bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Horror Dawn of the Dead (2004)

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 13 September 2021

Ada banyak mahluk yang kerap dijadikan sosok antagonis di film horror. Ada mahluk yang diangkat dari mitos yang hidup di suatu tempat dan ada juga yang sepenuhnya fiktif. Contoh mahluk fiktif yang banyak diangkat di film horror adalah zombie. Kemunculan zombie itu biasanya dikarenakan adanya percobaan yang berujung malapetaka dan/atau virus yang menyebar.

Deretan film tentang zombie mungkin sudah mencapai angka ratusan saat ini. Dimulai sejak film pertama yang dirilis pada tahun 1932, judulnya White Zombie. Tapi ada beberapa yang akan selalu diingat karena keistimewaannya. Salah satu film tentang zombie yang akan terus diingat adalah Dawn of the Dead. Bagaimana sinopsis dan reviewnya? Kamu bisa menyimaknya di sini!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2004
  • Genre: Horror, Action
  • Produksi: Strike Entertainent, New Amsterdam Entertainment
  • Sutradara: Zack Snyder
  • Pemain: Sarah Polley, Ving Rhames, Jake Weber, Mekhi Phifer

Ana adalah seorang perawat di Milwaukee County Hospital. Setelah menjalani shift kerja yang panjang, dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya yang terletak di pinggiran kota. Dia kemudian memanfaatkan waktu luang untuk berkencan dengan sang suami, Louis. Karena sibuk berkencan, mereka nggak memperhatikan berita sama sekali.

Pada pagi keesokan harinya, Ana dikejutkan dengan seorang tetangga perempuannya yang berhasil masuk ke dalam rumah. Orang itu kemudian menyerang Louis sampai harus meregang nyawa. Ana semakin terkejut karena setelah diserang tetangganya dan tewas, Louis bisa hidup lagi lalu menyerang Ana. Ana melarikan diri dari rumah dengan menggunakan mobil.

Ternyata Ana bukan satu-satunya orang yang melarikan diri ke jalanan. Dia bertemu dengan Sersan Kenneth dan Michael yang berprofesi sebagai salesman barang elektronik. Setelah itu Ana juga bertemu dengan seorang narapidana, Andre dan istrinya yang sedang mengandung, Luda. Mereka semua berencana untuk bersembunyi di sebuah mall.

Sesampainya di mall, petugas keamanan yang sudah menjadi zombie menggigit Luda. Tiga petugas keamanan lain, C.J., Bart dan Terry meminta Ana dan teman-temannya menyerahkan senjata mereka supaya mereka diizinkan sembunyi di mall. Ana dan teman-temannya pun masuk ke dalam mall dan langsung membagi diri ke dalam beberapa grup untuk berjaga.

Ana dan teman-teman mencari posisi yang aman untuk bersembunyi. Sesampainya di lantai paling atas, mereka melihat di seberang ada orang lain yang selamat yaitu Andy. Sayangnya, Andy nggak bisa datang ke mall karena tempat parkir di bawah sudah dipenuhi zombie. Andy harus melewati lautan zombie supaya bisa masuk ke mall.

Berita di televisi menyatakan bahwa polisi membakar tubuh zombie yang sudah mati. Berita itu kemudian memberi tahu bahwa untuk menghabisi zombie, mereka perlu ditembak di bagian kepala. Keesokan harinya, sebuah truk mengangkut manusia lain yang belum terinfeksi ke dalam mall. Mereka adalah Norma, Steve, Tucker, Monica, Glen, Frank dan anaknya, Nicole.

Kenneth dan Andy mulai dekat setelah sering berkomunikasi via papan tulis. Sementara itu Ana dan Michael pun makin dekat, begitu juga dengan Nicole dan Terry. Listrik di mall mati, beberapa orang pergi ke tempat parkir untuk menghidupkannya kembali. Mereka menemukan sebuah anjing yang kemudian dirawat Nicole dan diberi nama Chips.

Upaya menghidupkan listrik nggak berjalan mulus, Bart terbunuh oleh kawanan zombie. Agar kawanan zombie itu nggak lanjut masuk ke dalam mall, mereka dijebak ke sebuah ruangan dan sebuah gas diledakkan. Luda yang terinfeksi, diikat oleh Andre agar nggak menginfeksi siapa pun. Meski pada akhirnya Luda mati dan berubah menjadi zombie. Norma refleks menembak Luda agar nggak menginfeksi lebih banyak orang.

Andre marah besar dan tembak-menembak terjadi antara keduanya. Insiden itu mengakibatkan keduanya meninggal. Ana dan orang-orang di mall mengubah rencana. Awalnya mereka hanya menunggu bantuan, tapi nggak kunjung datang. Rencana berubah, mereka perlu melarikan diri ke Marina agar bisa pergi ke Lake Michigan.

Ana dan teman-temannya berhasil mengubah bus agar bisa menjadi kendaraan yang aman untuk dipakai menerobos zombie yang berkerumun. Selain itu, mereka juga mempersiapkan senjata yang bisa menghabisi bagian terlemah zombie yaitu kepala. Bisakah mereka sampai di Lake Michigan dengan segala keterbatasan dan rintangan yang datang terus-menerus?

Remake dari Film Tahun 1978

Remake dari Film Tahun 1978

Dawn of the Dead yang dirilis tahun 2004 merupakan remake dari film yang berjudul sama yang dirilis tahun 1978. Zack Snyder, sutradara Dawn of the Dead versi tahun 2004 terbilang cukup berani untuk membuat ulang film horor klasik karya George A. Romero yang disebut sebagai Bapak dari film-film zombie. Masalahnya kebanyakan remake film horror justru membuat kualitas malah menurun.

Snyder tentu mengubah beberapa detail buatan Romero. Salah satu yang paling terasa dari segi cerita adalah hilangnya satir buatan Romero. Romero menggunakan filmnya untuk menyindir budaya konsumerisme.

Sedangkan versi Snyder lebih menampilkan satir lewat pembawa acara berita yang menyatakan bahwa kemunculan zombie merupakan balasan dari Tuhan akibat dari masyarakat yang terlalu sering berbuat dosa.

Sedangkan dari sisi zombie, Snyder lebih berani membuat zombie bisa berlari, hal yang nggak dilakukan di versi Romero. Snyder juga memangkas durasi film menjadi kurang dari dua jam, sedangkan versi sebelumnya mencapai tiga jam. Unsur drama banyak yang dihilangkan dan diganti dengan horror. Film versi Snyder lebih fokus pada upaya menyelamatkan diri yang intens.

Terlalu Banyak Karakter

Kelemahan Dawn of the Dead adalah banyaknya karakter yang muncul. Ana sebagai pemeran utama cukup berhasil dijadikan sentral dari cerita. Keberadaannya di mall bersama Kenneth, Michael, Andre, Luda, C.J., Bart dan Terry di awal film sudah cukup banyak. Ditambah kedatangan Norma, Steve, Tucker, Monica, Glen, Frank dan Nicole membuat karakter terlampau banyak.

Dampak dari karkater yang terlalu banyak adalah membuat adanya kebingungan terhadap karakter masing-masing. Selain itu, karakter yang menghilang satu demi satu jadi nggak kerasa karena pengembangan cerita masing-masing dari mereka sangat minim. Sepertinya, Snyder ingin membuat cerita bagaimana zombie-zombie begitu buas sehingga menghabisi satu per satu yang masih selamat.

Banyak Adegan Gore

Banyak Adegan Gore

Snyder melanjutkan tren yang dilakukan Romero dalam membuat Dawn of the Dead yaitu menciptakan horror yang intens. Belum sampai menit ke sepuluh, adegan-adegan brutal langsung dimunculkan. Unsur itu dipertahankan sehingga adegan-adegan gore bertebaran di sepanjang film. Dengan efek yang lebih maju, film ini berhasil membuat adegan yang brutal terasa mengerikan dan believable.

Kemunculan zombie yang mencari mangsa sudah cukup membuat ketakutan dan membuat kita merasakan ketegangan. Dawn of the Dead meningkatkan dua level itu ke level maksimal. Kepala ditusuk, organ tubuh yang nggak lengkap, tubuh yang berantakan dan cipratan darah yang banyak menjadi pemandangan yang banyak diperlihatkan di sepanjang film.

Dawn of the Dead dikategorikan sebagai film horror klasik karena intensitas horror yang diumbarnya. Penonton harus menyaksikan ketegangan bertubi-tubi karena zombie-zombie akan selalu muncul. Karakter manusia dan zombie sama-sama menyerang dengan brutal satu sama lain. Kamu suka film seperti ini? Ayo nonton lalu bagikan ulasanmu di kolom komentar, teman-teman!

Dawn of the Dead
Rating: 
4/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram