Sinopsis & Review Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Asakusa Arc

Ditulis oleh Mutiara Dwi C.K.
Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Asakusa Arc
4
/5

Di bawah bimbingan seorang pemburu iblis, Tanjiro menjadi bagian dari kelompok pembunuh iblis yang dikenal dengan Korps Pembasmi Iblis.

Dengan semangat yang berkobar, Tanjiro berusaha untuk mencari cara agar adiknya, Nezuko, bisa kembali menjadi manusia. Dan harus mengalahkan iblis yang bertanggung jawab atas kematian keluarganya.

Film ini menceritakan tentang Tanjiro yang menjalankan misi pertamanya sebagai seorang Pembasmi. Misi pertamanya adalah ia diperintahkan untuk menuju ke Asakusa, Tokyo. Tak perlu berlama-lama lagi, berikut ini ulasan film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Asakusa Arc.

Sinopsis

sinopsis kimetsu no yaiba asakusa arc_

Cerita dimulai ketika Tanjiro sudah siap untuk melakukan sebuah misi pertamanya sebagai seorang Korps Pembasmi Iblis. Sebelum berangkat, Tanjiro diberikan penjelasan oleh Urokodaki Sakonji mengenai pakaian serta pedang yang digunakan Tanjiro.

Urokodaki juga membuatkan sebuah kotak khusus yang bisa digunakan Tanjiro untuk menggendong adiknya, Nezuko, saat siang hari atau bepergian.

Memulai misi pertamanya, Tanjuro pergi menuju ke desa bagian barat laut untuk menyelidiki sebuah kasus gadis-gadis muda yang menghilang. Dalam perjalanannya, Tanjiro bertemu dengan Kazumi yang telah kehilangan tunangannya dan membuat dirinya putus asa.

Dengan keahlian mencium ‘bau’, Tanjiro mengikuti jejak bau iblis yang tersisa di sekitaran tempat yang Kazumi perlihatkan pada Tanjiro.

Tanjiro menunggu hingga malam hari, ketika sang iblis sedang bergerak untuk memangsa korban berikutnya. Kemudian, Tanjiro menemukan, kalau iblis yang dia hadapi adalah ‘Iblis Rawa’ yang memiliki dua klon lain dari dirinya sendiri.

Iblis itu bisa muncul melalui sebuah genangan air yang bisa muncul di mana saja. Dan betul saja, Iblis Rawa itu kembali muncul dan menculik seorang gadis. Dengan indra penciumannya yang tajam, Tanjiro mencari sumber bau iblis yang terkuat dan mulai menyerangnya.

Tanjiro berhasil merebut kembali seorang gadis yang baru saja diculik sang iblis. Kemudian, Tanjiro berjuang melindungi Kazumi dan gadis itu sambil mencoba terus menyerang iblis.

Saat Tanjiro hampir kewalahan, Nezuko keluar dari kotaknya dan membantu Tanjiro melawan Iblis Rawa. Dan tentu saja, sang iblis pun terkejut ketika melihat manusia bekerja sama dengan iblis.

Sementara Nezuko melindungi Kazumi dan gadis itu, Tanjiro melawan dua iblis lainnya di dalam Rawa. Dengan teknik Whirlpool-nya, Tanjiro berhasil mengalahkan dua klon iblis itu, kemudian menghadang satu iblis lainnya yang hampir membunuh Nezuko.

Setelah iblis itu terpojok, Tanjiro menanyakan perihal Kibutsuji Muzan, namun sang iblis langsung ketakutan. Namun, tiba-tiba iblis itu hampir menyerangnya Tanjuro lagi dan secepat mungkin Tanjiro pun langsung membunuh sang iblis.

Keesokan harinya, Tanjiro melanjutkan perjalanannya menuju ke Asakusa, Tokyo. Sesampainya di sana, Tanjiro mencium aroma bau yang sama saat terjadi pembunuhan keluarganya.

Tanjiro pun menelusuri bau dari aroma iblis itu dan bertemu dengan seorang pria yang tengah bersama anak dan istrinya. Namun, Tanjiro yakin kalau pria itu adalah Muzan, iblis yang sedang dicari-cari.

Muzan melarikan diri dan mengubah manusia menjadi iblis, tapi Tanjiro tidak bisa mengejar Muzan karena dia sedang berjuang menahan iblis yang baru saja berubah. Sesaat sebelum melarikan diri, Muzan melihat anting Hanafuda yang digunakan oleh Tanjiro. Dan hal tersebut mengingatkan Muzan pada masa lalunya.

Kemudian Muzan memerintahkan dua iblis, Susamaru dan Yahaba untuk membunuh Tanjiro. Sementara itu, Tanjiro diselamatkan oleh iblis bernama Tamayo dan seorang laki-laki bernama Yushiro.

Tamayo mengungkapkan dirinya yang merupakan seorang iblis sekaligus dokter yang memiliki niat untuk mengalahkan Muzan.

Tanjiro dan Nezuko dibawa ke tempat persembunyian Tamayo dengan diiringi oleh Yushiro. Tamayo kemudian berbincang dengan Tanjuro dan mengungkapkan kemungkinan untuk membuat obat yang bisa mengembalikan iblis menjadi manusia.

Namun, untuk membuat obat itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain itu, Tamayo juga membutuhkan sampel darah dari iblis yang sangat dekat dengan Muzan.

Mendengarkan semua penjelasan dari Tamayo, Tanjiro siap menerima tugas baru meskipun cukup sulit. Namun, tiba-tiba tempat Tamayo diserang menggunakan beberapa bola temari (bola tangan khas Jepang) yang dikendalikan oleh Susamaru dan Yahaba.

Ketika mencoba menghindar, Yushiro yang sedang melindungi Tamayo terkena oleh bola temari yang berhasil menghancurkan kepalanya. Tamayo mengatakan, ada kemungkinan kalau para iblis itu adalah anggota dari 12 bulan, iblis kuat yang melayani Muzan secara langsung. Akankah, Tanjiro bisa mengalahkan para iblis itu?

Sinematografi yang Mengangumkan

sinematografi mengagumkan_

Kimetsu no Yaiba atau Demon Slayer adalah salah satu anime aksi hasil adaptasi yang sukses dan populer di kalangan pecinta anime. Tidak hanya memiliki cerita yang menarik, tapi kamu juga akan dibuat berdecak kagum dengan visual dan sinematografinya sepanjang durasi 1 jam 43 menit.

Bagi saya sendiri, film anime ini adalah salah satu anime dengan kualitas gambar yang sangat bagus. Adegan pertarungan yang terlihat halus dan detail, setiap karakternya memiliki detail mata yang berbeda, pengambilan sudut gambar yang sangat baik dengan perpaduan CGI yang sangat pas, sehingga visualnya terlihat seperti nyata.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram