Bacaterus / Review Film Jepang / Review & Sinopsis Drama Seri Japan Sinks 2020 (Netflix)

Review & Sinopsis Drama Seri Japan Sinks 2020 (Netflix)

Ditulis oleh - Diperbaharui 30 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kembali dengan drama animasi baru, Netflix kini mempersembahkan salah satu drama animasi yang oke buat ditonton. Diangkat dari novel berjudul Japan Sinks yang ditulis oleh Sakyo Komatsu, drama seri  berjudul Japan Sinks 2020 ini memiliki 10 episode di season pertamanya.

Bercerita tentang tenggelamnya pulau Jepang ke dalam laut akibat gempa bumi yang menciptakan bencana bertubi-tubi ke seluruh negeri Sakura. Penasaran sekeren apa ceritanya? Simak ulasannya yuk!

Sinopsis

Japan Sinks 2020 (Copy)

  • Tahun rilis: 2020
  • Genre: Animation, Adventure, Drama
  • Produksi: Science Saru
  • Sutradara: Masaaki Yuasa
  • Pengisi Suara: Ryan Bartley, Billy Kametz, Faye Mata

Ayumu merupakan anak gadis berbakat. Dirinya merupakan atlet lomba lari dan sedang melakukan persiapan di sebuah gelanggang olahraga. Ketika Ayumu dan teman-temannya bersiap pulang, gempa dengan skala besar mengguncang seluruh wilayah di Jepang. Menghancurkan isi gelanggang dan membuat hampir seluruh teman Ayumu tewas. Ayumu yang saat itu shock tidak bisa membantu apa-apa.

Sedangkan adik Ayumu, Go, yang doyan bermain game harus terluka dibagian mata akibat terbentur ujung kabinet. Ayah Ayumu, Mutoh, juga harus mengalami cidera ringan setelah gempa terjadi. Ibu Ayumu, Mari, juga harus berjuang sekuat tenaga setelah pesawat yang membawanya pulang ke Tokyo gagal landing dan mendarat di laut bertepatan dengan tsunami yang datang.

Mutoh yang selamat dari gempa langsung berlari ke rumah mengambil peralatan yang tersisa dan segera menuju bukit di belakang rumahnya. Mutoh memasang lampu warna-warni untuk memberi sinyal kepada siapapun khususnya Go, Mari dan Ayumu supaya bisa datang kesana karena diyakini aman. Benar saja, berkat lampu itu mereka semua bisa bertemu di bukit bersama dengan penyintas lainnya.

Namun semua itu hanyalah awal dari skenario bencana lainnya. Bencana yang lebih buruk yang bisa dibayangkan oleh keluarga Mutoh dan para penyintas. Gempa? Kebakaran hebat? Perang untuk bertahan hidup? Banjir besar? Tertinggal? Gunung Fuji yang  megah itu meletus setelah beratus-ratus tahun tidur? Semua akan kalian saksikan satu per satu. Bersiaplah!

RESTRICTED! Mohon dicatat, sepertinya film animasi kali ini tidak bisa ditonton oleh anak-anak dibawah 17 tahun. Karena drama ini mengandung unsur kekerasan, seksual, sedikit gory dan banyak cerita-cerita yang tidak mudah dimengerti oleh anak-anak pada umumnya. Belum lagi beberapa adegan memperlihatkan senjata, pengucapan kata-kata kasar dan yah… Adegan sadis yang bisa kalian lihat sendiri.

Bencana yang Tidak Ada Habisnya

Catasthrope (Copy)

Melihat judul serinya, saya pikir Jepang tenggelam dengan cara yang simple. Maksudnya simple disini, terjadi gempa dan seluruh Jepang ambles ke laut. Ternyata setelah nonton serialnya, bencananya pelan-pelan terjadi namun mengerikan. Awalnya saja gempa, namun gempa pertama itu adalah trigger dari bencana-bencana yang menyusul kemudian.

Pertama, tsunami yang menyerang seluruh prefektur. Disusul dengan ledakan sana sini. Dilanjut lagi dengan longsor di semua daerah perbukitan menandakan tanah mulai merosot turun ke dalam laut. Seakan belum puas mengamuk, kini gunung Fuji meletus membuat Jepang benar-benar tenggelam. Menghabisi hampir seluruh penduduk Jepang yang tidak berhasil mengungsi.

Awalnya, kejadian ini sudah diprediksi oleh seorang professor bernama Onodera, namun entah kenapa banyak yang menganggap dirinya gila. Bahkan tidak mempedulikan peringatan-peringatan yang sudah diberikan. Hasilnya? Ya seperti ini. Telat sudah semuanya. Beruntung, professor tersebut menjadi salah satu penyintas meski sudah hampir meninggal tenggelam.

Karakter Utama yang Meninggal Satu per Satu

Mutoh (Copy)

Saat serial ini dimulai, banyak karakter utama seperti keluarga Mutoh dan beberapa karakter pendukung lainnya. Namun begitu bencana terjadi satu per satu, di setiap episode dari Japan Sinks 2020 ini pasti saja ada yang meninggal. Biasanya yang meninggal lebih dulu ada pemain pembantu bukan? Nah, kalau serial ini malah para karakter utama yang lebih dulu tewas.

Yang pertama meninggal adalah Mutoh. Ayah dari Ayumu dan Go. Karena para penyintas lapar, akhirnya Mutoh mencoba untuk mencari pasokan makanan di dalam hutan yang sudah terang-terangan ditulis ‘Jangan Masuk. Wilayah Berbahaya’. Berpikir kalau itu hanya peringatan yang biasa ditemui, Mutoh nekat menggali untuk mendapatkan umbi-umbian yang ada di dalam tanah.

Saat asyik menggali, cangkul Mutoh tidak sengaja mengenai sebuah ranjau aktif yang masih bertebaran dalam hutan tersebut. Bisa ditebak kan endingnya gimana? Ranjau itu sekonyong-konyong meledak membuat tubuh Mutoh hancur. Iya. Hancur. Bahkan potongan tangan Mutoh mendarat di depan istri dan anak-anaknya yang sedang menunggu makanan dari hasil galian Mutoh.


Tidak sampai di situ, karakter pembantu juga mulai meninggal akibat gas beracun yang timbul dari dalam tanah, disusul Ibu Ayumu dan Go yang tenggelam, Haruo tersapu gelombang, kakek kelontong yang baru bergabung meninggal ikut masuk dalam longsor. Dilanjut para penyintas yang entah dimakan hiu, terbakar dan lainnya. Rasanya mereka seperti terus menerus dirundung masalah.

Episode Terlalu Pendek

Credit (Copy)

Untuk saya pribadi, serial Japan Sinks 2020 ini memiliki episode lumayan pendek untuk ukuran cerita semassive yang sudah diceritakan diatas.

Episode awal, kalian akan disuguhkan cerita yang menarik dan mendebarkan namun masuk pertengahan episode, semua serba terburu-buru membuat banyak cerita yang menurut saya jadi agak menggantung. Bahkan di akhir episode, cerita loncat ke 8 tahun kemudian. Tapi ya overall isi cerita dari tiap episode tetap oke kok buat ditonton.

Sinematografi Lawas

Lawas (Copy)

Tidak seperti drama atau film anime kebanyakan di zaman sekarang, serial Japan Sinks 2020 ini tidak banyak menggunakan efek CGI yang memukau. Malah cenderung balik ke animasi tahun ’90-an. Entah tangan terlalu besar untuk seorang gadis, muka dan proporsi badan tidak seimbang, raut wajah yang unsimetris dan hal unik lainnya.

Meski begitu, pesan yang ingin disampaikan sang animator tetap bisa kita tangkap kok meski saya sendiri saat fokus terhadap ceritanya tiba-tiba suka bergumam dalam hati ‘Lah itu matanya aneh’ atau ‘Aduh muka nya jadi semerawut’ ketika melihat salah satu karakter. Adegan dengan animasi paling keren yang saya lihat dalam serial ini adalah saat gunung Fuji meletus. Keren sekali.

Itu dia review juga sinopsis dari drama seri Japan Sinks 2020 yang tayang di Netflix. Semua cerita yang disuguhkan memberikan kita pelajaran loh. Pelajaran mengenai betapa berharganya keluarga, betapa pentingnya saling bantu, saling berkorban untuk orang yang kita sayang, dan pelajaran-pelajaran baik lainnya yang bisa dipetik.

Sampai saat ini belum ada kabar sih kalau Japan Sinks 2020 Season keduanya akan tayang atau tidak. Dari beberapa informasi yang beredar, kemungkinan Season 2 dari serial ini akan tayang di pertengahan tahun 2021. Waduh, masih lama juga ya?

Tapi jadi penasaran juga sih, sekeren apa Japan Sinks 2020 Season 2 mengingat Season pertamanya saja sudah oke banget. Semoga makin waw! Kita sama-sama tunggu deh tanggal rilisnya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *