Sinopsis dan Review My Name, Kisah tentang Balas Dendam

Ditulis oleh Desi Puji Lestari
My Name
3.8
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Ji Woo tak pernah menyangka kepulangan sang ayah setelah sekian lama tidak justru jadi kepulangannya yang terakhir. Dibunuh di depan mata sendiri, Ji Woo bertekad mencari pembunuh ayahnya yang datang dengan penutup muka. Ji Woo yang putus asa dan dikuasai dendam tak berpikir panjang menerima ajakan Choi Mu Jin, pimpinan geng narkoba, untuk bergabung guna menuntaskannya.

Ji Woo ‘diutus’ Mu Jin menjadi anggota kepolisian dengan tujuan menyerang mereka dari dalam. Identitas lamanya dibuang dan Ji Woo kini menjadi Hye Jin. Namun, masuk sebagai anggota kepolisian justru membawa Ji Woo pada fakta yang mengejutkan sekaligus menyesakkan.

Seperti apa perjalanan Ji Woo dalam membalas dendam kematian sang ayah? Sinopsis dan ulasan My Name (2021) di bawah ini sedikit banyak dapat memberimu bocoran. Simak yuk!

Sinopsis

Sinopsis

Pagi hari Ji Woo sudah harus menahan kesal karena ada dua orang polisi mencari ayahnya. Di sekolah pun teman-teman mengganggunya. Seolah tak cukup, pihak sekolah juga berencana memindahkannya. Mereka tak ingin terganggu dengan kasus ayah Ji Woo. Saking kesal menahan emosi sejak pagi karena di-bully, saat kembali ke kelas dia memukul tiga siswi yang terus berkata jelek padanya.

Malam harinya Ji Woo yang ternyata sedang berulang tahun menerima telepon dari sang ayah. Gadis itu terlihat sangat kesal dan marah karena Yoon Dong Hoon membuat hidup dia sulit. Dong Hoon berjanji akan membereskan semua masalahnya dan pulang, tapi Ji Woo yang terlanjur kecewa tak ingin menunggunya lagi. Gadis itu menganggap ayahnya sudah mati jadi tak perlu lagi kembali.

Setelah mengaktifkan kembali ponselnya dan membaca semua pesan yang dikirim Ji Woo, Dong Hoon meminta Jung Tae Ju turun dari mobil dan membiarkannya pergi. Jung Tae terlihat menelepon seseorang. Dong Hoon diam-diam menemui putrinya. Ketika hendak membuka pintu, Dong Hoon kesulitan. Dia lalu membangunkan Ji Woo yang sudah tertidur saat seseorang misterius datang dari arah belakang.

Dong Hoon langsung mengeluarkan pisau karena tahu bahaya yang sedang mengancamnya. Ji Woo mengintip dari lubang pintu dan melihat sang ayah membelakanginya. Gadis itu berusaha membuka pintu tapi Dong Hoon menahannya. Sejurus kemudian Ji Woo mengetahui ayahnya tertembak. Dalam kedaan seperti itu Dong Hoon masih berusaha melindungi putrinya.

Ji Woo tidak bisa melihat jelas wajah pelaku karena lubang pintu tertutup kepala bagian belakang ayahnya. Tembakan kedua pun terdengar dan Ji Woo semakin panik. Ketika kembali mengintip dari lubang pintu, Ji Woo tak berhasil melihat pelaku yang sudah pergi membelakanginya; meninggalkan sang ayah terkapar. Ji Woo histeris dengan kematian ayahnya.

Di acara pemakaman Choi Mu Jin dan kelompoknya datang tanpa menyapa Ji Woo. Namun, sebelum Mu Jin pergi, Ji Woo menyapanya lebih dulu. Dia bertanya siapa pembunuh ayahnya? Mu Jin tidak mengatakan apa pun kecuali memuji Dong Hoon sebagai teman dan saudara yang paling dia percaya, juga sebagai ayah yang baik untuk putrinya.

Ji Woo bukan hanya sedih karena baru saja kehilangan ayahnya, tapi dia juga putus asa kala polisi tidak mengusut tuntas pembunuhan terhadap ayahnya. Polisi malah menyalahkannya karena Ji Woo tidak segera membujuk Dong Hoon menyerahkan diri. Jika Ji Woo segera menyerahkannya, mungkin Dong Hoon tidak akan tewas.

Ji Woo lalu mendatangi Mu Jin dan memintanya mencari pembunuh sang ayah. Ji Woo ingin membunuhnya sendiri. Mu Jin lantas meminta gadis itu menusuknya tapi Ji Woo tidak mampu. Tamparan keras mendarat di pipi Ji Woo dan dia pun diminta meninggalkan hotel serta kasino milik Mu Jin.

Malam harinya Ji Woo kedatangan seseorang yang mencurigakan. Dia hanya sanggup mengintipnya dari lubang tanpa membuka pintu karena takut. Dia mencurigai pria itu sebagai pembunuh ayahnya. Ji Woo memutuskan mencari ayahnya seorang diri dengan menempel gambar pelaku dari CCTV yang dia dapat. Upayanya itu diketahui Mu Jin.

Tak berapa lama Ji Woo menerima telepon dari seseorang yang mengaku mengetahui keberadaan pembunuh Dong Hoon. Mereka meminta sejumlah uang. Nahas Ji Woo ditipu dan dihajar habis-habisan hingga pingsan oleh tiga orang pemuda mabuk. Ji Woo juga dibawa kabur dengan disimpan di bagasi. Namun, Mu Jin menyelamatkannya.

Melihat Ji Woo yang menggebu-gebu mencari pembunuh ayahnya, Mu Jin meminta gadis itu untuk belajar membunuh lebih dulu. Mu Jin lalu membawa Ji Woo ke sebuah tempat yang terlihat sebagai tempat pelatihan berisi banyak pria bertubuh kekar.

Sebagai anggota termuda, Ji Woo menggantikan posisi Do Gang Jae. Dia harus mengurusi segala macam pekerjaan domestik. Baru setelah kemampuannya diakui, Ji Woo akan jadi anggota resmi. Selama di sana, Ji Woo diperlakukan kurang ajar. Dia ditindas dan dilecehkan tapi tidak menyurutkan semangatnya untuk ‘belajar’ membunuh.

Derita yang dialami Ji Woo sampai ke telinga Mu Jin. Bos narkoba itu memberinya sebuah saran untuk menyerang mereka di titik-titik terlemah. Mu Jin turun langsung untuk mengajari gadis itu bertarung. Pada pertarungan antara calon anggota organisasi Dongcheon, Ji Woo tampil mengejutkan. Dia hanya perlu mengalahkan satu orang tersisa, Do Gang Jae.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram