bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review My Name, Kisah tentang Balas Dendam

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 22 Oktober 2021

Ji Woo tak pernah menyangka kepulangan sang ayah setelah sekian lama tidak justru jadi kepulangannya yang terakhir. Dibunuh di depan mata sendiri, Ji Woo bertekad mencari pembunuh ayahnya yang datang dengan penutup muka. Ji Woo yang putus asa dan dikuasai dendam tak berpikir panjang menerima ajakan Choi Mu Jin, pimpinan geng narkoba, untuk bergabung guna menuntaskannya.

Ji Woo ‘diutus’ Mu Jin menjadi anggota kepolisian dengan tujuan menyerang mereka dari dalam. Identitas lamanya dibuang dan Ji Woo kini menjadi Hye Jin. Namun, masuk sebagai anggota kepolisian justru membawa Ji Woo pada fakta yang mengejutkan sekaligus menyesakkan.

Seperti apa perjalanan Ji Woo dalam membalas dendam kematian sang ayah? Sinopsis dan ulasan My Name (2021) di bawah ini sedikit banyak dapat memberimu bocoran. Simak yuk!

Sinopsis

Sinopsis

Pagi hari Ji Woo sudah harus menahan kesal karena ada dua orang polisi mencari ayahnya. Di sekolah pun teman-teman mengganggunya. Seolah tak cukup, pihak sekolah juga berencana memindahkannya. Mereka tak ingin terganggu dengan kasus ayah Ji Woo. Saking kesal menahan emosi sejak pagi karena di-bully, saat kembali ke kelas dia memukul tiga siswi yang terus berkata jelek padanya.

Malam harinya Ji Woo yang ternyata sedang berulang tahun menerima telepon dari sang ayah. Gadis itu terlihat sangat kesal dan marah karena Yoon Dong Hoon membuat hidup dia sulit. Dong Hoon berjanji akan membereskan semua masalahnya dan pulang, tapi Ji Woo yang terlanjur kecewa tak ingin menunggunya lagi. Gadis itu menganggap ayahnya sudah mati jadi tak perlu lagi kembali.

Setelah mengaktifkan kembali ponselnya dan membaca semua pesan yang dikirim Ji Woo, Dong Hoon meminta Jung Tae Ju turun dari mobil dan membiarkannya pergi. Jung Tae terlihat menelepon seseorang. Dong Hoon diam-diam menemui putrinya. Ketika hendak membuka pintu, Dong Hoon kesulitan. Dia lalu membangunkan Ji Woo yang sudah tertidur saat seseorang misterius datang dari arah belakang.

Dong Hoon langsung mengeluarkan pisau karena tahu bahaya yang sedang mengancamnya. Ji Woo mengintip dari lubang pintu dan melihat sang ayah membelakanginya. Gadis itu berusaha membuka pintu tapi Dong Hoon menahannya. Sejurus kemudian Ji Woo mengetahui ayahnya tertembak. Dalam kedaan seperti itu Dong Hoon masih berusaha melindungi putrinya.

Ji Woo tidak bisa melihat jelas wajah pelaku karena lubang pintu tertutup kepala bagian belakang ayahnya. Tembakan kedua pun terdengar dan Ji Woo semakin panik. Ketika kembali mengintip dari lubang pintu, Ji Woo tak berhasil melihat pelaku yang sudah pergi membelakanginya; meninggalkan sang ayah terkapar. Ji Woo histeris dengan kematian ayahnya.

Di acara pemakaman Choi Mu Jin dan kelompoknya datang tanpa menyapa Ji Woo. Namun, sebelum Mu Jin pergi, Ji Woo menyapanya lebih dulu. Dia bertanya siapa pembunuh ayahnya? Mu Jin tidak mengatakan apa pun kecuali memuji Dong Hoon sebagai teman dan saudara yang paling dia percaya, juga sebagai ayah yang baik untuk putrinya.

Ji Woo bukan hanya sedih karena baru saja kehilangan ayahnya, tapi dia juga putus asa kala polisi tidak mengusut tuntas pembunuhan terhadap ayahnya. Polisi malah menyalahkannya karena Ji Woo tidak segera membujuk Dong Hoon menyerahkan diri. Jika Ji Woo segera menyerahkannya, mungkin Dong Hoon tidak akan tewas.

Ji Woo lalu mendatangi Mu Jin dan memintanya mencari pembunuh sang ayah. Ji Woo ingin membunuhnya sendiri. Mu Jin lantas meminta gadis itu menusuknya tapi Ji Woo tidak mampu. Tamparan keras mendarat di pipi Ji Woo dan dia pun diminta meninggalkan hotel serta kasino milik Mu Jin.

Malam harinya Ji Woo kedatangan seseorang yang mencurigakan. Dia hanya sanggup mengintipnya dari lubang tanpa membuka pintu karena takut. Dia mencurigai pria itu sebagai pembunuh ayahnya. Ji Woo memutuskan mencari ayahnya seorang diri dengan menempel gambar pelaku dari CCTV yang dia dapat. Upayanya itu diketahui Mu Jin.

Tak berapa lama Ji Woo menerima telepon dari seseorang yang mengaku mengetahui keberadaan pembunuh Dong Hoon. Mereka meminta sejumlah uang. Nahas Ji Woo ditipu dan dihajar habis-habisan hingga pingsan oleh tiga orang pemuda mabuk. Ji Woo juga dibawa kabur dengan disimpan di bagasi. Namun, Mu Jin menyelamatkannya.

Melihat Ji Woo yang menggebu-gebu mencari pembunuh ayahnya, Mu Jin meminta gadis itu untuk belajar membunuh lebih dulu. Mu Jin lalu membawa Ji Woo ke sebuah tempat yang terlihat sebagai tempat pelatihan berisi banyak pria bertubuh kekar.

Sebagai anggota termuda, Ji Woo menggantikan posisi Do Gang Jae. Dia harus mengurusi segala macam pekerjaan domestik. Baru setelah kemampuannya diakui, Ji Woo akan jadi anggota resmi. Selama di sana, Ji Woo diperlakukan kurang ajar. Dia ditindas dan dilecehkan tapi tidak menyurutkan semangatnya untuk ‘belajar’ membunuh.

Derita yang dialami Ji Woo sampai ke telinga Mu Jin. Bos narkoba itu memberinya sebuah saran untuk menyerang mereka di titik-titik terlemah. Mu Jin turun langsung untuk mengajari gadis itu bertarung. Pada pertarungan antara calon anggota organisasi Dongcheon, Ji Woo tampil mengejutkan. Dia hanya perlu mengalahkan satu orang tersisa, Do Gang Jae.

Perjalanan Balas Dendam Mencari Pembunuh Ayah

Perjalanan Balas Dendam Mencari Pembunuh Ayah

Membenci ayah karena membuat hidupnya menderita, Ji Woo menganggap ayahnya yang lama tidak pulang sudah mati. Namun, ketika itu benar terjadi, apalagi dibunuh dengan disaksikan mata sendiri, tujuan hidup Ji Woo hanya satu: mencari pembunuh ayahnya lalu membalas dendam. Demikian adalah premis yang familiar dari drama Korea original Netflix terbaru, My Name (2021), untuk memulai sebuah cerita panjang dan berdarah-darah.

Bermodalkan premis yang sebenarnya tidak wah, serial berjumlah 8 episode dengan durasi sekitar 40-50 menit per episodenya ini dieksekusi dengan ‘megah’. Kematian ayah Ji Woo di episode satu, diramu sedemikian misterius untuk membuat penonton ikut menebak-nebak siapa pembunuh ayah Ji Woo sesungguhnya.

Bagi beberapa penonton, plot serial ini cukup mudah ditebak; setidaknya bisa dianalisis, tapi ‘perjalanan’ menuju ke sana, perjalanan Ji Woo hingga sampai ke fakta sebenarnya, tidak mengecewakan. Menggunakan formula umum untuk genre action, yaitu balas dendam dengan perkelahian dan bunuh-bunuhan, Kim Jin Min tidak absen menyelipkan emosi pada setiap karakter dari awal hingga akhir.

Baca juga: Fakta Drama Korea My Name yang Menarik Diketahui

Dari Bullying Hingga Sparing

Dari Bullying Hingga Sparing

Adegan laga yang disuguhkan My Name (2021) bukan sekadar kelahi, berdarah lalu luka-luka atau meninggal dunia, melainkan membawa emosi dari dendam masing-masing karakter. Hasilnya saat scene bertarung kita gak hanya dipuaskan dengan koreografi yang terarah, sound effect luka tusuk yang pada beberapa bagian terdengar berlebihan atau luka dan darah palsu yang bikin ngilu.

Kita bisa ikut merasakan dendam Ji Woo pada pembunuh ayahnya, dendam Mu Jin pada ayah Ji Woo karena dikhianati atau dendam Gang Jae yang tak terima dikalahkan seorang wanita. Selain itu sebagai serial laga, My Name (2021) menyuguhkan unsur kekerasan secara hampir lengkap, mulai dari kekerasan di sekolah atau bullying, kekerasan seksual dari percobaan perkosaan yang diterima Ji Woo hingga sparing yang brutal.

Adegan perkelahian dalam serial My Name (2021) terlihat sekali dikonsep dengan matang dan melalui pelatihan yang baik. Gerakan-gerakannya tidak artifisial atau sekadar make up dan tempelan, apalagi pengambilan gambar dan sinematografinya juga mendukung dan pas sesuai kebutuhan sehingga setiap scene terasa semakin dramatis.

Han So Hee yang Tampil Beda dan Luar Biasa

Han So Hee yang Tampil Beda dan Luar Biasa

Hal lain yang patut dipuji dari My Name (2021) adalah penampilan para pemain yang totalitas, terutama Han So Hee. Bagi pengikut drama-drama Korea, So Hee sejauh ini punya image sebagai wanita yang lembut dan manis, apalagi jika menilai berdasarkan dramanya yang terakhir bersama Song Kang.

Namun, kesan yang manis, lugu serta manut dan bucin itu berubah secara signifikan melalui karakternya di serial ini. Han So Hee menjiwai setiap detail emosi yang ditugaskan pada karakter Ji Woo. Dia membawanya dengan sangat meyakinkan. Terasa sekali luka seorang anak ketika ditinggal anggota keluarga satu-satunya.

Terasa pula dendam yang membuat dia mampu melampaui batasnya sendiri hingga kekecewaan mendalam dan rasa marah sangat besar begitu tahu pelaku pembunuh ayahnya adalah orang yang dia percayai. Han So Hee melampiaskannya melalui sorot mata, cara bicara, air mata, gesture hingga bagaimana dia membunuh pelakunya.

Singkatnya, My Name (2021) memang masih mengusung tema yang cukup umum untuk genre laga, yaitu dendam dan pembalasannya lalu geng narkoba dan upaya kepolisian untuk menangkapnya. Hanya, serial ini memainkan plot dengan sangat baik, sehingga walau mungkin tertebak, ia tetap bikin penasaran karena ada beberapa twist yang akan membuatmu meragukan prediksi sendiri.

Penasaran? Ingin melihat aksi Han So Hee berkelahi dengan cukup brutal dan emosional? Buka Netflix-mu dan tonton segera!

My Name
Rating: 
3.8/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram