pertarungan Batman dan Joker di third act pun diambil di tempat yang nggak biasa dan membuatnya terasa sangat spesial.

Selain berani mengubah wajah Batman, Burton juga berani mengaplikasikan keistimewaannya dari segi visual sehingga sosok superhero bernama Batman terasa jauh lebih menyegarkan.

Batman karya Tim Burton dianggap mengubah wajah film-film superhero menjadi lebih berani mengambil nuansa yang lebih gelap. Dalam durasi selama 126 menit, kita disajikan cerita yang solid serta adegan laga dengan porsi yang pas.

Nggak mengherankan bahwa sampai saat ini banyak yang menganggap film ini nggak kalah bagusnya dibandingkan dengan Batman versi Christopher Nolan. Kamu setuju nggak nih? Tuliskan pendapatmu di kolom komentar, teman-teman!

Batman
Rating: 
4/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram