bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Drama China Forever and Ever (2021)

Jatuh cinta pada pandangan pertama. Hal ini sepertinya sudah sangat lumrah diangkat menjadi sebuah drama. Tapi, bagaimana jika kamu jatuh cinta pada seorang pria hanya lewat namanya saja? inilah yang dirasakan oleh Shi Yi yang tertarik pada seorang pria bernama Zhou Sheng Chen.

Pria yang mengingatkannya pada kisah Pangeran Nanchen Zhou, kisah cinta tragis antara dua orang yang saling mencintai.

Forever and Ever (2021), ternyata menyatukan kisah dari drama pertamanya yang berjudul One and Only (2021) dengan kisah di masa kini.

Drama romantis ini menunjukkan bahwa keduanya adalah reinkarnasi yang sedang berjalan di langkah yang sama seperti di masa lalu. Pokoknya drama Cina dengan rating 8.4 di Mydramalist ini, sangat cocok untuk kamu penyuka drama romatis atau melodrama.

Sinopsis

sinopsis_
  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Romance, Drama, Family
  • Produksi: Croton Media, iQiyi
  • Sutradara: Shen Yang, Ben Fang
  • Pemeran: Bai Lu, Ren Jia Lun
  • Jumlah Episode: 30 Episode

Shi Yi (Bai Lu) adalah seorang aktris pengisi suara yang cantik dan terkenal, namun ia memiliki kepribadian yang rendah hati. Tidak pernah sekali pun ia merasa lebih tinggi dari orang lain, bahkan ia berbagi tempat tinggal dengan sahabat terbaiknya.

Suatu hari Shi Yi akan melakukan penerbangan, hingga ia dikejutkan dengan seorang petugas bandara yang memanggil seorang pria.

Nama yang didengarnya mengingatkan pada salah satu kisah yang paling disukainya. Nama itu adalah Zhou Sheng Chen (Ren Jia Lun), nama yang ia kenal dari kisah Pangeran Nanchen Zhou.

Saat itulah Shi Yi memberanikan diri untuk berkenalan dengan pria tersebut. Selama enam bulan saling berkomunikasi lewat email, ternyata Shi Yi mulai jatuh cinta pada Zhou Sheng Chen.

Hingga suatu hari keduanya tidak sengaja bertemu. Saat itu Zhou Sheng Chen menghampirinya ketika mendengar Shi Yi mengatakan satu kalimat sastra: “Kebanyakan orang punya pandangan yang dangkal, hanya melihat penampilan, tak melihat batin”.

Zhou Sheng Chen mengungkapkan kekagumannya. Pasalnya, di era modern seperti sekarang jarang ada orang yang mengingat kalimat tersebut.

Sejak saat itu keduanya mulai makin dekat, tapi masih saling berkomunikasi lewat e-mail. Pasalnya Zhou Sheng Chen kala itu belum membeli ponsel, karena ia baru pulang dari Jerman.

Shi Yi memang tidak bisa membantah, bahwa ia memang telah benar-benar jatuh cinta pada Zhou Sheng Chen. Di sisi lain, Zhou Sheng Chen sedang patah hati saat wanita yang dicintainya malah menikah dengan adiknya.

Belum lagi masalah kepemimpinan di keluarganya, Zhou Sheng Chen hanya akan mendapatkan posisi sebagai anak pertama dan kendali perusahaan jika ia sudah menikah. Saat itulah Zhou Sheng Chen berpikir, apakah ia harus memilih Shi Yi sebagai calon istri yang cocok dengannya.

Memang Zhou Sheng Chen ini pria yang sangat kaku, maklum saja selama di Jerman ia hanya fokus menjadi profesor kimia dan tidak pernah bergaul.

Telepon pertama Zhou Sheng Chen mengajak Shi Yi mengunjungi tempat bekerjanya. Di telepon kedua, pria ini langsung mengajaknya untuk bertunangan.

Di waktu singkat ini Zhou Sheng Chen menyadari bahwa ia telah jatuh cinta dengan kesederhanaan Shi Yi, bahkan sebelum ia mengutarakan identitas aslinya. Shi Yi kaget, mengetahui bahwa Zhou Sheng Chen berasal dari keluarga kaya dan penting di tanah kelahirannya.

Namun kisah cinta ini tidaklah mudah. Pasalnya Shi Yi malah mendapatkan penolakan dari Ibu Zhou Sheng Chen. Kehadirannya tidak mendapatkan sambutan, bahkan perbedaan kebiasaan hidup makin memperburuk suasana, apalagi ada beberapa sabotase yang hampir saja mencelakai Shi Yi. Apakah mereka bisa terus bersama atau akan berpisah?

Menyatukan Kisah Cinta dari Dua Zaman Berbeda

kisah cinta dua zaman_

Pada awalnya saya tidak tahu bahwa Forever and Ever (2021) adalah sekuel dari drama One and Only (2021). Alhasil saat pertama menonton drama ini saya merasa bingung, kenapa ada kisah dari dua zaman yang berbeda. Namun setelah menonton drama pertamanya, kini saya bisa memahami cerita dari Forever and Ever (2021).

Menyatukan dua drama menjadi satu, ide ini memang agak berbeda dengan drama-drama lainnya. Bahkan bagi saya hal ini menjadi kelebihan dari Forever and Ever (2021), karena jarang ada drama seperti ini. Sehingga sebagai penonton, saya bisa merasakan bahwa baik Shi Yi dan Zhou Sheng Chen adalah reinkarnasi dari pasangan tragis ribuan tahun lalu.

Setiap stage hidup yang dialami oleh Shi Yi dan Zhou Sheng Chen di dunia modern, seakan sebagai bayangan dari kisah mereka di masa lalu.

Namun di masa sekarang, kehidupan mereka tidaklah terikat dengan segala nilai-nilai tradisional yang mengikat seperti di masa lalu. Dari sinilah Shi Yi dan Zhou Sheng Chen membangun takdir mereka sendiri, mereka memilih jalan hidupnya sendiri.

Jika di One and Only (2021) pasangan ini terikat dengan aturan dunia, maka di Forever and Ever (2021) merekalah yang membuat dunia mengikutinya.

Uniknya dua kisah ini bisa berjalan beriringan, seakan One and Only (2021) jadi guide agar Shi Yi dan Zhou Sheng Chen tidak terjebak di takdir yang sama. Chemistry yang diberikan oleh Bai Lu dan Ren Jia Lun juga tetap sama epic-nya dengan di drama pertamanya.

Dialognya Sangat Penuh Makna dan Indah

dialog penuh makna_

Ketika menonton Forever and Ever (2021), tidak bisa dipungkiri bahwa drama ini penuh dengan dialog yang sangat indah. Dialognya tidak hanya berisikan puisi, tapi ada kata-kata mutiara dan dialog adaptasi dari prekuelnya. Khususnya puisi-puisi Cina.

Saya baru tahu ternyata memiliki arti yang begitu kaya akan makna baik soal kehidupan maupun cinta. Sisi sastra yang ditunjukan dalam Forever and Ever (2021), ternyata tidak kalah dari hebatnya dari One and Only (2021).

Padahal di sini, kedua pasangan seakan membedah puisi-puisi peninggalan di era Dinasti Wei, mengenai Pangeran Nanchen Zhou dan Putri Cui Shi Yi. Di mana setiap puisi ini bisa mereka terapkan dalam hidupnya yang sekarang, demi mempertahankan hubungan keduanya.

Contohnya seperti dialog ini, “Kebanyakan orang punya pandangan yang dangkal, hanya melihat penampilan, tak melihat batin”.

Artinya seseorang hanya dilihat dari penampilan luarnya saja, padahal hal paling penting adalah kualitas batinnya. Salah satu dialog yang paling saya suka, karena dialog sastra ini menunjukkan realita yang terjadi di masyarakat sekarang.

"Jika ada seseorang di masyarakat saat ini yang membawa kenangan dari dua kehidupan dan dia mencintaimu, itu adalah sebuah berkah".

Artinya betapa beruntungnya dirimu, ketika bertemu dengan seseorang yang sudah mencintaimu dari kehidupan lampaunya. Di Cina sendiri, mempercayai adanya reinkarnasi, jadi orang-orang yang bertemu pasti memiliki sejarah hidup sebelumnya.

Ketika di masa lalu mereka saling mencintai hingga sekarang, bukankah itu sebuah anugerah? Dialog di atas benar-benar menggambarkan bagaimana Forever and Ever (2021) bisa saling berhubungan dengan One and Only (2021). Kisah hidup Shi Yi dan Zhou Sheng Chen di masa lalu dan sekarang yang saling terikat namun memiliki takdir yang berbeda

Sayangnya, Plotnya Boring dan Kurang Kuat

plot boring_

Meski memiliki premis yang bagus dan dialognya yang benar-benar indah dengan tambahan puisi sastra Cina, tidak bisa dipungkiri bahwa Forever and Ever (2021) memiliki jalan cerita yang sangat membosankan. Pasalnya kisah yang ditampilkan terlalu normal, lalu karakter antagonisnya juga terasa sangat melempem.

Kalau ceritanya lebih difokuskan dan diberikan konflik, maka drama ini akan lebih baik dari One and Only (2021). Ekspektasi saya sudah sangat tinggi, sayangnya drama ini tidak bisa melampaui cerita yang diangkat dari prekuelnya.

Padahal premisnya jauh lebih unik, namun penulis cerita dan sutradara sepertinya ingin membuat kisah yang sama tapi lupa akan konfliknya.

Alhasil penonton hanya melihat romansa dari Shi Yi dan Zhou Sheng Chen saja, sedangkan konfliknya sangat biasa. Padahal konflik kerajaan di One and Only (2021) membuat drama tersebut makin hidup dan menjadikan karakter utamanya makin berkembang.

Karakter-karakter yang seharusnya memberikan tendangan untuk ceritanya, terlihat melempem dan tidak berdaya. Ibu Zhou Sheng Chen dan adiknya Zhou Wenchuan, mereka adalah orang-orang yang keras, memiliki kepentingan masing-masing tapi tidak berarti.

Aktingnya keduanya cukup baik, tapi perealisasian karakternya sangat-sangat buruk dan terlihat tidak bernyawa, sehingga 30 episode untuk Forever and Ever (2021) terasa terlalu panjang dan sangat membosankan.

Akan lebih baik jika dramanya dipersingkat saja, karena terlalu banyak hal yang saya rasa tidak penting. Namun soal sinematografi, tata rias, busana dan lainnya, kualitasnya tetap sama dengan drama pertama.

Penambahan aktris dan aktor baru disini juga menjadi pilihan terbaik, sehingga Forever and Ever (2021) memiliki karakternya sendiri tapi ceritanya saja yang kurang memuaskan.

Inilah review saya setelah menonton drama Cina berjudul Forever and Ever (2021). Drama ini memang sangat cocok untuk kamu yang menyukai drama romansa yang polos.

Tapi saya sarankan untuk menonton prekuelnya yang berjudul One and Only (2021) terlebih dahulu, sehingga kamu tidak akan merasa bingung. Pasalnya, dua drama ini saling terkait satu sama lain.

Forever and Ever
Rating: 
3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram