Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Film Abduction, Remaja yang Diburu

Review & Sinopsis Film Abduction, Remaja yang Diburu

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Bagaimana jadinya kalau orang tua yang kita kenal ternyata bukanlah orang tua yang sebenarnya? Hal itulah yang terjadi pada Nathan yang baru saja mengetahui bahwa dia nggak punya hubungan darah dengan orang tuanya. Sementara itu, banyak orang yang menjadikan dia target. Perjuangan Nathan mencari jati diri yang sebenarnya menjadi semakin rumit.

Abduction

Film Abduction menjadikan Taylor Lautner dan Lily Collins sebagai peran utamanya. Untuk produksinya memakan biaya yang cukup besar yaitu 35 juta Dollar Amerika. Film ini masuk nominasi untuk kategori Dialogue and ADR in a Feature Film di Golden Reel Award. Penasaran?Simak review dan sinopsisnya berikut ini yuk!

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2011
  • Genre: Action, Thriller
  • Produksi: Vertigo Entertainment, Quick Six Entertainment, Tailor Made
  • Sutradara: John Singleton
  • Pemain: Taylor Lautner, Lily Collins, Alfred Molina, Jason Isaacs, Maria Bello

Nathan Harper adalah seorang remaja berusia 18 tahun yang hidup di wilayah pinggiran kota Pittsburg, Pennsylvania. Dia tinggal bersama ayah dan ibunya, Kevin dan Mara. Sejak kecil, dia sudah ditempa dengan latihan bela diri yang keras oleh sang ayah. Dia mempunyai masalah dalam tidurnya yang sering dihiasi mimpi buruk.

Untuk mengobatinya, dia rutin menemui seorang psikiatris bernama Dr. Geraldine “Geri” Bennett. Sebagai siswa SMA, Nathan mempunyai perasaan lebih pada wanita yang dia taksir secara diam-diam. Dia adalah Karen, yang tinggal bertetangga dengan Nathan. Mereka berdua dipasangkan dalam sebuah kelompok untuk tugas sosiologi.

Mereka harus melakukan riset tentang orang-orang hilang. Hasilnya mengejutkan, ada seorang anak yang wajahnya mirip Nathan. Nama anak di data orang hilang itu adalah Steven Price. Nathan kemudian menyelidiki informasi yang didapatnya. Hasilnya, dia nggak mempunyai hubungan darah dengan ayah dan ibunya.

Sinopsis

Dia sebenarnya adalah Steven Price. Tapi ke mana orang tuanya? Jawaban dari pertanyaan itu yang menghantui. Nathan menanyakan kejelasan identitas dirinya pada sang ibu, Mara. Mara terpaksa mengaku bahwa dia dan sang suami bukanlah orang tua kandung dari Nathan. Merasa sedih, Nathan pergi ke kamarnya.

Mara yang sedang menangis didatangi dua orang tamu yang mengaku dari sebuah agensi keamanan. Mara merasa curiga dengan gelagat dua tamunya. Ketika melihat-lihat ke dalam rumah, dia menyerang kedua orang itu. Sayangnya dia harus terbunuh, begitu juga sang suami. Karen yang berniat berkunjung, mendengar kejadian mengerikan itu.

Nathan berhasil lari setelah mendengar teriakan ayahnya yang menyuruhnya untuk pergi. Dia kemudian pulang untuk melihat kondisi rumahnya dan membebaskan Karen setelah menumbangkan dua orang itu. Karen yang terluka dibawa ke rumah sakit oleh Nathan. Nathan mencoba melapor pada polisi tapi sambungan telponnya dibajak.

Orang yang membajak itu mengaku sebagai agen CIA bernama Frank Burton. Dia mengatakan bahwa Nathan dalam bahaya dan akan mengutus dua orang untuk mengamankannya. Nathan merasa ragu dan Dr. Bennett datang untuk membawa mereka berdua pergi. Burton kembali menghubungi Nathan untuk menjelaskan masalah yang sebenarnya.

Ayah Nathan, Martin mencuri data 25 pegawai CIA yang korup dari mafia Serbia dan Nikola Kozlow, seorang agen rahasia Serbia. Kejadian itu berlangsung ketika Nathan masih berusia tiga tahun. Kozlow mencoba menculik Nathan agar bisa memancing Martin untuk datang kepadanya. Demi keselamatan, Nathan yang ketika itu masih kecil dititipkan dengan orang tua asuh.

Kozlow memasukkan Nathan ke dalam daftar orang hilang agar memudahkan dalam menemukan Nathan. Dr. Bennett memberi sebuah alamat untuk Nathan dan Karen bersembunyi. Sementara itu, Burton diberi tugas untuk mengakhiri masalah ini secepat mungkin walau harus berhadapan dengan Bennett, yang merupakan mantan agen CIA.

Bennett memberi instruksi bahwa Nathan hanya boleh mempercayai dua orang kepercayaannya, Martin dan Paul Rasmus. Sesampainya di tempat yang ditunjukkan Dr. Bennett, Karen langsung menelpon orang tuanya. Sayangnya tindakan itu membuat alamat mereka berhasil dilacak. Harus ke mana Nathan dan Karen berlari? Akankah mereka selamat?

Pengorbanan Taylor Lautner

Pengorbanan Taylor Lautner

Taylor Lautner sudah menggeluti dunia akting ketika dia masih berusia belia. Dia pernah bermain di film Cheaper by the Dozen 2 dan The Adventures of Sharkboy and Lavagirl 3D. Selain itu, dia juga pernah tampil dalam beberapa serial televisi. Tapi peran yang mengangkat namanya adalah ketika bermain di Twilight Saga sebagai Jacob.

Abduction merupakan film pertama Lautner yang bergenre action. Tubuh atletisnya merupakan salah satu modal yang meyakinkan. Dia nggak mau tanggung-tanggung berperan sebagai Nathan di film ini. Salah satu pengorbanannya adalah dia nggak menggunakan stuntman sama sekali. Padahal di film ini banyak adegan laga yang cukup rumit dan berbahaya.

Maria Bello Mencuri Perhatian

Maria Bello Mencuri Perhatian

 Nama Maria Bello bukanlah nama aktris yang banyak dikenal orang. Walau begitu, dia sudah mulai mendapat peran di film-film Hollywood sejak pertengahan tahun 90-an. Banyak film dari berbagai genre yang sudah dia bintangi. Bahkan surat kabar kenamaan Inggris, The Guardian, menyebutnya sebagai salah satu aktris yang layak masuk nominasi Academy Awards.

Di film Abduction, Maria berperan sebagai Mara, ibu dari Nathan. Kemunculannya terhitung sebentar karena perannya yang dibunuh. Tapi ada adegan yang mencuri perhatian yaitu ketika dua orang bertamu ke rumahnya untuk mencari Nathan. Dia harus melakoni adegan laga yang membuatnya terlihat badass.

Chemistry antara Taylor Lautner dan Lily Collins

Chemistry antara Taylor Lautner dan Lily Collins

Kalau Taylor Lautner memeraknkan Nathan, maka Lily Collins berperan sebagai Karen. Collins nggak terlihat kesulitan memerankan karakter seorang gadis remaja yang supel dan ceria. Hampir di sepanjang film, Karen terlihat bersamaan dengan Nathan. Kemunculan keduanya menghadirkan unsur drama di tengah adegan-adegan laga.

Collins nggak banyak memainkan adegan laga di film ini. Dia lebih memunculkan adegan percintaan khas remaja. Kalau di film diceritakan Nathan naksir sama Karen, di kehidupan nyata mereka sempat terlibat cinlok karena membintangi film ini. Nggak mengherankan ya kalau chemistry mereka begitu bagus.

Adegan Laga yang Aman

Adegan Laga yang Aman

Beberapa film action kadang memperlihatkan adegan laga yang sadis dan berdarah-darah. Unsur tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar genre tersebut. Tapi di film Abduction, laga-laga yang disajikan tergolong aman untuk disaksikan dengan lebih banyak memperlihatkan koreografi yang cukup rapi.

Orang yang bertanggung jawab dengan genre action di film Abduction adalah sang sutradara, John Singleton. Dia merupakan sutradara beberapa film terkenal seperti 2 Fast 2 Furious, Baby Boy, Shaft dan Four Brothers. Adegan laga yang termasuk aman merupakan salah satu ciri film yang disutradarainya. Jadi, film ini bisa aman untuk ditonton bersama adik atau keluarga.

Film Abduction dari segi cerita memberi hiburan ringan dengan cerita yang mudah dimengerti. Ada yang menjuluki film ini seperti film Bourne versi remaja. Banyak pengamat film yang mengkritik film ini karena dianggap punya cerita bagus tapi dieksekusi dengan kurang maksimal. Apa kamu setuju? Kalau nggak, berikan pendapatmu di kolom komentar ya.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *