bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Gladiator, Pertarungan yang Menegangkan

Ditulis oleh Sri Sulistiyani - Diperbaharui 25 Oktober 2021

Mendengar kata “gladiator” tentu akan langsung mengingatkanmu pada sosok petarung tangguh di zaman romawi atau pertunjukan yang memperlihatkan pertumpahan darah menegangkan yang terjadi di sebuah arena terbuka. Gladiator juga identik dengan pembunuhan atau pembantaian yang sadis dan mengerikan

Ketegangan pertarungan gladiator yang menjadi budaya di zaman romawi ini bisa kamu saksikan dalam film berjudul Gladiator. Untuk yang suka dengan film aksi menegangkan, simak review dan synopsis film Gladiator berikut ini!

Baca juga: 10 Film Tentang Perang Kerajaan Yunani yang Wajib Ditonton

Sinopsis

Sinopsis

Film Gladiator mengambil setting waktu di masa kekaisaran Romawi di akhir kepemimpinan Kaisar Marcus Aurelius. Kaisar Marcus Aurelius memiliki seorang prajurit kepercayaan yang juga menjabat sebagai jenderal legiun pasukan Roma, Maximus. Maximus merupakan prajurit yang sangat tangguh dan dihrmati serta mampu mengalahkan semua lawan-lawannya.

Marcus Aurelius memiliki seorang putra, Commodus dan seorang putri, Lucilla. Commodus yang selama ini merasa tak dicintai ayahnya bertekad untuk menjadi kaisar selanjutnya dan memimpin Roma. Namun Marcus Aurelius tak sependapat dengan Commodus. Ia memimpikan Republik Roma yang bersih dari korupsi dan politik.

Marcus Aurelius lebih mempercayakan Roma pada Maximus. Hal tersebut membuat Commodus marah. Tanpa sepengetahuan siapa pun, Commodus membunuh Marcus Aurelius yang sudah sekarat agar ia bisa naik tahta sebagai kaisar. Maximus yang meyakini jika Marcus Aurelius dibunuh kemudian diasingkan dari legiun dan nyaris dibunuh.

Commodus juga membunuh istri dan anak Maximus. Sementara Maximus yang putus asa diselamatkan untuk menjadi budak dan menjadi gladiator. Maximus dibeli oleh pelatih gladiator bernama Proximo. Maximus pun mulai dilatih untuk menjadi gladiator. Di pertunjukan pertamanya, Maximus yang menggunakan nama Spaniard langsung membunuh habis lawannya di arena gladiator.

Popularitas Spaniard semakin dikenal sampai ke Roma. Maximus kemudian bertarung di Colloseum. Pertunjukan itu disaksikan langsung oleh Commodus, Lucilla, dan semua senator Roma. Maximus yang kembali membantai lawan-lawannya menarik perhatian Commodus. Commodus pun menemui langsung Maximus di arena gladiator dan mengajaknya berbicara.

Saat Maximus membuka topengnya, Commodus terkejut saat melihat Maximus yang masih hidup. Namun ia tak bisa membunuhnya karena rakyat Roma yang menyaksikan pertarungan itu mendukung Maximus. Commodus pun mulai memikirkan cara untuk membunuh Maximus yang kini sudah dicintai rakyat Roma. Sementara Maximus bertekad untuk membunuh Commodus.

Commodus begitu membenci Maximus karena ia disukai ayahnya dan juga kakaknya, Lucilla. Commodus kemudian mulai merencanakan segala cara untuk membunuh Maximus. Ia membuat sebuah pertandingan gladiator dan membuat Maximus melawan gladiator terkuat di Roma, namun Maximus tetap menang.

Lucilla yang dulu mencintai Maximus membantu Maximus dan para senator untuk menggulingkan Commodus dan menciptakan Roma seperti yang diimpikan Marcus Aurelius. Mereka berusaha untuk mengeluarkan Commodus agar bisa menjemput pasukannya dan menyerang Commodus. Namun rencana tersebut diketahui Commodus.

Commodus kemudian menahan Maximus dan menusuknya hingga terluka cukup parah. Ia kemudian memerintahkan pengawalnya untuk memakaikan baju perang Maximus dan menyembunyikan lukanya. Commodus pun menjadwalkan pertandingan antara dirinya dan Maximus yang sudah terluka dengan tujuan agar ia terlihat adil saat membunuh Maximus.

Namun rupanya Maximus tetap mampu memberikan perlawanan sengit pada Commodus meski sudah terluka parah. Maximus pun akhirnya berhasil membunuh Commodus, namun lukanya yang cukup parah membuatnya tewas tak lama setelah memenangkan pertandingan gladiator tersebut.

Maximus meninggal di arena dengan iringan tepuk tangan dan penghormatan seluruh rakyat yang menganggapnya sebagai pahlawan karena telah menggulingkan Commodus yang menurut mereka tak layak memimpin. Lucilla dan para senator pun siap mengubah Roma kembali menjadi republik Roma yang bersih dari korupsi sesuai permintaan Marcus Aurelius dan seperti yang diperjuangkan Maximus.

Cerita Kolosal yang Dikemas dengan Epik

Cerita Kolosal yang Dikemas dengan Epik

Film Gladiator menampilkan banyak adegan-adegan kolosal yang dikemas dengan kesan yang begitu epik. Di awal film, kita langsung disajikan dengan adegan kolosal saat Maximus memimpin pasukannya untuk menaklukan Germania. Adegan perang ini terlihat begitu menegangkan dengan teknik sinematografi yang banyak memperlihatkan shot-shot lebar dan menunjukan suasana perang.

Tak hanya di awal adegan saja, sepanjang durasi film Gladiator yang cukup panjang, yaitu selama 171 menit ini, penonton akan melihat banyak adegan-adegan kolosal lainnya. Misalnya saja saat Maximus bertarung di arena gladiator yang disaksikan oleh ratusan ribu rakyat Roma. Shot-shot establish yang banyak dipakai pun akan membuatmu melihat bagaimana kemegahan romawi di masa lalu.

Karakter-Karakter yang Diangkat dari Sejarah

Karakter-Karakter yang Diangkat dari Sejarah

Meski film Gladiator merupakan film fiksi, namun beberapa tokoh-tokoh di film ini diambil dari tokoh-tokoh sejarah di masa lampau. Marcus Aurelius sendiri merupakan tokoh nyata yang menjadi kaisar romawi yang bertahta dari tahun 161 hingga tahun 180. Begitu pula dengan Commodus dan Lucilla yang merupakan nama-nama dari anak Marcus Aurelius.

Namun alur cerita film ini telah digabung dengan imajinasi dari sang penulis dan sutradara. Pada kisah sejarah, Marcus Aurelius tidaklah dibunuh oleh Commodus. Sejarah juga mencatat bahwa Marcus Aurelius justru memberikan kekuasaannya kepada Commodus. Jadi, nikmati saja alur ceritanya karena film ini tetaplah film fiksi meskipun beberapa karakternya diangkat dari dunia nyata.

Melihat Kehebatan Peradaban Romawi dari Film Gladiator

Melihat Kehebatan Peradaban Romawi dari Film Gladiator

Selain bisa mengenal beberapa nama tokoh sejarah, di film ini kita juga mengenal beberapa kebudayaan di masa romawi yang diperlihatkan di adegan-adegannya. Salah satunya yaitu bisa melihat bagaimana wujud bangunan bersejarah Colosseum yang menjadi kebanggaan masyarakat romawi dan diperlihatkan dengan begitu megah.

Begitu pula dengan pertarungan gladiator yang merupakan budaya dalam peradaban romawi dan menjadi tema dalam film ini. Selain itu, kostum hingga properti yang ditampilkan di film ini juga akan membawamu melihat bagaimana kehebatan peradaban romawi di masa lalu.

Adegan-Adegan Sadis dan Penuh Darah

Adegan-Adegan Sadis dan Penuh Darah

Sebagai film perang yang mengambil tema tentang pertarungan gladiator, film ini cukup jelas memperlihatkan adegan-adegan mengerikan yang mungkin akan membuat beberapa orang merasa terganggu. Adegan-adegan sadis ini sudah dimunculkan di awal film saat pasukan Romawi dan pasukan Germania saling membantai dalam perang dan berlanjut di sepanjang film.

Adegan-adegan seperti pemenggalan kepala, penusukan, dan darah-darah yang bercucuran banyak ditampilkan pada film ini, terutama dalam adegan saat Maximus bertarung di arena gladiator. Hal ini membuat kita sebagai penonton seolah-olah ikut menonton secara langsung bagaimana kengerian yang terjadi di arena gladiator tersebut seperti yang dilihat para rakyat Roma yang menonton.

Pertarungan di arena gladiator yang diperlihatkan secara jelas juga membuat ketegangan tersendiri saat menantikan siapakah gladiator yang akan menjadi pemenang di pertarungan tersebut. Jadi, siapkan mentalmu untuk menyaksikan berbagai adegan sadis sebelum memutuskan untuk menonton film ini ya!

Itulah review dan sinopsis dari film Gladiator, sebuah film kolosal yang akan mengajakmu melihat hebatnya peradaban romawi di masa lampau. Jangan lupa juga persiapkan dirimu untuk melihat adegan pertumpahan darah di film ini ya! Apakah kamu sudah pernah menonton film ini? Bagaimana tanggapanmu setelah menonton? Ceritakan di kolom komentar ya!

Gladiator
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram