Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review Dark Season 3, Akhir Cerita yang Rumit

Sinopsis dan Review Dark Season 3, Akhir Cerita yang Rumit

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dark telah mencuri perhatian banyak penikmat film seri. Serial orsinil milik Netflix ini dikerjakan oleh para sineas Jerman, dan bisa dibilang salah satu karya sinematik terbaik Netflix.

Dan sekarang, kita akan kembali membahas Dark. Season 3 merupakan season penutup film karya sutradara Baran bo Odar ini, dan konon, berakhir sesuai ekspektasi para penggemar. Apa benar demikian?

Agak sulit memang mengikuti Dark mengingat kompleksitas kisah dan begitu banyaknya pemeran yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Apalagi, mereka hadir di beberapa timeline yang berbeda.

Tapi siapa sangka, semua kekisruhan yang terjadi pada season pertama dan keduanya justru ‘dengan mudah’ mereda dalam season akhir ini. Seperti apa, yuk kita simak bersama!

Sinopsis

Sinopsis dark season 3

*

  • Tahun rilis: 2017
  • Tahun berakhir: 2020
  • Season: 3
  • Genre: Misteri, Science fiction
  • Produksi: Netflix
  • Sutradara: Baran bo Odar
  • Pemeran: Louis Hofmann, Lisa Vicari, Daan Lennard Liebrenz, Maja Schöne, Oliver Masucci, Gina Alice Stiebitz, Jördis Triebel, Stephan Kampwirth, Karoline Eichhorn

Jonas (Louis Hoffman) gagal mencegah bencana besar yang terjadi di Winden. Malahan, Martha (Lisa Vicari), gadis yang ia cintai tewas.

Namun secara mengejutkan, Martha ‘lain’ hadir untuk menyelamatkan dirinya, dan membawa putra dari Michael Kahnwald tersebut ke ‘dunia’-nya. Karena ternyata, ada sebuah dunia paralel lain yang eksis, selain dunia tempat tinggal Jonas.

Meski tampak sama, Winden ‘dunia lain’ tentu saja berbeda dengan Winden yang sebenarnya. Di sini, Ulrich bercerai dengan Katharina (Jördis Triebel) dan menikahi Hannah (Maja Schöne) yang saat itu tengah hamil.

Lantas, Ulrich berselingkuh dengan Charlotte (Karoline Eichhorn), sementara Martha berpacaran dengan seorang pemuda bernama Kilian, adik dari Erik Obendorf, dan kesemuanya terjadi di tahun 2019.

Sementara itu, Jonas masa depan (Andreas Pietschmann) bersama Magnus Nielsen (Moritz Jahn), Franziska Doppler (Gina Alice Stiebitz), dan Bartosz Tiedemann (Paul Lux) terjebak di tahun 1888.

Keempatnya berusaha mencari jalan untuk kembali dengan membangun sebuah mesin waktu di sebuah komplek yang tampaknya dimiliki oleh seorang pria tunanetra yang memiliki nama Gustav Tannhaus.

Pada tahun 1987, ada sekelompok orang yang terdiri dari seorang anak laki-laki, pria dewasa dan orang tua yang juga mampu untuk menjelajahi waktu. Bahkan tampaknya, mereka melakukan ‘pekerjaan kotor’ dengan menyingkirkan Bernd Doppler dan sekretaris dari Claudia Tiedemann di tahun yang sama, hingga membunuh Gustav Tannhaus di tahun 1888.

Tahun 2020, keluarga Doppler-Tiedemann yang bersembunyi di bunker saat bencana reaktor nuklir Winden terjadi, selamat dari peristiwa tersebut namun tercerai berai.

Claudia merawat Regina yang menderita kanker, namun tanpa disangka-sangka, Tronte Nielsen datang dan membunuh Regina seraya menyampaikan bahwa apa yang ia lakukan adalah apa yang dikehendaki Claudia.

Jonas yang tengah berada di dunia lain kemudian mengetahui. Bahwa jika di dunianya ia mengenal Adam yang tidak lain adalah dirinya sendiri, di dunia paralel tersebut ada Eva. Keduanya sama-sama berperan sebagai dalang utama dalam siklus yang tak pernah berakhir tersebut. Hanya saja, Eva merupakan wujud dewasa dari seorang Martha di dunia tersebut.

Kini, Jonas yang kita kenal dan Martha dari dunia lain mulai saling bahu membahu untuk menyelesaikan siklus tanpa akhir tersebut.

Namun pada akhirnya, keduanya dihadapkan dengan kebingungan karena baik Eva maupun Adam merasa ngotot bahwa sepasang remaja itu harus menyelamatkan dunia mereka masing-masing. Hingga akhirnya, Adam dan Eva mulai menyusun strategi mereka sendiri.

Semakin Rumit?

semakin rumit

*https://corleonesandlannisters.com/2020/07/10/dark-3×03-adam-eve-thought-by-thought-alternate-universe/

Di satu sisi, ya. Season 3 harusnya menjadi season akhir serial ini. Namun kenyataannya, kita akan dihadapkan dengan sesuatu yang terasa lebih rumit. Wajar, Dark masuk dalam kategori genre mindbender jadi memang menyaksikannya harus dengan pemikiran yang out of the box. Meski begitu, Dark mulai mencapai titik terangnya.

Kita akan senang menyaksikan uraian-uraian historis bo Odar yang akan membuat kamu ingin tertawa karena akhirnya memahami rantai yang hilang, lantas mungkin melihat bahwa karakter favorit kamu masih bertahan.

Dan serunya, mungkin kamu juga akan kecewa berkali-kali hingga akhirnya menyadari bahwa kasus dalam Dark tidak dapat diselesaikan dengan mudah.

Masih (Agak) Menakutkan

Masih (Agak) Menakutkan

*Sumber: https://www.pinterest.com/pin/499758889892508176/

Meski Dark memang bukan film horror, masih ada elemen-elemen dari film ini yang masih mampu membuat dada agak geli dan ingin membuat kita melompat rasanya. Tapi unsur itu adalah ‘Dark banget’.

Sebuah serial sci-fi thriller yang sama sekali bukan horror, tapi memiliki aroma yang agak bikin kepengin merinding. Namun itulah salah satu alasan kenapa kita menyukai Dark.

Ada beberapa shot dengan teknik over the shoulder dan focus pull yang biasa kita lihat baik dalam film-film horror maupun thriller dalam season ini. Seperti kemunculan Eva dari arah belakang Jonas yang tampak seperti hantu berambut perak yang mendekat. Atau, ketika dalam mimpinya, Jonas terbangun karena lengannya dicengkeram oleh jari-jemari Martha.

Di season 3 ini, penonton harusnya sudah mulai terbiasa dengan permainan sinematografi Baran bo Odar dan kawan-kawan. Tapi tetap saja, para sineas Jerman ini sukses menghadirkan aroma misteri berkesan supranatural khas mereka.

Dengan teknik-teknik yang mereka gunakan, tidak mengherankan jika tim Dark bisa saja muncul kembali dengan menyuguhkan serial horror, dan kita pasti bakal nonton.

Musik yang Memukau

Musik yang Memukau

*Sumber: https://diariodonordeste.verdesmares.com.br/opiniao/colunistas/mylena-gadelha/dark-chega-ao-fim-e-desata-no-com-maestria-em-arco-principal-da-serie-1.2960593

Sebenarnya, kami tidak ingin membahas hal ini. Tapi kami memang berniat memuji Ben Frost yang bertanggung jawab membuat scoring.

Perasaan apapun yang menghinggapi kita saat menyaksikan Dark tidak terlepas dari peran Ben yang brilian. Misteri, kepanikan, kebingungan dalam Dark seolah terasa mencapai klimaks karena musiknya yang menambah intensitas adegan demi adegan.

Lantas, dari segi soundtrack – tidak – Goodbye dari Apparat harus di-skip karena season 3 seru banget. Kita akan berbicara tentang lagu-lagu lain yang muncul dalam serial ini. Semua lagu yang diperdengarkan terasa sangat tepat. Seperti Inside dari Chris Avantgarde ft. Red Rosamond. Atau, The Labyrinth Song dari Asaf Avidan.

Lirik The Labyrinth Song malah begitu related. Kata-kata ‘labirin’, juga penyebutan nama Ariadne seolah sangat mewakili film ini. Adam mengeluarkan quote dengan maksud menganggap bahwa dunia mereka bagai labirin.

Sementara Martha tampil dalam drama yang diangkat dari buku berjudul Ariadne. Singkat kata, musik-musik yang muncul dalam Dark kadang membuat kita larut dalam kisahnya.

Penjelasan Akhir Dark

Penjelasan Akhir Dark

*Sumber: https://readysteadycut.com/2020/06/27/recap-dark-season-3-episode-8-the-paradise-the-final-episode-netflix-series/

Mungkin bisa dikatakan inti dari review kita kali ini adalah penjelasannya. Penjelasan ini dibuat terutama bagi mereka yang masih merasa bingung dengan ending serial ini.

Yang belum menyaksikan season akhir dari Dark, penjelasan berikut akan mengandung spoiler. Boleh dilanjutkan, tapi resiko terkena spoiler silakan tanggung sendiri. Yang tidak mau membaca, silahkan scroll terus untuk melewatinya.

Agar lebih mudah menjelaskannya, kita mulai dari akhirnya. Bahwa ternyata, peristiwa yang kita ikuti dari season 1 hingga 2 semuanya terjadi di salah satu dunia paralel. Kita akan menyebutnya ‘Dunia Adam’. Lantas, di season 3, kita juga diperkenalkan pada ‘Dunia Eva’.

Baik Dunia Adam maupun Dunia Eva bukanlah dunia yang sebenarnya. Kedua dunia paralel tersebut secara ‘tidak sengaja’ diciptakan oleh Heinrich Gustav Tannhaus, pengrajin jam di Kota Winden pada tahun 1987, dalam bunker miliknya.

Gustav menciptakan sebuah alat semacam mesin waktu dengan harapan, ia bisa mencegah peristiwa yang mengakibatkan anak, menantu, dan cucunya meninggal dunia.

Namun, alat milik Tannhaus justru malah menciptakan dua dunia paralel. Yang mengetahui tentang hal ini adalah Claudia Tiedemann dari Dunia Adam. Selama ini, Adam dan Eva bersaing melakukan segala daya dan upaya, menembus ruang dan waktu agar dunia mereka terselamatkan dari kehancuran sehingga terciptalah siklus tanpa akhir tersebut.

Namun sebenarnya, ‘peperangan’ yang terjadi antara keduanya sia-sia belaka. Karena, kedua dunia tersebut seharusnya tidak pernah eksis, hingga Adam pun menyadarinya. Dan untuk menghentikan seluruh kegaduhan yang terjadi di kedua dunia tersebut, Jonas dan Martha harus pergi ke ‘dunia yang sebenarnya’ untuk menghentikan perbuatan Tannhaus.

Kasus Michael Kahnwald atau Mikkel Nielsen hanyalah bagian dari sebuah mata rantai yang menguak tentang eksistensi kedua dunia tersebut. Dan dengan suksesnya Jonas dan Martha mencegah perbuatan Tannhaus, dua dunia itu pun tidak pernah ada.

Di akhir, kita bisa melihat bahwa Hannah, Torben Wöller, Katharina, Peter Doppler, Bernadette, dan Regina Tiedemann di dunia yang sebenarnya hidup rukun dan damai.

Malahan, tampak bersahabat baik layaknya para tokoh dalam serial Friends atau Sex in the City. Tentu saja kita tidak melihat kehadiran beberapa tokoh sentral lain, karena mereka hanya eksis di dunia paralel yang telah tiada.

Kesimpulannya adalah, Dark bisa jadi merupakan salah satu serial misteri fiksi ilmiah terbaik saat ini. Oh iya, satu lagi, kami harus memuji segala teori-teori ilmiah yang dilontarkan di dalamnya. Karena, membuat apa yang disajikan Netflix lewat serial ini terasa mungkin. Kamu anak IPS? Tenang. Anak IPA juga belum tentu mengerti kok.

Menurut pendapat kami, Dark terasa seperti sebuah dongeng. Dan ketika serial ini berakhir, sepertinya kita masih berharap mereka mendapat kesempatan untuk tayang satu season lagi. Masih belum nonton juga? Login sekarang ke akun Netflix kamu, dan pantau Bacaterus. untuk pembahasan serial-serial seru Netflix lainnya.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *