Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review Serial Dark Season 1 ‘Misteri Dan Waktu’

Sinopsis & Review Serial Dark Season 1 ‘Misteri Dan Waktu’

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Mari kita mulai dengan line yang klasik: ‘jika kamu suka film misteri, kamu mesti nonton Dark’. Serial milik Netflix yang tayang pertama kali pada 1 Desember 2017 ini dibintangi, dan merupakan hasil karya sinematik para sineas Jerman. Dan kita harus mengakui bahwa negeri asal Volkswagen ini ternyata memiliki selera misteri yang sangat baik.

Dark merupakan web television series bergenre misteri-fiksi ilmiah. Bukan, bukan horror. Namun, bisa dibilang memang memiliki aroma horror yang begitu kental di dalamnya. Meski begitu, tayangan yang dinahkodai sutrada Baran bo Odar ini, sepertinya ‘damai-damai’ saja untuk dinikmati mereka yang tidak bisa menikmati film horror.

Dan sekarang, mari kita kupas sama-sama, seperti apa serial yang hampir seluruh elemen produksinya ini menuai pujian para kritikus.

Sinopsis

netflix dark

  • Tahun rilis: 2017
  • Tahun berakhir: 2020
  • Season: 3
  • Genre: Misteri, Science fiction
  • Produksi: Netflix
  • Sutradara: Baran bo Odar
  • Pemeran: Louis Hofmann, Daan Lennard Liebrenz, Maja Schöne, Lisa Vicari, Oliver Masucci, Gina Alice Stiebitz, Jördis Triebel, Stephan Kampwirth, Karoline Eichhorn

Pada bulan Juni tahun 2019, seorang pria berusia 43 tahun bernama Michael Kahnwald (Sebastian Rudolph) memutuskan untuk melakukan aksi bunuh diri, seraya meninggalkan sebuah surat dengan pesan,’jangan dibuka hingga tanggal 4 November pukul 10:13 malam’.

Kepergian Michael ini sepertinya menimbulkan luka psikis pada putra semata wayangnya, Jonas (Louis Hoffman). Malahan, remaja pria tersebut terpaksa menjalani perawatan selama 2 bulan. Jonas sama sekali tidak menyadari bahwa ibunya, Hannah (Maja Shcöne), ternyata menjalin hubungan istimewa dengan Ulrich Nielsen (Oliver Masucci), seorang petugas kepolisian di Kota Winden, tempat tinggal mereka.

Sementara itu, Winden juga tengah dihebohkan dengan menghilangnya seorang pemuda bernama Erik Obendorf. Teman satu sekolah Jonas tersebut telah menghilang selama 2 minggu, hingga membuat kedua orang tuanya resah.

Jonas sendiri juga kemudian mengetahui bahwa Bartosz (Paul Lux), sahabatnya telah menjalin hubungan dengan Martha Nielsen (Lisa Vicari), gadis yang pernah menjalin hubungan romantis dengannya.

Bartosz kemudian mengusulkan pada teman-temannya untuk mengambil, kemudian menjual narkoba milik Erik yang merupakan penyalur ganja di sekolah mereka. Setelah memutuskan untuk bekerjasama dengan teman-temannya yang lain termasuk Magnus Nielsen (Moritz Jahn), Jonas dan Bartosz sepakat untuk pergi ke Gua Winden tempat dimana Erik menyimpan barang-barang terlarangnya tersebut.

Malam itu, tepat tanggal 4 November, Jonas, Bartosz, Martha, dan Magnus yang membawa serta adiknya, Mikkel (Daan Lennard Liebrenz) menjalankan rencana mereka tersebut. Di sana, mereka juga bertemu dengan Franzeska Doppler (Gina Alice Stiebitz), putri dari Charlotte Doppler (Karoline Eichhorn) kepala kepolisian Kota Winden.

Namun hal yang tak terduga terjadi. Sebuah suara misterius yang mengerikan terdengar dari dalam gua, sementara lampu senter yang dibawa oleh para remaja tersebut berkelap-kelip layaknya mengalami gangguan kelistrikan. Kontan, hal tersebut membuat para pemuda dan pemudi itu panik.

Jonas lantas berinisiatif untuk menggandeng Mikkel karena keduanya tertinggal, sedangkan teman-temannya kabur dari tempat tersebut. Tapi, Jonas yang tengah berlari terjatuh, hingga menyadari bahwa ia kehilangan Mikkel. Sementara, sosok Michael yang berlumur cairan hitam muncul, menyapa putranya tersebut.

Melihat sosok ayahnya itu, Jonas terus berlari hingga ia bertemu dengan teman-temannya. Menyadari Mikkel tidak lagi bersama dengan Jonas, Magnus dan kawan-kawan bermaksud untuk mencari adiknya tersebut. Sementara itu di tempat lain, Ines Kahnwald tengah membuka surat berisi pesan yang ditinggalkan oleh putranya.

Mikkel menghilang tanpa jejak. Magnus yang sangat terpukul akan kejadian tersebut menganggap bahwa putranya tersesat di dalam fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir Winden. Sementara sang bocah sebenarnya masih berkeliaran di Winden, namun berada di tahun 1986. Tahun dimana Magnus kehilangan adiknya yang bernama Mads.

Drama Kehidupan dan Wormhole

Drama Kehidupan dan Wormhole

Yang membuat Dark menjadi salah satu suguhan terbaik dari Netflix adalah, kita tidak akan melulu dibawa dalam misteri peristiwa bunuh diri Michael, hilangnya dua orang anak di Winden, dan peristiwa time travelling yang ada di dalamnya. Tapi, kita juga akan melihat kenyataan hidup warga kota kecil tersebut, yang membuat kita terkaget-kaget.

Kita akan melihat bagaimana kehidupan warga Winden tidak selugu kota kecil lainnya yang bersahaja. Ada hubungan perselingkuhan, juga hubungan para remaja yang dari luar terlihat bagai anak manis-manis, tapi terlibat dalam penyalahgunaan obat bius.

Sementara itu, beberapa orang juga sepertinya terpengaruh oleh kejadian misterius 33 tahun yang lalu, sehingga memengaruhi kehidupan mereka di masa kini.

Lantas, konsep perjalanan waktu dalam serial ini hadir sebagai unsur yang akan membuat Dark sebagai sebuah tontonan misteri fiksi ilmiah nan mengasyikan. Yang jelas, keberadaan wormhole dalam gua Winden inilah yang kemudian menguak drama kehidupan yang terjadi di kota kecil tersebut. Siap-siap, kamu akan dibawa dalam sebuah perjalanan waktu yang mengocok kepala.

Bisa dibilang, judul ‘Dark’ bukan hanya pantas untuk rangkaian kejanggalan yang terjadi di kota Winden akibat kemunculan sebuah wormhole tempat realitas waktu saling bergesekan. Karena, sebagian dari para penduduknya juga menyimpan ‘sisi kelam’ mereka sendiri. Dan, bo Odar sang sutradara, menyeret kita masuk dalam nuansa dark yang bikin kita ingin untuk terus menyaksikan serial ini.

Nuansa ‘Dark’

Nuansa ‘Dark’

Kita harus mengakui bahwa Dark digarap dengan begitu apik. Mengambil lokasi di wilayah selatan dari ibu kota Jerman, Berlin, Dark bisa dibilang menghadirkan sebuah karya sinematografi yang memukau. bo Odar dan kawan-kawan sukses mengekspos pemandangan alam lokasi syuting mereka dengan sangat baik, kemudian membuatnya tampil begitu misterius di mata penonton.

Jalanan kota suburban yang begitu lengang, pohon-pohon tinggi, dan cuaca dingin dari kota fiksi Winden tampil dalam high angle seakan ingin memberi tahu mereka yang menyaksikan bahwa ada yang tidak wajar dengan tempat tinggal para tokoh serial ini. Well, sebenarnya, orang-orangnya juga bisa dibilang menyembunyikan ketidakberesan, memang.

Lantas, para sineas yang mengerjakan serial ini juga sering kali memberi transisi aerial shot kawasan hutan Winden yang merupakan lokasi utama dari kasus hilangnya Mikkel, dan gua pembawa masalah tersebut. Sepertinya, kamu akan membenci adegan jeda ini karena akan dibuat bertanya-tanya, sambil menunggu apalagi yang akan terjadi di adegan selanjutnya.

Kita juga harus dipaksa berpindah-pindah adegan begitu cepat. Maklum, peristiwa yang terjadi dalam film seri ini memang melibatkan begitu banyak orang. Tapi, semuanya terjadi seperti cliffhanger. Sejujurnya, Dark memang akan mengaduk-aduk perasaan kamu dengan pertanyaan, perasaan gemas, lalu hal-hal mengejutkan lain.

Musik Ciamik

Musik Ciamik

Scoring adalah salah satu elemen dalam film yang mampu membawa penonton terbawa dengan adegan yang tengah dihadirkan. Dark adalah salah satu serial dengan scoring menyebalkan yang dapat membuat misteri yang dihadirkan dalam ceritanya merebak. Di awal, kita sudah mengingatkan bahwa Dark bukanlah sebuah film horror. Tapi, musik yang tampil di dalamnya terasa begitu meneror.

Jika boleh protes, mengapa juga Ben Frost selaku penanggung jawab scoring serial ini menyuguhkan musik-musik yang sebegitu seramnya. Malahan, melebihi seramnya Stranger Things, yang menghadirkan scoring berkesan pop. Tapi harus diakui, Ben memang patut diacungi jempol. Musik garapannya mampu membuat unsur misteri dalam Dark terasa begitu intens.

Mungkin, bagi para penggemar film non horror akan merasa sedikit terganggu dengan suguhan aransemen Ben. Karena, suara gesekan cello bernada minor rendah, dengingan-dengingan panjang, dan nada-nada ‘miring’ lainnya membuat kita berpikir bahwa akan ada adegan jump scare yang bikin kaget setengah mati. Tapi tenang saja. Sekali lagi kami ingatkan, Dark bukanlah sebuah film bertemakan horror.

Musical score serial ini memang mendapat pujian. Termasuk, membesut nama Apparat, yang merupakan nama panggung dari musisi elektronik asal Jerman, Sascha Ring. Karena, buah karya Sascha yang merupakan hasil kolaborasi dengan seniman musik asal Austria, Soap&Skin berjudul Goodbye, menjadi opening theme dari Dark.

Perpaduan misteri dan Sci-fi, pemeran masif, juga kisah yang mind blowing membuat Dark menjadi sebuah tontonan yang bisa dikatakan sangat berkualitas. Jika kamu adalah penggemar film, terutama kamu yang suka dengan plot yang cukup rumit, Dark adalah salah satu hasil kreasi orisinil Netflix yang tidak dapat dilewatkan begitu saja.

Dark telah mencapai konklusi akhir pada season 3 yang mulai tayang pada 27 Juni 2020. Akhir kisahnya pun disebut-sebut sangat memuaskan ekspektasi para penontonnya. Memiliki 3 season dengan total 26 episode yang exciting –meskipun memiliki plot yang cukup berat- tentunya bisa menjadi tontonan bagi kamu yang ingin menyaksikan sebuah sajian yang dikategorikan, ‘diatas normal’.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *